<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020</id><updated>2012-02-16T02:48:32.762-08:00</updated><title type='text'>Silaturahmi Jiwa, Akal dan Pikiran</title><subtitle type='html'>Mahmud Syaltut Usfa
___________________________

Ketika pikiran tak terarah, hati yang meluruskan.

Ketika hati gelisah, kesabaran yang menenangkan.

Ketika kesabaran mulai goyah, keihlasan yang menguatkan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>87</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-898323109927786178</id><published>2010-06-03T06:55:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:57:27.159-07:00</updated><title type='text'>Sukses karena Sukses dari Tantangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun bisa menjalani hidup ini dengan mulus bebas hambatan. Dalam perjalanannya pasti ada kerikil-kerikil sebagai tantangan. Bagi orang-orang yang bijak, tantangan itu dipandang sebagai motivasi. Sebaliknya, bagi mereka yang berpikir kerdil, justru dipandang sebagai kesulitan.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Pandanglah tantangan hidup di depan kita sebagai batu loncatan, bukan sebagai tembok penghalang..!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, jika banyak dari mereka yang suskes karena bijak dalam menghadapi tantangan hidup. Menyerah sama halnya menyia-nyiakan kesempatan untuk sukses. Bahkan, banyak dari mereka yang harus jatuh bangun dari keterpurukan, namun akhirnya bisa bangkit dan sukses. Semakin berat tantangan, itu sebagai pertanda keberhasilannya juga akan tinggi. Ada hukum sebab akibat dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an Allah berfirman “Aku tidak akan memberi beban di luar kemampuan hambaku”. Allah sudah menjamin, bahwa segala tantangan bukan sebagai kesulitan. Tak mungkin Allah berbohong!! Allah tahu betul takarannya, tantangan seperti apa yang ‘layak’ diujikan kepada hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Di saat menghadapi ujian hidup, tidak perlu berdo'a agar ujian itu berlalu, tapi berdo'alah agar diberi kekuatan untuk menghadapi dan melaluinya. Karena ujian itu pertanda kita memiliki kualitas yang akan Allah tingkatkan derajatnya.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa demi peristiwa sudah menjadi catatan rutin dalam lembar kehidupan kita. Tak ada yang bersih. Pasti penuh dengan coretan. Jika kita mampu memaknai coretan itu, maka kita akan menjadi pribadi yang tenang. Karena di balik semua itu pasti ada hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Orang yang mampu membaca hikmah akan memandang segala kejadian ibarat melihat mutiara, dipandang dari sudut mana pun akan tetap bening.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah sangat banyak kisah orang-orang sukses di sekitar kita karena mereka tangguh menghadapi tantangan hidup. Kesabaran, ketenangan, keuletan, akhirnya berbuah keberhasilan. Ada orang yang dulunya banyak dicibir tetangganya. Tapi karena menyikapi kondisi itu dengan bijak, akhirnya menjadi orang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tak jarang banyak dari mereka pada masa lalunya kerap dihina, dikucilkan, difitnah, diremehkan, tapi masa depannya justru berubah drastis. Orang-orang yang dulunya usil malah menjadi segan, bahkan minta bantuan karena hidupnya tidak sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Ingat !! Bukan peristiwanya yang penting, tapi respon terhadap peristiwa itulah yang dapat memunculkan intisari pemaknaan hidup yang sesungguhnya.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat baik jika kita berkaca pada orang-orang sukses dunia. Sebut saja Thomas Alva Edison. Laboratorium ilmuan hebat itu pernah terbakar. Tanpa peristiwa itu mungkin saat ini kita masih hidup dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Kolonel Sanders. Bos Kentucky Fried Chicken itu pun pernah jatuh bangun bertubi-tubi berupa penolakan. Tapi dirinya tidak sedikit pun frustasi. Hingga sekarang kita bisa menikmati gurihnya Kentucky Fried Chicken karena kegigihan dia bangkit dari keterpurukan. Bahkan Galileo Galilei harus dihukum mati sekadar untuk membuktikan bahwa bumi ini bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudah tulisan ini sedikit bisa memberi motivasi bagi kita, khususnya diri saya untuk selalu berpikir bijak dari segala tantangan hidup. Semakin hebat tantangan, makan akan semakin hebat keberhasilan menyongsong kita. Kecuali kita merasa lemah dan takut untuk bangkit, bersiap-siaplah menjadi orang yang terpuruk dalam keabadian, nauzubillahminzaliq !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-898323109927786178?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/898323109927786178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=898323109927786178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/898323109927786178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/898323109927786178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/06/sukses-karena-sukses-dari-tantangan.html' title='Sukses karena Sukses dari Tantangan'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1840816314179227593</id><published>2010-06-03T06:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:54:59.273-07:00</updated><title type='text'>Syair Sufistik - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beratnya Mengikat Nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatlah segala nafas di tubuhku&lt;br /&gt;Agar nafsu tak mampu menuntun langkahku&lt;br /&gt;Dosa-dosa ini terlalu liar berjalan&lt;br /&gt;Segenap penjuru mata tubuhku telah dibutakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haruskah tubuh lemahku diipanggang di neraka? &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini sudah begitu penat&lt;br /&gt;Mengambara di ruang relegi&lt;br /&gt;Tanpa tahu nasib badan ketika bersaksi kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh langkahku akan berkata lugu&lt;br /&gt;Roh hanya tertegun menanti keadilan&lt;br /&gt;Hanya ada dua kata&lt;br /&gt;Ke surga atau neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kerdilkah tuhan menakar nasib abadi hambanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tahu tuhan itu baik sama kita&lt;br /&gt;Aku hanya mendengar tuhan itu maha pengasih dan penyayang&lt;br /&gt;Aku hanya dapat merasakan tuhan itu adil dan bijaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para malaikat malam&lt;br /&gt;Ikutlah sejenak menyelam di qalbuku&lt;br /&gt;Agar bisa merasakan beratnya menjaga nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarkan ke seluruh penghuni langit&lt;br /&gt;Aku tak mampu lagi mengegnggam wahyu sang rasul&lt;br /&gt;Jika pintu surga dan neraka hanya hitam putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak peduli lagi apakah surga dan neraka itu ada&lt;br /&gt;Sebaiknya mata batin kubutakan saja&lt;br /&gt;Agar di setiap sujudku tak mengharapkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terbesit rasa pengharapan,&lt;br /&gt;Itulah manusia&lt;br /&gt;Merasa malu menginjak pintu surga &lt;br /&gt;Tapi pengecut melangkah ke neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1840816314179227593?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1840816314179227593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1840816314179227593&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1840816314179227593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1840816314179227593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/06/syair-sufistik-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Sufistik - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8888562980207024327</id><published>2010-06-03T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:52:14.383-07:00</updated><title type='text'>Tali Jam Tangan dan Rambut Panjang Sang Ibu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah sangat sering mendengar cerita anak yang durhaka kepada ibunya. Sebut saja kisah si Malin Kundang. Atau kisah-kisah lainnya yang sering didramatisir. Juga, sangat beragam kita baca dan mendengar kisah ibu yang bersikap kejam ke anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, di realitas sangat banyak kisah ibu yang hebat hingga mendidik anaknya dengan pengorbanan dan kerja keras. Kasih sayang ibu sangat luar biasa, karena ibu adalah pribadi yang hebat. Juga, sangat banyak anak-anak yang selalu menunjukkan kasih sayang luar biasa kepada ibunya. &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki cerita menarik yang mungkin bisa dijadikan tauladan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah perkampungan ada seorang ibu yang hidup bersama anak gadisnya . Ibu tersebut sudah lama menjanda karena suaminya meninggal akibat penyakit. Semenjak suaminya meninggal, secara otomatis kondisi ekonominya sangat pas-pasan. Sang ibu hanya bekerja jualan kue di pasar. Selebihnya bekerja serabutan. Seperti mencuci pakaian, setrika pakaian milik tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak gadisnya baru berusia 16 tahun, atau duduk di bangku kelas I SMA. Ketika ayahnya meninggal, dia masih duduk di bangku kelas II SMP. Dia gadis yang dewasa. Pulang sekolah langsung membantu pekerjaan ibunya. Namun demikian, prestasi sekolahnya selalu menonjol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tidak memberikan warisan berupa harta melimpah. Salah satu pemberian ayahnya hanyalah jam tangan yang tidak begitu mahal. Tapi, si gadis itu selalu memakainya. Ibunya selalu menasihati agar rajin belajar dan menjaga ahlaknya. “Jaga aurat dan ahlak ya nak, karena hanya itu harga diri keluarga kita bisa terjaga.” Demikian nasihat yang selalu ibunya sampaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu walau berusia setengah baya namun masih kelihatan cantik dan segar. Salah satu yang sangat dibanggakan adalah rambutnya yang indah dan panjang hingga melewati punggungnya. Banyak para tetangga memuji rambut indahnya. Sang ibu tersebut setiap hari selalu merawat dengan senang hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pasar, sang ibu heran karena putri semata wayangnya tidak pernah lagi memakai jam tangan. “Kenapa jam tangannya tidak dipakai lagi nak?” Tanya ibunya bijak. Dengan wajah sedikit sayu si anak menjawab, “Tali jamnya putus bu, tapi saya selalu membawanya ke mana pun pergi.” Jawabnya bijak. “Sabar ya nak, kalau sudah ada duit pasti ibu belikan.” Ucapnya sambil memandang wajah manis putrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hidup dengan ekonomi pas-pasan, sang ibu tidak pernah terlihat mengeluh. Begitu juga dengan anak gadisnya, tidak pernah minta macam-macam kepada ibunya. Tahu betul dengan kondisi ibunya yang harus banting tulang untuk kebutuhan sehari-harinya. Keduanya hidup dengan sangat-sangat sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu selalu memikirkan tali jam tangan anaknya yang putus. Sudah berusaha mengumpulkan duit, tapi masih belum bisa juga membelikan. Karena terbentur dengan kebutuhan lainnya. Setiap hari ibunya memikirkan. “Kasihan anakku tak bisa memakai jam tangan pemberian ayahnya, gak ada yang bisa saya jual.”ucapnya dalam hati dengan lirih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pikiran itu terus membayangi, akhirnya dia berpikiran nekat. “Saya harus menjual rambut panjangku agar anakku bisa memakai jam tangannya kembali.” ucapnya dalam hati. Pikirannya makin gelisah antara iya dan tidak. “Apa nanti kata anakku.” Bisik perasaannya makin gelisah. “Ah…ini harus kulakukan asal anakku bahagia, kan nanti bisa panjang lagi.”tekadnya makin bulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari itu sang ibu memangkas rambutnya dan menjualnya. Uang yang didapat langsung dibelikan tali jam tangan. Sangat senang hatinya mendapat tali jam tangan. “Anakku pasti senang !!” ucapnya dengan senyum mengembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itu juga, secara bersamaan si anak pulang sekolah saat melewati toko melihat ikat rambut yang sangat bagus. Si anak langsung teringat dengan rambut indah ibunya. “Alangkah cantiknya ibuku jika memakai ikat rambut itu.” Pikirnya. Tapi dia bingung karena tidak punya uang untuk membelinya. Demi untuk membahagiakan sang ibu, dia langsung teringat dengan jam tangannya yang tidak ada talinya lagi. “Sebaiknya jam tangan ini saya jual saja agar bisa membeli ikat rambut itu.” Begitu pikiran yang terlintas. “Tapi, apa kata ibuku nanti.” Lagi-lagi pikirannya gelisah antara iya dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan saya jual saja agar ibuku senang, ibuku pasti bahagia memakai ikat rambut itu.” Ucapnya makin mantap menjualnya. Saat itu juga si anak langsung menjual jam tangannya dan membeli ikat rambut untuk ibunya. Dia pulang dengan senang hati dan senyum mengembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, sang ibu menunggu anaknya pulang dengan tak sabar. Ingin sekali melihat anaknya senang dengan tali jam yang baru saja dibelinya. Tali jam itu terus dipegangnya. Sebaliknya, si anak di jalan ingin cepat sampai di rumah hanya ingin memberi ikat rambut yang baru saja dibelinya. Si anak berlari hingga sampai di depan rumahnya dia setengah berteriak, “Ibu….saya membelikan ikat rambut yang indah untuk ibu, pasti ibu makin cantik memakainya.” Kata si anak girang. Mendengar sayup-sayup suara anaknya, sang ibu makin tak sabar dan langsung membuka pintu keluar sambil memegang tali jam tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terjkejut si anak begitu melihat rambut panjang ibunya sudah dipotong. Si anak memeluk ibunya sambil menangis sedih. “Ibu, kenapa rambut ibu dipotong?” Tanya anaknya dengan suara tangis terisak. Sambil mengelus-elus kepala anaknya, ibunya dengan suara parau karena menagis berujar. “Anakku, tadi ibu menjualnya karena ibu ingin sekali membelikan tali jam tangan.” Mendengar penjelasan seperti itu si anak makin menjadi menangis. Dengan bijak sang ibu berusaha menenangkan. “Sudahlah nak, tak perlu menangis seperti itu, ibu janji ketika panjang nanti tidak akan menjualnya lagi, ayo masuk dulu dan sekarang pasang tali jam tangan ini agar bisa dipakai lagi.” Ucapnya sambil menuntun anaknya ke dalam rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesedihan mendalam, si anak menjelaskan ke ibunya sambil masih menangis. “Ibu, maafkan saya, karena jam tangan itu sudah saya jual untuk membelikan ikat rambut untuk ibu.” Jelas si anak sambil memeluk tubuh ibunya erat-erat. Mendengar penjelasan dari anaknya, sang ibu kembali menangis sambil makin erat memeluk tubuh anaknya. Dia pun berucap, “Ibu bangga denganmu nak, ibu sangat memaafkan, ayahmu pasti bangga dengan kemuliaan ahlakmu dan kesih sayangmu kepada ibu.” Sahutnya dengan suara lirih sambil mengelus-elus punggung anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini hanya imajinasi saya saja. Maafkan jika ada pendramatisiran cerita. Namun, bentuk kasih sayang antara ibu dan anak seperti itu masih sering kita jumpai. Walau tidak sama persis dengan cerita tersebut, tapi nilai pengabdian dan pengorbanannya sama hebatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8888562980207024327?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8888562980207024327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8888562980207024327&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8888562980207024327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8888562980207024327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/06/tali-jam-tangan-dan-rambut-panjang-sang.html' title='Tali Jam Tangan dan Rambut Panjang Sang Ibu'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8780815955856744663</id><published>2010-05-30T08:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T09:01:43.542-07:00</updated><title type='text'>Syair Hening - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Suara Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan suara hati itu pergi bersama desiran galau&lt;br /&gt;Aku hanya mampu melihat jejak-jejak tatapannya&lt;br /&gt;Di setiap jengkal tapak jiwanya adalah harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah itu terlalu lama bersetubuh dengan kehampaan&lt;br /&gt;Mencampakkan kejujuran di lorong-lorong masa &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merataplah pada kebisuan malam&lt;br /&gt;Agar jiwa langit bergetar menyaksikan kepiluan tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis takdir kadang memang memilukan&lt;br /&gt;Tak seindah rajutan imajinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteriaklah pada kelembutan angin malam&lt;br /&gt;Agar gelisahmu mampu menjaring rembulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan hanyalah debu pengingkaran hati&lt;br /&gt;Akan terhapus oleh putihnya kejujuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Zikir Kepasrahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan halau mimpi gelap itu&lt;br /&gt;Keindahan hanyalah milik realitas&lt;br /&gt;Kebahagiaan bukan tak berpijak pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tak mampu berkata jujur&lt;br /&gt;Berbaringlah dengan para malaikat malam&lt;br /&gt;Alunkan zikir kepasrahan&lt;br /&gt;Agar do’a menyambut di keheningan subuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8780815955856744663?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8780815955856744663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8780815955856744663&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8780815955856744663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8780815955856744663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/syair-hening-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Hening - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7195242279900797628</id><published>2010-05-30T08:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T08:59:07.375-07:00</updated><title type='text'>Air Mata Wanita - Menangislah Jika Anda Ingin Menangis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Ringan Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam minggu-minggu ini saya menghadapi beberapa wanita yang menangis di depan saya. Entah seperti apa gejolak perasaannya. Padahal hanya ngobrol biasa. Dan sikap saya hanya menjadi pendengar yang baik, manggut-manggut sambil menatap wajahnya. Hanya sesekali saja saya memberi pemahaman secara psikologis.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari lalu ada perempuan cantik mengobrol dengan saya. Sedang asyik-asyiknya cerita sambil santai dan sesekali diringi canda, disaat saya menjelaskan sesuatu tiba-tiba air matanya menetes. “Lho, kenapa kok menangis?” tanyaku heran. Sambil mengusap air matanya, dia hanya senyum-senyum dengan menundukkan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya juga pernah ada seorang ibu yang menelpon sambil nangis-nangis. Katanya sangat tersentuh membaca tulisan saya yang dimuat di Harian Batam Pos. Wow...sampai segitunya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita, gampang sekali meneteskan air mata. Menangis bukanlah pertanda cengeng. Ibuku sangat gampang meneteskan air mata karena perasaannya mudah tersentuh. Bahkan, Siti Aisyah sering menangis melihat keteladanan ahlaq Rasulullah. Air mata wanita bukan lambang kelemahan, melainkan air mata kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya memiliki cerita tentang air mata wanita yang sangat menarik disimak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah perempuan, nak." "Saya tidak mengerti ibu," kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kau memang tak akan mengerti…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis?" "Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab. "Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak makin besar hingga menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?" Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar jawabannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walau pun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi ketika dia telah besar kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam keadaan dan situasi apa pun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melewati masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan setiap waktu yang dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, karena sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak tahu pasti, apakah para wanita yang membaca tulisan ini juga akan menangis. Jika ingin menangis, menangislah. Saya sangat merasakan apa yang Anda rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7195242279900797628?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7195242279900797628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7195242279900797628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7195242279900797628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7195242279900797628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/air-mata-wanita-menangislah-jika-anda.html' title='Air Mata Wanita - Menangislah Jika Anda Ingin Menangis'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-458029516123369909</id><published>2010-05-30T08:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T08:56:25.362-07:00</updated><title type='text'>Ketika Harus Berpaling dari Cinta Lama</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Hati Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta bukan menemukan seseorang untuk hidup bersama, tetapi cinta adalah menemukan seseorang yang kamu tidak dapat hidup tanpanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah…haruskah cinta diungkapkan sedahsyat itu? Nyatanya, kalimat indah kadang hanya berjalan sekejap rasa. Banyak dari mereka yang awalnya berikrar sehidup semati, tapi akhirnya tumbang juga. Hanya tinggal kekecewaan yang tersisa. Kalimat indah bak pujangga tergolek menjadi sampah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mendekatlah padaku atas nama cinta&lt;br /&gt;Biarkan tangan jiwa ini menyentuh hatimu&lt;br /&gt;Tak kan kubiarkan hembusan angin memeluk gelisahmu&lt;br /&gt;Engkau anugerah terindah yang hadir seiring kesucian takdir”&lt;br /&gt;Harus kujaga hingga hatimu meleleh dalam dekapan syahdu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa cinta tak seindah saat pertama bertemu? Jawabannya sederhana saja. Namanya saja bertemu sesuatu yang baru. Getaran cinta pertama mengundang sejuta rasa. Segenap tali jiwa berkembang dalam lingkaran silaturrahmi rasa. Hati merasakan getaran yang teramat dahsyat. Menjalar ke seluruh tubuh. Hingga mampu menggetarkan tubuh. Lidah terasa keluh berkata walau sepatah kata. Namun, lamban laun memudar juga seiring perjalanan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat cinta hadir pertama kali, berjuta ilusi menghampiri. Semua yang tampak di pribadi sang kekasih adalah keindahan. Jangankan yang betul-betul positif, sifat-sifat buruknya saja terlihat indah di mata jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengatakan bahwa kadar cinta kekasihnya sudah berubah. Padahal, dulunya baik betul. “Wah…..sekarang dia sudah berubah.” Kalimat itu sering terdengar ketika cinta sudah mulai berjalan jauh. Sebenarnya dia tidak berubah sedrastis yang Anda pikirkan. Pribadi sang kekasih masih seperti dulu. Justru yang berubah adalah perasaan Anda. Ketika cinta pertama hadir, ilusi sangat begitu kental mempengaruhi. Namun, seiring perjalanan waktu, ilusi sudah mulai luntur bahkan hilang ditelan realitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cinta tak perlu pergi bersama sayap-sayang angin&lt;br /&gt;Jadilah embun yang selalu menyapa di keabadaian pagi&lt;br /&gt;Cinta hadir dalam kesucian rasa&lt;br /&gt;Bening, mengalir melintas di keheningan hati&lt;br /&gt;Cinta tak patut bersanding dengan manisnya fatamorgana”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ketulusan cinta kerap dibasahi tetesan air mata. Tak perlu dirisaukan. Cinta mencapai tahta tertinggi jika diwarnai air mata dalam perjalanannya. Tersenyumlah dengan pahit getirnya cinta. Filsafatnya akan terus bersenandung dengan lirih-lirih kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari ini aku hanya bisa berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sandarkan tubuhmu di pundakku&lt;br /&gt;Akan aku ceritakan bagaimana pengalaman terindah selama hidupku&lt;br /&gt;Serta akan aku ceritakan pengalaman terpahit dalam hidupku&lt;br /&gt;Karena dalam kedua cerita tersebut ada nafasmu yang memberi warna selama aku menjalaninya, &lt;br /&gt;hingga mata batinku terpejam tak sanggup menatapnya lagi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-458029516123369909?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/458029516123369909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=458029516123369909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/458029516123369909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/458029516123369909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/ketika-harus-berpaling-dari-cinta-lama.html' title='Ketika Harus Berpaling dari Cinta Lama'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-390565361931104467</id><published>2010-05-22T07:14:00.001-07:00</published><updated>2010-05-22T07:16:24.261-07:00</updated><title type='text'>Syair Hati - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;b&gt;Hanya Ingin Kembali Bersih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai hati yang membisu&lt;br /&gt;Tak perlu bercengkrama dengan teka-teki&lt;br /&gt;Singkirkan prasangka di kebisingan logika&lt;br /&gt;Kebaikan bukanlah cinta&lt;br /&gt;Walau cinta selalu bersenandung kebaikan &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan ini tidak akan menepi pada hati yang pongah&lt;br /&gt;Harga diri terlalu nista diruntuhkan penghambaan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini hanyalah sepotong batu&lt;br /&gt;Bukan bintang gemintang&lt;br /&gt;Akan tetap redup sekali pun langit terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya takut menusuk takdir dalam lipatan mimpi&lt;br /&gt;Aku hanya gemetar nyawa akan tercabut saat tali jiwa terputus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata ini terus menjerit memeluk hati&lt;br /&gt;Ingin pulang ke pangkuan fitrah&lt;br /&gt;Bersih seperti jiwa kita belum dipertemukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pikiran yang Membisu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kubiarkan pikiran ini berjalan membisu&lt;br /&gt;Terbuang di lorong-lorong waktu&lt;br /&gt;Terbang bersama bisikan angin&lt;br /&gt;Tanpa kata, tanpa suara, tanpa rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan memungutnya&lt;br /&gt;Hingga tulang-tulang jiwa ini remuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati terlalu sibuk bercengkrama dengan cinta&lt;br /&gt;Waktu begitu cepat menyeret harapan&lt;br /&gt;Hingga mata tak sanggup menatap fakta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai waktu….&lt;br /&gt;Serahkan dari seribu detik yang tersisa&lt;br /&gt;Akan kupungut satu persatu di sepanjang malam&lt;br /&gt;Agar pikiran tak lagi membisu bersanding dengan kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-390565361931104467?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/390565361931104467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=390565361931104467&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/390565361931104467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/390565361931104467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/syair-hati-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Hati - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5318853678187745203</id><published>2010-05-22T07:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-22T07:12:39.088-07:00</updated><title type='text'>Rel Kereta Api dan Kegagalan Keluarga Berencana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S_flkgJMe6I/AAAAAAAAAJI/MJFhJoaS84A/s1600/aku+2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S_flkgJMe6I/AAAAAAAAAJI/MJFhJoaS84A/s320/aku+2.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474096287358679970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Ringan Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah terus berupaya mensukseskan program Keluarga Berencana (KB). Dulu ada semboyan KB yang sangat terkenal ‘Dua Anak Cukup’. Tapi belakangan, motto promosi tersebut berubah ‘Dua Anak Lebih Baik’. Ini merupakan upaya pemerintah menyadarkan masyarakat akan pentingnya keluarga berencana.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai alasan disampaikan. Semasa orde baru KB sempat menjadi pro kontra. Bahkan, ada yang berpandangan radikal kalau KB merupakan wujud jahiliah modern. Alasannya, membunuh calon anak manusia. Namun, seiring dengan waktu dan sosialisasi dari pemerintah akhirnya pandangan seperti itu bisa diminimalisir. Dan sampai sekarang sudah tidak terdengar adanya perdebatan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialiasi hingga kini terus dilakukan. Tidak hanya di perkotaan. Di desa-desa juga terus dilakukan penyuluhan secara intens. Tapi sayang, upaya pemerintah tersebut tidak semua berjalan mulus. Bahkan, di beberapa daerah di pedesaan gagal total. Karena mereka tidak mau dipusingkan dengan KB. Katanya ribet, mau ‘ngeseks’ aja harus pakai kondom, spiral, minum obat. “Orang sudah kebelet kok diatur-atur dengan prosedur segala, keburu croot.’ Begitu kira-kira komentar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki cerita. Tidak usah terlalu dipikir apakah ini kisah nyata atau tidak. Nikmati saja, paling tidak sebagai hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu daerah ada dua desa yang sangat berdekatan. Sebut saja desa A dan desa B. Di desa A program Keluarga Berencana berjalan sangat sukses. Angka kelahiran bisa ditekan hingga 50% dari sebelumnya. Sehingga di desa A tersebut masyarakatnya tertata dan kesejahteraannya meningkat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan desa B. Program Keluarga Berencana bisa dibilang gagal total. Padahal, penyuluhan demi penyuluhan terus dilakukan secara intens. Bahkan, lebih sering dibanding desa A. Para petugas lapangan sampai-sampai kebingungan menemukan akar permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penyuluh lapangan akhirnya melapor ke atasannya. Setelah dilakukan meeting, maka diputuskan akan menggandeng kalangan kampus (para dosen dan mahasiswa) untuk mencari solusinya. Dari kalangan kampus meminta melakukan observasi di lapangan. Setelah disekapati waktunya, akhirnya tim kampus dengan penyuluh KB berangkat ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat, desa ini sama dengan desa A, pendidikan dan tingkat ekonomi mereka sama, mereka sama-sama petani.” Jelas penyuluh KB kepada tim kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tim kampus tidak puas begitu saja. Mereka terus berkeliling di desa tersebut dan sesekali melakukan wawancara ke warganya. Tak sengaja, tim kampus melihat lintasan kerteta api yang membentang di tengah-tengah desa A. Secara reflex, analogi ilmiahnya muncul. “Pasti ini yang menjadi biang keladinya.” Ujar tim kampus ke penyuluh KB. “Hah…!! Maksud bapak apa?’. Sergahnya dengan nada heran. “Mari kita buktikan dengan melakukan wawancara ke seluruh warga.” Ujar tim kampus menjawab penuh optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan wawancara ke seluruh warga desa A ternyata betul sekali. Lintasan rel kereta api di desa itu menjadi kendala utama gagalnya program Keluarga Berencana. Dari hasil wawancara, jawaban warga rata-rata sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mereka menjawab, “Setiap pukul 3 malam kereta api melintas di desa ini pak, saya dan istri pasti terbangun karena suaranya keras. Kami mau tidur lagi sudah tidak bisa. Dan lagian, kalau tidur lagi kuatir telat pergi ke ladang. Karena jam 4 kami harus ke ladang. Dari pada nganggur menunggu jam 4, lebih baik kami melakukan hubungan intim dulu.” Begitu rata-rata jawaban dari penduduk desa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5318853678187745203?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5318853678187745203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5318853678187745203&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5318853678187745203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5318853678187745203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/rel-kereta-api-dan-kegagalan-keluarga.html' title='Rel Kereta Api dan Kegagalan Keluarga Berencana'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S_flkgJMe6I/AAAAAAAAAJI/MJFhJoaS84A/s72-c/aku+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7263850058781309043</id><published>2010-05-22T06:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T09:02:54.152-07:00</updated><title type='text'>Kita Bukan Bangsa Pemalas</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak sebagian orang yang menilai kalau bangsa kita adalah pemalas. Sepertinya penilaian tersebut harus dikoreksi total. Gak masuk akalnya, pandangan seperti itu dilandasi dari ukuran ekonomi. Mereka yang hidup kurang sejahtera dipandang karena malas bekerja. Ah…ada-ada saja!! &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya akan membuka sedikit fakta yang gampang ditemui di sekitar kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih tinggal di Surabaya. Saya banyak menemui tempat-tempat di mana mereka melakukan aktifitas usaha (jualan) dimulai tengah malam. Mereka baru pulang sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Sebut saja di daerah tanjung perak misalnya. Sekitar pukul 11.00 WIB malam para pedagang mulai menggelar dagangannya. Ada penjual buah, makanan, minuman, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sambil menunggu kapal datang. Baik kapal Pelni maupun kapal jenis lain. Atau juga berharap dari para pekerja pelabuhan yang membelinya. Bisa dibayangkan, berarti para pedagang itu telah mempersiapkan dagangannya dari sore hari, atau mungkin dari siang. Luar biasa kerja keras mereka. Apakah orang-orang seperti itu pantas disebut pemalas? !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Surabaya. Ada kawasan namanya Pabean. Tempat tersebut sangat hidup ketika tengah malam. Di situ rata-rata penjual makanan (warung tenda). Pernah pada tengah malam selepas ziarah ke makam para wali di Gresik dan Lamongan. Saya dan teman-teman kampus bersama ustadz satu mobil. Karena lapar, teman saya (ustadz) asal Sidoarjo itu ngajak mampir ke Pabean. “Aku belikan roti canai yang sangat enak di Surabaya.” Ujarnya sambil menyetir mobilnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali. Roti canainya sangat enak dengan dicampur kuah kare ayam lengkap dengan sate ampela hati. Hingga menjelang subuh kami baru pulang. Untung besoknya gak ada kuliah pagi. Kawasan Pabean memang banyak diisi pedagang asal Madura. Mereka sudah biasa mempersiapkan dagangannya mulai malam hingga pagi. Apakah mereka pemalas?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Pebean kita beralih ke kawasan pelacuran ternama di Surabaya, yaitu, Doli dan Jarak. Para wanita tuna susila sudah harus melayani tamu dari sore hari. Bahkan, tak jarang siang hari juga harus ‘dikerjai’ para lelaki hidung belang. Pada sore hari sekitar jam 16.00 WIB, sudah harus berdandan cantik. Dan pada malamnya harus ‘memajang’ diri di ruang berkaca melayani tamu-tamu. Mereka harus bekerja keras (Saya tak tahu apa bekerja keras atau bekerja lunak) hingga pagi-pagi subuh. Malaskah mereka?!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan para pedagang di Kota Malang. Di kota dingin tersebut ada kawasan namanya kota lama. Merupakan kawasan di jantung kota. Tidak berbeda dengan para pedagang di Surabaya. Mereka berdagang di dekat lintasan kereta api. Bisa dikatakan 24 jam stand by di warung tendanya. Karena pasar pagi, justru setelah subuh rame-ramenya pembeli. Sekitar jam 11.00 WIB malam mereka sudah mempersiapkan dagangannya. Mulai pedagang sayur, buah-buahan, makanan, dan lain-lain. Apakah mereka pantas disebut pemalas?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya beralih ke Batam. Ada kawasan namanya Jodoh. Tepatnya pasar pagi, dekat dengan pusat perbelanjaan Ramayana. Di daerah itu, terkenal dengan pasar sayur, ikan dan buah-buahan murah. Tentu saja beraneka pedagang lainnya berbaur di situ. Termasuk penjual barang-barang second. Tahukah Anda, para penjual sayur, buah, ikan, makanan dan minuman mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 11.00 WIB malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 02.00 WIB tengah malam sedang sibuknya-sibuknya mengatur dagangannya. Hingga subuh terus melayani pembeli yang semakin banyak. Mereka mengemas dagangannya sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Luar biasa, apakah orang-orang itu pantas disebut pemalas?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya di kawasan lainnya juga banyak orang-orang pekerja keras seperti itu. Tidak hanya di Surabaya, Malang, Batam, tapi di kota-kota lainnya. Juga tidak hanya orang-orang di kota. Mereka yang tinggal di pegunungan, desa-desa, dusun-dusun, juga banyak yang terbiasa melakukan aktifitas seperti itu. Pun, bukan hanya pedagang. Tapi para karyawan juga sangat banyak yang harus bekerja di saat orang-orang pada terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Coba pikir lagi dalam-dalam, jika di benak kita masih terlintas penilaian bangsa kita pemalas mohon dikoreksi total. Paling tidak, bagi mereka di atas mohon dikecualikan. Kalau pun mereka masih hidup di garis kemiskinan, bukan berarti pemalas. Melainkan kesempatan untuk menjadi orang kaya masih sangat terbatas. Semoga tulisan ini bisa dijadikan koreksi di saat kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional di tahun 2010 ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7263850058781309043?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7263850058781309043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7263850058781309043&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7263850058781309043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7263850058781309043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/kita-bukan-bangsa-pemalasbagikan.html' title='Kita Bukan Bangsa Pemalas'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6056360044874020274</id><published>2010-05-20T07:01:00.001-07:00</published><updated>2010-05-20T07:03:12.152-07:00</updated><title type='text'>Perubahan Besar Dimulai dari Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Opini Batam Pos, Ditulis oleh Mahmud Syaltut Usfa S.Psi, Rabu, 19 May 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup harus dinamis. Kita bisa dinamis apabila ada keinginan kuat untuk berubah ke arah lebih baik. Perubahan laksana gerak air di sungai. Selalu mengalami pergerakan ke arah perubahan. Bahkan, di dalam kehidupan ini tidak ada yang abadi, kecuali perubahan. Sekarang ini banyak pemimpin atau calon pemimpin mengikuti berbagai pelatihan kepemimpinan. Salah satu harapannya bisa melakukan perubahan terhadap bawahannya. Dan akhirnya berdampak perubahan pada instansi atau perusahaan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berambisi menjadi pemimpin kerap terlalu berlebihan megampanyekan diri. Isu yang selalu diusung adalah perubahan. Terkadang terlalu kelakar, ingin merubah ini dan itu, sampai-sampai yang sudah benar juga ingin dirubahnya. Silahkan saja, itu memang hukum dalam kampanye. Asal, jangan terlalu bermimpi untuk merubah orang lain tanpa mau merubah diri sendiri. Apalagi dalam skala besar. Perlu diingat, perubahan sosial takkan terjadi tanpa perubahan dalam kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan perubahan dibutuhkan motivasi kuat serta konsistensi tinggi terhadap diri sendiri. Mustahil mampu merubah orang lain jika tak sanggup merubah diri sendiri. Di sinilah perlunya inferiority, yaitu menantang dirinya untuk maju, membentuk kembali, bahkan mengubah hidupnya. Biasanya saat muncul motivasi tersebut, maka akan lahir trigger. Trigger (pemicu) ini memiliki peran penting sebagai pemberi semangat melangkah menuju perubahan. Misalnya dengan terus berpikir positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak,” Muncul kepercayaan tinggi kalau dirinya pasti bisa berubah, ”Saya pasti bisa!! Semangat!!” Dan berbagai kalimat-kalimat pemicu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat tulisan di sebuah pemakaman di Inggris, kalimat yang sangat dalam maknanya. Kalau diartikan secara bebas begini artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya pernah memiliki cita-cita menjadi presiden, agar bisa melakukan perubahan di negeriku. Tapi, ternyata negeriku sudah mengalami kerusakan sangat parah. Tak mungkin mampu dilakukan perubahan. Akhirnya kuturunkan cita-citaku menjadi gubernur. Dengan harapan bisa melakukan perubahan di provinsi. Sayang sekali, aku rasanya tak mungkin mampu karena di provinsi juga mengalami kerusakan parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa cita-citaku kuturunkan ingin menjadi wali kota. Harapannya bisa segera merubah kotaku yang makin tak tertata. Lagi-lagi kotaku sangat parah kerusakannya. Aku takkan mungkin sanggup merubahnya. Akhirnya citaku-citaku kuturunkan lagi untuk melakukan perubahan di keluargaku. Sama juga, keluargaku sangat berantakan. Sulit bagiku melakukan perubahan. Dengan terpaksa kuturunkan lagi cita-citaku. Aku hanya bercita-cita melakukan perubahan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berpikir, andai saja dari dulu bercita-cita merubah diri sendiri, pasti bisa melakukan perubahan di keluargaku. Dan akhirnya bukan tidak mungkin aku mampu merubah kotaku. Juga sangat mungkin aku bisa merubah provinsi. Bahkan, bukan sesuatu yang mustahil pada akhirnya aku juga bisa merubah negeriku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa kalimat tersebut. Jika kita betul-betul berniat melakukan perubahan ternyata sangat mudah sekali. Tidak perlu menunggu memiliki jabatan. Cukup dimulai dari sendiri. Sederhana sekali bukan? Melakukan perubahan harus dilandasi sebagai kebutuhan. Bukan sekadar keinginan. Apalagi hanya sebagai pemanis belaka. Kebutuhan menjadi satu dimensi penting dari kepribadian. Kebutuhan dapat digolongkan, bisa agresif, pasif atau dipelihara. Kebutuhan yang digerakkan termasuk kebutuhan untuk berprestasi, untuk mencapai otonomi dan untuk memelihara tatanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan menjadi suatu dimensi penting dalam kepribadian seseorang terhadap kemampuan melakukan perubahan. Paling tidak, memiliki kepribadian yang inovatif. Dengan ciri, muncul kebutuhan sangat besar terhadap otonomi dan keteraturan, pemahaman sendiri yang memungkinkannya tegas terhadap orang lain, kebutuhan yang sangat besar untuk memelihara dan memikirkan kesejahteraan orang lain maupun kesejahteran dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat berbeda dengan kepribadian otoriter. Kepribadian otoriter membayangkan lingkungan sosialnya kurang teratur dibandingkan dengan dirinya sendiri. Ia tak yakin bahwa ia dinilai oleh lingkungan sosialnya. Ia membayangkan kekuasaan lebih sebagai fungsi dari posisi yang diduduki seseorang, ketimbang sebagai fungsi prestasi yang dicapai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah mengkoordiner suatu keinginan kuat sehingga membentuk suatu sikap ke arah lebih baik. Sekarang ini banyak pemimpin dengan cemerlang melakukan perubahan terhadap bawahannya. Namun, tak mampu merubah mental dirinya sendiri. Akibatnya, muncul kasus korupsi, skandal perselingkuhan, dan sebagainya. Bahkan, tak mampu melakukan transformasi mental saat jabatannya harus merosot. Ini akibat perubahan tidak dilakukan secara sistematis terkait kebutuhan pribadinya. Kesadaran triggernya begitu lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, jika kita menginginkan suatu perubahan harus dilakukan secara kesadaran penuh. Sehingga menjadi kebutuhan pribadi sendiri. Kalau hanya sibuk menuntut orang lain berubah, maka akan membuang kesempatan bagi diri sendiri. Apalagi perubahan hanya sebatas serimonial belaka, sangat mustahil bisa melakukan perubahan secara besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu gagalnya melakukan perubahan pada diri sendiri disebabkan terlalu sibuk menuntut orang lain berubah. Kesibukan tersebut akhirnya mengantarkan pada sikap atoriter, dan anarki absolut. Sikap seperti itu membuat seseorang terlalu toleran terhadap kesalahan dirinya sendiri, namun menuntut lebih dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk orang yang terus memiliki semangat melakukan perubahan pada diri sendiri. Dengan memulai dari hal terkecil dan sederhana, bukan mustahil akan mendapatkan manfaat besar. Menjelang pilkada gubernur ini, kita berharap memiliki pemimpin yang mampu melakukan perubahan pada dirinya sendiri. Bukan sebatas pengakuan kata-kata selama kampanye. Karena keberhasilan merubah dirinya akan menjadi tolak ukur dalam melakukan perubahan pada orang lain. Insya Allah. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6056360044874020274?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6056360044874020274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6056360044874020274&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6056360044874020274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6056360044874020274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/perubahan-besar-dimulai-dari-diri.html' title='Perubahan Besar Dimulai dari Diri Sendiri'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5583208872907675335</id><published>2010-05-20T06:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T06:57:59.365-07:00</updated><title type='text'>Syair Sendu Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suara Gelisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar suara lirih dari lorong-lorong angin&lt;br /&gt;Jerit sang perawan memanah hati&lt;br /&gt;Berhembus manja memekik kegelisahan&lt;br /&gt;Memasung kejujuran hingga ke dasar hati &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata beningnya terus menatap mimpi&lt;br /&gt;Didekap erat agar kejujuran tak membangunkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air matanya mengalir ke hilir sunyi&lt;br /&gt;Tak mampu berkata-kata&lt;br /&gt;Hatinya terus dipeluk&lt;br /&gt;Takut rasa cinta terbuang ke sampah keihlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Keheningan Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa bertakbir&lt;br /&gt;Menyambut hati yang menepi&lt;br /&gt;Cinta itu begitu suci&lt;br /&gt;Lahir dari beningnya embun pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunkan jiwaku saat kejujuran tiba&lt;br /&gt;Air mata ini merindukannya&lt;br /&gt;Bercengkarama dengan kebeningan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tak Sebatas Mimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah……&lt;br /&gt;Cinta itu berdiri dengan fatamorgana&lt;br /&gt;Bayangan diri terus berjalan lesuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma saja….&lt;br /&gt;Hatiku sudah melangkah ke batas mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf….&lt;br /&gt;Cinta tidak berpijak di alas hayal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5583208872907675335?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5583208872907675335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5583208872907675335&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5583208872907675335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5583208872907675335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/syair-sendu-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Sendu Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8240890188503759694</id><published>2010-05-19T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T00:01:46.195-07:00</updated><title type='text'>Sibuk Mengurus Hati</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Ringan Mahmud Syaltut Usfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini, kita mendapat jatah waktu 24 jam. Berbagai tetek-bengek urusan harus diselesaikan dalam waktu itu juga. Jika tidak, sudah pasti akan tertunda di 24 jam ke depan. Banyak orang yang bisa memanfaatkan waktu tersebut. Namun, juga sangat banyak yang kelabakan. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai kesibukan selama 24 jam, sebenarnya yang membuat kita sangat-sangat capek disebabkan terlalu sibuk mengurus hal-hal kecil. Sehingga hati tidak terurus. Lalulintas dalam hati kita sungguh sangat padat. Entah muncul rasa jengkel, salah paham, dan seabrek perasaan menyakitkan hati lainnya. Capek !! Padahal selama kita hidup tidak akan lepas dari gesekan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selagi kita tidak mampu mengurus hati, mustahil bisa menaklukkan waktu 24 jam dengan tenang. Padahal, jika kita mampu, niscaya Allah akan menaklukkan alam semesta kepada Anda. Hati kita menjadi tidak tanang, wasa-was, karena terlalu sibuk mengurus bisikan-bisikan tidak penting. Sehingga, kita bukan disibukkan manata hati diri sendiri, melainkan sibuk mengurus orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, betapa capeknya hati jika kita sibuk mengurus orang lain. Bahkan kita akan dilanda kecemasan, ketakutan, dan depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memilikii kisah menarik tentang seorang sufi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, seorang Arab datang ingin berguru kepada Abu Said Abul Khair, seorang tokoh sufi yang terkenal karena karamahnya dan gemar mengajar tasawuf di pengajian-pengajian. Rumah guru sufi itu terletak di tengah-tengah padang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang itu tiba, Abul Khair sedang memimpin majlis simaan (acara mendengarkan orang membaca doa) di tengah para pengikutnya. Waktu itu Abul Khair membaca Al-Fatihah. Ia tiba pada ayat: ghairil maghdubi alaihim, wa laz zalim. Orang Arab itu berfikir, '' Bagaimana mungkin aku bisa berguru kepadanya. Baca Al-Quran saja, ia tidak bisa?. Orang itu mengurungkan niatnya untuk belajar kepada Abul Khair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu orang itu keluar, ia dihadang oleh seekor singa padang pasir yang buas. Ia mundur tetapi di belakangnya ada seekor singa lain yang menghalanginya. Lelaki Arab itu menjerit keras karena ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar teriakannya, Abul Khair turun keluar meninggalkan majlisnya. Ia menatap kedua ekor singa itu dan menegur mereka, Bukankah sudah kubilang jangan ganggu para tamuku!? Kedua singa itu lalu bersimpuh di hadapan Abul Khair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sufi lalu mengelus telinga keduanya dan menyuruhnya pergi. Lelaki Arab itu merasa heran, Bagaimana Anda dapat menaklukkan singa-singa yang begitu liar? Abul Khair menjawab, Aku sibuk memperhatikan urusan hatiku. Untuk kesibukanku memperhatikan hati ini, Tuhan menaklukkan seluruh alam semesta kepadaku. Sedangkan kamu sibuk memperhatikan hal-hal lahiriah, karena itu kamu takut kepada seluruh alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita mampu menjadi orang yang selalu sibuk mengurus hati. Insya Allah kita akan menjadi orang yang tenang. Karena Allah akan memberi alam semesta untuk Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8240890188503759694?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8240890188503759694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8240890188503759694&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8240890188503759694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8240890188503759694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/sibuk-mengurus-hati.html' title='Sibuk Mengurus Hati'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5754184251670683770</id><published>2010-05-13T09:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T09:10:05.512-07:00</updated><title type='text'>Sajak Langit Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keangkuhan Do’a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu terasa merdu menyentuh jiwa langit&lt;br /&gt;Bercengkrama dengan pengharapan&lt;br /&gt;Mengoyak keheningan takdir&lt;br /&gt;Membisu tak berdaya di antara seribu permintaan &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a begitu angkuh menuntut tuhan&lt;br /&gt;Membungkus keluh kesah dengan kekhusuan&lt;br /&gt;Tuhan telah diperintah kata-kata iba&lt;br /&gt;Tuhan telah diajari oleh lidah kemunafikan&lt;br /&gt;Tuhan telah dituntun lumuran hati para pendosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelehan air mata bukan hempasan rasa cinta padaNya&lt;br /&gt;Tapi rasa takut sang do’a tak terkabul&lt;br /&gt;Ratapan jiwa bukanlah rasa kepasrahan syukur&lt;br /&gt;Namun rasa gusar sang do’a tak terwujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan hanya ada saat tubuh butuh sandaran&lt;br /&gt;Dengan panggilan sendu atas nama do’a&lt;br /&gt;Saat jiwa terbang dengan kepakan sayap bahagia&lt;br /&gt;Tuhan hanya terselip di celah-celah kuku makrifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kebisuan Cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan cinta ini membisu sejenak&lt;br /&gt;Berkabung dengan tarian lara&lt;br /&gt;Bernyanyi lirih seirama tetesan gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin cinta sederhana&lt;br /&gt;Seperti angin yang tak sempat berkata apa pun saat membelai samudera&lt;br /&gt;Seperti api yang tak sanggup berucap sepatah kata pun saat melebur bara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintamu begitu dahsyat hingga melemparkan jiwaku ke lidah langit&lt;br /&gt;Menjadikan hati ini tercecer di pangkuan ayat-ayat keteduhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu risau menanyakan jejak-jejaknya&lt;br /&gt;Aku telah mengukirnya di celah cahaya rembulan dan matahari pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu risau memikirkan perjalanannya&lt;br /&gt;Hatiku masih berdiri kokoh dengan busur di sayapnya&lt;br /&gt;Siap memanah rembulan hingga kebenaran tak membisu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5754184251670683770?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5754184251670683770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5754184251670683770&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5754184251670683770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5754184251670683770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/sajak-langit-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Sajak Langit Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2878638259845399554</id><published>2010-05-13T09:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T09:05:44.146-07:00</updated><title type='text'>Syair Lirih Mahmud Syaltut UsfaBagikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S-wjHyygwaI/AAAAAAAAAI4/RkOA6ktYFno/s1600/Picture0025.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S-wjHyygwaI/AAAAAAAAAI4/RkOA6ktYFno/s320/Picture0025.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470786264148001186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tubuh yang Gelisah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada tubuh yang gelisah&lt;br /&gt;Biarkan roh ini pergi sejenak&lt;br /&gt;Mengembara mencari hati yang terbuang&lt;br /&gt;Aku merasakan puing-puingnya masih berdiri kokoh &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan terus berteriak lantang&lt;br /&gt;Bertakbir di antara berhala-berhala hedonisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah jiwa ini masih bercengkrama dengan rembulan&lt;br /&gt;Sambil terus bercermin pada kebeningan air mata&lt;br /&gt;Tak perlu menyentuh hatinya&lt;br /&gt;Karena sedang mendekap luka&lt;br /&gt;Tak berdaya menatap serpihan nostalgia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ini begitu dahsyat meremukkan hati&lt;br /&gt;Padahal kisahnya sudah terlempar bersama imanjinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rohku hanya mampu menatap kebenaran dari sudut akal&lt;br /&gt;Tak sanggup lagi mengembara di jagad nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai perempuan jalang….&lt;br /&gt;Tubuh yang nista&lt;br /&gt;Jiwa yang renta&lt;br /&gt;Berbaringlah dengan para pelacur jalanan&lt;br /&gt;Juallah harga diri itu dengan kefanaan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku di sini menunggu kabar dari sayap-sayap angin&lt;br /&gt;Sampai rohku datang menghapus gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2878638259845399554?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2878638259845399554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2878638259845399554&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2878638259845399554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2878638259845399554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/syair-lirih-mahmud-syaltut-usfabagikan.html' title='Syair Lirih Mahmud Syaltut UsfaBagikan'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S-wjHyygwaI/AAAAAAAAAI4/RkOA6ktYFno/s72-c/Picture0025.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2495481406190153613</id><published>2010-05-05T08:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T08:04:20.693-07:00</updated><title type='text'>Pacaran Islami, Apaan Tuh..!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, dalam suatu diskusi psikologi di kampus, ketika itu saya jadi pembicara, ada pertanyaan menarik dari audien. “Bagaimana pacaran yang islami itu?”. Saat itu saya kaget “Hah….kayak apa tuh..?!!” Kalau memang ada pacaran islami, jangan-jangan juga ada zina islami.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi gaya pacaran anak sekarang sudah di luar batas. Alasannya karena komitmen. Bahkan, banyak perempuan yang terlalu ‘ihlas’ menyerahkan tubuhnya ‘diobok-obok’ oleh cowoknya karena takut diputus, wow…!! Walaupun dalil tersebut tidak bisa dibenarkan seratus persen. Bisa saja karena dilandasi suka sama suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ngomong-ngomong soal pacaran, ternyata sampai sekarang masih muncul tentang pacaran islami. Entahlah, mungkin cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu? Atau para remaja Islam merasa takut tidak bebas ‘mengekspresikan gaya pacaran’. Malah disinyalir, katanya banyak pula yang melakukannya adalah anak masjid. Artinya mereka itu ingin Islam, tapi ingin pacaran juga. Ah, ada-ada saja!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau anak masjid, pesantren, jilbaban, rajin puasa senin-kamis, kalau mempraktekkan gaya pacaran bak gaya selebriti tetap saja mendekatkan zina. Bukan sok alim sih, tapi hendaknya gaya pacaran pada umumnya sekarang ini harus dipisahkan dengan embel-embel islami. Karena dalam Islam tidak ada istilah pacaran. Pacaran-pacaran saja, zina ya zina saja !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa dorongan melakukan maksiat begitu tinggi ketika pacaran? Faktor pertama pasti karena keduanya memiliki nafsu. Manusia normal mana yang tidak ingin melakukan hubungan intim dan romantik dengan pasangannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara psikologis ada tiga hal sehingga pasangan yang sedang berpacaran terdorong melakukan hubungan intim. Pertama, cinta lahir karena atas naluri intimacy. Adanya perasaan kecocokan, dari hal-hal sederhana sampai yang serius. Misalnya, pasangannya cocok diajak curhat, nyambung diajak ngobrol, kecendrungan seleranya banyak sama. Baik sikap, sifat, kegemaran, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya unsur passion. Kondisi ini sudah melangkah kepada keinginan lebih jauh untuk merasakan kenikmatan berhubungan secara fisik. Misalnya, saling berpegangan tangan, menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya, saling membelai, bahkan keinginan berhubungan intim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sudah memutuskan untuk commitment. Yaitu kesediaan untuk benar-benar terikat satu dengan yang lain. Commitment ini memliki kekuatan sangat dahsyat untuk menarik intimacy dan passion. Biasanya, jika sudah terbentuk commitment maka ada kecendrungan melakukan hubungan pacaran secara total. Bisa dibayangkan, betapa keduanya sangat leluasa mewujudkan keinginan-keinginan libidonya. Karena menurut mereka, milikmu adalah milikku dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan sepak terjang teman-teman remaja yang terlanjur menganggap aktivitas baku syahwatnya sebagai pacaran islami? Jawabannya ya dosa! Iya dong. Soalnya siapa saja yang melakukan kemaksiatan jelas dosa sebagai ganjarannya. Apalagi anak masjid, berjilbab, ahli dalam agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Coba simak QS. An-Nuur : 30, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kehormatannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Kemudian QS. An-Nuur : 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kehormatannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana dong? Dalam Islam tetap tidak ada yang namanya pacaran islami. Lalu kenapa istilah itu bisa muncul sampai sekarang? Boleh jadi para remaja hanya punya semangat keislaman tapi minus tsaqafah ‘pengetahuan’ Islamnya. Kayaknya saya juga perlu instrospeksi nih, ayo semangat bertobat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2495481406190153613?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2495481406190153613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2495481406190153613&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2495481406190153613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2495481406190153613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/pacaran-islami-apaan-tuh.html' title='Pacaran Islami, Apaan Tuh..!!'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-117902321866267002</id><published>2010-05-02T06:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T06:28:04.217-07:00</updated><title type='text'>Sajak-sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Batam Pos, Minggu 2 Mei 2010&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Penulis dan Penyair kelahiran Pulau Bawean Jawa Timur bermukim di Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sampah Kata-kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kubuang logika semu ke ujung zaman&lt;br /&gt;Hingga mata batin tak menatapnya lagi&lt;br /&gt;Kini, pikiran itu bertelanjang&lt;br /&gt;Menunggu nurani mendekapnya &lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat itu….!!&lt;br /&gt;Pikiran-pikiran angin menari di ujung pena&lt;br /&gt;Semua disalahkan oleh pikirannya&lt;br /&gt;Tersenyum bagai pahlawan&lt;br /&gt;Membalik kata di simpang gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di antara kata yang terbuang&lt;br /&gt;Tidak segagah sang penyair, budayawan, dan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku masih bertelanjang&lt;br /&gt;Tetap bertahan menunggu nurani mendekapnya&lt;br /&gt;Sambil tersenyum memungut sampah kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sang Pelayan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang hakiki, keluarlah sejenak dari tubuh tuanmu&lt;br /&gt;Lihatlah tarian kemunafikan&lt;br /&gt;Menjijikkan bukan…?&lt;br /&gt;Di situlah selama ini engkau melayaninya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mentuhankan Nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh ini berjalan tertatih di setiap jengkal nafas&lt;br /&gt;Berat menahan gelisah di sepanjang ruang hidup&lt;br /&gt;Lidah nafsu begitu liar&lt;br /&gt;Bercengkrama di lorong-lorong hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenguklah nafsu itu&lt;br /&gt;Mungkin saja sudah pergi&lt;br /&gt;Tak perlu diikat dengan kata-kata&lt;br /&gt;Agar tak mengundang keinginan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu bisa menjelma bagai tuhan&lt;br /&gt;Segala jiwa bersujud lusuh padanya&lt;br /&gt;Anehnya,&lt;br /&gt;Tubuh merasa riang membungkuk sebagai budak&lt;br /&gt;Menjilat rakus hempaskan harga diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu dituhankan&lt;br /&gt;Tuhan diburamkan nafsu&lt;br /&gt;Kecuali engkau berjalan di garis tauhid&lt;br /&gt;Di situlah hatimu mampu menatap tuhan yang hakiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebisingan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa akal terus tersiksa menyanggah kebisingan hati&lt;br /&gt;Hati terus menyeret nafsu berbicara kefanaan dunia&lt;br /&gt;“Diamlah..!! Aku malu menatap tubuh ini.” Sergah akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati terdiam dalam belenggu detik&lt;br /&gt;Namun tak lama menyeret nafsu kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal hanya mampu berkata dalam hening:&lt;br /&gt;Diamlah..!!&lt;br /&gt;Diam..!!&lt;br /&gt;Dia..!!&lt;br /&gt;Aku malu menatap tubuh ini..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cepat Kejar Sang Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat pergi ke ujung waktu&lt;br /&gt;Berlari saja hingga mampu menyambutmu&lt;br /&gt;Dia akan mengembalikan separuh tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluklah dengan erat saat bertemu&lt;br /&gt;Hempaskan rasa rindu masa lalumu&lt;br /&gt;Sebelum masa lalu terhapus oleh zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicarakanlah tentang hari ini&lt;br /&gt;Sebelum berganti menjadi masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kamu,&lt;br /&gt;Sang waktu akan terus berdiri kokoh&lt;br /&gt;Hingga separuh tubuhmu tak bisa dikembalikan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terima kasih Batam Pos yang telah mempercayakan syair-syair saya untuk dimuat di halaman minggu koran ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-117902321866267002?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/117902321866267002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=117902321866267002&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/117902321866267002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/117902321866267002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/05/sajak-sajak-sufistik-mahmud-syaltut.html' title='Sajak-sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5387744606535289173</id><published>2010-04-29T17:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T17:52:05.357-07:00</updated><title type='text'>Syair Ibu - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S9onuDuSzAI/AAAAAAAAAIw/Yu3Wwwf9ggk/s1600/Tutut+santai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S9onuDuSzAI/AAAAAAAAAIw/Yu3Wwwf9ggk/s320/Tutut+santai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465724769994460162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Bukan serimonial hari ibu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hati berdetak saat cinta berhembus dari sudut langit&lt;br /&gt;Para malaikat di atas kepalaku hening dengan zikir&lt;br /&gt;Gema cinta itu begitu dahsyat mengalir di urat nadi&lt;br /&gt;Membuat para bidadari tersenyum mengelus rohku &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ibu….&lt;br /&gt;Mengalir tiada henti ke hulu nurani sekalipun roh itu berbaring damai&lt;br /&gt;Aku hanya mampu menatap dari mata batin saat engkau tersenyum&lt;br /&gt;Tapi aku merasakan engkau terus mendekap erat menjaga keteduhan qalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat rindu tertegun, cinta itu hadir bagai dihantar para malaikat&lt;br /&gt;Saat gelisah terbangun, rasa sayang itu mengalir bagai sentuhan bidadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mampu berdiri kokoh dari tiang-tiang kasih sayang ibu&lt;br /&gt;Aku mengenal cinta sejak dalam dekapan rahim ibu&lt;br /&gt;Hingga saat ini keduanya terus mengalir di nadi jiwa&lt;br /&gt;Walau aku tak bisa menatapnya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para bidadari…&lt;br /&gt;Engkau pemilik nurani keibuan&lt;br /&gt;Bertemanlah atas nama kaum hawa&lt;br /&gt;Kasih sayang ibu secantik parasmu&lt;br /&gt;Engkau hanya memiliki paras cantik&lt;br /&gt;Namun, tak memiliki cinta dan sayang setulus ibu&lt;br /&gt;Belajarlah dari ibuku sebelum engkau menemani lelaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5387744606535289173?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5387744606535289173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5387744606535289173&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5387744606535289173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5387744606535289173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/syair-ibu-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Ibu - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S9onuDuSzAI/AAAAAAAAAIw/Yu3Wwwf9ggk/s72-c/Tutut+santai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4664131706289515485</id><published>2010-04-24T09:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T09:24:13.380-07:00</updated><title type='text'>Menempatkan Konsisten di Jalan Bijak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Seorang pemimpin harus konsisten.” Kalimat seperti itu sering kita dengar. Sebab katanya, pemimpin yang tidak konsisten berarti plin-plan. Apa benar? Terus terang kalimat itu malah mengusik pemikiran saya. Karena konsisten kerap disalah artikan, sehingga penerapannya malah kaku. Bahkan membuat situasi menjadi kacau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita pikir, Nabi Adam dikeluarkan dari surga bukan karena tidak konsisten. Tapi disebabkan tidak mampu bersikap bijak kepada istrinya, Hawa. Ketika Adam merasa kesepian, dia meminta teman. Kemudian Allah menciptakan Hawa yang diambil dari tulang rusuknya. Ini sebagai isyarat bagi Adam agar dirinya bijak kepada wanita. Atau dengan kata lain, menjadi pemimpin itu harus bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, Adam konsisten dengan pendiriannya untuk tidak makan buah khuldi. Tapi di sisi lain Hawa juga konsisten ingin memakannya. Karena Adam tidak bijak, maka terjadilah pelanggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan setan. Diusir dari surga bukan karena tidak konsisten kepada Allah, melainkan disebabkan tidak bijak kepada Allah. Sehingga dirinya termakan kesombongan. Ketika disuruh sujud kepada Adam, setan berkata “Pantaskah aku sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah? Aku lebih baik dari Adam, karena aku diciptakan dari api dan dia dari tanah.” Betapa tidak bijaknya setan sehingga mengeluarkan kata-kata sombong seperti itu. Sampai sekarang setan konsisten, karena dia tidak bisa bijak. Akibatnya, kita malah jadi korban konsistennya setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Ketika Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih putranya (hanya lewat mimpi) dia bersikap sangat bijak. Disampaikan dengan cara dialog kepada Ismail. Di situlah bapak dan anak ini kecerdasan emosionalnya sangat matang. Ismail begitu bijak menyikapi perintah Allah. Bijak, telah mengantarkan sikap konsisten keduanya. Triggernya adalah keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsisten jika tidak diikuti dengan jalan bijak akan membuat situasi morat-marit, kaku, bahkan menjadi lelucon. Saya jadi teringat dengan ponaan yang masih berumur dua tahun. Jika ditanya, “Berapa usianya?” dengan tegas dia bilang “Ua (Dua)” jawabnya dengan lidah cedal. Tentu dia tidak tahu dari mana angka ‘dua’ didapat. Saya jadi berpikir, kalau dia konsisten sampai tahun depan bisa-bisa menjadi lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti cerita seorang sufi bernama Nasruddin, ketika ditanya, “Berapa usia kamu sekarang?” Dengan tegas Nasruddin menjawab, “Usiaku 40 tahun.” Si penanya malah bingung, “Lho tahun kemarin kamu menjawab 40 tahun, kok sekarang tetap sama?” tanyanya heran. Nasruddin malah menjawab “Iya, sebab aku konsisten.” Ujarnya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menempatkan konsisten yang menjadi pengendalinya adalah ‘bijak’. Tanamkan rasa bijak terlebih dahulu, baru terapkan secara konsisten. Dengan ‘bijak’ maka konsisten bisa berjalan lentur. Seorang atasan yang hanya berbekal konsisten namun tidak bijak, hanya akan membuat anak buahnya kendor motivasinya. Bisa dirasakan, betapa ‘sumpeknya’ anak buah jika melihat atasan marah-marah karena alasan konsisten dengan keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bijak itu seperti apa? Saya tidak akan mendefinisikan. Pasti Anda lebih tahu jawabannya. Tapi, saya jadi teringat ketika masih kecil, sering melihat ibuku yang membuat dodol. Saat itu, ibuku tidak mau beranjak dari dapur karena harus menunggui dodol yang dimasak di tungku api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, kenapa gak ditinggal saja?” pikirku saat itu. Saya sampai kasihan dengan ibuku jika mengingatnya. Karena sebentar mengaduk, sebentar dibiarkan. Hal itu terus dilakukan sampai dodol matang. Ternyata, setelah saya dewasa baru tahu kalau membuat dodol itu harus ‘bijak’. Karena jika terus diaduk, maka dodol akan lengket menyatu seperti bubur. Tapi apabila kurang ngaduknya, pasti dodol akan banyak tutul-tutulnya karena kurang matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir, coba saja saat itu ibuku konsisten mengaduknya, pasti dodolnya menjadi bubur. Tapi sebaliknya, jika konsisten dibiarkan, pasti dodolnya berkerak. Mudah-mudan saya bisa menempatkan konsisten di atas jalan bijak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4664131706289515485?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4664131706289515485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4664131706289515485&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4664131706289515485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4664131706289515485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/menempatkan-konsisten-di-jalan-bijak.html' title='Menempatkan Konsisten di Jalan Bijak'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8091190091150613962</id><published>2010-04-24T09:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T17:50:41.749-07:00</updated><title type='text'>Silaturahmi Malaikat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari Senin, 26 Des 2009 lalu teman saya di tempat kerja ada yang resign. Pada Hari Senin, 4 Januari 2010 diadakan perpisahan. Sebagai teman, tentu saya ingin memberi kenang-kenangan seperti teman-teman lainnya. Karena perempuan, maka dipilihnya buku sebagai kado perpisahan kepada temanku itu. Buku yang saya pilih tentu yang berhubungan dengan perempuan. Saya cari ke toko buku, maka didapat buku yang menurut saya bagus sebagai kenang-kenangan. Judulnya 'Menjadi Wanita Paling Bahagia'. &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku itu bersama La Tahzan merupakan buku Best Seller di berbagai negara. Di Indonesia, buku itu telah terjual ratusan ribu eksemplar. Tak mengherankan, jika karya fenomenal tersebut melambungkan nama penulisnya, Dr. 'Aidh al-Qarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya sangat penasaran ingin membacanya. Tapi tidak mungkin saya buka bungkus plastiknya. Sempat juga ingin membelinya, tapi rasanya kurang cocok karena buku tersebut lebih khusus untuk perempuan. Apalagi waktu itu stoknya tinggal satu. Setelah dibungkus rapi, hari itu juga saya kasih ke temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, saya masih diliputi penasaran akan isi buku itu. Kok sepertinya menarik. Daripada penasaran, besoknya saya ke toko buku Gramedia, bermaksud ingin membacanya saja tapi tidak untuk membeli. “Untuk apa membeli, kan buku itu untuk perempuan.” Begitu yang terlintas di pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di Gramedia langsung ke sasaran. “Stoknya baru datang, dan ini edisi terbaru” Jawab penjaga toko ketika saya tanya judul buku yang dicari. Benar, bukunya baru semua. Tentu saja masih dibungkus plastik. Dan tak mungkin bisa dibaca isinya. Akhirnya saya pulang dengan rasa penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ke toko buku selalu menyempatkan melihat buku tersebut. Siapa tahu sudah ada yang terbuka plastiknya. Tapi ternyata gak ada. Lama-lama capek sendiri dan rasa penasaran juga hilang pergi bersama keihlasan. Saya sudah tidak memikirkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rupanya takdir tidak sejalan dengan pikiran saya. Setelah sekian lama, dan ketika itu saya baru selesai menyelesaikan tugas di luar. Seperti biasa, bermaksud istirahat di kantin untuk sekadar minum. Ternyata, di meja yang saya tempati, tepat di depan mata ada buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia” punya teman yang sedang diletakkan di meja usai dibacanya. Alhamdulillah, begitu gampangnya terjadi kalau sudah takdirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, do’a dari mana sehingga keinginan dikabulkan semudah itu. Padahal sudah tidak ada komunikasi lagi dengan teman saya. Mungkin jawaban paling tepat dari pertanyaan itu adalah “Silaturahmi Malaikat”. Bisa saja karena keihlasan rasa terima kasih dari teman saya, walau dengan kalimat sederhana “Trims bukunya pak! Jazakallah khairal jaza!”. Atau mungkin dari keihlasan memberi. Sehingga mampu menjembatani silaturahmi antar malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, ketika kita menjalin silaturahmi dengan orang lain, maka akan mempertemukan dua mailakat yang akan saling mendo’akan. Insya Allah !! Di antara golongan orang yang berbahagia dengan permohonan ampun dan do'a para malaikat adalah orang yang dido'akan saudaranya dari kejauhan. Begitu pun dengan orang yang mendo'akannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara dalilnya:&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari ibnu 'Abdillah bin Shofwan, ia mengatakan, "aku pergi ke negeri Syam dan mengunjungi Abu Darda' di kediamannya, namun ia tidak berada di rumahnya. Hanya Ummu Darda' yang ada, ia berkata, "Apakah tahun ini engkau akan pergi haji?", "ya" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali berkata, "Do'akanlah kebaikan bagi kami, sebab Nabi SAW bersabda, "Do'a seorang muslim bagi saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido'akannya adalah do'a yang terkabul. Di atas kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo'a bagi saudaranya dengan satu kebaikan, maka malaikat tersebut mengucapkan: 'Aamin dan engkau pun mendapatkan apa yang diperolehnya' " (shahih muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qodhi 'Iyadh mengatakan: "Apabila generasi salaf hendak berdo'a untuk dirinya sendiri, mereka pun berdo'a bagi saudaranya sesama muslim. Sebab, do'a tersebut adalah do'a yang terkabul dan ia pun akan mendapatkan apa yang didapatkan oleh saudaranya sesama muslim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-hafizh Adzdzahabi mengisahkan dari Ummu Darda' bahwasannya Abu Darda' mempunyai 360 orang yang dia cintai di jalan Allah yang selalu dia do'akan dalam sholatnya. Ketika Ummu Darda' mempertanyakan hal itu, ia pun menjawab: "Apakah aku tidak boleh senang apabila para malaikat mendo'akan diriku?" (siyar a'laamin nubalaa').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah orang-orang yang gigih dalam meraih shalawat para malaikat. Mereka semua sangat bersemangat dalam mendo'akan saudara-saudara mereka sesama muslim tanpa sepengetahuan saudara yang dido'akannya itu, dan perkara ini senantiasa ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan kita semua golongan mereka dengan karunia dan keutamaan dariNya...Amiin, yaa dza Jalaali wal Ikroom....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman di facebook yang membaca ini jangan lupakan aku dalam do'amu. Baik engkau yang mengenalku maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8091190091150613962?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8091190091150613962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8091190091150613962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8091190091150613962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8091190091150613962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/buku-menjadi-wanita-paling-bahagia-dari.html' title='Silaturahmi Malaikat'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6992291837804558023</id><published>2010-04-24T09:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T09:20:58.961-07:00</updated><title type='text'>Otak-Otak dari Langit</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu lalu salah satu teman di tempat kerja mau pulang ke kampung halamannya di Kijang, Pulau Bintan. Kijang sangat terkenal dengan otak-otaknya. Otak-otak adalah suatu jenis makanan yang terbuat dengan komposisi tepung, ikan laut, cabai dan bumbu-bumbu yang akan menambah kelezatan otak-otak tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak-otak made in Kijang rasanya sangat beda dengan yang dijual di Tanjungpinang dan daerah lainnya, termasuk di Batam. Kalau di tempat lain komposisi bahannya lebih banyak tepungnya dibanding ikannya. Padahal, kunci kenikmatan otak-otak terletak pada proporsi ikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa teman yang pesan. Saya dengan bercanda juga ikut-ikutan pesan. Bahkan dengan kalimat bercanda saya tulis di facebook dia, isinya gini: “Horreeee....titip otak2 spesial dgn harga spesial yg satu biji harga Rp.500, pesan 100 bungkus, sy tunggu paling lambat Hari Sabtu, tgl 3 April 2010 pukul 08.00 sebelum berangkat ke Ocarina, komisi bisa diatur.” Pesan ini ditulis pada Hari Kamis, 1 April 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya saja bercanda, pastinya saya gak mengharap apa-apa. Tapi rupanya takdir berkata lain. Besoknya pada Hari Jum’at sore, 2 April 2010 kakak saya yang tinggal di Tanjungpinang, P. Bintan beserta keluarganya datang ke Batam. Mereka membawa oleh-oleh otak-otak ikan special asli beli di Kijang. Jumlahnya juga gak tanggung-tanggung sebanyak satu kantong kresek penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir, kenapa do’a yang serius kadang susah dikabulkan. Tapi yang bercanda begini malah cepat terkabul. Padahal ketika itu posisi saya bukan sedang dizalimi. Apakah karena hanya otak-otak, sehingga Tuhan gampang mengabulkan?. “Ah..Tuhan kan maha kaya, mana mungkin bisa dilogikakan seperti itu !!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian tersebut, saya jadi teringat kisah Nasruddin (seorang sufi yang konon beraliran sesat). Pada suatu hari Nasruddin kebelet ingin buang air besar. Karena sedang bepergian ke kota dia bingung mencari WC. Akhirnya dia menemukan jamban tua (WC umum) yang terbuat dari kayu seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu selesai buang air besar, Nasruddin bingung karena sedang tidak membawa uang. Sekali menggunakan jamban harus membayar Rp.100. Dalam situasi kepepet dia berdoa “Tuhan, aku tidak punya uang untuk membayar jamban ini, tolong kirimkan aku uang Rp.100. Atau kalau tidak, robohkan saja jamban ini agar aku tidak perlu membayarnya.” Begitu do’a Nasruddin di dalam jamban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah do’nya selesai, tiba-tiba jamban tua tersebut roboh. Tapi Nasruddin malah kebingungan dan berpikir “Ternyata Tuhan sangat miskin, uang Rp.100 saja tidak punya sehingga harus merobohkan jamban ini.” Pikirnya sambil bengong. Silahkan kaji sendiri makna sufistik dari kisah Nasruddin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang pasti, Allah maha tahu akan kebutuhan hambanya. Kadang Dia tidak memberi yang kita inginkan tapi mengambulkan apa yang kita butuhkan. Kata Allah, "Berdo'alah padaKu, akan Kukabulkan semua permohonanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, "Jika ada hambaKu bertanya padamu tentang Aku, katakanlah (hai Muhammad) Aku ini dekat." Dan, "bahwasanya jika Allah menghendaki sesuatu, cukuplah dengan firmanNya; jadilah! maka terwujudlah sesuatu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu semua, mengapa pula ada kesan tentang do'a yang tidak pernah terkabul? adakah Allah telah menyalahi janji atau Allah tak mampu? Kata Rasulullah, "Allah mengabulkan do'a hambaNya melalui tiga kategori; dipercepat pengabulannya, ditunda sampai waktu yang tepat, atau diganti dengan yang lebih baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain Allah berfirman," Boleh jadi kalian membenci sesuatu tapi sesuatu itu baik bagi kalian. Boleh jadi kalian mencintai sesuatu tapi itu buruk bagi kalian. Allah Maha Tahu, sedang kalian tidak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban hamba adalah berdo'a dan hak hamba adalah dikabulkanNya do'a. Tapi haruskah semuanya mutlak sama dengan yang kita mau? tidak! pemahaman kita terlalu kerdil untuk menerima yang Allah berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misteri do'a sangat dalam, jika ternyata Allah hendak menunjukkan kasihNya dengan memberi alternatif lain, selain menuruti ketergesaan kita, kenapa kita harus menolak? Jika ternyata setelah kegelisahan kita malah lebih dekat denganNya, kenapa kita harus sungkan dan memilih kufur dengan cara mengumpat-ngumpat kedunguan? Nauzubillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6992291837804558023?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6992291837804558023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6992291837804558023&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6992291837804558023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6992291837804558023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/otak-otak-dari-langit.html' title='Otak-Otak dari Langit'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6245765353812449114</id><published>2010-04-06T20:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T20:52:51.464-07:00</updated><title type='text'>Syair Sufistik Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Guru Berbicara Angin&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru menerangkan tentang ahlak ke murid-muridnya di kelas&lt;br /&gt;Sang murid tersenyum&lt;br /&gt;Mulut membisu hatinya berkata:&lt;br /&gt;Kata-kata angin&lt;br /&gt;Berhembuslah ke samudera kemunafikan&lt;br /&gt;Lemparkan lidah manis itu ke jahannam&lt;br /&gt;Rebuslah dalam apinya yang membara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru terus mengoceh tentang ahlak&lt;br /&gt;Sang murid tersiksa menahan kencing &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kebisingan Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa akal terus tersiksa menyanggah kebisingan hati&lt;br /&gt;Hati terus menyeret nafsu berbicara kefanaan dunia&lt;br /&gt;“Diamlah..!! Aku malu menatap tubuh ini.” Sergah akal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati terdiam dalam belenggu detik&lt;br /&gt;Namun tak lama menyeret nafsu kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal hanya mampu berkata dalam hening:&lt;br /&gt;Diamlah..!!&lt;br /&gt;Diam..!!&lt;br /&gt;Dia..!!&lt;br /&gt;Aku malu menatap tubuh ini..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Cepat Kejar Sang Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat pergi ke ujung waktu&lt;br /&gt;Berlari saja hingga mampu menyambutmu&lt;br /&gt;Dia akan mengembalikan separuh tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluklah dengan erat saat bertemu&lt;br /&gt;Hempaskan rasa rindu masa lalumu&lt;br /&gt;Sebelum masa lalu terhapus oleh zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicarakanlah tentang hari ini&lt;br /&gt;Sebelum berganti menjadi masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kamu,&lt;br /&gt;Sang waktu akan terus berdiri kokoh&lt;br /&gt;Hingga separuh tubuhmu tak bisa dikembalikan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6245765353812449114?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6245765353812449114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6245765353812449114&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6245765353812449114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6245765353812449114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/syair-sufistik-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Sufistik Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1720484338418601451</id><published>2010-04-06T20:48:00.001-07:00</published><updated>2010-04-06T20:50:04.441-07:00</updated><title type='text'>Menyingkap Jalan Ideal Pendidikan Anak TK</title><content type='html'>Opini Batam Pos (Written by Mahmud Syaltut Usfa S.Psi , Monday, 05 April 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Penulis adalah Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definsi serta penerapan anak Taman Kanak-kanak diberikan pekerjaan rumah (PR) masih sering terjadi perbincangan serius. Bahkan perdebatan antara wali murid dengan orangtua siswa. Alasannya sangat klise, anak TK tidak boleh ‘dibebani’ dengan PR. Arugumennya, karena belajar di TK masih sebatas bermain dan bukan belajar formal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah tahu, pandangan selama ini Taman Kanak-kanak didefinisikan sebagai tempat untuk mempersiapkan anak-anak memasuki masa sekolah dasar. Kegiatan yang dilakukan di Taman Kanak-kanak pun hanyalah bermain dengan mempergunakan alat-alat bermain edukatif. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung tidak diperkenankan di tingkat Taman Kanak-kanak. Kecuali hanya pengenalan huruf-huruf dan angka-angka, itu pun dilakukan setelah anak-anak memasuki TK B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada pandangan lebih ekstrim lagi, anak TK belum saatnya diajari membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Karena akan membebani otaknya. Akibatnya, anak menjadi ‘alergi’ dengan pelajaran setelah duduk di bangku SD. Sebenarnya, biang persoalannya adalah perbedaan dalam mendefinisikan ‘arti belajar’. Belajar kerap diistilahkan mewakili kegiatan yang begitu serius, menguras pikiran dan konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan PR kepada anak TK dengan alasan sebagai upaya menciptakan kesadaran sah-sah saja. Tidak hanya itu, anak juga merasa memiliki tanggung jawab, bahkan punya eksistensi kalau dirinya sudah sekolah TK. Contoh, di sekolah keponakan saya (salah satu sekolah favorit di Pinang) setiap minggu diterapkan PR satu mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sama sekali tidak terbebani. Justru ketika diajak jalan-jalan masih sempat bilang “Tunggu dulu mau mengerjakan PR sebentar.” Bukan beban yang dirasakan, justru tertanam rasa tanggung jawab. Bahkan rasa bangga karena sudah sekolah. Jangan-jangan justru orangtua yang merasa terbebani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang menjadi persoalan adalah metodenya. Jika PR diberikan setiap hari, apalagi dengan target-target tertentu, pasti akan menjadi beban bagi anak. PR cukup sebagai tugas, bukan sebagai beban. Apalagi sampai diberi punishment (hukuman), jika tidak mengerjakan PR maka harus berdiri di depan kelas, misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, yang menjadikan rujukan utama kurikulum TK dan bahkan pendidikan secara umum adalah Teori psikologi perkembangan Jean Peaget. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara tidak langsung dilarang untuk diperkenalkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piaget beranggapan bahwa pada usia di bawah 7 tahun anak belum mencapai fase operasional konkret. Fase itu adalah fase, di mana anak-anak dianggap sudah bisa berpikir terstruktur. Sementara itu, kegiatan belajar calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur. Sehingga dipandang tidak cocok diajarkan kepada anak-anak TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piaget khawatir otak anak-anak akan terbebani jika pelajaran calistung diajarkan pada anak-anak di bawah 7 tahun. Jangankan ingin mencerdaskan anak, akhirnya malah memiliki persepsi yang buruk tentang belajar dan menjadi benci dengan kegiatan belajar setelah mereka masuk SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, model belajar konvensional di TK malah menjadi persoalan sendiri bagi orangtua saat ini. Karena untuk masuk sekolah di SD favorit harus melalui tes seleksi. Standarisasi tesnya pun sudah harus bisa membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan, tes kemampuan bahasa inggris. Bayangkan, bagi anak yang ketika di TK belum dipelajari calistung, pasti tidak bisa mengerjakan tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah kami misalnya, ada beberapa orangtua yang anaknya tidak lulus tes masuk mempertanyakan alasannya. Setelah kami jelaskan, mereka balik mempertanyakan, “Kenapa standarisasinya tinggi, bukankah wajar kalau anak baru lulus TK belum bisa membaca, menulis, dan berhitung?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan ini menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Awalnya memang pelajaran baca tulis mulai diajarkan pada tingkat pendidikan SD. pada perkembangan terakhir, hal itu menimbulkan sedikit masalah. Ini sangat realitistis, karena ternyata pelajaran di kelas satu sekolah dasar sulit diikuti jika asumsinya anak-anak lulusan TK belum mendapat pelajaran calistung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata materi pelajaran kelas satu sudah diajarkan soal cerita, mengarang. Juga membuat analisa sederhana dari sebuah peristiwa. Apalagi seperti di sekolah kami yang mematok target prestasi menuju sekolah Islam bertaraf internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, bagaimana bisa mencapai target tersebut jika seleksi awal tidak memenuihi standar. Sekali pun kurikuklum dan metode belajarnya bagus, guru-gurunya berkualitas, dan infastrukturnya lengkap namun inputnya lemah, maka akan kesulitan menghasilkan output sesuai dengan standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami bisa memahami jika muncul kekhawatiran para orang tua. Terlebih lagi, istilah-istilah “tidak naik kelas”, “tidak lulus”, kini semakin menakutkan. Sebab akan berpengaruh pada kondisi psikologis anak kalau akhirnya harus mengulang kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tuntutan itulah, akhirnya banyak TK yang secara mandiri mengupayakan pelajaran membaca bagi murid-muridnya. Berbagai metode mengajar dipraktikkan, dengan harapan bisa membantu anak-anak untuk menguasai keterampilan membaca dan menulis sebelum masuk sekolah dasar. Mau tak mau sekolah-sekolah TK harus berani melakukan inovasi metode belajar. Hingga akhirnya, metode belajar pakem yang konotasinya anak TK hanya belajar bernyanyi dan bermain lambat laun dinilai tidak efektif lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anak mungkin berhasil menguasainya, namun banyak pula di antaranya yang masih mengalami kesulitan. Oleh karena itu, wajar jika sekolah TK jika ingin maju harus terus berani dan cerdas melakukan pengembangan. Termasuk menerapkan PR selagi tidak dijadikan beban kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika anak yang usianya sudah memasuki wajib belajar namun belum bisa membaca?.&lt;br /&gt;Jangan khawatir. Beberapa literatur menunjukan, bahwa tidak ada jaminan anak yang lebih dahulu bisa membaca akan lebih sukses di masa depan daripada mereka yang terlambat. Banyak tokoh sukses yang justru terlambat membaca. Tentu saja mereka tidak bisa menjadi patokan mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku Right Brained Children in a Left Brained World disebutkan, tokoh-tokoh seperti Albert Einstein, George S. Patton, William Butler Yeats adalah mereka yang terlambat membaca. Anak-anak di Rusia misalnya, baru membaca di usia 7 tahun, tapi mereka cerdas-cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realitas seperti itu, tentu harus disikapi dengan bijak. Setiap pertemuan dengan guru dan Kepala TK pihak Dinas Pendidikan selalu mengingatkan agar tidak mengajarkan calistung. Tetapi tidak pernah melarang sekolah SD untuk melakukan tes kepada calon muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi sebagai bahan kajian bagi Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang kompeten. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1720484338418601451?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1720484338418601451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1720484338418601451&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1720484338418601451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1720484338418601451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/menyingkap-jalan-ideal-pendidikan-anak.html' title='Menyingkap Jalan Ideal Pendidikan Anak TK'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4976184341587360887</id><published>2010-04-06T20:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T20:47:22.031-07:00</updated><title type='text'>Ayo Semangat Ciptakan Etos Kerja !</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Catatan Ringan Mahmud Syaltut Usfa)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awan&lt;br /&gt;Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta&lt;br /&gt;Pulang dikala senja dengan syukur penuh dirongga dada&lt;br /&gt;Kemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubari&lt;br /&gt;Dan sebuah nyanyian kesukuran terpahat di bibir senyuman&lt;br /&gt;(Kahlil Gibran)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah perusahaan diterapkan karyawan pulang harus tepat waktu. Setiap pukul 4 sore tepat para karyawan baru bisa pulang. Tapi pada suatu hari karena ada persoalan, maka manajemen memperbolehkan karyawan pulang pukul 3 sore. Maka, tepat pukul 2 siang pihak manajemen mengumumkan “Karena ada suatu hal di perusahaan, maka khusus hari ini karyawan bisa pulang pukul 3 sore”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ada informasi mendadak itu, ternyata ada dua kelompok karyawan yang mensikapi secara berbeda. Kelompok pertama mengatakan: “Wah…masih ada waktu satu jam untuk menyelesaikan pekerjaan saya”. Mereka terus bekerja dengan semangat mengejar waktu satu jam agar pekerjaannya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kelompok kedua mengatakan: “Wah…masih satu jam lagi kita baru bisa pulang”. Dan mereka pun sudah tidak memiliki semangat kerja lagi. Di pikirannya hanya menunggu pulang. Terlihat jenuh menunggu waktu satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendapat informasi sama. Jam pulang juga tidak berbeda. Pola pikir masing-masing yang berbeda sehingga terjadi dua kelompok. Pola pikir pesimis, negatif, dan sejenisnya akan membentuk etos kerja statis. Namun sebaliknya, jika memiliki semangat kerja, maka pikiran menjadi produktif untuk berkarya. Pada akhirnya tidak mustahil dengan karya akan melahirkan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan yang memiliki etos kerja tinggi tidak akan memposisikan dirinya sebagai bawahan terhadap bosnya. Melainkan berada di posisi bargaining. Dirinya adalah profesional, bukan anak buah. Semakin berkualitas etos kerja maka semakin tinggi nilai profesionalismenya. Semakin tinggi profesionalismenya secara otomatis semakin kuat posisi bergainingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bos yang memahami profesionalisme kerja tidak akan memandang bawahannya sebagai anak buah. Melainkan dipandang sebagai mitra kerja. Sebab, dalam posisi bargaining kedudukan bos dengan karyawan di posisi sejajar. Adanya hirarki dalam suatu organisasi industri adalah sebagai strata penataan manajemen dalam pembagian tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara etos kerja pikiran saya langsung ke orang-orang Jepang. Jepang selama ini kita kenal sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki etos kerja yang hebat.Etos kerja yang baik ini menimbulkan suatu dampak kemajuan teknologi dan penguasaan teknologi, serta mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara Jepang itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dan pantang menyerah merupakan ciri orang Jepang, dari semboyan samurai yang menyatakan “Lebih baik mati daripada berkalang malu”, ada juga istilah MAKOTO yang artinya bekerja dengan giat semangat, jujur serta ketulusan. Belum lagi semangat dan semboyan serta falsafah lain yang dapat memacu kerja dan membentuk etos kerja para pekerja di luar negara Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendengarkan pengajian KH. Miftah Faridh. Ketika dia ke Jepang ada hasil penelitian, ternyata banyak istri-istri yang tersinggung ketika suaminya pulang lebih cepat. Karena istrinya berpandangan, “Pasti suami saya tidak dipakai di perusahaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tingginya etos kerja mereka sampai menyentuh harga diri. Bandingkan dengan budaya kita pada umumnya. Pulang lebih cepat sangat diharapkan. Alasannya ada saja dibuat-buat. Bahkan, belum jam pulang sudah merengek-rengek minta pulang, alasannya tidak ada kerjaan. Aneh, mana mungkin di tempat kerja tidak ada kerjaan? Minimal berpikir dan membuat perencanaan. Lebih aneh lagi, sudah datang terlambat tapi pulang paling cepat. Wajar saja kalau negara kita selalu terlambat dengan negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4976184341587360887?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4976184341587360887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4976184341587360887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4976184341587360887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4976184341587360887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/ayo-semangat-ciptakan-etos-kerja.html' title='Ayo Semangat Ciptakan Etos Kerja !'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6012438584987701144</id><published>2010-04-02T09:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T11:24:40.336-07:00</updated><title type='text'>Sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelayanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa yang hakiki, keluarlah sejenak dari tubuh tuanmu&lt;br /&gt;Lihatlah tarian kemunafikan&lt;br /&gt;Menjijikkan bukan…?&lt;br /&gt;Di situlah selama ini engkau melayaninya &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Ingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menatap-Mu tanpa kata&lt;br /&gt;Ketika perut hening tanpa nafsu&lt;br /&gt;Ketika semua mata terpejam tanpa rasa&lt;br /&gt;Ketika roh terangkat tanpa keluh kesah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiada Umpama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asmaul husnah menjalar setiap detik di nafasku&lt;br /&gt;Kupegang erat agar tak jatuh dari kebodohanku&lt;br /&gt;Lidahku lelah hingga berjalan membungkuk&lt;br /&gt;Tak sanggup membaca perumpamaan&lt;br /&gt;Kubiarkan mengembara&lt;br /&gt;Karena aku sudah menyatukannya dengan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Wahai Nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai nafsu, penjarakan segala kebaikanku&lt;br /&gt;Saat ini engkau telah memiliki hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Selalu Ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap amarah datang, kesabaranku selalu menyambutnya&lt;br /&gt;Setiap kesabaran goyah, keihlasanku selalu memapahnya&lt;br /&gt;Setiap kehinaan menghampiri, kemuliaanku selalu datang tersenyum&lt;br /&gt;Setiap kesedihan datang, kebahagiaan selalu mendekapku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6012438584987701144?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6012438584987701144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6012438584987701144&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6012438584987701144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6012438584987701144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/04/sajak-sufistik-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6716863652884845913</id><published>2010-03-23T07:59:00.001-07:00</published><updated>2010-03-23T08:01:26.505-07:00</updated><title type='text'>Alunan Ayat Al-Qur’an Anak Kecil Menyiram Hati</title><content type='html'>(Catatan Hati Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;Sudah dua bulan ini aktifitas pekerjaan saya benar-benar intens. Terlebih dalam dua minggu ini. Biasa, tugas rutin di tempat kerja serta berbagai tetek bengek urusan di luar. Malam harus ‘nongkrong’ di studio musik. Sampai-sampai saya harus ketiduran di meja karena gak kuat nahan ngantuk.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus hari ini (Selasa, 23 Maret 2010) bisa dikatakan full dari pagi sampai sore. Belum lagi harus bolak-balik urusan di luar. Wuih…lumayan capek. Maklum, pada Hari Kamis nanti, 25 Maret 2010 pembukaan Porseni tingkat kecamatan. Kebetulan saya wakil ketua (kadang posisinya gak jelas, kadang jadi ketua, kadang jadi sekretaris). Menjelang pembukaan, sudah pasti menjadi saat-saat yang menyibukkan. Banyak persiapan harus diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang gladi resik tadi sore, saya langsung ke kantor dewan guru SDN 008 dan mempersiapkan konsep acara. Badan masih terasa capek, otak juga terasa penuh pikiran. Apalagi cuaca panas membuat badan terasa gerah. Hanya hati yang terasa masih ada semangat. Kalau tenaga jangan ditanya, mungkin tinggal 5 watt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang mengetik, saya mendengar suara anak SD melantunkan ayat suci al-Qur’an dari ruang kepala sekolah. Subhanallah…Allahuakbar merdu sekali. Seketika itu segala perasaan penat terasa rontok. Pikiran terasa ringan, hati rasanya adem. Saya berhenti mengetik, tertegun sejenak dan bertanya ke gurunya. “Merdu sekali suaranya, anak itu kelas berapa?” tanyaku masih dengan rasa tertegun. “Kelas IV pak, dia yang mau ikut Porseni nanti.” Jawab gurunya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan nenek dan bapakku yang memang sangat senang mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Nenek punya radio kuno dan bentuknya antik betul. Nenekku biasa mendengarkan pangajian atau pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an lewat radio. Apalagi kebiasaan dia bertasbih, rasanya asyik betul bertasbih sambil mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan bapak, selalu terlihat asyik mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Jadi teringat masih kecil. Saya punya kakak (dua pupu) perempuan, dia juara qori'ah nasional. Saat mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional, bapak selalu menunggu giliran dia. Bapak gak pernah ketinggalan, bahkan saat itu radio seharian hanya mendengarkan siaran langsung MTQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga teringat kisah WS. Rendra sebelum masuk Islam. Setiap sakit, dirinya merasa tenang, bersemangat dan sembuh ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an dari jauh. Hingga akhirnya dia benar-benar mempelajari Islam dan menjadi muallaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah gladi resik selesai, suara alunan ayat-ayat Al-Qur’an masih terngiang di telinga. Dalam perjalanan naik motor masih saya rasakan. Terbayang bagaimana Umar bin Khattab. Saat itu, seorang pemuda yang gagah perkasa berjalan dengan langkah yang mantap mencari Nabi hendak membunuhnya. Ia sangat membenci Nabi, dan agama baru yang dibawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang bernama Naim bin Abdullah yang menanyakan tujuan perjalanannya tersebut. Kemudian diceritakannya niatnya itu. Dengan mengejek, Naim mengatakan agar ia lebih baik memperbaiki urusan rumah tangganya sendiri terlebih dahulu. Seketika itu juga pemuda itu kembali ke rumah dan mendapatkan ipar lelakinya sedang asyik membaca kitab suci Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung sang ipar dipukul dengan ganas, pukulan yang tidak membuat ipar maupun adiknya meninggalkan agama Islam. Pendirian adik perempuannya yang teguh itu akhirnya justru menentramkan hatinya dan malahan ia memintanya membaca kembali baris-baris Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan tersebut dipenuhi dengan senang hati. Kandungan arti dan alunan ayat-ayat Kitabullah ternyata membuat si pemuda itu begitu terpesonanya, sehingga ia bergegas ke rumah Nabi dan langsung memeluk agama Islam. Begitulah pemuda yang bernama Umar bin Khattab, yang sebelum masuk Islam dikenal sebagai musuh Islam yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan seperti nenek dan bapakku, juga tidak sesakral WS. Rendra. Apalagi laksana Umar bin Khattab hingga hati bergetar mendengar alunan ayat-ayat Al-Qur’an. Namun, yang pasti ayat-ayat Al-Qur’an dari mulut anak kecil itu telah merontokkan segala kepenatan pikiranku. Hati terasa adem menghempaskan suasana panas mentari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6716863652884845913?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6716863652884845913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6716863652884845913&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6716863652884845913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6716863652884845913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/alunan-ayat-al-quran-anak-kecil.html' title='Alunan Ayat Al-Qur’an Anak Kecil Menyiram Hati'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7033137081153326132</id><published>2010-03-19T09:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T09:36:40.192-07:00</updated><title type='text'>“Bahavior-isme Ayam dan Wanita”</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis ilmu sangat beragam. Ada ilmu yang membahas tentang tubuh manusia, hubungan antar manusia, kesehatan manusia, alam semesta, komunikasi antara individu, tumbuhan, binatang, spiritual, dan lain-lain. Kesemuanya memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Dalam ilmu psikologi sendiri sudah pasti mempelajari ilmu perilaku (behavior).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya adalah kaitan yang erat antara ilmu tentang perilaku hewan (animal behavior) dan perilaku manusia (human behavior). Karena di dalam diri manusia ada sifat-sifat hewan yang kerap muncul. Kita pasti sering mendegar istilah-istilah perilaku manusia yang dikaitkan dengan hewan. Misalnya, “Jinak-Jinak Merpati” bermakna orang yang jatuh cinta tapi menunjukkan sikap malu-malu. Ada juga istilah untuk lelaki penggoda wanita dengan sikap gombalnya, yaitu “Buaya Darat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan pernah ada hasil penelitian, bahwa, harimau untuk membatasi area kekuasaannya dengan cara mengencingi area tersebut. Ternyata cara seperti itu juga sama yang dilakukan para gangster di perkotaan. Hanya bedanya, para gangster tidak dengan mengencingi, tapi dengan mencoret-coret dinding di sekitarnya (graffiti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah tak kalah sangat popular adalah bagi orang-orang yang sangat rakus. Mereka digambarkan seperti “Monyet”. Sedangkan bagi para pengutil, koruptor, dan sejenisnya disamakan dengan “Tikus”. Banyak istilah-istilah lain dari sikap manusia yang disamakan dengan binatang. Ini menjukkan kalau dalam diri manusia memiliki “nafsu” hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, jadi serius nih nulisnya. Padahal ingin nulis sederhana-sederhana saja. Nah, ada lagi istilah yang sangat menarik. Yaitu “Ayam”. Biasanya istilah ini dikhususkan bagi ‘perempuan-perempuan nakal’. Bisa diboking, pereks, dan sejenisnya. Kenapa ya? Saya kurang bisa menjelaskan secara rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya jadi teringat ketika masih kecil, saat di kampung. Sangat hobi memelihara ayam. Saking senangnya, setiap hari memperhatikan perilaku-perilakunya. Ada perilaku yang menarik. Sering sekali apabila ayam mau berhubungan seks, si jantan selalu mengejar si betina. Saat itu saya berpikir “kok maksa sekali”. Bahkan, tak jarang saya pukul si jantan karena kasihan si betina seperti mau diperkosa saja. Eh….ternyata pikiran saya meleset jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, setelah kejar-kejaran pasti si betina lari ke semak-semak atau ke tempat sepi. Setelah menemukan tempat yang nyaman si betina langsung nungging dengan pasrahnya. “Busyet” pikirku. Ternyata lari bukan tidak mau, tapi mencari tempat sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah banyak membaca buku-buku psikologi saya bisa mengkajinya. Hipotesa saat ini, berarti perempuan saat mengatakan “tidak” kepada laki-laki untuk diajak kencan, bukan berarti “kata mati”. Bisa saja karena belum menemukan tempat yang cocok. Si laki-laki berarti harus mengerti untuk berusaha menggiring ke tempat-tempat romantis. Setelah tempatnya cocok, sepertinya tidak usah bersusah payah lagi, tunggu saja reaksi si wanita. (Maaf saya tidak berani mengatakan si wanita akan nungging).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa ini sangat beralasan. Sudah banyak kasus-kasus perselingkuhan. Bahkan, dilakukan terang-terangan kepada mereka yang sudah berkeluarga. Wah…sangat banyak kasus, panjang ceritanya jika diulas di sini. Apakah karena itu ‘perempuan nakal’ diistilahkan “Ayam”? Pastinya, jika tidak ingin disebut “Ayam” jaga kemuliaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7033137081153326132?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7033137081153326132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7033137081153326132&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7033137081153326132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7033137081153326132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/bahavior-isme-ayam-dan-wanita.html' title='“Bahavior-isme Ayam dan Wanita”'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2618250906263824633</id><published>2010-03-18T08:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T08:54:10.779-07:00</updated><title type='text'>Syair Hati - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>“Sang Pemuji Cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata hati terus menatap langit-langit pikiranku&lt;br /&gt;Resah bila cinta berlalu tanpa kata&lt;br /&gt;Rindu ini berjalan tanpa suara&lt;br /&gt;Hanya detak langkah mendekat ke hulu gelisah &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi hati cinta berdiri begitu angkuh&lt;br /&gt;Bagai nafsu menerjang kelelakianku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukanlah Qais yang mampu menjadikanmu Laila&lt;br /&gt;Aku bukanlah Romeo yang sanggup mewujudkanmu Juliet&lt;br /&gt;Namun, hati ini setahta dengan sang legenda cinta itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah hati ini dengan senyummu&lt;br /&gt;Sekalipun cinta tak terukir di hatimu&lt;br /&gt;………..Sayat-sayatlah hati ini dengan senyummu&lt;br /&gt;………..Mataku akan terus menatap dengan keihlasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini sudah kuserahkan pada pemilik-Nya&lt;br /&gt;Cinta ini sudah kulebur dengan kekasih-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa benci hambar merapat pada keindahan&lt;br /&gt;Rasa duka menyebar terangkai senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah sejarah&lt;br /&gt;Tersusun indah dalam prosa hati&lt;br /&gt;………..Bentangkan layar kehidupan&lt;br /&gt;………..Agar sejarah cinta terus ada di nafas zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2618250906263824633?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2618250906263824633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2618250906263824633&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2618250906263824633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2618250906263824633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/syair-hati-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Hati - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-3151269064602250676</id><published>2010-03-15T20:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T20:56:19.281-07:00</updated><title type='text'>Rasulullah Saja Sahabatnya Empat</title><content type='html'>(Catatan Ringan Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira setahun lalu seorang anak kecil yang masih duduk di kelas I SD bertanya pada saya “Berapa temannya di facebook?”. Saya jawab, hanya sedikit gak sampai 30. “Hah….sedikit sekali, saya saja punya teman lebih seratus.” Jawabnya dengan nada polos. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpikir sejenak…”Apa susahnya cari teman di facebook, jangankan ratusan, ribuan juga gampang saya dapat.” Pikirku dalam hati sambil senyum-senyum. Tapi apalah artinya ribuan teman jika semuanya hanya dari kuantitas. Di facebook kan lebih banyak teman nempel daripada yang benar-benar berisi secara kualitas. Ya…itu hanya sekadar analogi ringan saja. Toh kenyataannya teman-teman di luar yang tidak tercatat di facebook lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kuantitas teman di facebook tidak bisa disamakan dengan sisi kualitas teman di pergaulan sehari-hari. Artinya, bukan berarti yang memiliki teman sedikit di facebook tidak pandai bergaul sehingga relasinya sedikit. Contoh ringan saja, dari sekian banyak saudara kandung, keponakan, sepupu, hanya sekitar 8 saja yang suka main facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada teman tanya juga sama saya “Sahabatmu pasti banyak, kan pergaulanmu luas.” Jujur saja, saya bingung menjawabnya. Dengan kata lain, saya tidak memiliki sahabat. Tapi kalau teman-teman berjubel. Mereka sangat baik, tidak pernah ada masalah serius. Teman-teman saya hampir dari berbagai lapisan masyarakat. Itu pun wajar-wajar saja karena saya pernah jadi jurnalis. Begitu juga kegiatan sehari-hari yang beragam membuat saya banyak kenalan. Mulai aktifitas di praktisi pendidikan, psikologi, musik, menulis, LSM dan lain-lain. Saya rasa semua orang juga sama, bahkan lebih, kecuali yang memang malas berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke persoalan sahabat. Sempat membuat saya mikir-mikir “siapa ya sahabat saya? Pacar saja belum seratus persen bisa dijadikan sahabat.” Begitu pikiran saya saat itu. Tapi setelah dipikir-pikir Rasulullah saja yang begitu dicintai ummatnya, bahkan disegani musuh-musuhnya karena ahlaknya sangat luar biasa, ternyata sahabatnya hanya empat orang. Yakni, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Tentu saja sahabat-sahabat lainnya yang tidak sering kita dengar juga banyak. Begitu juga tokoh-tokoh dunia yang banyak ‘dikerumuni’ para relasi, ternyata sahabatnya juga bisa dihitung jari. Pimikiran itu yang membuat saya tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar kata orang-orang, sahabat tidak sama dengan teman. Mencari teman sangat gampang apalagi saat kita senang dan sedang dibutuhkan. Tapi begitu kita susah, terpuruk, teman pada menghindar. Dalam perspektif psikologi sendiri dikatakan cinta sejati itu ada apabila sudah sampai kepada titik persahabatan. Suami istri belum mencapai cinta sejati jika belum sampai ke ruang cinta persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah teman sebanyak-banyaknya. Belajarlah terus memahami dengan cara menjadi pendengar yang baik. Jangan menoleh ke belakang saat berbuat baik agar keihlasan selalu menemani. Berusahalah untuk menjadi pemaaf dan pemberi maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pergaulan merupakan hal yang lumrah jika terjadi perselisihan. Kata pepatah Melayu “Sepandai-pandainya lidah menguyah akan tergigit juga”. Redam sekuat-kuatnya jika terbesit rasa dendam. Teman selalu berarti. Kenanglah kebaikannya, buanglah prasangka negatif agar hati selalu lapang menerima segala fenomena pertemanan. Insya Allah kita bisa menemukan sahabat. Hal terberat yang saya rasakan, jika harus kehilangan teman di saat hati gelisah menunggu jawaban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-3151269064602250676?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/3151269064602250676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=3151269064602250676&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3151269064602250676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3151269064602250676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/rasulullah-saja-sahabatnya-empat.html' title='Rasulullah Saja Sahabatnya Empat'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8260217663892732142</id><published>2010-03-13T05:03:00.000-08:00</published><updated>2010-03-15T20:57:39.633-07:00</updated><title type='text'>Syair Lara - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>KESAKSIAN HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar suara jiwa yang terluka&lt;br /&gt;Menjerit syahdu di antara celah-celah pengharapan&lt;br /&gt;Batinnya mulai galau menatap kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka…&lt;br /&gt;Luka…&lt;br /&gt;Ada lagi tentang luka..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku..&lt;br /&gt;Mencoba memanah rembulan&lt;br /&gt;Ketika matahari tersungkur di kelopak mata bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sangsi yang harus dibangunkan&lt;br /&gt;Di saat hati masih menunggu bening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia…&lt;br /&gt;Hati beningnya harus keruh menunggu gelisah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku..&lt;br /&gt;Terpanah menatap mata batinnya yang begitu kokoh&lt;br /&gt;Kucoba mengumpulkan serpihan lara&lt;br /&gt;Biarlah air mata menjadi perekat di hening hati&lt;br /&gt;Agar duka tersingkir berganti rangkaian prosa hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran harus dikabarkan&lt;br /&gt;Agar hati menjadi saksi&lt;br /&gt;Sampai rembulan berjalan terang menuju ufuk hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8260217663892732142?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8260217663892732142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8260217663892732142&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8260217663892732142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8260217663892732142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/syair-duka-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Syair Lara - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2668606218683664698</id><published>2010-03-13T05:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T05:03:34.581-08:00</updated><title type='text'>Cantik Seharusnya Praktis</title><content type='html'>(Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno adalah sosok yang selalu terang-terangan mengagumi kecantikan wanita. Jika lagi sakit, dirinya minta dirawat oleh perawat yang berwajah cantik. Alasannya, mensugesti dirinya cepat sembuh. Dia tidak hanya mengagumi kecantikan wanita dari segi lahir saja, namun juga dari sisi batin. Kagum di sini karena Bung Karno memandang perempuan sebagai sosok sempurna. Tak heran kalau akhirnya dia menulis buku Sarinah yang diambil dari figur pembantunya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teringat cerita dosen saya. Ketika itu dia masih kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM). Pada saat acara peresmian UGM, langsung dipimpin oleh Bung Karno. Ketika mau menggunting pita, Bung Karno melihat wanita cantik (dosen) yang juga panitia di situ. Bung Karno berhenti sejenak dan memandang wanita tersebut. Kemudian dia bertanya “Siapa wanita itu?”. Tentu saja para panitia dan tamu di situ merasa kikuk, khususnya si wanita cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamudian rektornya menjelaskan ke Bung Karno kalau wanita cantik itu adalah dosen di UGM dan suaminya juga dosen di situ. “Wah kebetulan, mana suaminya?” kata Bung Karno. Suami wanita itu langsung memperkenalkan diri ke Bung Karno. “Maaf, bolehkah saya berbicara sebentar dengan istri Anda?” tanyanya minta izin. “Baik pak presiden silahkan.” Jawab suaminya. Setelah mendapat izin, langsung Bung Karno menghampiri wanita cantik itu. Ternyata Bung Karno hanya berbicara sebentar dan bertanya biasa-biasa saja. Setelah itu dia merasa senang dan langsung melanjutkan pengguntingan pita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan WS. Rendra. Dia sangat terinspirasi menulis puisi ketika melihat wanita cantik. Hal ini juga diakui mantan istrinya, Rr. Sito Resmi Prabuningrat. “Kalau melihat wanita cantik dia sangat terinspirasi menulis puisi, istri-istri dia semua dapat puisi, kecuali saya.” Ujar perempuan cantik itu saat wawancara dengan Metro TV ketika WS. Rendra meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda bertanya pada saya “apakah saya suka wanita cantik? “ Jawabnya sudah pasti tahu semua “Iya”. “Apakah perempuan cantik mampu mensugesti saya layaknya yang dialami Bung Karno?” Saya juga akan menjawab “Iya”. Apakah puisi-puisi saya juga terinspirasi oleh wanita-wanita cantik, seperti WS. Rendra?”. Jujur, dengan tegas saya katakan “Iya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, saya memiliki sudut pandang berbeda dengan dua tokoh yang saya kagumi itu. Pandangan saya, perempuan cantik itu “praktis”. Orang cantik seharusnya praktis !!. Karena, sekali pun bangun tidur terus cuci muka, pakai daster, pergi ke pasar akan tetap cantik. Tidak perlu repot-repot wajahnya dipoles make up. Seharusnya begitu. Bahkan, tidak perlu repot-repot memakai pakaian mahal. Karena memakai pakaian seadanya juga akan tetap cantik kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada juga perempuan cantik malah tidak praktis? Nah, perempuan cantik jenis itu sangat kasihan. Seharusnya hidupnya praktis malah berubah menjadi rumit. Coba saja bayangkan, bangun tidur langsung bercermin, mau mandi bercermin dulu, saat mandi juga masih sempat bercermin, setelah mandi (apalagi) langsung menyodorkan wajahnya ke cermin, mau keluar rumah lagi-lagi harus bercermin. Ah…rumit sekali, padahal wajahnya itu-itu juga !!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi harus dandan, wajahnya dipoles mak up sana-sini dengan berbagai aneka corak dan merk. Huh…sangat rumit !! Masih ditambah balutan pakaian di tubuhnya. Memakai yang serasi dengan dandanan make up-nya. Memilih pakaian masih harus “cerewet”, alasannya menserasikan dengan bentuk tubuhnya. Aduh…rumit sekali !!. Seharusnya yang rumit itu bagi wanita yang kurang beruntung punya wajah cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan orang kaya. Sebenarnya kekayaan untuk membuat hidupnya lebih praktis. Iya, orang kaya seharusnya hidupnya praktis. Mau jalan-jalan tinggal pesan tiket saja langsung berangkat. Keluar rumah tidak khawatir kepanasan dan kehujanan karena ada mobil. Jika ingin makan enak juga tinggal pesan bisa langsung diantar. Mau shoping tinggal tunjuk saja sesuai selera. Dan seabrek kepraktisan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah yang kasihan itu jika ada orang kaya tapi hidupnya tidak praktis!! Mau makan enak saja harus rumit karena terlalu banyak hitung-hitungan. Punya mobil mewah tapi merasa sayang dipakai kuatir kotor. Tidur harus nahan-nahan kepanasan karena kalau pakai AC takut rekening listrik membengkak. Wah…mendingan gak usah kaya kalau hidupnya harus rumit. Hidup praktis bukan berarti harus boros, tapi justru memudahkan dari kelebihan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga jika kita diberi kelebihan kepandaian atau ilmu pengetahuan. Juga seharusnya membuat praktis dalam menjalani kehidupan. Sangat kasihan jika orang pandai justru membuat hidupnya rumit. Semoga kita mampu menikmati kehidupan dengan segala kelebihannya secara praktis. Kalau bisa dibuat praktis kenapa harus menjadi rumit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2668606218683664698?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2668606218683664698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2668606218683664698&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2668606218683664698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2668606218683664698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/cantik-seharusnya-praktis.html' title='Cantik Seharusnya Praktis'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7690877655706945442</id><published>2010-03-13T05:00:00.002-08:00</published><updated>2010-03-13T05:02:15.888-08:00</updated><title type='text'>Kejujuran Kunci Ketenangan Hidup</title><content type='html'>Opini Batam Pos, 5 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW)&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Februari ini bertepatan dengan bulan kelahiran Rasulullah (Maulid Nabi). Seluruh Ummat Islam menyambut suka cita. Bukan sekadar disambut dengan aktifitas seremonial. Melainkan sebagai refleksi akan kemuliaan ahlak, sifat, pribadi, dan ajarannya sebagai rahmatan lil- alamin. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu gelar terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Amin. Kenapa Nabiyullah bergelar Al-Amin? Sosok yang sangat tepercaya. Nabi Muhammad diberi predikat al-amin jauh sebelum diangkat sebagai Rasul, ketika berhasil mempersatukan elite dan kabilah Quraisy yang berselisih tatkala membangun Ka'bah. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu telah menjadi figur baru yang memberikan harapan cerah bagi masyarakat Arab. Kendati sebelumnya harus berhadapan dengannya karena membawa agama baru, Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah akhirnya mencatat, dengan sifat al-amin dan risalah kenabiannya, Muhammad berhasil membebaskan dan mencerahkan seluruh masyarakat di jazirah Arabia, sekaligus menjadi sosok panutan seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Nabi kekasih Tuhan ini benar-benar menjadi pribadi dan pemimpin dunia yang memancarkan uswah hasanah. Lebih dari itu, Muhammad SAW bahkan telah menorehkan Islam sebagai agama rahmatan lil-'alamin. Pembawa agama rahmat bagi semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan menjadi sosok dipercaya apabila “berani” jujur. Maaf, sengaja ditegaskan dengan kata “berani”. Karena pada kenyataannya, banyak di antara kita yang takut jujur. Jujur kerap disalah artikan sebagai sosok yang lugu. Dan orang lugu cendrung dipresentasikan gampang ditipu. Padahal, lahirnya suatu kepercayaan dikarenakan adanya kejujuran yang ditunjukkan secara konsisten dan terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, kalau jujur susah cari kerja” kalimat itu sering terdengar di sekeliling kita. Padahal, justru perusahaan dan instansi banyak yang bingung mencari orang jujur untuk dijadikan karyawan. Lebih miris lagi memasyarakatnya istilah “Kalau jujur susah cari makan”. Sangat terlalu mengada-ada!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiruk pikuk lingkungan dan budaya yang penuh kepalsuan, kedustaan, kemunafikan membuat orang menjadi berat menjadi jujur. Padahal kejujuran tidak hanya mencerminkan integritas kepribadian seseorang, tetapi juga menjadi pesona bagi sesama dan mengundang datangnya ketenangan bagi pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah kunci keberhasilan. Tidak hanya itu, kejujuran merupakan kunci tetenangan hidup !! Salah satu dari sekian sifat dan moral utama seorang manusia adalah kejujuran. Karena kejujuran merupakan dasar fundamental dalam membangun pribadi dan jati diri yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran yang dicontohkan Rasulullah bukan sekadar jujur secara situasional. Sudah jelas berbohong adalah dosa. Melainkan juga bagaimana memiliki mental jujur total dari berbagai aspek kehidupan yang dihadapi. Baik pada masa lalu, saat ini, dan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hanya kejujuran situasional rasanya gampang dilakukan selagi tidak berbuat kesalahan. Misalnya, ketika seorang pejabat ditanya megapa berambisi menjadi pejabat. Bisa saja dia berdalih “Karena ingin mengabdi untuk rakyat”. Anggap saja dia jujur, tapi apakah pada saat tidak memegang jabatan kelak bisakah jujur menerima keadaannya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak siapan mental tersebut yang membuat orang tidak berani jujur. Sehingga muncul kondisi-kondisi psikologis, seperti kecemasan, pos power sindrom, deperesi, stress dan sebagainya. Orang yang takut jujur tidak akan siap menerima transformasi mental. Terkait dengan hal tersebut Rasulullah mengingatkan secara tak langsung. Tak perlu terjerumus pada love of power apalagi ta'bid 'an siyasiyah: cinta kuasa dan menghambakan diri pada hasrat kuasa melebihi takaran. Bila perlu minimalisasi dan nihilkan hasrat kuasa itu hingga ke titik zero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berani jujur membuat kehidupan orang rumit. Mentalnya merasa dihantui perasaan takut. Contoh sepele, banyak pemimpin yang merasa takut karena anak buahnya dinilai lebih pandai. Padahal, apa susahnya jujur mengatakan “Maaf, Anda dalam hal ini lebih paham dari saya”. Karena takut jujur, akhirnya sibuk jaga imej, mencari kesalahan anak buah, bahkan, niat untuk menyingkirkan. Sikap seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang berani jujur secara situasional, tapi justru takut jujur secara mental. Misalnya tentang masa lalunya, kondisi keluarganya, dan sebagainya. Selagi tidak berani jujur, maka perasaan tersebut akan terus dibawa ke mana pun. Pikirannya selalu tidak tenang dan mental pun akan tersiksa, akibatnya akan menutup diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi sederhana, kita juga sering bertemu dengan orang-orang yang takut jujur dengan usianya. Ketika ditanya berapa usianya, jawabannya malah “diplomatis”. “Ah…masa gak bisa ngira-ngira, kurang lebih 30-an lah”. Lho, bukankah tanggal, bulan, tahun, bahkan detik kalahiran sudah pasti? kenapa harus menjadi rumit? Jelas karena mentalnya tidak berani jujur. Bagi yang takut jujur, siaplah-siaplah tidak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berbohong gampang diketahui orang lain. Tetapi tidak berani jujur dengan diri sendiri, Anda lah yang lebih tahu. Dalam sebuah hadis ditegaskan: Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Seorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur (shidiq). Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahan membawa ke neraka. Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan, akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong (kadzdzab). (H.R. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam siratan hadits-hadits Rasulullah SAW akan kita dapatkan petuah tentang betapa berartinya makna sebuah kejujuran. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk meninggalkan apa yang kita ragukan dan mengerjakan apa yang kita yakini. Dan bahwasanya kejujuran itu akan menimbulkan ketenangan jiwa sedangkan dusta selalu saja membuat jiwa pelakunya bimbang dan goncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak aneh bila kita sering menjumpai orang yang memiliki harta benda; kekayaan yang melimpah namun sangat disayang ia tidak pernah menemui kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Hal ini boleh jadi dikarenakan harta benda yang melimpah ruah itu dihasilkan dari jalan yang tidak benar atau dari hasil ketidak-jujurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu akhlaq yang sangat mendasar di dalam Islam yaitu As Siddqi (jujur), lawannya adalah al kadzibu (dusta atau bohong). Akhlaq dasar yang paling minimal yang kita miliki yang mengatakan aku beriman kepada Allah adalah jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Ego Divent Mekanisme (Pembelaan Ego) lahir dari rasa cemas. Sedangkan kecemasan itu sendiri disebabkan takut jujur pada dirinya sendiri. Rasulullah mengajarkan jujur secara total. Melalui kemuliaan ahlaknya beliau membangun nilai-niali kejujuran kepada umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur secara total bermakna menemukan titik keihlasan dari segala kondisi diri selama perjalanan hidupnya. Semoga Allah selalu membukaan pintu keihlasan dalam menerima segala perkara diri kita. Rasulullah melalui tuntutan ahlaknya membentuk kita menjadi pribadi yang jujur. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7690877655706945442?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7690877655706945442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7690877655706945442&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7690877655706945442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7690877655706945442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/kejujuran-kunci-ketenangan-hidup.html' title='Kejujuran Kunci Ketenangan Hidup'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-40879812773559141</id><published>2010-03-13T05:00:00.001-08:00</published><updated>2010-03-13T05:00:43.759-08:00</updated><title type='text'>Sekadar Mengusir Gelisah</title><content type='html'>WAJAH INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa-jiwa Indonesia berkumpullah&lt;br /&gt;Bangsa kita sedang sekarat&lt;br /&gt;Kocar-kacir diseret ambisi&lt;br /&gt;Harga diri dipancung &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme tai kucing&lt;br /&gt;Kebangsaan air kencing&lt;br /&gt;Demokrasi komat-kamit&lt;br /&gt;Reformasi amit-amit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlarilah mencari kemerdekaan jiwa&lt;br /&gt;Karena kemerdekaan adalah hak segala jiwa&lt;br /&gt;Indonesia hanya tumpukan batu karang&lt;br /&gt;Tak cocok bagi jiwa-jiwa lembut seperti kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKAN PENYAIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para birokrat asyik bercengkrama di pentas rakyat&lt;br /&gt;Pikirannya angin&lt;br /&gt;Kata-katanya debu&lt;br /&gt;Menebar pesona fatamorgana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilat saja kalimat-kalimat itu&lt;br /&gt;Kami tidak butuh rangkaian kata-kata&lt;br /&gt;Buanglah bersama sampah kemunafikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-40879812773559141?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/40879812773559141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=40879812773559141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/40879812773559141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/40879812773559141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/sekadar-mengusir-gelisah.html' title='Sekadar Mengusir Gelisah'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8848881838222702903</id><published>2010-03-13T04:58:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T04:59:26.546-08:00</updated><title type='text'>Menghitung Detik Perubahan</title><content type='html'>(Catatan Ringan Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sang waktu akan terus menyeka perjalanan detik, perjuangan adalah kisah mengisi detik kehidupan. Nikmati kebahagiaan itu sebelum detik berlalu ke ujung risau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan filsafat berpendapat “Dalam kehidupan tidak ada yang abadi, kecuali perubahan”. Tepat sekali, hidup adalah gerak perubahan. Eksistensi kita akan mati tanpa adanya perubahan. Benturan masalah membuat hati kita tegar menerima perubahan. Kadang berubah maju, tapi juga bisa bergerak pada kemunduran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdiri di tubuh dunia dalam lingkaran perubahan. Baik perubahan dalam wujud aktifitas, maupun perubahan pikiran serta perasaan. Belum lagi yang berkaitan dengan hati, sangat cepat perubahan itu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gelisah dalam detik&lt;br /&gt;Detik dalam tubuh gelisah&lt;br /&gt;Merangkak meraih ketenangan&lt;br /&gt;Bersimpuh menatap harapan&lt;br /&gt;Meratap pada masa lalu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita setiap detik hanya menghitung perubahan. Pengendalinya adalah perasaan. Pada detik ini merasa bahagia, tapi pada detik berikutunya bisa saja merasa sakit hati. Saat ini hati merasakan jatuh cinta, namun, pada saat selanjutnya cinta sudah pergi. Begitu terus berputar sampai saatnya semuanya sirna ditelan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan harap kita bisa menggenggam perasaan bahagia selamanya. Dalam hitungan detik perasaan sendiri yang merenggutnya. Perputaran poros bumi mengubah poros kehidupan kita. Di dalamnya ada nilai takdir mewarnainya. Terkadang takdir ada di titik posesif. Padahal, eksistensinya sudah begitu tegas dalam kendali di titik Arasy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita berdiri di lingkaran takdir&lt;br /&gt;Bergerak di antara kubangan nasib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan menuju yang terhapus&lt;br /&gt;Tinggalkan jejak menjemput fatamorgana baru”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik ini di manakah lingkaran perasaan kita berada? Suka atau duka? Biarlah berjalan seiring dengan porosnya. Hati akan lebih tenang jika menyambut dengan ihlas setiap perputaran rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8848881838222702903?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8848881838222702903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8848881838222702903&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8848881838222702903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8848881838222702903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/menghitung-detik-perubahan.html' title='Menghitung Detik Perubahan'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2508386615024633502</id><published>2010-03-13T04:56:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T04:57:56.699-08:00</updated><title type='text'>Kata-Kata tak Terbelenggu</title><content type='html'>Esai Mahmud Syaltut Usfa (Telah dimuat di Batam Pos, Minggu 8 Februari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku berdiri atas nama kata-kata&lt;br /&gt;Berbaris di garis depan nurani&lt;br /&gt;Berteriak pada hati&lt;br /&gt;Memeras kegelisahan&lt;br /&gt;Sekali pun tirani menyeret lidahku” &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal syair yang saya buat di atas hanyalah salah satu luapan ekspresi jiwa, betapa mendalam kata-kata memaknai suara hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa kekuatan kata-kata dalam suatu syair. Lembut tapi deras mengalir bagai air, menyebar bagai debu yang siap menerjang ke seantero jagad publik. Pada zaman Orde Baru penyair masih dipandang sebagai “duri” yang banyak mengkritik pemerintah. Banyak penyair yang dibungkam karya-karyanya. Bahkan, mereka harus siap dijebloskan ke penjara. Tak heran kalau akhirnya muncul penyair-penyair idealis, berani, dan bersuara jujur dari hati nuraninya. Bagi yang tidak berani, harus ihlas mengubur karya-karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan tulisan mereka lahir dari hati nurani, bukan sekadar berlandaskan emosional. Juga bukan lahir dari sebuah konspirasi untuk menzalimi penguasa. Idealis kokohnya bersumber pada keteguhan hati. Syair memang subjektif namun objektif dalam memotret realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa yang merasa “diusik” sangat geram, karena para penyair idealis dinilai terlalu lancang dan banyak mulut. Berbagai cara dilakukan untuk membungkam “celotehan” syairnya. Misalnya menawarkan harta serta kedudukan. Jika bergaining tidak mempan, ujungnya adalah rekayasa pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik pembunuhan kepada para panyair sering kita dengar. Misalnya, pada masa Orde Baru menimpa penyair Wiji Thukul dari Solo yang hilang tak tentu rimbanya. Almarhum WS Rendra juga langganan berurusan dengan tirani penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror terhadap para penulis dan penyair memperlihatkan kekuatan kata yang tidak bisa diremehkan. Kata dalam kehidupan yang oleh Napoleon Bonaparte pernah disebut sebagai lebih berbahaya daripada bedil. Tidak hanya di Indonesia, praktek begini pun juga terjadi di berbagai negara. Misalnya, penikaman di tengah siang bolong terhadap sastrawan Naguib Mahfouzdi di sebuah jalan Kairo ketika sedang kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan sastra dan kata juga kembali menampakkan diri ketika misi delapan penulis ke daerah otonom ditahan oleh pemerintah Israel. Ketika pengarang Portugis, Saramago, yang turut dalam delegasi tersebut membandingkan Ramallah dengan Auschwitz, pernyataan yang kemudian dikenal dengan "Peristiwa Saramago".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan kata dan sastra ini pun nampak dari pembunuhan Cak Durasim, pemain ludruk dari Surabaya oleh pemerintah militerisme Jepang pada masa Perang Dunia II karena ucapan seniman ludruk itu:&lt;br /&gt;"pagupon umahe doro/melu nippon tambah sengsoro". (Ikut Jepang tambah sengsara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian di atas menunjukkan besarnya pengaruh kata dan sastra. Pada saat ini hampir tidak pernah terdengar kekuatan syair yang “menggigit kuping” pemerintah. Sejak terbukanya pintu reformasi terkesan kritikan penyair sudah tumpul. “Kalau hanya mengkritik pemerintah tak perlu suara penyair, tukang becak saja berani” begitu sindiran masyarakat saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran reformasi membuat para penyair ibarat burung perkutut yang dilepas dari sangkarnya. Ketika masih dalam kandang suaranya dipuji habis-habisan. Sangkarnya terjaga, tubuhnya dirawat, dan makanannya diperhatikan. Tidak perlu susah-susah cari makan, hanya modal suara merdu dijamin dieluk-elukkan, dimanjakan sang majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitu pintu kebebasan dibuka lebar-lebar, suaranya sudah tak semerdu dulu lagi. Sama saja dengan burung-burung lainnya. Tidak ada yang menyanjung, tepukan gempita sudah tak terdengar lagi. Jangan harap makanan akan dihantar, silahkan cari sendiri di tengah luasnya hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang rangkaian kata-kata hanya sebuah seni. Pejabat yang dulu sering dikritik, malah sekarang juga asyik membuat syair tentang keadilan. Era sudah berubah !! Begitu pandangan yang paling tepat saat ini. Para penyair perlu mengorganisasi diri, agar syair menjadi lebih efektif lagi dalam menciptakan pendapat umum yang bebas. Dari sini kita perlu melihat peranan seniman yang berdaulat di hadapan kekuasaan mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu sangat sepakat “Syair bukan hanya soal kritik”. Namun, sebagai seniman pastinya memiliki kepakaan dalam memotret realitas kehidupan. Juga tidak hanya memotret kebijakan pemerintah yang salah kaprah, tapi juga memotret tentang cinta, jiwa, serta seluk beluk hati manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair bukan sekadar rangkaian kata-kata indah. Ada kekuatan yang bersumber dari kesucian hati. Kejujuran adalah modal pokok. Syair tetaplah kata-kata dahsyat. Tidak akan lenyap dari peredaran zaman apa pun. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2508386615024633502?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2508386615024633502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2508386615024633502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2508386615024633502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2508386615024633502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/kata-kata-tak-terbelenggu.html' title='Kata-Kata tak Terbelenggu'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1606151046670366922</id><published>2010-03-13T04:53:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T04:54:27.603-08:00</updated><title type='text'>Teguran Tanda Perhatian</title><content type='html'>(Catatan Muhasabah Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap shalat jum’at saya memiliki kebiasaan berinfaq melalui kotak amal. Hari Jum’at kemarin (12 Februari 2010) agak berbeda. Uang di dompet paling kecil nominal Rp. 20.000. Wah, pada saat itu rasanya berat mengeluarkan nilai segitu. Karena memang lagi dibutuhkan. Tapi karena gak ada lagi, akhirnya dipaksakan ihlas. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, agak berat dalam keadaan butuh harus berinfaq dengan nila agak besar. Maunya jumlah kecil tapi ihlas. Harapannya lagi, biar kecil asal bisa ke surga. Ah…Itu sih sudah jadi lelucon basi. Karena terdesak akhirnya berlaku juga sebagi pembelaan diri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dipaksakan agar ihlas ! ihlas ! dan ihlas ! Begitu kotak infaq sampai pada giliran saya langsung uang Rp. 20.000 diceburkan ‘plung !!’ “Hah…lega, toh nanti Allah akan mengganti berlipat ganda kok!!” pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat jum’at langsung ke tempat kerja. Di situlah cikal bakal duitku harus melorot secara estafet. Pertama, begitu sampai di kantor, teman langsung menyodorkan celana Levis 501 minta tolong agar dibeli. Harganya Rp. 650.000. Gila !! untuk apa saya membeli celana harga mahal seperti itu. Apalagi saya gak begitu ‘nafsu’ pada mode. Dalam hal berpakaian saya termasuk laki-laki yang suka berpakaian simple-simple dan sederhana saja. Apa adanya, yang penting nyaman dipakai badan sudah cukup !! Tapi, karena teman minta tolong, akhirnya saya beli juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari kantor, di tengah perjalanan tiba-tiba ban motor saya bocor. Dibawa ke bengkel dan ditambal. Alhamdulillah selamat bisa pulang. Tapi, selang satu hari ban motor bocor lagi. Setelah dibawa ke tambal ban ternyata yang baru ditambal kemarin bocor parah. Gara-garanya, tukang tambal di bengkel kemarin salah bahan tambalannya. Tarpaksa harus ganti ban baru. Sorenya, saya cuci motor ke tempat cucian langganan. Begitu selesai, langsung saya bayar harga biasa Rp. 6000. Ternyata harganya sudah naik menjadi Rp. 7000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah…saya kan sudah berinfaq lebih, kok ada saja yang membuat duit keluar, pasti Allah ada maksud lain untuk kebaikan saya.” Begitu yang terus menerus saya pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari Senin (15 Februari 2010) saya masuk kerja seperti biasa. Pakaian agak kusut karena dari siang hingga tengah malam disimpan di jok motor. Saya biasa mencuci pakain di tempat adik di Batam Center. Pakaian yang sudah kering langsung dibawa pulang. Biasanya disimpan di jok motor. Tak heran, begitu sampai di rumah menjadi kusut. Apalagi pada Malam Senin itu saya manggung (main band) mulai siang hingga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi pakaian tersebut harus dipakai. Benar-benar terlihat kusut. Untung teman-teman kerja sangat perhatian dan sangat baik pada saya. Mereka sudah sangat akrab, karena saya selalu berusaha tidak membuat jarak. Salah satu dari teman memanggil saya. “Pak, maaf pakaiannya kok kusut, gak disetrika ya..?” tanyanya dengan pandangan perhatian. “Oo…kusut ya? Dari siang sampai malam pakaian ini disimpan di jok motor, malam-malam baru nyampai rumah jadi gak memperhatikan.” Jawabu dengan nada berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai rumah, pakaian-pakaian yang sudah rapi saya setrika lagi. Sekarang seluruh pakaian-pakaian di lemari sangat rapi, licin, dan tidak kusut lagi. Insya Allah saya akan terus lebih memperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, ternyata teguran teman tersebut merupakan bentuk perhatian untuk kebaikan saya. Teguran membuat makin sadar dan berubah ke arah lebih baik lagi. “Terima kasih atas perhatiannya.” Ucapku sambail senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya berpikir, mungkin Allah juga menegur karena merasa sayang. Agar saat berinfaq harus lebih ihlas lagi. Dengan berbagai rentetan kejadian yang harus mengeluarkan duit, bisa saja bermakna merapikan hati saya dari rasa ihlas. Siapa tahu hati saya sekarang sudah tidak kusut, sudah rapi, serta licin seperti pakaian di lamari, insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1606151046670366922?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1606151046670366922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1606151046670366922&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1606151046670366922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1606151046670366922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/teguran-tanda-perhatian.html' title='Teguran Tanda Perhatian'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2176423417389541078</id><published>2010-03-13T04:50:00.000-08:00</published><updated>2010-03-13T04:55:22.321-08:00</updated><title type='text'>Ketika Sang Malam Menyandarkan Cinta</title><content type='html'>(Catatan Hati Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mengisahkan sejuta suka. Tapi, sejuta luka juga kerap mengiris hati. Tatapan cinta seruncing busur panah Rahwana, dan setajam pedang Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Bila kebahagiaan menghampiri membuat jiwa mabuk kepayang. Terkadang diri harus disingkirkan. Sebaliknya, ketika hati terluka, diri terasa hina bagai sampah terbuang di mata dunia. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Datanglah untuk tidak terbuang&lt;br /&gt;Malang hati di ambang sengsara&lt;br /&gt;Tak elok membuang rasa saat hati teriris&lt;br /&gt;Cinta memuliakan diri, bukan menistakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah cinta yang sudah melegenda di dunia. Sebut saja kisah Qais dan Laila, Sampek Engtay, Romeo &amp; Juliet, dan seabrek kisah romantis lainnya. Belum lagi yang datang pada zaman berbeda. Semua kisahnya adalah legenda lara hati dalam perjalanannya. Sementara yang berujung bahagia kadang luput dari legenda zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak akan binasa sekalipun zaman berubah warna. Kesetiaan adalah kunci hidupnya cinta. Allah yang mendatangkan cinta sebagai mawaddah werahmah. Kita sebagai hamba wajib menjaga keluhuran cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai yang Maha Pengasih&lt;br /&gt;Raja Diraja Para Pecinta&lt;br /&gt;Engkau yang menganugerahkan cinta&lt;br /&gt;Aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja “Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa, sehingga, sekali pun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah proses. Butuh ketegasan mengungkapkannya. Berbelit-belitnya cinta karena kuatnya unsur subjektif. Sekalipun tanda-tanda sudah sangat jelas, tetap saja hati risau mengungkapkan dengan kata tegas. Apa sih susahnya mengatakan “Aku cinta padamu”. Kita hanya menunggu jawaban “Iya” atau “Tidak” maka semua akan selesai. Karena cinta adalah kesepakatan. Tapi nyatanya tak semudah itu!! Justru prosesnya yang membuat perjalanan cinta menjadi indah, walau harus rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat cinta datang siapkan pedang di sayapnya agar bisa menghunus kegelisahan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari rasa. Bisa pandangan, sikap, rasa simpati, pertemanan, atau bermula secara kebetulan. Bermacam latar belakang bisa melahirkan rasa cinta. Selanjutnya muncul getaran hati. Kadang mata tak melihat tapi hatinya menatap. Telinga bagai tak mendengar tapi hatinya menyimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Getaran itu bukan nada hati biasa&lt;br /&gt;Menjalar guncangkan rasa&lt;br /&gt;Hati berdetak teramat dahsyat&lt;br /&gt;Lidah membisu terkunci perasaan&lt;br /&gt;Hanya hati yang berjalan menuntun gelisah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ada manakala kejujuran tersadar. Saat hadir serahkan pada logika untuk meluruskan perasaan. Jika tidak segera diluruskan, siap-siaplah kehilangan kesempatan. Cinta butuh ketegasan, tidak bisa terus menerus menyimpannya dalam terangnya hati. Bisa-bisa semua yang terang akan kembali ke ruang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berat memulai jika perasaan terus menerus menghitung logika. Terbukalah!! tak perlu menjaga gengsi siapa yang harus memulai. Bermain kata-kata hanya akan menghambarkan perasaan cinta. Apalagi hanya berharap dari permainan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat kata-kata berbaring di antara tumpukan harapan&lt;br /&gt;Hati tak henti-hentinya mengelus kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syairku sudah berlabuh di ujung do’a&lt;br /&gt;Mungkin saja sudah terhempas diterjang risau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah di mana nadanya&lt;br /&gt;Mungkin saja pergi bersama gelisah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya cinta itu hadir jika harus disembunyikan di ruang kegelapan. Padahal di ruang hati sangat benderang menyambut datangnya kebahagiaan. Kegelisahan dan menyembunyikan kejujuran adalah sebuah penyiksaan hati. Takdir terkadang harus disalahkan karena dipandang tak berpihak pada hati. Padahal, jika hasrat tak mampu ditundukkan hati, akan menjadikan lupa akan hakikat hidup kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada detik ini lidahku tak mampu mengucapkan “Aku jatuh cinta padamu” tapi pada detik kemarin qalbuku berulang-ulang berucap “Aku jatuh cinta padamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan Qais yang mampu menjadikanmu Laila. Aku bukan Romeo yang sanggup mewujudkanmu Juliet. Aku hanya laki-laki yang punya hati. Cinta bisa datang dan pergi kapan saja walau tak dikehendaki. Aku bukan Qais, juga bukan Romeo, tapi perasaan cintaku setahta dengan sang legenda cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2176423417389541078?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2176423417389541078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2176423417389541078&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2176423417389541078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2176423417389541078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/03/ketika-sang-malam-menyandarkan-cinta.html' title='Ketika Sang Malam Menyandarkan Cinta'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1063734319307892177</id><published>2010-02-08T06:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T06:55:48.231-08:00</updated><title type='text'>Sajak Sufistik - Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>KABAR UNTUK HATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar hati…?&lt;br /&gt;Sudah lama aku tidak memikirkanmu&lt;br /&gt;Masihkah kau gelisah seperti dulu…? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah menemukan sang sandaranmu&lt;br /&gt;Dia akan menyeka keringat kegelisahanmu&lt;br /&gt;Menampa air matamu agar tak tersentuh debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut menerima kejujurannya&lt;br /&gt;Dia berjalan di atas garis siratal mustaqim&lt;br /&gt;Sekalipun seribu duri menusuk mata batinnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya azza wajallah….&lt;br /&gt;Letakkan takdir itu di pundakku sebagai amanat&lt;br /&gt;Akan kupapah sampai ke garis lauhil mahfuz&lt;br /&gt;Akan kupertanggung jawabkan hingga ke hulu Ars-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai hati…&lt;br /&gt;Bersiaplah menyambut seribu satu kisah perjalanan takdir&lt;br /&gt;Tak perlu menghitung kesempurnaan dari yang sudah sempurna&lt;br /&gt;Dekaplah kebahagiaan dengan erat&lt;br /&gt;Agar tak lepas direnggut perasaan risau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAJAH ITU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat wajah itu&lt;br /&gt;Dari balik jendela hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih seperti dulu&lt;br /&gt;Pikirannya bercengkrama dengan angin&lt;br /&gt;Detak langkahnya diusik kegelisahan&lt;br /&gt;Menyimpan luka yang terus dibisukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut, terus ditakuti ketakutan&lt;br /&gt;Bayang menghalang terus membayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran tak memiliki makna benar lagi&lt;br /&gt;Hanya mampu berteriak pada bayangan&lt;br /&gt;Padahal kebenaran semanis senyumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1063734319307892177?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1063734319307892177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1063734319307892177&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1063734319307892177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1063734319307892177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/02/sajak-sufistik-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Sajak Sufistik - Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8934611655796509097</id><published>2010-02-08T06:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T06:49:04.828-08:00</updated><title type='text'>Visit Batam 2010, Visit Imej Wisata</title><content type='html'>Opini Batam Pos, Rabu, 27 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat Visit Batam 2010 makin marak. Genderang untuk mendongkrak sektor wisata terus ditabuh. Di berbagai media, spanduk, even dan publikasi lainnya tiada henti. Dinas Pariwisata Kota Batam juga bekerja maksimal tanpa lelah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara pariwisata sangat erat hubungannya dengan psikologis. Kita pasti sepakat, bahwa tujuan pariwisata adalah untuk mendapatkan rekreasi. Namun, bukan berarti bersenang-senang, melainkan secara harfiah adalah diciptakan kembali (re-kreasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain menciptakan kembali atau memulihkan kekuatan dirinya, baik fisik maupun spiritual. Batam banyak memiliki tempat wisata menarik. Mulai dari keindahan alam, wisata religi, shoping, sampai yang bersifat hiburan. Tentunya kondisi tersebut merupakan modal potensial dalam menggaet wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, salah satu modal terbesar dalam dunia wisata adalah adanya kekuatan area psikologis yang kuat pada daerah bersangkutan. Sehingga sangat berpengaruh terhadap perasaan, motivasi, kognisi bahkan sikap wisatawan sebelum menginjakkan kaki di daerah tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil saja contoh Jogjakarta. Sangat melekat dengan kota budaya dan pelajar. Ketika orang ingin berkunjung ke Jogja, area psikologisnya sudah terasa. Kondisi seperti itu akan berpengaruh pada sikap, bahwa kalau sampai di Jogja nanti harus santun serta bersikap terpelajar. Sasaran wisatanya pun juga jelas, yaitu berwisata budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, Kota Malang terkenal sebagai kota dingin. Daerah wisata banyak difokuskan di puncak. Sampai-sampai sebelum berangkat ke Malang orang sudah merasakan dingin lebih dahulu. Menciptakan imej pada area psikologis ini sangat penting. Karena akan mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat orang yang akan berangkat ke tempat ibadah, pasti jiwa dan hatinya sudah muncul kepasrahan kepada Tuhan. Cara jalannya pun sudah berpengaruh. Berbeda apabila orang mau berangkat ke diskotik, pikirannya dipenuhi perasaan enjoy bahkan nafsu maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa imej psikologis Batam? Setidaknya ada tiga yang masih melekat pada area psikologis masyarakat luar. Pertama, Batam masih dipandang sebagai kota ”surga elektronik” termasuk barang-barang seken Singapura. Ketika akan berkunjung ke Batam perasaan yang melekat adalah belanja elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, sekarang pada realitasnya sudah mulai bergeser. Harga barang-barang elektronik sudah hampir tidak ada bedanya dengan kota-kota lain di luar Batam. Begitu juga kawasan perdagangan barang-barang seken sudah makin menyusut seiring dengan adanya penertiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imej kedua, maaf, kita tidak bisa menampik hingga saat ini imej Batam masih melekat sebagai kota hiburan dan maksiat. Sangat sedih apabila melihat orang-orang berkunjung ke Batam lebih banyak ”buang hajat” ketimbang menikmati objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Batam selalu dikait-kaitkan kedekatannya (secara geografis) dengan Singapura. Pemandangan kota pulau tersebut menjadi daya tarik para pendatang. Bahkan, sekadar ”ngintip” Singapura saja sudah senang. Di posisi ini Batam hanya menjadi sebuah objek yang daya tarik terbesarnya tetap Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah imej tersebut mau dirubah atau tetap dipertahankan? Imej dalam suatu daerah adalah bagian dari kepribadian. Taruhannya adalah harga diri. Membangun imej tidak semudah membangun infrastruktur. Sebagai warga Batam pasti malu jika melihat wisatawan berprilaku seenaknya. Akhirnya daerah kita tidak memiliki kewibawaan. Ini terjadi karena salah membentuk imej.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visit Batam 2010 adalah pekerjaan rumah besar dalam membangun area psikologis wisata Batam. Tantangan ke depan tidak hanya pengembangan mutu lingkungan. Walau harus diakui dalam industri pariwisata, lingkungan itulah yang sebenarnya dijual. Karakter lingkungan akan memunculkan imej psikologis bagi para wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempromosikan lokasi-lokasi wisata adalah sebagai pelengkap. Karena di daerah-daerah lain juga memiliki fasilitas yang sama, bahkan lebih. Sebut saja jembatan Barelang. Itu hanya sebuah ikon (master face). Kalau terlalu ditonjolkan malah terlihat ketinggalan jauh dibanding Jembatan Ampera di Palembang atau Jembatam Suramadu di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya dukung lingkungan pariwisata dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tujuan wisatawan dan faktor lingkungan biofisik lokasi pariwisata. Dengan adanya tujuan khusus, di samping ingin mendapatkan hiburan, wisatawan tentulah mengharapkan untuk mencapai tujuan khusus. Harapan itu akan menciptakan suatu kondisi psikologi tertentu pada wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari kondisi yang ada, Batam sangat tepat apabila membangun imej psikologis melalui ”pelangi budaya”. Keaneka ragaman budaya dari seluruh Indonesia sudah terbentuk di Batam. Ini merupakan nilai plus yang tidak dimiliki daerah lain. Menggali dan menampakkan keberagaman seni budaya adalah cara jitu membangun emej.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun imej melalui sendi-sendi budaya merupakan cara santun “mengajari” para wisatawan bersikap. Dengan keberagaman budaya daerah lain, maka akan banyak cahaya budaya masuk ke sendi-sendi masyarakat. Sehingga budaya Melayu sebagai budaya lokal tinggal memayunginya. Tentu saja dibutuhkan power agar masyarakat luar sadar dan akhirnya secara psikologis terkondisi persepsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apapun budaya yang dimiliki oleh kota tersebut harus dikendalikan, dipupuk, dan disemarakkan. Sehingga cahaya-cahaya budaya terus mengalir ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ini merupakan bagian sangat penting untuk menyeimbangkan dengan pembangunan tempat-tempat wisata (rekreasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Batam membutuhkan ”cahaya kuat” untuk memancarkan sendi-sendi budaya agar terus masuk ke jantung imej masyarakat luar. Memberdayakan budaya daerah suatu keharusan. Tidak jadi persoalan sekalipun dimulai dari persembahan serimonial. Pagelaran serimonial baik tarian, karya sastra, kompang, sampai pakaian dan lain-lain merupakan cara pengumpulan serpihan-serpihan budaya yang ada. Asal terus dikembangkan dan bukan sekadar pageleran sambil lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap Visit Batam 2010 tidak hanya membangun tempat-tempat wisata. Melainkan juga membangun suatu imej yang masuk ke area psikologis wisatawan. Dengan kerja keras pemerintahdan dukungan masyarakat, bukan mustahil kondisi tersebut bisa dicapai. Visit Batam 2010 ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8934611655796509097?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8934611655796509097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8934611655796509097&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8934611655796509097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8934611655796509097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/02/visit-batam-2010-visit-imej-wisata.html' title='Visit Batam 2010, Visit Imej Wisata'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1678098007964327880</id><published>2010-01-28T09:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T09:03:54.699-08:00</updated><title type='text'>Hobi Musik Jadi Bisnis</title><content type='html'>Batam Pos, Minggu, 01 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Syaltut Usfa, Pemilik Fazriel Music Studio&lt;br /&gt;Bermula dari hobi bermusik, Mahmud Syaltut Usfa mulai berbisnis studio musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ANDRIANI, Wartawan Batam Pos&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara menjamurnya grup band di Kota Batam terselip peluang bisnis rental studio musik untuk ajang berlatih. Peluang bisnis inilah yang coba ditangkap oleh Mahmud Syaltut Usfa. Ia dan saudaranya bekerjasama mendirikan Fazriel Music Studio, rental &amp;amp; entertainment di Tiban Kampung 12 Oktober 2009. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, begitu dibuka banyak anak-anak band yang mau berlatih musik di studio musik miliknya. Utamanya saat pulang sekolah hingga malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau akhir pekan, anak band yang mau menyewa studio musik harus rela mengantre. Studio musik milik Syaltut berbeda dengan studio  musik kebanyakan di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studio musik Fazriel berstandar musisi. Dengan kondisi seperti ini anak-anak band yang berlatih musik bisa nyaman bermain musik. ”Saya tidak ingin menyediakan studio musik yang asal-asalan meski mereka yang main musik di studio musik kebanyakan para pemula,”kata Syaltut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua alat-alat musik di sini serba baru. Tidak ada yang seken dan full AC. Selain itu ruangannya juga kedap suara dengan sangat standar. Semuanya dilapisi peredam suara. Dengan begitu suara dari luar tidak mengganggu anak band yang sedang berlatih musik. Sebaliknya, suara bising dari studio musik juga tidak terdengar oleh tetangga di kiri dan kanan studio musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menghadirkan studio musik berkualitas standar musisi Syaltut harus mengeluarkan modal sekitar Rp30 jutaan hanya untuk satu ruang studio musik. Ke depan Fazriel Music Studio ini akan dilengkapi dengan fasilitas rekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha studio musik yang dirintis Syaltut tidak terlepas dari hobinya. Pria asal Bawean, Jawa Timur ini mengaku sudah mulai bermain musik sejak kelas 4 SD. Hobinya bermain musik terus dilakoni sampai beranjak remaja hingga duduk di bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang, jurusan Psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun saat kini sudah sibuk bekerja  di Hang Nadim Malay School. Bermain musik sudah seperti menjadi bagian hidup yang tidak bisa dilepaskan. “Ini usaha komunitas. Saya enjoy dengan usaha seperti ini,” kata Syaltut, Pemilik Fazriel Music Studio di Tiban Kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di studio musik Fazriel, tak hanya anak remaja yang sudah jago ngeband yang jadi langganannya. Ada juga anak-anak yang datang baru belajar musik.  ”Ada anak yang minta diajari main gitar, ya saya ajari, ” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja Syaltut mengaku hanya bisa mengajari beberapa anak saja. Maklum saja saat ini Syaltut juga sibuk menahkodai Hang Nadim Malay School. Biasanya saya berada di studio musik sehabis pulang kerja, di atas jam empat sore. Meski sudah sehari bekerja Syaltut tetap semangat mengurus usahanya. ”Sudah cita-cita saya punya studio musik. Di sini saya juga bisa latihan,” katanya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1678098007964327880?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1678098007964327880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1678098007964327880&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1678098007964327880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1678098007964327880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/hobi-musik-jadi-bisnis.html' title='Hobi Musik Jadi Bisnis'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-841405502117356008</id><published>2010-01-27T08:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:35:54.274-08:00</updated><title type='text'>Visit Batam 2010, Visit Imej Wisata</title><content type='html'>Opini Batam Pos, Rabu, 27 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat Visit Batam 2010 makin marak. Genderang untuk mendongkrak sektor wisata terus ditabuh. Di berbagai media, spanduk, even dan publikasi lainnya tiada henti. Dinas Pariwisata Kota Batam juga bekerja maksimal tanpa lelah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara pariwisata sangat erat hubungannya dengan psikologis. Kita pasti sepakat, bahwa tujuan pariwisata adalah untuk mendapatkan rekreasi. Namun, bukan berarti bersenang-senang, melainkan secara harfiah adalah diciptakan kembali (re-kreasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain menciptakan kembali atau memulihkan kekuatan dirinya, baik fisik maupun spiritual. Batam banyak memiliki tempat wisata menarik. Mulai dari keindahan alam, wisata religi, shoping, sampai yang bersifat hiburan. Tentunya kondisi tersebut merupakan modal potensial dalam menggaet wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, salah satu modal terbesar dalam dunia wisata adalah adanya kekuatan area psikologis yang kuat pada daerah bersangkutan. Sehingga sangat berpengaruh terhadap perasaan, motivasi, kognisi bahkan sikap wisatawan sebelum menginjakkan kaki di daerah tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil saja contoh Jogjakarta. Sangat melekat dengan kota budaya dan pelajar. Ketika orang ingin berkunjung ke Jogja, area psikologisnya sudah terasa. Kondisi seperti itu akan berpengaruh pada sikap, bahwa kalau sampai di Jogja nanti harus santun serta bersikap terpelajar. Sasaran wisatanya pun juga jelas, yaitu berwisata budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, Kota Malang terkenal sebagai kota dingin. Daerah wisata banyak difokuskan di puncak. Sampai-sampai sebelum berangkat ke Malang orang sudah merasakan dingin lebih dahulu. Menciptakan imej pada area psikologis ini sangat penting. Karena akan mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat orang yang akan berangkat ke tempat ibadah, pasti jiwa dan hatinya sudah muncul kepasrahan kepada Tuhan. Cara jalannya pun sudah berpengaruh. Berbeda apabila orang mau berangkat ke diskotik, pikirannya dipenuhi perasaan enjoy bahkan nafsu maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa imej psikologis Batam? Setidaknya ada tiga yang masih melekat pada area psikologis masyarakat luar. Pertama, Batam masih dipandang sebagai kota ”surga elektronik” termasuk barang-barang seken Singapura. Ketika akan berkunjung ke Batam perasaan yang melekat adalah belanja elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, sekarang pada realitasnya sudah mulai bergeser. Harga barang-barang elektronik sudah hampir tidak ada bedanya dengan kota-kota lain di luar Batam. Begitu juga kawasan perdagangan barang-barang seken sudah makin menyusut seiring dengan adanya penertiban.&lt;br /&gt;Imej kedua, maaf, kita tidak bisa menampik hingga saat ini imej Batam masih melekat sebagai kota hiburan dan maksiat. Sangat sedih apabila melihat orang-orang berkunjung ke Batam lebih banyak ”buang hajat” ketimbang menikmati objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Batam selalu dikait-kaitkan kedekatannya (secara geografis) dengan Singapura. Pemandangan kota pulau tersebut menjadi daya tarik para pendatang. Bahkan, sekadar ”ngintip” Singapura saja sudah senang. Di posisi ini Batam hanya menjadi sebuah objek yang daya tarik terbesarnya tetap Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah imej tersebut mau dirubah atau tetap dipertahankan? Imej dalam suatu daerah adalah bagian dari kepribadian. Taruhannya adalah harga diri. Membangun imej tidak semudah membangun infrastruktur. Sebagai warga Batam pasti malu jika melihat wisatawan berprilaku seenaknya. Akhirnya daerah kita tidak memiliki kewibawaan. Ini terjadi karena salah membentuk imej.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visit Batam 2010 adalah pekerjaan rumah besar dalam membangun area psikologis wisata Batam. Tantangan ke depan tidak hanya pengembangan mutu lingkungan. Walau harus diakui dalam industri pariwisata, lingkungan itulah yang sebenarnya dijual. Karakter lingkungan akan memunculkan imej psikologis bagi para wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempromosikan lokasi-lokasi wisata adalah sebagai pelengkap. Karena di daerah-daerah lain juga memiliki fasilitas yang sama, bahkan lebih. Sebut saja jembatan Barelang. Itu hanya sebuah ikon (master face). Kalau terlalu ditonjolkan malah terlihat ketinggalan jauh dibanding Jembatan Ampera di Palembang atau Jembatam Suramadu di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya dukung lingkungan pariwisata dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu tujuan wisatawan dan faktor lingkungan biofisik lokasi pariwisata. Dengan adanya tujuan khusus, di samping ingin mendapatkan hiburan, wisatawan tentulah mengharapkan untuk mencapai tujuan khusus. Harapan itu akan menciptakan suatu kondisi psikologi tertentu pada wisatawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dari kondisi yang ada, Batam sangat tepat apabila membangun imej psikologis melalui ”pelangi budaya”. Keaneka ragaman budaya dari seluruh Indonesia sudah terbentuk di Batam. Ini merupakan nilai plus yang tidak dimiliki daerah lain. Menggali dan menampakkan keberagaman seni budaya adalah cara jitu membangun emej.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun imej melalui sendi-sendi budaya merupakan cara santun “mengajari” para wisatawan bersikap. Dengan keberagaman budaya daerah lain, maka akan banyak cahaya budaya masuk ke sendi-sendi masyarakat. Sehingga budaya Melayu sebagai budaya lokal tinggal memayunginya. Tentu saja dibutuhkan power agar masyarakat luar sadar dan akhirnya secara psikologis terkondisi persepsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apapun budaya yang dimiliki oleh kota tersebut harus dikendalikan, dipupuk, dan disemarakkan. Sehingga cahaya-cahaya budaya terus mengalir ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ini merupakan bagian sangat penting untuk menyeimbangkan dengan pembangunan tempat-tempat wisata (rekreasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Batam membutuhkan ”cahaya kuat” untuk memancarkan sendi-sendi budaya agar terus masuk ke jantung imej masyarakat luar. Memberdayakan budaya daerah suatu keharusan. Tidak jadi persoalan sekalipun dimulai dari persembahan serimonial. Pagelaran serimonial baik tarian, karya sastra, kompang, sampai pakaian dan lain-lain merupakan cara pengumpulan serpihan-serpihan budaya yang ada. Asal terus dikembangkan dan bukan sekadar pageleran sambil lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap Visit Batam 2010 tidak hanya membangun tempat-tempat wisata. Melainkan juga membangun suatu imej yang masuk ke area psikologis wisatawan. Dengan kerja keras pemerintah dan dukungan masyarakat, bukan mustahil kondisi tersebut bisa dicapai. Visit Batam 2010 ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-841405502117356008?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/841405502117356008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=841405502117356008&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/841405502117356008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/841405502117356008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/visit-batam-2010-visit-imej-wisata.html' title='Visit Batam 2010, Visit Imej Wisata'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6823028424018140855</id><published>2010-01-23T11:21:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T11:22:22.740-08:00</updated><title type='text'>SAMA-SAMA SENANG</title><content type='html'>Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini selalu diciptakan berpasang-pasangan. Ada siang-malam, suka-benci, mulia-hina, dan seterusnya. Ada orang yang melakukan perbuatan bertentangan tapi keduanya dinilai sama-sama menyenangkan. Misalnya, ada orang merasa sanang karena menikah, tapi juga ada yang merasa senang karena bercerai. Merasa senang karena keluar dari tempat kerja lama, tapi merasa senang diterima di tempat kerja baru. Ada juga yang merasa senang mendapat pacar baru, tapi juga merasa senang putus dengan pacar lamanya. Banyak contoh-contoh lain seperti di atas. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja perasaan senang yang dimaksud adalah secara permukaannya. Bukan berkaitan dengan suasana hati atau keihlasan menerima situasi keduanya. Kalau urusan hati sangat subjektif tidak mudah dijabarkan atau dinilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dialami oleh saya. Pada Hari Kamis, 21 Januari 2010, ada seorang ibu berkonsultasi tentang anaknya yang masih duduk di kelas I SD. Sebelumnya juga sering konsultasi, tapi saat itu merasa senang karena anaknya sudah mengalami perubahan. Termasuk tetangga-tetangganya juga menilai positif perubahan anaknya. Dia bilang kalau sekarang sudah tenang termasuk menjalankan bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai konsultasi, dia pulang tapi tak lama kemudian pembantunya menemui saya dan menyodorkan amplop (duit). “Pak, ini dari ibu.” Ujarnya sambil tersenyum. “Gak usah, sampaikan ke ibu, saya mengucapkan terima kasih.” Jawab saya dengan suara pelan. Perasaan saya ketika itu sangat senang karena bisa membantu orang tanpa mengharap materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian besoknya, pada Hari Jum’at, 22 Januari 2010, ada seorang bapak datang ke tempat kerja saya. Dia minta tolong karena motornya lagi mogok dan harus dibawa ke bengkel. Tapi, persoalannya dia tidak punya uang. “Saya hanya bawa uang Rp. 3000 pak, pinjam dulu sekitar bulan depan saya bayar.” Ujarnya dengan nada memohon. “Bapak butuh uang berapa?” tanyaku. Dia bilang butuh Rp. 50.000. “Maaf pak, saya hanya bisa membantu Rp. 20.000, ambil saja gak usah pinjam.” Jawab saya sambil menyodorkan uang. Ketika itu saya memang lagi pas-pasan bawa duit karena ada kebutuhan lain untuk membayar ongkos jahit pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sikap yang saya lakukan sama-sama menyenangkan walau keduanya bertentangan. Sikap yang satu menolak tapi sikap satunya memberi. Tapi, apakah saya ihlas? Insya Allah, tapi yang pasti saya sudah melakukan dua sikap bertentangan dengan satu tujun “Merasa Senang”. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6823028424018140855?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6823028424018140855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6823028424018140855&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6823028424018140855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6823028424018140855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/sama-sama-senang.html' title='SAMA-SAMA SENANG'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5487985366932203943</id><published>2010-01-22T11:26:00.001-08:00</published><updated>2010-01-22T11:29:21.562-08:00</updated><title type='text'>Imam Syafii, Guru dan Ayam</title><content type='html'>(Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi guru memang harus siap dinilai. Baik oleh siswa-siswinya maupun oleh orangtua mereka. Tidak hanya pintarnya, namun juga sikap ketika mengajar. Banyak teori dikemukakan para ahli pendidikan maupun psikologi agar bisa menjadi guru hebat. Tentunya teori mereka sangat dahsyat. Namun, tahukah Anda kalau ingin menjadi guru hebat kuncinya sederhana, yaitu harus ihlas, jujur atau tidak akal-akalan memberi ilmu ke siswanya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda mampu menerapkanya, dijamin akan disayang dan dikagumi murid-muridnya. Tapi sebaliknya, sehebat apapun ilmu yang Anda miliki namun tidak mampu menerapkannya, siap-siaplah ditinggal murid-muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dikisahkan, pada suatu hari Imam Syafii mencari seorang guru yang sangat termasyhur ilmunya. Saking hebatnya, Imam Syafii sampai begitu penasaran ingin menuntut ilmu kepadanya. Berangkatlah dia menuju rumah sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah sampai di kampung guru tersebut dia bertanya kepada penduduk setempat. “Di mana rumah guru yang sangat terkenal itu? Saya mau berguru padanya.” Tanya Imam Syafii kepada salah seorang penduduk. “O…di sana, terus saja jalan lurus tak jauh dari sini rumahnya akan kelihatan.”jawab orang itu sambil menunjukkan arah jalan dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafii langsung bergegas mengikuti arah yang ditunjuk. Benar, dari jauh dia melihat sang guru sedang memberi makan ayam. Namun, ada yang janggal sehingga membuat Imam Syafii menghentikan langkahnya. Dia terus memperhatikan sang guru saat memberi makan ayam dengan seksama dari jarak jauh. Sang guru tersebut terus memberi makan ayam-ayamnya, kemudian begitu ayam-ayam itu makan langsung ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian itu Imam Syafii jadi berpikir “Guru itu tidak ihlas dan akal-akalan memberi makan ayam-ayamnya. Kalau mau ditangkap kenapa tidak langsung saja, kenapa harus pura-pura memberi makan. Kalau dia tidak jujur kapada ayam-ayamnya, jangan-jangan nanti dia juga akal-akalan memberi ilmu ke saya. Lebih baik batal saja menuntut ilmu ke dia.” Begitu yang ada dalam pikiran Imam Syafii sambil melangkahkan kakinya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan ini bisa memberi hikmah kepada para pendidik. Saat memberi ilmu berikanlah dengan jujur. Berilah sentuhan dengan jujur, karena sentuhan yang jujur akan mampu masuk ke dalam hati nurani anak didik kita. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5487985366932203943?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5487985366932203943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5487985366932203943&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5487985366932203943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5487985366932203943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/imam-syafii-guru-dan-ayam.html' title='Imam Syafii, Guru dan Ayam'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4948984095883297399</id><published>2010-01-22T11:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T11:26:00.211-08:00</updated><title type='text'>Masih Tentang Takdir - Muhasabah-Ku</title><content type='html'>CARI YANG MURAH DIGANTI YANG MAHAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya ada kebiasaan membelikan pulsa buat pacar. Maklum, hubungan kami jarak jauh antara Batam-Jakarta. Jadi, tiada hari tanpa SMS. Siang hari ketika saya mau main band dia SMS kalau pulsanya sudah mepet. "Entar abang belikan, tunggu aja bentar." begitu balasan SMS yang saya kirim. Entah kenapa, kok saat itu saya hitung-hitungan banget mau beli pulsa di counter yang harganya miring. Di tempat biasa lebih mahal. Tapi kalau beli di counter HP di mall bisa lebih murah Rp.2000. "Lumayan ngirit Rp. 2000." pikirku. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi harga miring Rp.2000 saya bela-belain berangkat ke mall (counter HP) yang jaraknya dari rumah cukup jauh (perjalanan naik motor sekitar 15 menit). Padahal di dekat-dekat rumah banyak counter penjual pulsa. Gak biasanya begitu sih, tapi lagi-lagi demi kepuasan mendapatkan harga lebih murah yang hanya Rp. 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di mall. Aku parkir motor dan langsung menuju counter. Begitu selesai ngisi pulsa terus ngasih tahu ke pacar. "Pulsa sudah dikirm, ade cek ya." isi SMS saya. Tak lama HP saya berdering dapat kiriman SMS balasan kalau pulsanya sudah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah....selesai juga, rasanya lega banget. Aku pun langsung menuju ke tempat parkir ngambil motor. Astaghfirullah....helm saya hilang!! Saya cari-cari siapa tahu jatuh atau ketukar ke motor lain, ternyata tetap tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh...gimana mau pulang nih." pikirku sambil cengar-cengir. Mau gak mau saya harus beli helm. Harga helmnya Rp. 45.000 !! Ssttt..jangan kaget, harganya memang murah tapi gara-gara mau ngirit Rp. 2000 akhirnya melayang juga Rp. 45.000. Takdir memang tidak bisa dihindari. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMANG DASAR REZEKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini ketika masih kuliah. Selesai kuliah saya tidak langsung pulang tapi selalu mampir ke senat mahasiswa atau sanggar teater. Biasanya sampai sore atau malam hari baru pulang. Tapi gak tahu hari itu saya ingin sekali cepat sampai rumah. Apalagi ketika itu baru selesai memimpin diskusi di kampus, pikiran ingin sitirahat. "Siang-siang gini enak banget kalau langsung tidur." pikirku enteng. Terlebih cuaca Kota Malang saat itu terasa dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di ujung kampus kok saya mendengar ada teman manggil-manggil dari jarak yang lumayan jauh. Oo...ternyata teman yang sama-sama aktif di teater. Saya tunggu sebentar, dari raut wajahnya sepertinya ada keperluan sangat penting. "Ada apa mas...kok kayak penting banget." sapaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dia lagi butuh duit. Untung di dompetku masih ada beberapa lembar ribuan. Setelah saya kasih dan dia mengucapkan terima kasih,,langsung saya pulang. "Aku langsung pulang mas, rasanya mata ngantuk banget." kataku dengan nada datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu memang gak biasanya aku pulang siang. Begitu sampai di rumah ternyata ada pesan agar saya menghubungi teman di kampung. Rupanya dia baru nelpon tapi saya sedang di kampus (saat itu belum ada HP seperti sekarang). Begitu saya telpon ternyata dia ngasih job main band, dan menyuruh besok pagi saya harus berangkat. Alhamdulillah....kebetulan duit lagi pas-pasan datang rezeki. "Untung aku cepat-cepat pulang." pikirku. Takdir memang tidak bisa dilawan.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARNA BAJU YANG SERING SAMA&lt;br /&gt;Saya selalu yakin kalau segala sesuatu yang terjadi sudah direncanakan Allah. Sekecil apapun pasti sudah diatur oleh Allah. Tidak ada yang kebetulan. Kita mengatakan kebetulan dikarenakan ketidak mampuan membaca takdir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kerja, saya sering memakai baju yang warnanya sama dengan salah seorang teman perempuan. Awalnya gak memperhatikan, tetapi teman-teman sering bercanda katanya saya janjian (hehe…jadi kangen sama teman-teman). "Aduh...janjian ya kok matcing terus warna bajunya." begitu canda teman-teman yang semuanya permpuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah keseringan, akhirnya saya berpikir untuk tidak memakai baju itu dulu. Entar kalau sudah agak lama baru aku pakai lagi. Padahal saya merasa enjoy dan asyik-asyik saja walau dibilang janjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju itu saya simpan baik-baik dengan rapi. Jujur saja, saya suka sekali dengan warnanya, yaitu pink. Gak sampai dua minggu ketika saya mau berangkat kerja, di lemari pakaian ternyata baju kerja lagi pada dicuci, “Wah….mau pakai baju yang mana nih.” Kataku agak lama mikir. O iya…untung masih ada satu baju warna pink. Yang tadinya gak mau dipakai dulu eh…akhirnya harus saya pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di tempat kerja, benar deh….teman saya itu kebetulan juga sedang memakai baju warna sama. Langsung teman-teman yang lain pada ngeledek “Janjian lagi ya pak….” Celetuk mereka sambil senyum-senyum. Hehe….takdir memang gak bisa dihindari. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4948984095883297399?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4948984095883297399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4948984095883297399&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4948984095883297399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4948984095883297399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/masih-tentang-takdir-muhasabah-ku.html' title='Masih Tentang Takdir - Muhasabah-Ku'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4539497915702870895</id><published>2010-01-16T09:40:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T09:45:59.868-08:00</updated><title type='text'>ULAMA SUFI DAN POHON BERDURI</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ulama sufi sedang berjalan dengan salah seorang muridnya. Di perjalanan mereka melewari pohon berduri yang masih kecil. Kemudian, sang sufi mencabut satu persatu pohon berduri tersebut di sepanjang perjalanan. Melihat yang dilakukan gurunya, si murid merasa heran. Kemudian bertanya kepada gurunya. “Guru, kenapa mencabut pohon-pohon yang masih kecil ini, apakah tidak kasihan.” Tanyanya dengan nada heran. “Karena pohon ini berduri.” Jawabnya singkat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid masih penasaran. “Tapi guru…bukankah pohon yang masih kecil ini tidak membahayakan?” tanyanya lagi. Dengan tenang gurunya menjawab “Pohon ini memang tidak berbahaya karena masih kecil, tapi kalau sudah besar bisa berbahaya dan mencelakakan orang-orang yang lewat, oleh karena itu harus dicabut dari sekarang, sebab apabila sudah besar sangat sulit dicabut.” Ujarnya sembari melanjutkan. “Begitu juga hati, apabila ada duri sekecil apapun harus dicabut. Jika duri tersebut dibiarkan maka akan makin besar dan sulit dibersihkan, akibatnya akan mencelakan dirinya dan orang lain.” Jelas sang guru bijak. Mendengar penjalasan gurunya membuat murid tersebut tertegun tanpa sepatah kata lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duri di badan gampang dirasakan begitu sadar ada duri langsung bisa dicabut Tapi duri di hati kadang tidak sempat dikenali. Lebih ironis lagi, sudah tahu hatinya ada duri tapi tidak mau membersihkannya Bahkan, ketika diingatkan malah membuatnya marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa benci, sombong, iri, dengki, pemarah, tidak mau memaafkan, dan sejenisnya adalah duri-duri hati yang sangat umum. Mudah dikenali, dirasakan, dan disadari. Sekalipun disadari, tapi hati kadang senang memeliharanya. Anehnya lagi, sekalipun sudah ada peringatan, mengalami peristiwa yang disebabkan duri di hatinya, tapi tetap tidak mau mencabutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Introspeksi dan menjaga kelembutan hati adalah salah satu cara bijak dalam membersihkan hati dari duri-durinya. Membersihkan sedari kecil adalah keharusan agar tidak sampai tumbuh besar. Kita adalah tempat hilaf, salah dan dosa. Tetapi dengan menyadari dan memperbaikinya terus menerus, insya Allah kita menjadi orang-orang yang memiliki hati bersih dari berbagai macam duri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4539497915702870895?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4539497915702870895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4539497915702870895&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4539497915702870895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4539497915702870895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/ulama-sufi-dan-pohon-berduri.html' title='ULAMA SUFI DAN POHON BERDURI'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7780895862680002931</id><published>2010-01-15T09:29:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T09:49:41.580-08:00</updated><title type='text'>KEPLESET DI SURGA</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;Mengeluh memang paling gampang diucapkan. Kalau orang sudah doyan mengeluh, diapa-apakan tetap saja manyun. Pembawaannya nyebelin, sikapnya juga bikin capek dilihat. Biasanya, disadarkan juga susah. Makanya, kalau ketemu orang seperti itu mendingan dibiarkan saja apa maunya. Habis…daripada hati kita capek.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang pengeluh itu gak enak. Hidupnya gak bersemangat, bahkan, selalu dijauhi kenikmatan. Sekalipun dihantarkan seribu kenikmatan tetap saja gak disukuri. Tuh, makanya jaga diri jangan sampai jadi orang pengeluh. Tidak hanya itu, tipe orang pengeluh itu juga dijauhi rezeki. Sampai-sampai sekalipun di surga tidak akan merasakan kenikmatan. Lho, kok bisa…?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon di zaman dulu, ada seorang santri yang sikapnya selalu mengeluh. Kiyai-nya sendiri sampai-sampai dibuat repot sama anak itu. Pernah ketika dalam pengajian, sang kiyai membahas mengenai kenikmatan-kenikmatan di surga. “Anak-anak, di surga itu sangat nikmat, saking nikmatnya segala sesuatu yang terjadi di sana ingin selalu diulang-ulang terus.” Terang pak kiyai kepada santri-santrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar si pengeluh ! Eh…dia malah tetap saja mengeluh “Huh…mana mungkin, kalau selalu diulang-ulang kan membosankan.” keluhnya dengan nada enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk meyakinkan santrinya, sang kiyai berdo’a agar beberapa santrinya diizinkan mendapatkan kenikmatan-kenikmatan surga.  Singkat cerita, malaikat atas izin Allah bersedia mengantarkan. “Kalian besok subuh harus kembali dan masing-masing harus menceritakan kenikmatan-kenikmatan selama di surga.” Pesan pak kiyai. Maka diberangkatkan roh lima santri ke alam barzah dalam satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat temannya berangkat dengan senang hati dan selalu tersenyum selama di perjalanan. Hingga akhirnya mereka sampai ke surga. Namun, si pengeluh belum juga sampai-sampai. Selama di perjalanan bawaannya mengeluh terus. “Aduh…capeknya, jauh sekali surga ini kok gak sampai-sampai, apa mungkin segala kejadian di surga ingin diulang-ulang terus” gerutunya selama perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya perjalanan sudah mau sampai. Pintu surga sudah terbuka. Begitu si pengeluh ini mau masuk tiba-tiba kakinya terpleset dan jatuh, bruakkk…!! Karena merasa nikmat, maka dia selalu mengulanginya. Setelah jatuh dia bangun lagi, jatuh lagi bangun lagi, terus diulanginya sampai waktunya habis. “Sudah cukup! waktu subuh sudah tiba sekarang kamu kembali ke dunia lagi.” Perintah malaikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya roh kelima santri tersebut sampai di dunia. “Coba kalian satu persatu menceritakan kenikmatan-kenikmatan di surga.” Ujar sang kiyai kepada mereka. Satu persatu para santri menceritakan berbagai kenikmatan selama di surga. “Sungguh luar biasa, gak bisa diungkapkan lewat kata-kata karena di dunia ini jauh gak ada apa-apanya.” Begitu penjelasan keempatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selanjutnya kamu, coba ceritakan pengalamanmu.” Tunjuk sang kiyai kepada santri si pengeluh. Dengan menundukkan kepala dia menjawab “Anu pak kiyai….cuma kepleset  saja.” Jawabnya sedikit terbata-bata. “Maksudmu apa…?” tanya sang kiyai penasaran. “Waktu mau memasuki pintu surga saya kepleset, karena sangat nikmat saya ingin terus mengulangi sampai waktunya habis.”jelasnya dengan malu. “Jadi, jauh-jauh ke surga hanya merasakan kepleset saja?” sergah sang kiyai sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7780895862680002931?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7780895862680002931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7780895862680002931&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7780895862680002931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7780895862680002931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/kepleset-di-surga.html' title='KEPLESET DI SURGA'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-3573069860566202856</id><published>2010-01-10T10:28:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T10:36:50.827-08:00</updated><title type='text'>Celoteh Si Madura dan Batak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S0oeMGRYS6I/AAAAAAAAAIM/CgMDCvqhntc/s1600-h/Tutut+smile.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 106px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S0oeMGRYS6I/AAAAAAAAAIM/CgMDCvqhntc/s320/Tutut+smile.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425181894311955362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Catatan Anekdot Mahmud Syaltut Usfa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu langit Kota Batam sedikit mendung. Di sebuah kawasan Jodoh nampak kedua laki-laki setengah baya sedang berbicara akrab. Penampilan keduanya jauh dari potongan orang kota. Dari logat bicaranya ternyata keduanya berasal dari daerah berbeda. Satu dari Madura dan satunya dari tanah Batak. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya bicaranya medok sesuai asal daerahnya masing-masing. Dan lebih parahnya lagi, keduanya sama-sama hancur berbahasa Indonesia. Entah gak pernah sekolah atau memang gak biasa berbahasa Indonesia, kok berantakan betul ngomongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan dimulai dari orang Madura dengan menanyakan pekerjaan temannya yang dari Batak itu. “Perbuatanmu di mana sekarang?” ujarnya memulai pembicaraan. “Oo…pekerjaan saya di panjaitan.” jawab temannya santai. Mendengar temannya kerja sebagai penjahit, orang Madura tersebut merasa senang. “Wah…kebetulan, celana saya robek, berapa ya tarifnya.” tanyanya lagi. Lagi-lagi dengan santai Si Batak menjawab “Bergantung robeknya, kalau cuma sedikit ongkosnya napitupuluan tapi kalau parah bisa pangaribuan.” jawabnya serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Madura tersebut sangat senang. Dia janji akan segera ke rumah temannya membawa celana yang robek. Tapi, dia tidak tahu tempat tinggal temannya sekarang ini. “Rumahmu di mana sekarang?” tanyanya. Dengan serius temannya yang asli Batak itu menjelaskan. “Rumah saya gak jauh dari sini, jalan sazja lurus dekat pasaribu..persis di sebalah tambunan-tambunan sampah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai menjelaskan, teman Maduranya langsung memotong…”wah…kalau begitu jalannya banyak kenaikan?” sambutnya. “Iya…”jawab si Batak sambil melanjutkan..”Jalannya tidak hanya menaik…tapi juga manurung ke bawah, aku tinggal di rumah liar, makanya kalau ke rumah harus melewati pohan-pohan dan juga tobing-tobing bangunan yang belum selesai.” Jelasnya lagi sangat serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan keduanya nampak sangat enjoy dengan bahasa amburadulnya masing-masing. Si Madura banar-benar penasaran alamat rumah temannya itu. Dia menceritakan kalau sekarang dia tinggal di daerah yang jauh dari kota. “Jadi sekarang kau tinggal di mana? Tanya Si Batak langsung menyambar. “Dari sini bisa naik busway.” Sahut Si Madura enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi macam mana perjalanannya susah gak naik busway? Saya gak suka kalau berbutar-butar, apalagi aku pernah kejadian ada pencopet mau ngambil duit aku, untung ketahuan dan aku keluarkan pisau…eh…taunya pisau yang aku bawa sitompul, aku langsung lari sitanggang-tanggang.” Jelasnya serius sambil sesekali tersenyum geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita temannya itu, si Madura berupaya mayakinkan kalau perjalanan ke rumahnya aman. “Jangan gentar, tidak berputar-putar…hanya kadang buswaynya penuh.” Sahutnya, sambil dia menceritakan pengalamannya naik busway. “Aku pernah naik busway penumpangnya penuh, aku sampai marah-marah ke sopirnya.” Katanya sambil berpikir kenangannya. “Memang kenapa rupanya kau marah-marah?” Sahut si Batak penasaran. Kemudian si Madura menceritakan kejadiannya…”Bagaimana gak marah…saya ini naik busway mulai kenaikan sampai keturunan tidak mendapat kedudukan…eh…sama sopirnya diturunkan di tanah air.” Jelasnya dengan nada sedikit emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengalaman temannya seperti itu Si Batak malah tertawa. “Haha…jadi kau mulai naik sampai turun tidak dapat tempat duduk, terus sama sopirnya diturunkan di tanah yang becek…kasihan deh loe.” Sahutnya sambil terus tertawa. Si Madura lama-lama tersenyum juga mengingat pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung percakapan, si Madura mempersilahkan teman lamanya itu mampir ke rumahnya. “Aku juga tinggal di rumah liar tapi di bukit.” Ujarnya dengan nada mengajak. Si Batak menyambut senang hati “Wah…kalau begitu di tempat kau udaranya siregar.” Ucapnya yang diangguki setuju oleh si Madura.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-3573069860566202856?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/3573069860566202856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=3573069860566202856&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3573069860566202856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3573069860566202856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/celoteh-si-madura-dan-batak.html' title='Celoteh Si Madura dan Batak'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/S0oeMGRYS6I/AAAAAAAAAIM/CgMDCvqhntc/s72-c/Tutut+smile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5905376091164036930</id><published>2010-01-10T10:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T10:28:31.904-08:00</updated><title type='text'>Sajak Hati Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"DETIK CINTA"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik ini akan kukuras segala isi hati&lt;br /&gt;Kembali ke titik nol tanpa denyut cinta lama&lt;br /&gt;Memulai dari yang terhapus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jatuh cinta lagi....!! &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimatku menjelma menjadi untaian syair&lt;br /&gt;Suaraku adalah nyanyian sang malam&lt;br /&gt;Nafasku desahan sang rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gelisah.....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu berjalan dengan seribu pikiran&lt;br /&gt;Langkahnya adalah kegelisahan&lt;br /&gt;Setiap detik menghitung takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia gadis hebat....!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak jantungnya bersenandung asma Allah&lt;br /&gt;Berjalan pasti menembus keridhaan-Nya&lt;br /&gt;Aku ingin mendekapnya hingga para bidadari cemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;" WAJAH"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah itu hadir menyelinap di serpihan hati&lt;br /&gt;Mendekat di urat nadi merapat pada fatamorgana&lt;br /&gt;Wajah itu ada dalam ketiadaan&lt;br /&gt;Tak tersentuh akal namun tersentuh hati&lt;br /&gt;Matanya menunduk hatinya menatap&lt;br /&gt;Hadir bersama takdir&lt;br /&gt;Pergi bersama luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah sendu menangisi suara hatinya&lt;br /&gt;Air matanya bening mengalir ke ujung asa&lt;br /&gt;Ada hati yang terus memelas&lt;br /&gt;Takut mengakui kejujuran cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah itu pergi bersama angin&lt;br /&gt;Mendekap kegelisahan&lt;br /&gt;Terus menjauh tak tersentuh logika&lt;br /&gt;Berlari menuju lidah kegalauan&lt;br /&gt;Lenyap bersanding dengan misteri hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5905376091164036930?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5905376091164036930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5905376091164036930&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5905376091164036930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5905376091164036930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/sajak-hati-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Sajak Hati Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-8983129189719208289</id><published>2010-01-10T10:23:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T10:26:02.766-08:00</updated><title type='text'>Pernak-pernik Manajemen Qalbu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERPISAHAN CUKUP SIKAPI SEWAJARNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada Hari Senin, 26 Des 2009 perasaanku merasa sedih. Karena tiga orang teman saya di tempat kerja harus resign. Saya tahunya cukup mendadak juga. Bahkan ada yang baru sekitar tiga bulan bekerja harus berpisah. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa boleh buat, sudah menjadi keputusan yang tidak bisa diutak-atik lagi. Hati saya juga merasa kehilangan. Rasanya hati terhimpit karena harus berpisah. Daripada terus menerus merasa sedih dan bisa-bisa meneteskan air mata (hik3s...huh kok malah melankolis nih). Akhirnya saya memutuskan pulang untuk menenangkan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang pikiran dan perasaanku masih tidak tenang. Kenapa harus berpisah dengan teman-teman secepat itu? Itu terus yang menjadi pertanyaan. Tak terasa sudah mau sampai rumah, tiba-tiba terdengar bunyi sirine ambulan. Oo…ternyata ada mobil jenazah lewat beserta iring-iringan kendaraan pelayat. Pikiranku langsung tersentak “Ya Allah orang-orang itu berpisah selamanya, sedangkan saya hanya berpisah jarak, kenapa harus larut dalam kesedihan”. Subhanallah…adaaa saja caranya Allah menghibur saya !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PIZZA DAN SEDEKAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah putus tapi pacar saya kadang masih komunikasi. Saya kadang enggan membalasnya karena sudah punya kehidupan masing-masing. Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada komunikasi lagi. Sore itu saya naik motor ada urusan ke teman, tiba-tiba HP saya berdering pertanda ada SMS masuk. Motor kuberhentikan sejenak dan ternyata ada SMS dari mantan pacar saya di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isinya begini “Abang lg ngapain? Ade lg beli pizza nih enak banget”. Akhirnya aku balas sebentar “Wah pasti sedap tuh….makan yg lahap ya de, abang lg di jalan”. Malam-malam setelah urusan selesai aku pulang ke rumah adik. Di jalan aku masih sempatkan bersedekah ke anak jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah adik, gak disangka-sangka adik saya bilang “Di dapur ada pizza tadi sore saya beli, habiskan saja semua karena yang lain sudah makan”. Subhanallah….adaaa saja caranya Allah menghibur saya. Saya SMS ke mantan pacar sambil bercanda “Terima kasih ya de atas pizzanya, nih abang lg makan hehe”. Kontan saja dia kaget apa maksudnya. Setelah saya jelaskan malah dia makin kaget “Kok bisa ya bang” balasnya dalam SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JANGAN COBA-COBA MENANTANG TAKDIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masih kisah dengan mantan pacar nih. Berpisah dengan orang yang dicintai pasti sedihnya minta ampun. Saat awal-awal putus hati terasa hampa (ih…kayak lagu aja ya!! sekarang sudah terhapus). Saat itu berbagai cara saya lakukan agar tenang dan bisa melupakan dia. Alhamdulillah akhirnya sekarang malah gak berselera mengingatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencari suasana baru saya memutuskan untuk pindah tempat kerja di sekolah. Dilihat dari pendidikan dan pengalaman sebagai psikolog sangat cocok kerja di sekolah. Selama bekerja di sekolah saya merasa tenang, terutama dalam beribadah dan banyak belajar tentang Islam dari teman-teman yang lebih ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata teman saya di sekolah guru-gurunya perempuan. Di situlah dengan yakin saya berikrar “Ada dua perempuan yang tidak ingin saya temui, pertama, perempuan kelahiran Jakarta (karena mantan pacar saya kelahiran Jakarta) kedua, perempuan bernama Erlina (karena nama mantan pacar saya Erlina)” Bukan apa-apa sih hanya tidak ingin mengingat dia lagi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi? Setelah berjalan satu tahun bekerja ternyata di sekolah ada ibu guru baru, dia itu kelahiran Jakarta. Satu tahun kemudian di sekolah ada tata usaha baru bernama Erlina. Hehehe…..Subhanallah, adaaa saja caranya Allah menghibur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HEBATNYA ISTIGHFAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Katika masih sekolah di Madrasah Aliyah saya tinggal di pesantren. Sedangkan urusan makan saya membayar tersendiri yang tidak digabung dengan administrasi pesantren. Gak enaknya kalau kiriman dari orangtua telat karena terhambat transportasi. Akses perbankan ke pesantren saat itu tidak selancar sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya masih duduk di kelas I MA. Entah kenapa kok tumben-tumbennya kiriman dari kampung telat hampir satu minggu. Ibu yang mengurus makan bolak-balik nanya. Sehingga setiap waktunya makan saya merasa sangat gak enak. Coba saja bayangkan setiap waktu makan selalu ditanya. Jadi tiga kali dalam sehari pertanyaannya itu-itu saja. Kalau gak terpaksa gak mungkin saya makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah gak tahan, akhirnya saya memutuskan tidak mau makan dulu sampai kiriman datang. Saya pun gak tahu berapa hari lagi kiriman akan datang. Saat makan siang teman-teman pada berangkat makan. Saya tetap teguh pada pendirian karena malu ditanya lagi. Selesai shalat zuhur saya gak beranjak dari masjid. Bacaan istighfar tak henti-hentinya saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup lama, saya keluar dari masjid. Tiba-tiba ada teman memanggil “Syaltut ayo makan yuk” ajaknya serius. “Iya terima kasih…” jawabku entang. Temanku malah menarik tanganku sambil setengah memaksa “Ayo lah…aku lg ada rezeki nih kita makan di warung.” Ajaknya sambil senyum-senyum. Subhanallah….adaaa saja caranya Allah menghibur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup sampai di situ, setelah shalat isya saya bingung lagi. “Kira-kira ada teman yang ngajak makan lagi tidak ya?” Lagi-lagi saya saya memutuskan untuk zikir di masjid. Bacaan istighfar dibaca berkali-kali. Tak disangka-sangka tiba-tiba ada teman mencari-cari saya. “Ke mana saja, saya cari-cari dari tadi” ucapnya dengan perasaan legah. “Emang ada apa? Tanyaku penasaran. “Kamu dapat kiriman duit yang membawa teman sedaerahmu anak cewek, sekarang kamu ambil ke asrama putri.”ujarnya sambil menarik lenganku. Subhanallah….Walhamdulilllah…..Walailahaillallahu Wallahuakbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NOSTALGIA DI AWAL TAHUN 2009 LALU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah menjelang tahun baru 2009. Saat peringatan tahun baru 2009 setahun lalu saya dapat job manggung main band. Acara selesai sekitar pukul 02.00 WIB. Selesai manggung saya harus mengantar pulang teman naik motor. Ketika itu mata benar-benar ngantuk. Badan juga terasa capek. Usai mengantar teman, saya cepat-cepat tancap gas motor. "Huh...betapa enaknya kalau badan ini langsung dihempaskan ke tempat tidur." begitu yang ada dalam pikiran saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang di tengah malam buta tersebut jalanan benar-benar sepi. Apa lagi jalan yang dilewati juga gelap. Di belakang saya kok terdengar suara anak kecil (kira-kira masih duduk di bangku kelas I SMP) yang juga naik motor memanggil-manggil. "Om...om...bisa minta tolong."suaranya dengan ekspresi wajah kebingungan. "Ada apa dik...."jawabku sambil menghentikan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan suara sedikit gemetar anak tersebut meminta tolong. "Om...di mana ya pom bensin yang dekat sini?" tanyanya. Akhirnya saya tunjukkan. Tapi anak tersebut masih diam dan gak mau menjalankan motornya. Kemudian dia mengambil STNK dari dompetnya sambil berkata "Om...apa bisa ya STNK ini digadaikan untuk beli bensin?" tanyanya masih dengan suara terbata-bata. Saya sangat terperanjat mendengarnya. Apalagi di tengah jalan sepi dan gelap. "Untuk apa dik digadaikan, lagian sayang kan kalau STNK digadaikan? tanyaku." sambil kulanjutkan dengan pertanyaan "Gini aja...adik hanya butuh beli bensin kan?" tanyaku masih panasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ekspresi wajah agak tenang anak kecil tersebut berkata "Iya om...saya kuatir bensin motor saya gak cukup untuk pulang, kan rumah saya jauh, padahal saya bisa sampai ke sini karena disuruh ibu mencari kakak saya tapi belum ketemu, dan saya mau pulang saja."ujarnya menjelaskan. Akhirnya saya keluarkan dompet. "Adik tidak usai menggadaikan STNK segala, nih om kasih duit untuk beli bensin, isi sampai penuh."kataku sambil menyodorkan uang. Dengan senang hati anak tersebut bergegas ke pom bensin sambil mengucapkan terim kasih. Sepeda motornya meluncur menuju pom bensini menelusuri kegelapan malam. Saya juga gak memperhatikan ke mana anak tersebut perginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, orang yang punya acara memannggil saya untuk memberi honor manggung. Ternyata teman-teman satu grup saya juga sudah hadir. Setelah honor dibagi satu persatu. Gak disangka-sangka orang yang punya hajatan tersebut mendekati saya dan menyalami sebuah amplop. "Bang....ini untuk abang saya tambah, gak usah bilang-bilang ke teman-temannya, karena hanya abang yang saya kasih lebih."ujarnya setengah berbisik. Subhanallah...adaaaa saja caranya Allah menghibur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu sudah berlalu setahun lalu. Tapi yang lebih menggembirakan, tepatnya di penghujung tahun 2009 (menjelang tahun 2010) Alhamdulillah saya mendapat rezeki memiliki studio musik untuk rental dan entertainment. Subhanallah.....sungguh sangat-sangat mudah caranya Allah mengibur saya dalam permainan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;BERKAH KERUPUK PAK TUA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang kerja jam 4 sore. Kadang langsung pulang, tapi juga lebih banyak masih ada keperluan ke tempat lain. Biasanya saya suka refreshing pergi ke Batu Aji, tidak jauh atau sekitar 3 kilo jaraknya dari tempat kerja. Perjalanan bisa ditempuh kira-kira 15 menit naik motor. Di Batu Aji ada tempat penjualan barang-barang second asal Singapura. Lumayan untuk dijadikan tempat refresing. Sasaran saya biasanya barang-barang antik dan unik. Baik elektronik, mainan, souvenir, atau puzle dan instrumen untuk psikotes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu kupacu motor agak santai. Saya lewat jalan motong tapi kawasannya masih ramai lalu-lalang kendaraan. Di perjalanan saya melihat bapak penjual kerupuk dan tapai pikul. Langkahnya gontai. Badannya sudah terlihat bungkuk. Nampak sekali kelelalahan di tubuhnya. Kuperhatikan pak tua tersebut langkahnya. Persaan saya benar-benar iba melihat langkahnya. Lama-lama gak tahan juga. Akhirnya kuputuskan membeli kerupuk. Jujur saja, saat itu saya gak minat membeli kerupuk. Langkah pak tua sudah semakin jauh. Terpaksa saya harus mencarinya di antara lorong-lorong ruko di pinggir jalan. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa melihatnya. "Pak.....beli kerupuknya." sapaku sambil kuhentikan motor. Saya membeli satu kantong kerupuk besar dan tiga bungkus tapai ketan hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibayar aku jalankan motor. Lumayan problem juga, karena saya ke Batu Aji harus menenteng karupuk dengan bungkus yang agak besar. Agar bungkusannya agak kecil, aku makan beberapa kerupuk. "Hah...lumayan berkurang isisnya."pikirku. Seandainya bisa kuhabsikan seluruh kerupuk itu, pasti sudah aku makan. Tapi, gak mungkin karena aku tidak begitu berselera dengan rasa kerupuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku putuskan kerupuk tersebut akan dibawa pulang. Saat cari-cari barang second di Batu Aji saya masih menenteng kerupuk. Lumayan merepotkan juga, karena tidak dibungkus kantong kresek. Haha....geli juga saat menentengnya. Biasa, pulang kerja saya mampir ke rumah adik di kawasan Batam Centre. Begitu sampai, saya langsung ngeloyor ke dapur mau meletakkan kerupuk yang saya beli. Betapa terkejutnya, ternyata di meja makan ada kerupuk ikan asli dari kampung saya yang rasanya benar-benar sedap. Kerupuk yang saya beli langsung dimasukkan ke toples dan cukup memakan kerupuk ikan kesukaan saya. Subhanalla...adaaa saja caranya Allah menghibur saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;BARU NIAT SEDEKAH SUDAH DIGANTI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persitiwa ini terjadi saat saya masih menjadi jurnalis di sebuah koran harian di Batam. Setelah jadi redaktur, pekerjaan jadi lebih santai. Ada pikiran untuk mnerangkap kerja di tempat lain. Setiap sore saya biasa pulang dulu untuk istirahat. Malamnya bari ke kantor lagi menyelesaikan berita. Ketika pulang naik motor, kok saya mendengar anak kecil memanggil. Ketika berpaling, ternyata ada anak usia SD (sekitar kls III) dengan memakai seragam olahraga sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor aku belokkan menuju ke anak kecil tersebut. "Om...boleh minta tumpangan pulang." tanyanya dengan ekspresi wajah mengharap. "Ayo naik aja, emang mau pulang ke mana?" tanyaku. Anak tersebut menyebutkan alamat rumahnya. Di atas motor anak tersebut bercerita kalau dia setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah harus mencari tumpangan. "Bapak dan ibu saya kan gak punya duit om, jadi setiap hari harus numpang ke orang." ceritanya dengan nada polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jarak rumah dia ke sekolahnya sekitar 10 KM lho! "Jadi adik, setiap haris cari tumapnagn gini? kalau gak dapat tumpangan bagaiman kan rumahnya jauh...?" tanyaku makin penasaran. Dengan tegas anak tersebut menjawab "Setiap hari ada saja kok om yang ngasih tumpangan." jawabnya lagi-lagi dengan nada polos. Perasaanku sangat tersentuh. "Luar biasa anak ini!!" dalam hati masih dengan perasaan iba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus saja ngobrol. Dia juga cerita kalau belum makan karena orangtuanya tidak punya duit untuk menyediakan sarapan. Tapi anehnya anak tersebut tidak mau terlalu dikasihani terlalu berlebihan. Misalnya ketika saya ajak makan, dia malah menolaknya. Perjalanan sudah semakin jauh, tiba-tiba anak tersebut minta turun. "Lho...kan alamat rumah adik masuh jauh? kenapa mau turun di sini?" tanyaku sambil kuhentikan motor. "Gak apa-apa om...turun di sini saja, kasihan om...rumah saya masih jauh dan jalannya jelek."jawabnya bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya makin penasaran..."Lho...gak apa-apa biar om antar, dan lagian kalau adik turun di sini berarti harus mencari tumpangan lagi kan?" jelasku dengan tegas. Tapi anak tersebut tetap gak ingin diantar sampai ke rumahnya. "Ya sudah...ini uang untuk adik." kataku sambil menyodorkan uang dengan jumlah yang tidak begitu banyak. Anak kecil tersebut malah menolaknya. "Gak usah om...terima kasih." jewabnya masih dengan suara polos. "Ayo ambil saja, kan adik belum makan."sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit ragu anak kecil tersebut megambilnya, tapi masih sempat berkata. "Om...uang ini untuk ibu ya om, juga untuk ongkos ke sekolah nanti," sahutnya dengan suara lembut dan nada yang benar-benar polos. Sambil tersenyum haru saya mengiyakan. "Iya...boleh dik."sahutku sambil memandangi tatap mata polosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu sekitar tiga bulan, sudah tiga kali saya berjumpa dengan peristiwa seperti itu. Hanya tempat dan anaknya yang berbeda. Saat itu saya berpikir, sebaiknya saya harus mencari kerja di sekolah sambil merangkap di media sebagai jurnalis. Saat itu saya bernazar, kalau diterima berkerja di sekolah maka saya akan sedekahkan seluruh gaji pertama, dan dalam tiga bulan gaji saya juga untuk disedekahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, akhirnya diterima di sebuah sekolah Islam. Tanpa basi-basi dan dengan bismillah saya terima dengan senang hati. Tidak hanya itu, manajemen yayasan juga memperbolehkan saya tetap merangkap kerja di media. Gaji selama training disepakati 1 juta. Tantu gak keberatan. Memang saya tidak mempermasahkan berapa pun gaji yang ditawarkan. "Dan lagi gaji itu untuk disedehkan kok." pikirku enteng. Sebelum satu bulan bekerja. Saya malam-malam ada undangan ke Vista Hotel Batam. Pulang dari acara mendapat amplop. Ternyata, isi amplopnya pas 1 juta !! Subhanallah....adaaaa saja caranya Allah menghibur saya. Sebelum gaji disedehkan malah sudah diganti duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak cukup di situ. Uang saya yang tertahan di kantor akhirnya cair juga secara bertahap. Gak tanggung-tanggung setelah dihitung ternyata jumlahnya sekitar 14 juta rupiah. Dalam waktu tiga bulan seluruh uang tersebut sudah saya terima. Subhanallah....Alhamdulillah....Allahuakbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah akan saya tulis kejadian-kejadian lainnya sebagai bahan muhasabah bagi saya. Tentunya semua orang memiliki pengalaman yang tak kalah seru dari saya. Allah maha besar, bijak, mengerti apa yang hambanya butuhkan. Jangan sampai meragukan itu !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-8983129189719208289?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/8983129189719208289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=8983129189719208289&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8983129189719208289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/8983129189719208289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2010/01/pernak-pernik-manajemen-qalbu.html' title='Pernak-pernik Manajemen Qalbu'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7945352956884087172</id><published>2009-11-20T22:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T22:15:04.513-08:00</updated><title type='text'>Sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa</title><content type='html'>"Ini Aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke sini…&lt;br /&gt;Hantarkan jiwa itu padaku&lt;br /&gt;Akan kupapah sampai ke tiang kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kau sentuh nafasku&lt;br /&gt;Aku sedang mendekap luka&lt;br /&gt;Aku masih berlari menjunjung hina &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya kita satukan angan&lt;br /&gt;Berlari menjauh dari luka meradang&lt;br /&gt;Menerjang jiwa-jiwa yang pongah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mohon,&lt;br /&gt;Hantarkan jiwa itu padaku&lt;br /&gt;Akan kudekap sampai ke titik keteduhan&lt;br /&gt;Nyawaku sudah sampai di ujung langit&lt;br /&gt;Jiwaku rindu berpetualang hingga tak tersentuh umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Mata Hati yang Memelas"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan hati Mahmud Syaltut Usfa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa hari ini perasaanku meleleh&lt;br /&gt;Sempat tercecer di sudut-sudut hati&lt;br /&gt;Padahal lubang hati sudah tertutup cinta&lt;br /&gt;Mata batin terasa sembab menangisi pujaan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata hatinya tajam karena selalu menatap mata tuhan&lt;br /&gt;Air matanya tasbih, tahmid dan takbir&lt;br /&gt;Sekujur pribadinya berselimut arrahman dan arrahim&lt;br /&gt;Kata-katanya kalam ilahiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keangkuhanku bergetar kencang&lt;br /&gt;Menatap karisma di sudut matanya&lt;br /&gt;Lidahku terkulai tak berdaya&lt;br /&gt;Mendengar bait-bait suara batinnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bermula satu dalam senyawa jiwa&lt;br /&gt;Bagai langit dan bumi dalam lingkaran Ars&lt;br /&gt;Sang jiwa langit menunggu ketegasan akal&lt;br /&gt;Berdoa mengurai harapan ke celah-celah takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri saja di sini&lt;br /&gt;Terus saja&lt;br /&gt;Tak perlu berlari&lt;br /&gt;Istiqomah saja&lt;br /&gt;Tak perlu berpikir&lt;br /&gt;Menatap saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gusar dengan liku-liku perjalanan hati&lt;br /&gt;Cinta diciptakan untuk gelisah&lt;br /&gt;Ihlaskan saja manakala batinku menatap&lt;br /&gt;Agar kebahagiaan tersenyum menunggu ketegasan takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7945352956884087172?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7945352956884087172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7945352956884087172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7945352956884087172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7945352956884087172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/11/sajak-sufistik-mahmud-syaltut-usfa.html' title='Sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2060595959248378203</id><published>2009-11-14T09:02:00.001-08:00</published><updated>2009-11-14T09:08:19.267-08:00</updated><title type='text'>Optimis Si Tokek Budek</title><content type='html'>Opini Batam Pos, Sabtu 30 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar ilustrasi, pada suatu ketika di negeri binatang diadakan lomba panjat pinang khusus para tokek. Batang pinang dilumuri getah salah satu pohon yang licin. Lomba tersebut tak ubahnya ketika memperingati HUT RI.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bedanya, peraturannya para tokek tidak boleh bekerja sama ketika memanjat. Hadiah yang ditawarkan tak tanggung-tanggung yaitu sebuah rumah dan berbagai hadiah hiburan lainnya. Siapa yang duluan sampai ke puncak maka dialah pemenangnya. Jumlah peserta diikuti 25 ekor tokek yang datang dari segala penjuru negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika juri mulai meniup peluit sebagai tanda lomba dimulai. Ke 25 ekor tokek ini langsung berebut naik. Baru berlangsung beberapa menit, sudah beberapa tokek yang tergelincir jatuh. Penonton juga mulai meneriaki dengan nada-nada pesimis dan cemoohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada saat itu para peserta sudah mulai ciut hatinya. Rasa semangatnya sudah mulai luntur. Banyak yang putus asa karena tak tahan mendengar cemoohoan bernada pesimis. Hanya beberapa penonton saja yang memotivasi, Namu lebih banyak yang mencerca dan sok mengatur. Biasa, dalam posisi ini penonton jauh lebih hebat dari pemain sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan. Sudah banyak peserta tereleminasi karena sudah jatuh bangun sebanyak tiga kali. Akhirnya tinggal enam tokek yang masih berjuang menuju puncak. Anehnya, penonton bukan memotivasi, malah sebaliknya meneriaki dengan kata-kata yang menciutkan hati para peserta. “Mana mungkin bisa mencapai puncak, sudah lah menyerah saja.” demikian rata-rata teriakan para penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang meneriaki “Sudahlah turun saja, jangan gara-gara iming-iming rumah kau korbankan sesuatu yang tak mungkin.” Bahkan, ada tokek senior juga ikut-ikutan berkomentar sinis “Alah....buang-buang waktu saja, dulu saya saja gak berhasil.” ujarnya setengah berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar teriakan-teriakan yang bernada miring tersebut, satu persatu motivasi si tokek runtuh. Daya juang mereka semakin melorot. Dan akhirnya, satu persatu tereleminasi. Melihat kondisi demikian, penonton makin lantang berteriak. Tapi perlombaan belum selesai. Dari enam peserta, sebanyak lima tokek harus gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal satu tokek yang masih memanjat dengan mantap. Melihat hal itu, penonton kembali bersorak dan mencemooh si tokek. ”Alah sok pahlawan, turun saja gak mungkin bisa kau bodoh.” teriak penonton saling bersahutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, semua kata-kata penonton tidak digubris oleh si tokek. Dia tetap memanjat dengan tenang. Si tokek terus naik menuju puncak. Hingga para penonton terdiam melihat semangat dan ketenangan si tokek memanjat mencapai puncak. Terus memanjat dengan konstan hingga akhirnya mencapai puncak...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan para penonton bersorak dengan gegap gempita melihat sesuatu yang dipandang tidak mungkin menjadi mungkin. Termasuk teman-temannya yang sudah tereleminasi terlebih dahulu ikut menangis haru. Setelah diturunkan dengan tali khusus, beberapa penonton dan petinggi negeri binatang berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan si tokek bisa mencapai puncak. Betapa kagetnya mereka, setelah diperiksa si tokek pemenang itu ternyata tidak bisa mendengar alias budek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tersebut sebagai gambaran betapa pentingnya memiliki pola pikir positif. Mendengarkan kata-kata negatif hanya akan membuat diri kita terjerumus pada ketidak suksesan. Banyak orang-orang yang potensinya terbengkalai hanya karena gampang menerima pemikiran-pemikiran negatif dari orang lain. Padahal, orang yang mencomooh kita tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bermunculan buku-buku motivasi. Para motivator sangat ditunggu-tunggu pemikirannya dalam memberikan pencerahan. Batam Pos sendiri setiap hari ada kolom oase. Para pembaca mulai menggemari karena isinya memotivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi pada dasarnya adalah memberi kesadaran agar orang senang terhadap potensinya. Bukan memaksa orang dengan cara menggurui. Bukan pula memarahi atau menyinggung perasaannya. Lebih-lebih menyudutkan potensi orang lain. Oleh karena itu banyak orang menyukai sajian motivasi karena muncul kesadaran kalau dirinya memiliki potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa motivasi begitu dubutuhkan? Apakah orang-orang di zaman sekarang sudah kering dengan motivasi? Bisa jadi seperti itu alasannya. Tapi motivasi tidak akan kering. Karena sumbernya ada dalam diri kita. Sedangkan setiap orang pasti memiliki potensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggali potensi ibarat menggali sumur. Kalau menggalinya dangkal maka air tidak akan keluar. Begitu juga jika menggalinya setengah-setengah maka air yang keluar akan keruh. Namun, apabila menggalinya sampai dalam maka akan banyak menemukan sumber air. Terus mengalir makin dalam makin jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab keringnya motivasi karena derasnya informasi negatif yang masuk ke dalam dirinya. Sehingga segala potensi yang dimiliki lambat laun melemah. Sifat manusia yang kerap mewarnai pergaulan adalah karena lebih senang menceritakan hal-hal negatif. Akibatnya, muncul rasa tidak percaya diri. Ini disebabkan karena mempersepsikan orang lain lebih hebat dibanding diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan-pandangan bernada negatif akan membuat nyali seseorang menciut. Sehingga dalam dirinya tertanam pola pikir pesimis. Apa-apa yang dikerjakan seolah-olah tidak akan membawa hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang yang selalu memiliki pola pikir positif, hidupnya selalu optimis. Setiap langkah yang dikerjakan adalah poin potensi diri. Tak ayal, tipe orang-orang seperti itu selalu dekat dengan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberat apapun masalah dan tantangannya selalu disikapi optimis. Di situlah pentingnya trigger atau pemicu yang memberikan pencerahan. ”Kalau orang lain bisa kenapa saya tidak?” Para motivator sangat paham akan kebutuhan jiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, ada orang yang bersikap manis dengan segala bentuk nasihat dan bujukan, tetapi niatnya justru menginginkan kita gagal, bahkan hancur!. “Sudahlah…kamu kan sudah bekerja keras, lebih baik menyerah saja saingannya berat.” begitu biasanya kalimat yang muncul. Atau kalimat lebih halus lagi “Saya senang kamu berhasil, tapi tidak perlu ngoyo memang apa sih yang kamu cari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, hati-hati terhadap segala rongrongan yang membentuk pola pikir kita menjadi negatif. Apalagi hidup di zaman sangat ketat dengan persaingan sekarang ini. Bisikan-bisikan yang menciutkan hati kita selalu terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bisikan negatif bisa muncul dari penjuru mana pun. Bisa dari atasan, bawahan, teman, keluarga dan lain-lain. Apabila rongrongan datang semakin berat, bersikap tidak mendengar (istiqomah) dengan pola pikir positif sudah sebagai motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan pasti ada sisi negatif dan positif. Tetapi seharusnya cukup melihat yang negatif namun menekankan yang positif. Makanya, jangan heran apabila banyak orang-orang sukses karena tidak peduli dengan segala macam celotehan negatif. Mereka tetap istiqomah dengan pola pikir positifnya. Selalu berpandangan positif dalam melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan dan rasa senang mendengarkan isu-isu miring tidak akan membuat diri kita maju. Bahkan, perasaan minder dan tidak percaya diri akan menggerogoti diri kita. Lebih baik tutup telinga rapat-rapat dan melangkahlah dengan pola pikir seoptimis mungkin. Pasti berhasil....!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2060595959248378203?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2060595959248378203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2060595959248378203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2060595959248378203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2060595959248378203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/11/optimis-si-tokek-budek.html' title='Optimis Si Tokek Budek'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6925713518564325401</id><published>2009-10-27T06:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T06:31:39.198-07:00</updated><title type='text'>Aduh Miyabi...</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana kedatangan artis spesialis film-film bokep “Miyabi” ke Indonesia benar-benar membuat geram para pemuka agama. Artis asal Jepang blasteran Kanada tersebut rencananya membintangi film “Menculik Miyabi”. Walah dalah….ada-ada saja orang-orang film kita membuat sensasi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditiya sang penulis naskah dengan tegas berkelit kalau Miyabi sama sekali tidak akan berakting buka-bukaan. Mulai buka mulut, buka dada....dan buka lainnya...Husstt tahan berpikir ngeres!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak saja, rencana kedatangan artis hot tersebut ditantang habis-habisan. Majelis ulama Indonesia paling depan menantang. Begitu juga Front Pembela Islam juga lantang bersuara menolak!! Terakhir dari berbagai ormas agama juga menentang keras dengan alasan moral. ”Bukan akting di film tersebut, tapi Miyabi adalah simbol porno, lantas di mana wajah moral bangsa kita...??” begitu rata-rata komentar mereka yang menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ayal, berbagai argumen dan pro kontra pun terus mengalir saling bersahutan. Ustad Yusuf Mansyur juga sempat berkomentar “Kalau seandainya gw yang jadi presiden akan gw panggil Miyabi ke Cikeas, terus diceramahi agar bertobat, kalau gak mau tobat disuruh pulang aja ke Jepang.” ujar sang ustad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tak kalah hebohnya munculnya komentar agar Miyabi disarankan memaki jilbab kalau mau ke Indoensia. Bahkan, di berbagai internet bermunculan foto-foto Miyabi memakai jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh....Miyabi...jadi kelakukan gini deh, ruarrrr....biasa...” Bisa saja anjuran tersebut himbauan agar dia bertobat. Tapi bisa saja berupa sindiran. Lho...kok gitu...? Kenapa tidak! bukankah umat Islam di Indonesia terlalu lembek dan cepat luluh hatinya apabila mendengar ada orang insaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau...jangan-jangan juga cemoohan kepada FPI yang terlalu vokal dan kerap mengkedepankan tindakan kasar. Lihat saja contohnya, ketika terjadi gempa di Jogjakarta sampai muncul anekdot “Jogja gempa karena Nyi Roro Kidul marah gara-gara disuruh memakai jilbab oleh Ust. Habid Rizieq sang komandan FPI.” Ya....silahkan saja adu argumen. Gelontorkan berbagai alasan demi terjaganya moral bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bola panas mulai menjalar di masyarakat, obrolan pro kontra juga berkumandang di berbagai sudut jalanan. Seorang yang memakai peci hitam terlihat geram. Dia berapi-api berkomentar keras menolak Miyabi datang ke Idonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu warung pojok jalanan dia komat-kamit. “Darah Miyabi halal untuk dibunuh, saya akan membunuhnya kalau dia sampai datang ke Indoensia, dia perusak moral !!!. ujar lelaki tersebut geram. Dia terus mengoceh tiada hentinya mengumpat Miyabi. Sampai-sampai orang-orang di sebelahnya merasa terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak sabar, salah seorang menegor dengan suara pelan. “Sudah lah pak kan sudah ditinjau ulang agar batal.” ujarnya santai, tapi orang yang berjenggut tersebut malah makin naik darah. “Pokoknya harus batal, dia perusak moral, dia artis porno...”sahutnya sambil menggebrak meja. Karena merasa geram, akhirnya orang di sebelahnya mencoba memancing “Maaf pak, Miyabi itu bukan artis porno...dia artis biasa tapi dalam ukuran di Indonesia terbilang porno.” katanya dengan suara agak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lagi-lagi komentarnya disambut dengan suara melengking “Kamu tahu gak sih...dia itu artis porno...kok kamu gak ngerti ya...?!!” semprotnya makin geram. “Baik pak, ujar orang di sebelahnya...kalau betul begitu mana buktinya??.” ujarnya memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oke kalau mau bukti sekarang juga saya akan ambil VCD porno Miyabi...di rumah saya banyak.” ujarnya sambil berdiri dari tempat duduknya. Tak lama kemudian dia datang dengan membawa beberapa VCD porno Miyabi. “Nih buktinya....saya hampir setiap malam nonton, mau bukti apa lagi, dia perusak moral, jelas kan...!!” hardiknya masih dengan nada emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Kontan saja orang-orang di sebelahnya cengar-cengir....”Lho....j&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;adi bapak penggemar Miyabi ya...?? kalau begitu moral siapa yang rusak pak heheheeeeee.” ujar mereka sambil tertawa. Tentu saja wajahnya langsung memerah. Dengan sedikit menahan malu dan nada suara terbata-bata dia berkelit “Emmm....i..i..itu bukan punya saya tapi pinjam ke tetangga.” ucapnya sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6925713518564325401?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6925713518564325401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6925713518564325401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6925713518564325401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6925713518564325401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/10/aduh-miyabi.html' title='Aduh Miyabi...'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2453764363288376119</id><published>2009-08-25T08:53:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T21:34:17.498-07:00</updated><title type='text'>Pandanglah Bakat Anak sebagai Potensi Hebat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SrmlOGF272I/AAAAAAAAAIE/yon1g7KaojU/s1600-h/tg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SrmlOGF272I/AAAAAAAAAIE/yon1g7KaojU/s320/tg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384516491070074722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batam Pos, Selasa, 25 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahmud Syaltut Usfa S.Psi (Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pelajaran baru sudah dimulai. Siswa-siswi sudah memulai kegiatan belajar di sekolahnya masing-masing. Para orangtua pasti telah memilih sekolah yang terbaik bagi putra-putrinya. Di mana pun sekolah pilihannya, pasti sudah dipertimbangkan dengan matang. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun pelajaran baru merupakan masa transformasi bagi anak yang baru selesai sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK). Dalam penyesuaian ini belum terlihat prestasi anak secara menonjol. Para orangtua juga belum disibukkan dengan hitung-hitungan nilai anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masa belajar satu semester, para orangtua sudah berpikir nilai akademis. Dan pertanyaan yang sering dilontarkan adalah “Ranking berapa anak saya?” Sebuah pertanyaan yang umum tentunya. Tapi sangat jarang orangtua, bahkan hampir tidak sempat bertanya kepada gurunya “Apakah bakat anak saya sudah berkembang?” atau minimal bertanya “Bakat apa yang dimiliki anak saya?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja karena berpikiran kalau bakat tidak begitu penting dibanding hasil prestasi belajar anak. Atau mungkin saja hasil prestasi belajar anak dipandang sebagai kualitas intelegensinya. Akibatnya bakat anak kerap terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran seperti itu hendaknya dihilangkan. Minimal, cobalah berpikir bahwa kedudukan bakat dan intelegensi seimbang dalam meraih keberhasilan masa depan anak. Bakat memiliki sumbangsih besar terhadap perkembangan intelegensi anak. Sementara faktor intelegensi tidak memberi pengaruh signifikan terhadap bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana, anak yang berbakat musik akan menjadi kreatif, inovatif, dan berpikir kontruktif, sehingga intelegensinya terasah. Sebaliknya, sekalipun anak tersebut intelegensinya tinggi tapi tidak memiliki bakat musik tetap saja tidak akan bisa bermain musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, bukan mengesampingkan faktor intelegensi. Melainkan menegaskan keterkaitan antara keduanya yang harus kita nilai seimbang sebagai potensi anak. Bakat lahir bersama genetikal anak. Hebatnya lagi, setiap anak pasti memiliki bakat. Dan yang unik, sekalipun bakatnya sama namun karakteristik kreatifitasnya bisa berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, bakat sangat erat dengan kegiatan yang dapat menstimulasi otak kanan anak. Jika otak kiri diidentikkan dengan kecerdasan analitik seperti kemampuan matematis dan berpikir secara sistematis. Maka otak kanan biasa dikaitkan dengan kreativitas, misalnya kemampuan berkomunikasi dan seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini banyak orangtua yang memasukkan anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ekstra kulikuler yang “berat” seperti bahasa Inggris, matematika. Ada baiknya juga memikirkan alternatif kegiatan yang dapat menstimulasi otak kanannya. Kadang satu minggu penuh mengikuti berbagai les, tanpa sekalipun mengikuti les pengembangan bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang-orang hebat di dunia yang berhasil karena dominasi bakatnya. Leonardo Da Vinci misalnya, dia anak jadah dari pengacara Florentina dengan gadis petani. Dia lahir pada tanggal 15 April 1452 di kota kecil yang bernama Vinci di dekat kota Florence. Bakatnya di bidang seni berkembang saat dia menjadi murid Andrea del Verrocchio yang merupakan pematung dan pelukis terkenal di Florence pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga orangtua Shakesphere hanyalah penduduk biasa di kota Stratford-upon-Avon, Warwickshire. Ayahnya yang bernama John Shakesphere hanyalah seorang pedagang lokal, tapi Shakesphere sendiri mampu menjadi salah satu penulis drama dan penyair paling terkenal di dunia dan belum tertandingi sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menggunakan puisi dalam sejarah, tragedi, dan drama komedinya serta menulis 154 soneta. Ayah Ronald Reagen hanyalah seorang salesman sepatu yang tidak lulus SMU dan seorang pemabuk berat. Keberuntungan Reagen berubah saat dia mendapat beasiswa untuk sekolah di Eureka College karena kemampuan berolahraganya, biarpun dia harus bekerja mencuci piring agar tetap bisa makan. Ronald Reagen memulai karirnya bukan sebagai politikus tapi sebagai aktor Hollywood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salah satu contoh orang yang sangat berbakat, tapi dia berasal dari keturunan yang sangat jauh berbeda Dia adalah Srinivasa Ramanujan. Dia berasal dari India dari keluarga miskin di Madras dengan tubuh pendek dan gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, dia sangat pintar belajar aritmatika, tapi dia tidak berhasil masuk ke perguruan tinggi hanya karena dia gagal dalam ujian bahasa Inggris. Meskipun demikian, dia mampu mengeksplorasi matematika sendirian hanya dengan mempelajari teks matematika yang merangkum bidang inti ilmu matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berutunglah orangtua yang mensekolahkan putra-putrinya di sekolah yang memberikan beberapa alternatif kegiatan ekskul pengembangan bakat. Karena potensi otak kanan bisa berkembang maksimal. Apalagi bagian otak kiri sudah banyak didapat anak dari pelajaran umum di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa-siswi yang hanya “dicecoki” dengan berbagai pelajaran di sekolah sangat sulit menjadi anak kreatif. Apalagi orangtua hanya sibuk menilai prestasi anak dari tingkat ranking. Akibatnya perkembangan otak kanan menjadi mandul. Sedangkan otak kiri terus menerus “di-push” dengan berbagai les-les berat dengan harapan meraih ranking, ranking dan lagi-lagi hanya ranking!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja, karena sekolah dan orangtua lebih mementingkan otak kiri inilah membuat negara kita tidak banyak memiliki anak-anak yang kreatif. Ini disebabkan otak kanan kurang dikembangkan secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pentingnya peran sekolah dan orangtua memberi wadah kepada anak untuk perkembangan bakatnya. Marilah kita lihat potensi anak secara bijak. Sekecil apa pun bakat anak tetaplah sebagai potensi yang harus dihargai. Berilah mereka kesempatan seluas-luasnya agar segenap potensinya terus terasah, berkembang dan berprestasi. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2453764363288376119?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2453764363288376119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2453764363288376119&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2453764363288376119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2453764363288376119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/08/pandanglah-bakat-anak-sebagai-potensi.html' title='Pandanglah Bakat Anak sebagai Potensi Hebat'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SrmlOGF272I/AAAAAAAAAIE/yon1g7KaojU/s72-c/tg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2180460443800853210</id><published>2009-07-12T06:58:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T21:31:46.257-07:00</updated><title type='text'>Membangun Sastra Melalui Esai di Batam Pos</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SrmkmSjeUoI/AAAAAAAAAH8/7j8xVWCdvko/s1600-h/tututusfa2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SrmkmSjeUoI/AAAAAAAAAH8/7j8xVWCdvko/s320/tututusfa2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384515807220748930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batam Pos, Minggu 12 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa&lt;br /&gt;(Penulis dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya halaman sastra dan budaya di Batam Pos merupakan langkah sangat positif. Dalam jagad penulisan, esai sastra merupakan salah satu bentuk karya tulis yang marak diciptakan. Berbagai gaya penulisan terus mengalir setiap minggunya. Dan terbukti, di Batam Pos muncul penulis-penulis lokal yang produktif. Ini menunjukkan pamor esai sastra sudah cukup kuat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sudut pandang sastra menjadi kupasan menarik. Ini suatu bukti perhatian publik sastra sangat antusias. Selanjutnya yang diharapkan adalah esai dari pengkaji, sastrawan, pembaca, dan tentunya para penulis pemula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya daya tarik tersebut tidak terlepas dari adanya keunikan esai sastra. Walaupun sebagai karangan subjektif, namun tetap memiliki karakteristik sangat menarik. Tentunya yang diharapkan adalah menjawab tantangan yang sudah tersedia ini. Karena, pada akhirnya tidak hanya pembaca yang pandai namun lebih khusus lagi para penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat diharapkan akan muncul para penulis kreatif yang mengulas sastra di jagad negeri ini. Lebih diharapkan lagi menggali sastra di bumi melayu sebagai “tanah air” sastra di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, bisa saja ada kemungkinan seorang penulis esai tidak paham pengertian esai sastra. Menulis esai memang dibutuhkan referensi yang kuat. Namun, yang menjadi dasar adalah pemahaman terlebih dahulu menganai esai itu sendiri. Karena ada beberapa pandangan dari para ahli di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini akan sedikit dihadirkan beberapa pendapat para pakar tersebut. Diharapkan ini lebih memudahkan bagi para penulis, lebih khusus pemula yang tertarik menulis esai sastra. Ini hanya sekadar meneguhkan lagi bagi para penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang pertama saya angkat dari Sang Paus Sastra H.B. Jassin. Menurutnya, esai adalah uraian yang membicarakan bermacam ragam, tidak tersusun secara teratur tetapi seperti dipetik dari bermacam jalan pikiran. Pengertian di atas lebih tegas lagi bahwa penulisan esai sangat luas, fleksibel. Kuncinya adalah fondasi referensi untuk mengokohkan jalan pikiran penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran jika banyak bermunculan karya esai sederhana namun gampang dicerna. Karena dalam esai terlihat keinginan, sikap terhadap soal yang dibicarakan, kadang-kadang terhadap kehidupan secara universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol yang mungkin perlu dijaga adalah mengemas antara keinginan penulis dan kebutuhan pembaca. Sebab, jika mengikuti arah keinginan penulis bisa-bisa pembahasannya melebar. Sebaiknya pahami dulu kebutuhan pembaca. Ini disebabkan penulisan esai memang gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pandangan Arief Budiman, pengertian esai sebagai karangan yang sedang panjangnya, yang membahas persoalan secara mudah dan sepintas lalu dalam bentuk prosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pendapat dari Soetomo menyebut bahwa esai adalah sebagai karangan pendek mengenai suatu masalah yang kebetulan menarik perhatian untuk diselidiki dan dibahas. Pengarang mengemukakan pendiriannya, pikirannya, cita-citanya, atau sikapnya terhadap suatu persoalan yang disajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esai lebih mengarah pada penulisan yang sedang menarik perhatian, dibahas secara datar, dan bukan bersifat kritik. Sebab kritik sudah memiliki penilaian baik-buruk, benar-salah. Kritik sastra juga lebih sistematis dibanding esai, oleh karena itu kritik sastra harus diurai panjang lebar, dan secara otomatis harus objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan dengan esai adalah sifat penulisannya subjektif. Uraiannya cukup pendek karena hanya menerangkan. Juga tidak teratur sistematikanya layaknya opini. Sepertinya ini sering rancu, karena penulis sering ”terlanjur” mengarah ke kritik. Hal ini disebabkan penulis sangat kokoh pada pemikirannya, sehingga tersandung pada ego dalam mengemukakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esai bisa diartikan sebagai karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dengan pendirian, pikiran, cita-cita, sikap penulisnya yang diutarakan secara tidak teratur. Tak heran, jika esai dikupas secara sederhana namun memiliki dasar pemikiran yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang lainnya muncul dari F.X. Surana yang menerangkan esai sebagai kupasan suatu ciptaan, tentang suatu soal, masalah pendapat, ideologi, dengan panjang lebar. Kupasan ini berdasarkan pandangan penulisnya dan diutarakan secara tidak teratur. Adakalanya esai terkesan menyajikan pemikiran-pemikiran yang liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pandangan tersebut, bisa dikategorikan kalau tulisan esai memiliki ciri-ciri: Tulisan pendek, berbentuk prosa, bersifat subjektif, bersifat menerangkan saja, tidak teratur dibanding kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas tak heran apabila esai bermunculan. Terlebih sastra dan budaya memiliki ruang lingkup sangat luas. Batam Pos sudah memberi ruang bagi para penulis. Suatu bentuk apresiasi yang sangat bagus dalam meningkatkan pemahaman sastra dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini merupakan membangun media edukatif bagi perkembangan sastra dan budaya di Kepri. Batam Pos sudah memiliki kepedulian yang tinggi. Dari halaman ini kita bisa belajar. Tidak sekadar belajar dari membaca, namun juga menuangkan pemikiran-pemikiran kita dalam tulisan. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2180460443800853210?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2180460443800853210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2180460443800853210&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2180460443800853210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2180460443800853210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/07/membangun-sastra-melalui-esai-di-batam.html' title='Membangun Sastra Melalui Esai di Batam Pos'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SrmkmSjeUoI/AAAAAAAAAH8/7j8xVWCdvko/s72-c/tututusfa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-70745322234315666</id><published>2009-07-12T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T06:58:47.143-07:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Sentuhan Meluluhkan Jiwa Anak</title><content type='html'>Batam Pos, Sabtu, 11 Juli 2009&lt;br /&gt;Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak kekerasan guru terhadap siswa sering mewarnai lembar pendidikan kita. Termasuk di tingkat pendidikan dasar (SD). Banyak guru tidak sabar menghadapi ulah anak didiknya. Padahal, semua guru pasti ingin mendidik siswa-siswinya dengan baik. Tetapi menghadapi sikap, perilaku, dan kepribadian anak berbeda-beda membutuhkan kesabaran tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang merepotkan guru adalah ketika menghadapi anak kurang disiplin. Tapi mau ditegaskan malah tersandung dengan persepsi yang sudah melekat di pikiran kita “namanya saja anak-anak”. Pandangan seperti itu terkadang menjadi sebuah “toleransi” ketika akan menegakkan aturan kepada anak-anak. Akibatnya, sikap dan perilaku anak malah dalam posisi salah bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih menghadapi anak yang dicap sebagai “si nakal” di sekolah. Adakalanya orangtua serta guru serba salah ketika harus memberi sanksi atau hukuman. Karena khawatir mengarah kepada tindak kekerasan. Tapi jika secara lembut malah tidak membuat perilaku anak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengendalikan perilaku anak ada dua figur penting yang mempengaruhi. Yaitu, figur orangtua dan guru. Keduanya saling mendukung dalam memberi energi postif terhadap emosi dan kognisi anak. Hal mendasar adalah menciptakan kepercayaan (trust) pada pribadi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling sederhana membentuk kepercayaan adalah dengan sentuhan fisik. Ini sangat halus, lembut, sederhana tapi membutuhkan keihlasan. Melalui sentuhan akan tercipta ikatan emosional, sehingga terbentuklah trust. Dari kepercayaan akan timbul kelekatan emosional (attachment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua sangat penting membiasakan sentuhan, minimal sebelum anak berangkat sekolah. Bersalaman kemudian memberi ciuman (kecupan) merupakan pembiasaan yang sangat bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hasil penelitian yang spektakuler mengenai pengaruh ciuman seorang ibu. Seorang anak yang diberangkatkan ke sekolah oleh sang ibu dengan kecupan sayang, ternyata memberi dampak luar biasa terhadap prestasinya. Kecupan tersebut mampu meredam kemarahan untuk berkelahi di sekolah daripada mereka yang diberangkatkan oleh baby sitter (pembantu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan apabila orangtua tidak sempat melakukan itu dengan alasan tidak ada waktu. Apalagi semuanya diserahkan kepada pembantu, dan di sekolah dipandang hanya menjadi tanggung jawab guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sebaliknya, guru harus intens memberi sentuhan kepada anak didiknya. Mulai menyambut dengan salaman ketika anak tiba di sekolah. Satu persatu kepada siswa. Bukan sebaliknya, siswa yang menyambut guru kerena sang guru datangnya terlambat. Anak pasti sangat senang menyambut guru tapi akan lebih bangga lagi apabila disambut guru dengan salaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan akan mengalirkan ikatan emosional. Apabila setiap hari dilakukan, maka akan menyambungkan ikatan kepercayaan. Model sentuhan lain yang juga sangat sederhana tapi memiliki makna dalam adalah dengan mengelus-elus punggung anak. Sentuhan ini mampu memberi rasa percaya diri, tanggung jawab, ketenangan serta semangat ke anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain adalah dengan membelai kepala. Dengan melakukan belaian membuat anak merasa dihargai, mendapat kepercayaan dan tidak merasa dipersalahkan. Sentuhan yang juga sangat sederhana dilakukan ke anak adalah mendekap kepalanya ke dada sebelah kiri. Ketika anak merasa bersalah, menangis dan down, dekaplah erat-erat sampai merasakan dengup jantung. Seketika anak akan “bernostalgia” saat berada di dalam rahim ibunya. Akan merasa tenang dan aman. Sehingga mampu menghilangkan rasa cemas, takut dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak musthail, jika sentuhan sederhana tersebut diterapkan mampu meredam tindak kekerasan guru terhadap siswa. Kekuatan sentuhan sangat dahsyat. Sudah banyak hasil penelitian membuktikan pengaruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang psikolog Eropa pernah melakukan penelitan terhadap dua simpanse. Simpanse yang satu tidak penah dilus-elus, dibelai dan diajak berkomunikasi. Sedang satunya setiap hari dibelai, dielus-elus, diberi sentuhan fisik dan diajak ‘bicara”. Hasilnya, ada perbedaan sangat mencolok. Simpanse yang tidak pernah diberi sentuhan fisik menjadi liar, garang dan ganas. Tapi sebaliknya, yang diberi sentuhan dan kasih sayang menjadi sangat penurut dan patuh kepada pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Australia memiliki pengalaman lain yang cukup unik. Katanya, sapi yang diperah susunya dengan menggunakan tangan si peternak (diperah secara manual) lebih banyak mengeluarkan susu daripada sapi yang diperah dengan mesin pemerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya pengaruh sentuhan ini. Jangankan terhadap manusia yang memiliki elemen psikologis sempurna, kepada hewan saja pengaruhnya luar biasa!. Rasa percaya anak yang sangat besar membuat mereka gampang diarahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun diberi sanksi saat melakukan kesalahan tetap tidak akan menyalahkan guru. Dalam dirinya tidak akan muncul rasa benci, takut (trauma) kepada guru. Melainkan timbul kesadaran bahwa dirinya diberi sanksi karena kesalahannya, bukan karena guru membenci dirinya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat berbeda dengan guru yang tidak memiliki ikatan emosional kepada anak didiknya. Kepercayaan sangat rapuh. Apabila guru memarahi akan dinilai sebagai guru yang galak. Jangan heran jika akhirnya anak menjadi bandel, selalu melawan. Bahkan, jika dimarahi akan mengulang lagi perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika guru malarang anak dengan kalimat ”jangan” justru ditanggapi sebagai tantangan. Kalimat ”jangan” dijadikan kesempatan untuk mendapat perhatian. Contoh, ketika anak dilarang naik pohon ”jangan naiki pohon itu!” anak bukan turun, malah naik lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah pentingnya membangun”trus” terlebih dahulu dengan fondasi ikatan emosional, selanjutnya baru diberi teguran atau sanksi apabila melakukan kesalahan agar perilakunya terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun attachment tak perlu mengganggu pekerjaan di sekolah. Cukup dengan memanfaatkan sebaik mungkin waktu luang yang ada bersama anak didik. Memberi sentuhan bisa dilakukan setiap saat. Guru, yang tidak mau menyempatkan memberi sentuhan akan menciptakan jarak emosional. Apalagi jika anak dibuat merasa segan bertemu guru sama halnya menjauhkan rasa kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhan fisik adalah bahasa cinta yang paling mudah digunakan tanpa syarat, sebab orangtua atau guru tidak perlu mencari kesempatan khusus ataupun alasan apabila hendak melakukan kontak fisik. Bahasa sentuhan tidak terbatas pada pelukan dan ciuman saja, tetapi segala jenis kontak jasmani. Semoga bermanfaat.*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-70745322234315666?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/70745322234315666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=70745322234315666&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/70745322234315666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/70745322234315666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/07/dahsyatnya-sentuhan-meluluhkan-jiwa.html' title='Dahsyatnya Sentuhan Meluluhkan Jiwa Anak'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5759170081402687457</id><published>2009-06-28T07:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T07:59:05.688-07:00</updated><title type='text'>Jangan Malu Belajar Do'a ke Anak</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua mana yang tidak senang anaknya pandai ilmu agama. Walaupun dia sendiri sangat dangkal tentang agama, tapi anaknya harus pandai. Mantap….!! memang orangtua harus berpikir gitu kok!. Akhirnya anaknya disekolahkan di salah satu SD Islam favorit di Batam. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum agama Islamnya termasuk di atas standar. Semenjak kelas I (semester awal) sudah harus mengikuti berbagai pelajaran agama. Tidak hanya teori tapi juga praktek, atau lebih akrab dengan istilah pembiasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pembiasaan bahasa Arab sampai membaca do’a - do’a pilihan. Apalagi praktek shalat, pembiasaan membaca al-qur’an dan hadis-hadis pilihan sudah menjadi keseharian mereka. Sampai-sampai orangtuanya sendiri kewalahan mengimbangi kemampuan ilmu agama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga lama-lama kondisinya terbalik. Anak yang harus mengajari orangtuanya. Bahkan, saat ada tugas agama dari sekolah anak mulai malas bertanya ke orangtuanya. Alasannya, papa dan mama pasti gak ngerti. Akibatnya pada diri anak mulai muncul rasa kurang percaya ke orangtuanya. “Ah…percuma tanya, paling papa dan mama gak bisa jawab juga.” Begitu yang ada di pikiran anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tak mau, orangtua harus (dituntut) untuk belajar berbagai pelajaran agama anaknya yang masih duduk di bangku kelas I SD. Kalau perlu harus lebih pandai. Akhirnya, setiap hari selalu membaca pelajaran agama di buku paket dan catatan anaknya. Hasilnya positif, orangtua jadi makin ngerti akan ilmu agama. Khususnya bagi sang ibu yang harus mengajari anaknya, menjadi persoalan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pelajaran agama secara umum tidak ada masalah. Tapi ketika pelajaran bahasa Arab, tajwid, menulis Arab sangat menjadi kendala. Yang lebih merepotkan lagi pelajaran hafalan surat-surat pendek, hadis-hadis pilihan dan do’a – do’a pilihan. “Wah....mana mungkin bisa menghafal semuanya.” pikir ibunya. Apalagi kemampuan menghafalnya tidak setajam anak-anak. Tapi kalau bertanya ke anaknya langsung kuatir anaknya malah menertawakan. “Kok papa dan mama tidak tau sih...!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyerah...pasrah...akhirnya memutuskan “Saya harus belajar ke anak!!” Tapi sayangnya tidak mau terang-terangan, alias harus sembunyi-sembunyi. Caranya, setiap hari harus menyuruh anaknya membaca pembiasaan-pembiasaan tersebut. Misalnya, niat wudu’ dan doa setelah wudu’ sang ibu harus mendampingi anaknya yang lagi wudu’ dengan pura-pura membimbingnya. Padahal mulutnya sambil komat-kamit menirukan anaknya yang sedang baca do’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabrek hafalan do’a –do’a harus dihafalkan. Rasanya memori otak ibunya sudah penuh. Entah kenapa, untuk menghafal do’a sebelum makan kok terasa susah. “Wah...do’a – do’a dan hadis masih belum hafal ditambah lagi do’a sebelum makan.” pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya setiap anaknya mau makan sang ibu harus pasang kuping mendengarkan do’a anaknya. Tapi anaknya kadang malas-malasan membaca do’a. Pada suatu hari anak makan di ruang makan dan tidak mau diganggu ibunya. Sang ibu harus rela nguping sambil duduk di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang sekali, sang ibu tidak mendengar anaknya membaca do’a. Dengan penasaran dia menanyakan. “Apakah sudah membaca do’a?” tanyanya. Dengan suara enteng anaknya menjawab “Sudah membaca di dalam hati.” sahutnya. “Aduh...repot nih jadi gak kedengaran.” pikir ibunya, sambil melontarkan kalimat “Membaca do’a itu harus nyaring supaya kedengaran malaikat.” ujar ibunya setengah berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya anaknya membaca do’a dengan keras. Sang ibu senang sambil menirukan. Tapi, sial....lagi-lagi masih belum hafal juga. Akhirnya menyuruh anaknya membaca lagi. “Ayo dibaca lagi yang keras.” Suruhnya. “Kan sudah mama.....” jawab anaknya. “Dibaca lagi yang keras supaya setannya lari gak ikut makan.” alasannya dengan suara agak keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak menurut sambil mengulang bacaan do’a sebelum makan. Ibunya senang karena bisa menirukan. Tapi, lagi-lagi gak nyantol ke memorinya. Do’a yang sudah dihafalnya hilang lagi. Membacanya juga terbalaik-balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah...harus menyuruh anak saya lagi nih.” Ucapnya dalam hati. “Ayo...do’a sebelum makannya diulang lagi, kayaknya setannya belum lari tuh...” suruhnya lagi. Dengan sedikit jengkel si anak menjawab “Aduh mama......kan makannya sudah selesai, kok disuruh membaca do’a sebelum makan terus sih....sekarang aku membaca do’a setelah makan ya ma...” sahut anaknya polos. “Ihhhh......do’a sebelum makan aja belum hafal malah ditambah do’a setelah makan.” ujar sang ibu agak sewot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar kepada anak kenapa harus gengsi. Apalagi untuk kebaikan anak dan diri sendiri. Gak ada salahnya terus terang, tapi terus berusaha belajar. Daripada ditahan-tahan malah hasilnya tak karuan tuh...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5759170081402687457?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5759170081402687457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5759170081402687457&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5759170081402687457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5759170081402687457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/06/jangan-malu-belajar-doa-ke-anak.html' title='Jangan Malu Belajar Do&apos;a ke Anak'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-3217185390614175232</id><published>2009-06-28T06:59:00.001-07:00</published><updated>2009-06-28T07:02:46.600-07:00</updated><title type='text'>Dangdut pun Berevolusi</title><content type='html'>Batam Pos, Minggu, 01 Pebruari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sonet 2 yang menggebrak pasar musik nasional dengan sentuhan baru musik dangdut, masih menjadi perhatian. Revolusi dangdut yang diusung oleh Rhoma Irama dan anaknya Ridho Rhoma (Sonet 2) menjadi pembicaraan di kalangan musisi. Revolusi dangdut dianggap membawa angin segar bagi pemusiknya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASANUL, Reporter Batam Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Batam ada Muhammad Syaltut Usfa, gitaris sebuah grup band yang kerap membawakan lagu-lagu berirama dangdut saat manggung. Revolusi dangdut yang dibawa oleh Sonet 2, menurutnya membawa kesegaran bagi industri musik dangdut tanah air, termasuk Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, stereotipe dangdut yang selama ini menjadi semacam ciri khas, bisa dibuang. Ciri khas dangdut yang menyolok adalah style dan cara berpakaian. Musisi dan penyanyi dangdut bisa dibedakan dengan musisi dan penyanyi pop/rock melalui penampilannya yang norak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau manggung kami harus pakai seragam, padahal saya sangat tidak nyaman dengan seragam,” aku Syaltut, sapaannya, saat berdiskusi dengan wartawan koran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu belum lagi dari penamaan grup musik dan penyanyi dangdut. Revolusi yang diusung oleh Raja Dangdut sekarang ini, dianggap membawa angin segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bila revolusi dangdut ini bisa berjalan dan diterima, suatu saat nanti kami manggung tidak lagi harus menggunakan seragam. Status musisi dangdut pun bisa disejajarkan dengan musisi pop atau lainnya,” komentar Syaltut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan minus pada musisi dangdut, menurutnya bisa ditepis melalui revolusi tersebut. Syaltut mengaku, musisi dangdut kerap dipandang sebelah mata tanpa melihat latar belakang musisinya. Syaltut misalnya, walau sejak 1996 lalu sudah berkecimpung di musik dangdut dan koplo, tetapi dia justru berlatar belakang pendidikan musik klasik di Yasmi Music School, Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya terjun ke dangdut karena ada unsur akar budayanya,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari membawakan musik-musik dangdut di pelosok tempat lah, Syaltut bisa mengenal karakter dari banyak orang, dari berbagai suku dan ras. Tak heran, temannya ada banyak dari berbagai latar belakang yang beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi revolusi dangdut sekarang ini, dia mengatakan dibutuhkan kreativitas dan kemampuan bermusik oleh musisi dangdut, lebih baik dari yang sebelumnya. Bila dulunya musisi dangdut Batam hanya sebatas bisa bermusik, setelah revolusi musisinya dituntut untuk berkemampuan lebih. Bila tak mampu mengikuti, bisa tergusur dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau saya lihat, musisi dangdut di Batam tidak begitu kreatif, hanya menunggu lagu-lagu dari Jakarta atau dari pop. Bila tetap seperti itu, musisi di Batam akan tetap menjadi musisi kampungan,” kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi menunggu, menurutnya tidak bisa lagi dilakukan setelah revolusi dangdut. Musisi lokal harus bisa menciptakan nada-nada lagu baru untuk bisa eksis. Dampak dari keringnya kreatifitas itu, menurutnya baru terasa sekarang. Tetapi bila kering kreatifitas bisa diatasi, musisi dangdut akan naik pamor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bukan tidak mungkin akan terbit pula grup Sonet 3 atau Sonet 4,” kelakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaltut dengan grup musiknya yang secara berkala mengadakan konser di beberapa tempat di Batam, mengatakan bahwa sejauh ini mereka masih menggunakan dangdut original dalam bermusik. Revolusi musik dangdut, masih belum diikuti sekarang ini, walaupun mau tidak mau mereka harus ikut dalam evolusi yang tercipta. Bagi Syaltut dan rekannya, revolusi dangdut lebih diharapkan ke arah persamaan derajat antara musisi dangdut dengan musisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami harus mengikuti evolusi. Tidak ada lagi penyanyi yang bergaya norak dan bergaya seksi tidak pada tempatnya,” celetuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan revolusi, musisi Batam bisa membuat evolusi dan perubahan untuk menghadapinya. Revolusi yang dibawa itu, menurut Syaltut tidak hanya menyangkut revolusi pada musiknya saja, tetapi juga kelas pada pemain dan penikmat musik dangdut. Selama ini, walaupun dangdut telah merambah hotel dan tempat-tempat berkelas, tetapi penampilan musisinya tidak juga ada beda. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-3217185390614175232?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/3217185390614175232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=3217185390614175232&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3217185390614175232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3217185390614175232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/06/dangdut-pun-berevolusi.html' title='Dangdut pun Berevolusi'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1592952253082763770</id><published>2009-06-11T07:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T07:35:31.783-07:00</updated><title type='text'>Bahasa Gaul, Budaya Gaul, Bangsa Gelo</title><content type='html'>Batam Pos, Minggu 7 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa&lt;br /&gt;(Penulis dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berlebihan apabila bahasa Indonesia sekarang dinilai sedang terkoyak-koyak. Munculnya bahasa gaul membuat ejaan bahasa Indonesia “kocar-kacir” tak beraturan. Lebih prihatin lagi, tidak hanya bahasa lisan yang morat-marit tapi juga bahasa tulisan. Bahasa-bahasa iklan yang terpampang di baliho-baliho besar sudah semakin salah kaprah penulisannya. Begitu juga yang dipublikasikan di telivisi, semakin menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia.    &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redupnya penggunaan tata bagasa Indonesi yang benar justru diikuti maraknya bahasa gaul. Yang lebih memprihatinkan, bahasa gaul diangkat ke dalam bahasa tulisan. Kondisi ini tentu membuat bahasa kita terkontaminasi. Akibatnya, eksistensi bahasa sebagai bagian dari budaya malah terkikis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya bahasa gaul disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, dipandang komunikatif. Bahasa gaul gampang menyebar melalui media, khususnya radio dan televisi. Bahasanya gampang dicerna dan tidak ribet (bertele-tele). Faktor lainnya karena trend. Anak muda yang menjadi sasaran. Penyebarannya bisa merambah mulai anak SD hingga Orangtua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wabah bahasa gaul sendiri memang lebih cendrung ”menyerang” kaum remaja. Mengapa? Secara psikologi memang berkaitan dengan perkembangan kognitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Piaget (ahli psikologi kognitif), remaja memasuki tahap perkembangan kognitif yang disebut tahap formal operasional.  Piaget menyatakan bahwa tahapan ini merupakan tahap tertinggi perkembangan kognitif manusia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini individu mulai mengembangkan kapasitas abstraksinya. Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat.  Kosa kata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topik-topik yang lebih kompleks.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat bisa dipahami. Sebab kalau dilihat dari perkembangan, bahasa gaul ini berkembang seiring dengan situasi zaman. Sebenarnya sejak tahun 70-an sudah muncul bahasa gaul. Tapi tahapannya hanya sekadar istilah untuk merahasiakan. Misalnya dengan menggunakan kosa kata terbalik. Awalnya sebatas terjalin dalam komunitas tertentu saja. Tapi karena sering juga digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sejarahnya, bahasa gaul ini sendiri berasal dari kaum waria dan anak-anak jalanan. Masih ingat bahasa prokem? Bahasa prokem sangat trend di kalangan anak muda tahun 70 dan 80-an. Salah satu bahasa prokem (okem) yang masih terdengar sampai sekarang adalah ”bokap”. Nah, bahasa prokem ini muncul dari kalangan preman jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat sejarah kata-kata gaul secara singkat. Pada tahun 1980-an muncul istilah yang sangat populer, yaitu ”Nih Yee...” ucapan ini sangat merata di seantero negeri. Kemudian muncul istilah "Memble dan Kece"Ini adalah ciptaan khas Jaja Mihardja, di tahun1986. Selanjutnya "Booo........" Ini ucapan populer di pertengahan awal 90-an, pertama dipopulerkan oleh grup GSP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kata-kata Boo... tak lama kemudian muncul kata-kata ”Nek...” bagi generasi yang SMA-nya di pertengahan 90-an. Setelah itu muncul lagi "Jayus" Di akhir dekade 90-an dan di awal abad 21, ucapan Jayus sangat populer, kata ini artinya lawakan yang nggak lucu. Juga sempat populer istilah  "Jaim" Ucapan Jaim ini di populerkan oleh Bapak Drs. Sutoko Purwosasmito, seorang pejabat di sebuah departemen, yang selalu mengucapkan kepada anak buahnya untuk menjaga tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaiman dengan "Gitu Loooooooooohhh........(GL)" Kata GL pertama kali diucapin oleh Gina Natasha seorang remaja SMP di kawasan Kebayoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping merupakan bagian dari proses perkembangan kognitif, munculnya penggunaan bahasa gaul juga merupakan ciri dari perkembangan psikososial remaja.  Menurut Erikson (Psikolog, 1968), remaja memasuki tahapan psikososial yang disebut sebagai identity versus role confusion.  Hal yang dominant terjadi pada tahapan ini adalah pencarian dan pembentukan identitas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja ingin diakui sebagai individu unik yang memiliki identitas sendiri yang terlepas dari dunia anak-anak maupun dewasa.  Penggunaan bahasa gaul ini merupakan bagian dari proses perkembangan mereka sebagai identitas independensi mereka dari dunia orang dewasa  dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa gaul sangat unik, nyentrik dan parktis. Beberapa perkataan disingkat menjadi akronim. Atau beberapa perkataan digambungkan menjadi bahasa baru. Misalnya singkatan seorang nama SBY, JK dll. Bahkan, pasangan Capres dan Cawapres saat ini juga “dipaksakan” menggunakan kata gaul agar lebih populer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya selanjutnya adalah pentingnya pengawalan terhadap bahasa Indonesia. Jangan sampai eksistensi bahasa Indoensia buram. Sudah seharusnya dalam bahasa resmi, atau di media lebih kritis menjaga tata bahasa yang benar. Bahasa gaul hanya ada sebatas musiman. Walau tidak semua penggunaannya merusak khazanah bahasa Indonesia dan  bahasa Melayu, bahasa gaul sangat perlu pengawalan jika digunakan secara formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi belaka. Melainkan juga berisi nilai-nilai etika yang lahir dari budaya. Apabila bahasa gaul lepas dari pengawalan, konsekwensinya adalah terkikisnya etika. Kita adalah bangsa timur yang menjunjung tinggi moralitas. Dengan bahasa kita bisa memiliki etika. Cara berbahasa akan berpengaruh pada sikap, perilaku serta bertatakrama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya bahasa Indonesia sendiri melalui perjalanan sejarah. Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Apabila bahasa Indonesia makin tidak terjaga, taruhannya adalah jati diri bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1592952253082763770?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1592952253082763770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1592952253082763770&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1592952253082763770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1592952253082763770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/06/bahasa-gaul-budaya-gaul-bangsa-gelo.html' title='Bahasa Gaul, Budaya Gaul, Bangsa Gelo'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2807937920358126975</id><published>2009-06-08T08:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T08:37:47.048-07:00</updated><title type='text'>Sudah Cukupkah Usia Anak Anda Masuk SD?</title><content type='html'>Batam Pos, Senin, 08 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ajaran baru sudah semakin dekat. Para orang tua yang anaknya lulus Taman Kanak-Kanak (TK) sudah sibuk mendaftar. Namun, juga banyak orang tua yang bingung menentukan sekolah. Sudah pasti, sekolah-sekolah negeri menjadi incaran. Banyak alasan yang dikemukakan, salah satunya karena biaya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kendalanya di usia. Karena SD negeri sudah mematok usia 7 tahun. Saat ini para orangtua sudah harus dipusingkan dengan hitung-hitungan usia anaknya. Jika di Bulan Juni nanti usianya 6,2 tahun belum cukup umur sekolah di negeri. Tapi menunggu tahun depan sudah memasuki usia 7 tahun lebih. Rasanya para orangtua tidak rela anaknya masuk SD usianya lebih, walau hanya dua bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, tidak sedikit para orangtua yang mensekolahkan anaknya di bawah usia 6 tahun. Incarannya pasti sekolah swasta. Ada juga yang terpaksa akal-akalan, tahun pertama sekolah di swasta, begitu naik kelas dipindahklan ke sekolah negeri. ”Anak saya kan sudah bisa berhitung, membaca, menulis bahkan komputer, kenapa harus menunggu usia 7 tahun?” Seperti itu rata-rata alasan yang dikemukakan para orangtua. Atau dengan alasan anaknya sudah bosan sekolah di TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analogi seperti itu sebaiknya dipertimbangkan lagi. Karena penentuan usia ini bukan terkait kemampuan anak begitu saja. Yang lebih penting adalah usia kesiapan mental. Anak-anak TK sekarang sudah pandai macam-macam karena akibat perkembangan informasi dan kemajuan teknologi. Tetapi usia mental tetap harus berjalan sesuai dengan usianya. Dan tugas-tugas perkembangan anak harus dituntaskan. Apabila mentalnya dibonsai maka anak akan mengalami kejenuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering ditemui perbincangan antar orangtua yang bangga karena anaknya sekolah SD di bawah usia 7 tahun. Bahkan lebih muda usia masuk sekolah merasa lebih bangga diceritakan. ”Wah kalau anak saya ini usianya baru 6 tahun kurang lho masuk SD.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahan dulu berbangga diri, justru harus lebih kritis menyikapi perkembangan anak. Karena anak yang sekolah SD saat usia belum matang rentan mucul kejenuhan. Prestasi anak yang sebelumnya tinggi akan gampang jatuh, bahkan anak gampang drop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak siap secara fisik dan mental menerima pelajaran secara formal dimulai di usia 7 tahun, paling awal 6 tahun. Bisa jadi seorang anak secara kognitif sudah ”pandai” tapi belum tentu secara mental siap untuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak dipaksakan sekolah sebelum umurnya, yang terjadi adalah pada umur di atas 10 tahun. Di usia ini dimana seorang anak mulai mencari jati diri bisa mengalami semacam kebosanan. Dan bila ini terjadi, maka si anak bisa jadi malah malas belajar. Fatalnya adalah hal ini sama sekali tidak terlihat di awal dia sekolah. Bisa jadi tahun pertama bersekolah anak baik-baik aja, tapi setelah 5 tahun bersekolah tahu-tahu si anak mulai berulah, malas sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini sangat lumrah terjadi, karena tidak terjadinya keseimbangan mental dengan tugas-tugas sekolah formal yang sudah ditentukan oleh kurikulum. Satu sisi anak harus menuntaskan tugas-tugas perkembangan usia dini, tapi di sisi lain sudah dijejali dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berhubungan dengan mata pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak usia TK masih berada pada fease trozalter. Artinya, mental anak masih sebagai ”raja kecil” di rumah. Kondisi seperti itu yang mempengaruhi emosi anak, sehingga masih terbawa ke sekolah. Akibatnya, tidak hanya teman-temannya yang merasa terganggu tetapi juga merepotkan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengendalian emosi, sikap anak akan cenderung semaunya. Misalnya, menangis hanya gara-gara rebutan penghapus dengan temannya, mengompol, main-main di kelas, berbicara sendiri ketika guru mengajar, konsentrasinya tidak fokus. Di sinilah guru harus lebih terampil dan sabar. Atau harus berperan ganda memposisikan sebagai guru TK dan SD. Sulit memang, karena satu sisi guru harus konsentrasi mencapai target sesuai dengan kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang masih berada pada usia prasekolah umumnya aktif. Mereka sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. Sedang ciri secara emosional cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut. Selain itu gampang muncul iri hati, mereka seringkali memperebutkan perhatian guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ciri kognitif umumnya terampil dalam berbahasa. Sebagian dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya, anak butuh diberi kesempatan untuk berbicara. Guru dalam berkomunikasi dengan anak, harus dilakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan kondisi psikologis anak usia SD ( 7 tahun). Anak usia ini berada pada tahapan operasi konkret. Pada usia ini anak betul-betul sudah memasuki usia kesiapan mental dari sisi emosional, kognitif dan motoriknya. Pada usia tersebut seluruh aspek perkembangan kecerdasan seperti IQ, EQ, dan SQ tumbuh dan berkembang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tingkat perkembangan masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) serta mampu memahami hubungan antara konsep secara sederhana. Proses pembelajaran masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialami secara langsung. Anak sudah sangat siap menerima metode pembalajaran sesuai kurikulum SD. Guru juga tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran terpadu melalui pendekatan pembelajaran tematik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orangtua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan ini menjadi referensi serta pertimbangan ketika mengambil keputusan. Apabila usianya masih kurang, pertimbangkan lagi mau terus atau menunda tahun depan. *** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2807937920358126975?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2807937920358126975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2807937920358126975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2807937920358126975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2807937920358126975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/06/sudah-cukupkah-usia-anak-anda-masuk-sd.html' title='Sudah Cukupkah Usia Anak Anda Masuk SD?'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-3903741608071163367</id><published>2009-05-24T06:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T06:57:59.167-07:00</updated><title type='text'>Tugas-Tugas Perkembangan Anak</title><content type='html'>Salah satu dasar untuk menentukan apakah seorang anak telah mengalami perkembagan dengan baik adalah memulai apa yang disebut dengan tugas-tugas perkembangan atau Development Task. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas perkembangan masa anak menurut Munandar (1985) adalah belajar berjalan, belajar mengambil makanan yang padat, belajar berbicara, toilet training, belajar membedakan jenis kelamin dan dapat kerja kooperatif, belajar mencapai stabilitas fisiologis, pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan sosial dan fisik, belajar untuk mengembangkan diri sendiri secara emosional dengan orang tua, sanak saudara dan orang lain serta belajar membedakan baik dan buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Havighurts (dalam Gunarsa, 1986) tugas-tugas perkembangan pada anak bersumber pada tiga hal, yaitu : kematangan fisik, rangsangan atau tuntutan dari masyarakat dan norma pribadi mengenai aspirasi-aspirasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas perkembangan tersebut adalah sebagai berikut: tugas-tugas perkembangan anak usia 0-6 tahun, meliputi belajar memfungsikan visual motoriknya secara sederhana, belajar memakan makanan padat, belajar bahasa, kontrol badan, mengenali realita sosial atau fisiknya, belajar melibatkan diri secara emosional dengan orang tua, saudara dan lainnya, belajar membedakan benar atau salah serta membentuk nurani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas perkembangan anak usia 6-12 tahun adalah menggunakan kemampuan fisiknya, belajar sosial, mengembangakan kemampuan-kemampuan dasar dalam membaca, menulis, dan menghitung, memperoleh kebebasan pribadi, bergaul, mengembangkan konsep-konsep yang dipadukan untuk hidup sehari-hari, mempersiapkan dirinya sebagai jenis kelamin tertentu, mengembangkan kata nurani dan moral, menentukan skala nilai dan mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial atau lembaga (Havighurts dalam Gunarsa, 1986).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Havighurst (dalam Hurlock, 1980) tugas perkembangan pada masa anak-anak adalah sebagai berikut: a) Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum. b) Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh. c) Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusianya d) Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat e) Mengembangkan ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung  f) Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari g) Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai h) Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga i) Mencapai kebebasan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan seorang anak seperti yang telah banyak terurai di atas, tidak hanya terbatas pada perkembangan fisik saja tetapi juga pada perkembangan mental, sosial dan emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas pada masa setiap perkembangan adalah satu tugas yang timbul pada suatu periode tertentu dalam hidup seseorang, dimana keterbatasan dalam menyelesaikan tugas ini menimbulkan perasaan bahagia serta keberhasilan pada tugas berikutnya, sedangkan kegagalan akan menimbulkan ketidak bahagiaan dan kesulitan atau hambatan dalam menyelesaikan tugas berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rujukan buku :&lt;br /&gt;Hurluck, E. , 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurlock, Elizabeth B., 1973. Adolescent Development. Tokyo: Mc Graw-Hill     Kogakusha Ltd,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-3903741608071163367?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/3903741608071163367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=3903741608071163367&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3903741608071163367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3903741608071163367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/05/tugas-tugas-perkembangan-anak.html' title='Tugas-Tugas Perkembangan Anak'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-9001455489967741359</id><published>2009-05-20T07:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T07:14:30.010-07:00</updated><title type='text'>Kusutnya Cinta Segitiga Antasari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/ShQQJ1ELUXI/AAAAAAAAAHs/LyRhOjnx8ho/s1600-h/tututbajukoko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/ShQQJ1ELUXI/AAAAAAAAAHs/LyRhOjnx8ho/s320/tututbajukoko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337909219390345586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batam Pos, Senin, 18 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia terperanjat begitu mendengar Antasari Azhar menjadi tersangka otak di balik pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Bagaimana tidak, ”pendekar” pemberantas para koruptor itu harus ”terkapar” gara-gara hubungan cinta segitiga antara dirinya, Nasrudin dan Rani.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini sudah pasti menjadi senjata empuk bagi musuh-musuh Antasari. Harus diakui, dengan keberaniannya, banyak kasus korupsi di seantero negeri ini terungkap. Para pejabat kelas kakap yang terlibat korupsi satu persatu diseret ke meja hijau, termasuk besan presiden, Aulia Pohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berlebihan apabila kejadian ini mengundang spekulasi sebagai jebakan bagi orang nomor satu di KPK tersebut. Lagi-lagi wanita dijadikan sebagai umpan empuk untuk menjatuhkan lawan. Sudah bukan rahasia lagi, dunia politik dan pejabat elit acap kali identik dengan perselingkuhan, seks, serta glamoria wanita-wanita cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kaum opurtunis paham bentul, kemolekan tubuh wanita sebagai modal untuk menyuguhi para big boss dan politisi. Ini ibarat makanan pembuka siap saji yang harus disediakan oleh bawahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak politisi elit tak berkutik saat (maaf) ”disajikan” yang satu ini. Seperti, foto yang memperlihatkan kemesraan anggota DPR Max Moein dengan asistennya yang disebut bernama Desi Firdiyanti. Terlepas dari keaslian foto-foto mesra Max Moein, anggota dewan itu akhirnya menghadapi tuduhan pelecehan seksual dari Desi Firdiyanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus lain, Yahya Zaini, beredar video hubungan mesum dengan seorang penyanyi dangdut bernama Maria Eva. Seiring beredarnya video mesum tersebut, karier politik yang dirintisnya dari bawah akhirnya tenggelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kasus yang menimpa Al Amin Nur Nasution. Lagi-lagi seorang perempuan bernama Efielian Yonata menjadi ‘bonus’ bagi dirinya karena memuluskan rekomendasi untuk Sekda Bintan Azirwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika sendiri, skandal seks para pejabat dipandang sebagai suatu aib yang menjijikkan. Sehingga, kredibilitas sang pejabat juga akan hancur. Misalnya, Gubernur New York Eliot Spitzer terpental dari kursi empuknya karena “membooking” seorang pelacur kelas elit bernama Ashley Kristen Dupree.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat kasus yang menimpa mantan Presiden AS Bill Clinton dengan salah seorang pegawai magang di Gedung Putih, Monica Lewinski? Namun Clinton yang jadi sang presiden kala itu, mekipun banyak dihujat oleh warganya, tak sampai terpental dari kursinya. Skandal Antasari memang sedikit nyentrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinyalir dirinya terlibat cinta segitiga. Kasus ini tak ubahnya kisah roman saja. Pertemuan ketiganya dimulai di padang golf. Di Hari Minggu, Nasrudin Zulkarnain diajak oleh Antasari Azhar untuk bermain Golf di lapangan golf faforitnya. Untuk lebih meriahnya permainan, Nasrudin mengajak kekasihnya Rani Juliani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Lapangan Golf, Antasari menanyakan kepada Nasrudin tentang hubungannya dengan Rani. Karena Antasari tahu bahwa Nasrudin telah beristri, dan teman perempuan yang datang ke Lapangan Golf itu bukan istri Nasrudin. Kematian Nasrudin dikatkan dengan keterliban Antasari. Karena disinyalir dirinya ada main dengan kekasih Nasrudin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Antasari dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus penembakan berujung maut yang bermotif cinta segitiga itu.&lt;br /&gt;Cinta segitiga? Benarkan ini persoalan cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Secara psikologi cinta sangat naluriah dan lahir dari perasaan. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep, cinta sangat abstrak sehingga sulit untuk dicerna secara ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi seorang pria yang berada dalam cinta segitiga terdapat banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Bisa berasal dari kondisi internal dan eksternal. Adapun kondisi internal berhubungan dengan kematangan seseorang berdasar pola asuh dan perjalanan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilihat dari kondisi standar yang muncul dari masa lalunya. Misalnya, mencari wanita yang mirip ibunya.Terkait dengan ini, penyebabnya semata-mata faktor kebutuhan serta keinginan. Tapi, biasanya lebih besar keinginan dibanding kebutuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya perilaku seksual bisa dipicu dari karier, tingkat pendidikan, seks, dan bisa masalah keluarga.&lt;br /&gt;Namun yang harus ditegaskan, seseorang yang berada dalam posisi cinta segitiga itu cendrung tidak komitmen dengan ikatan percintaan. Akibatnya rentan muncul perilaku berbohong yang terus menerus dilakukan, sehingga menjadi sebuah split personality (kepribadian ganda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa ditebak, apabila kasus ini benar-benar hubungan cinta segitiga pasti kebohongan-kebohongan akan terus bergulir. Karena untuk menutupi kebohongan harus dijawab dengan kebohongan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat miris, jika seorang Antasari harus melakukan ini! Apalagi dalam konfrensi pers pamer kemesraan dengan istrinya. Entah itu sebuah sikap jujur atau malah sebaliknya guna menutupi kebohongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat nanti dalam proses hukum. Tapi yang pasti, cinta ada manakala kejujuran tersadar. Menurut Sternberg, psikolog yang sangat terkenal mengupas tentang cinta, cinta adalah sebuah kisah. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan. Sepertinya tim penyidik harus jeli melihat perjalanan pribadi Antasari, khususnya terkait dengan sisi kepribadinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan cinta segitiga Antasari bukan kisah roman anak ABG lagi. Skandal ini adalah kisah cinta orang-orang tua yang seharusnya sadar diri. Kasus ini tidak hanya menyangkut moral pribadi, tapi juga pertaruhan moral bangsa. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-9001455489967741359?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/9001455489967741359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=9001455489967741359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/9001455489967741359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/9001455489967741359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/05/kusutnya-cinta-segitiga-antasari.html' title='Kusutnya Cinta Segitiga Antasari'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/ShQQJ1ELUXI/AAAAAAAAAHs/LyRhOjnx8ho/s72-c/tututbajukoko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1671345682976057077</id><published>2009-05-07T00:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T00:29:39.548-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah dan Astaghfirullah</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan nasib seseorang memang tidak bisa ditentukan. Kadang sudah berusaha keras meraih kesuksesasan, tapi kenyataannya malah biasa-biasa saja. Namun, ada yang sebaliknya usahanya biasa-biasa saja tapi malah nasib berpihak baik padanya. Begitu juga dalam karir. Ada orang yang mati-matian ingin meraih jabatan tertentu eh...malah tidak kesampaian. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pandangan agama, jabatan itu adalah amanah. Tanggung jawabnya besar. Tidak hanya kepada bawahan dan atasannya, tetapi juga kepada Allah. Makanya tuh...hati-hati saat mendapat jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyidinah Umar bin Khattab salah satu sahabat nabi memandang jabatan itu tidak hanya sebagai amanah tetapi juga musibah. Makanya, ketika dia dipercaya menjadi khalifah, Umar bin Khattab malah mengatakan Astaghfirullah. Hebatnya, kalimat tersebut tidak sekadar ucapan basa-basi tapi betul-betul dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepemimpinannya beliau tidak pernah mencampur adukkan antara urusan negara dengan urusan pribadi. Boro-boro mau korupsi, menggunakan fasilitas negara saja sangat anti dilakukan. Beliau betul-betul pemimpin yang amanah dan bersahaja. Ucapan Astaghfirullah betul-betul terpantri dalam hatinya sehingga sangat sulit melakukan penyimpangan dari jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya pribadi sangat bingung ketika dipercaya menjadi pimpinan. Mau mengatakan Alhamdulillah nanti dikira merasa girang karena jabatan tersebut. Tapi mau mengatakan Astaghfirullah malah kuatir dikira tidak bersyukur. Wah.....bisa-bisa bos yang memberi kepercayaan tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak begitu menjadi dilematis. Kita bisa saja cuek. Buktinya banyak orang yang meraih jabatan tertentu malah pakai selamatan besar-besaran, atau merayakan dengan pesta meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan kisah juragan kaya dengan kuda pacuannya. Suatu hari sang juragan mencari kuda pacuan yang tercepat. Berbagai perkampungan ditelusuri. Sampai ke pelosok-pelosok desa. Ketika tiba di perkampungan yang sangat jauh dari kota, akhirnya dia bertemu dengan pemilik kuda yang konon kudanya sangat cepat larinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Benar Anda pemilik kuda pacu yang kata orang-orang di sini sangat cepat larinya.” tanya sang juragan. ”Betul tuan, apakah tuan bermaksud membelinya?” kata sang pemilik kuda. ”Oh tentu, berapa saja harganya akan saya bayar asalkan kudanya betul-betul hebat.” jawabnya lagi dengan nada menantang. Mendapat tantangan seperti itu, si pemillik kuda langsung mempersilahkan sang juragan mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Silahkan tuan coba dulu, tapi hati-hati karena kuda ini sangat kencang larinya.” ujar pemilik kuda. Kemudian dengan perasaan penasaran sang juragan mencoba kuda pacuan tersebut. Tapi, aneh...kuda jantan itu tak mau berlari dan hanya diam saja. ”Eh...ini bagaimana kok gak mau lari?” tanya sang juragan dengan nada heran dan suara keras. Tenang saja tuan, kuda ini baru akan lari kalau yang menunggang mengucapkan alhamdulillah.” jelas si pemilik kuda sambil senyum-senyum. ”Oooo....betul begitu ya?!!” sahut sang juragan masih dengan nada heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja sang juragan mengucapkan ”Alhamdulillah”. Oo...ternyata betul, kudanya langsung berlari. ”Ayo tuan berteriak lagi makin kuat, makin kuat berteriak ”Alhamdulillah” kudanya akan makin kencang berlari.” teriak si pemiliki kuda kepada sang juragan. Benar, sang juragan makin kuat berteriak dan kuda itu semakin kencang juga larinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ketika mau berhenti sang juragan bingung bagaimana caranya, karena kudanya tak mau berhenti. ”He...bagaimana cara menghentikan lari kuda ini.” teriak sang juragan kepada si pemilik kuda. ”Gampang tuan, cukup mengucapkan ”Astaghfirullah” pasti kuda itu berhenti.” jawabnya setengah berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata benar , begitu sang juragan mengucapkan ”Astaghfirullah” kuda tersebut langsung berhenti. ”Wah...betul-betul kuda hebat, saya langsung beli.” ucap sang juragan kepada si pemilik kuda tanpa tawar menawar harga lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, ketika lomba pacuan kuda sang juragan dengan bangga memamerkan kuda jagoannya. Dia sangat yakin kalau kudanya akan menang. Ketika lomba dimulai dia tenang-tenang saja. Aba-aba pun dimulai tapi sang juragan masih santai dan tak mau menyuruh kudanya lari. Padahal kuda-kuda saingannya sudah berlari duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuda-kuda lainnya berlari agak jauh baru sang juragan berteriak “Alhamdulillah”. Kuda tersebut langsung lari melesat. Sampai-sampai kuda-kuda saingannya ketinggalan jauh. Saking girangnya, sang juragan lupa mau menghentikan kudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya kudanya lari melampaui arena lomba dan berada di lokasi bebukitan dan jurang. Sang juragan panik setengah mati. Untung, dia ingat cara menghentikan kudanya. Langsung dia berterika ”Astaghfirullah” dan langsung kudanya berhenti tepat di tepi jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa selamat dari musibah dan dengan perasaan lega pula sang juragan tak sadar mengatakan ”Alhamdulillah” sambil mengelus-ngelus dadanya. Mendengar juragannya mengatakan Alhamdulillah langsung kudanya berlari. Celaka....keduanya masuk jurang dan mati !!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah dan Astgahfirullah adalah kalimat yang bagus. Tapi apabila salah menempatkan akan membuat celaka. Sekarang bergantung Anda kapan saatnya mengatakan kalimat bersyukur dan kalimat mohon ampunan Allah tersebut. Ketika Anda dipercaya menjadi pemimpin, silahkan mau mengucapkan apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1671345682976057077?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1671345682976057077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1671345682976057077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1671345682976057077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1671345682976057077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/05/alhamdulillah-dan-astaghfirullah.html' title='Alhamdulillah dan Astaghfirullah'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-3769493430689490334</id><published>2009-05-01T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-05-01T07:03:51.080-07:00</updated><title type='text'>Musim Caleg Gugur</title><content type='html'>(Kebangkrutan Mental dan Abunawas Sindrom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam Pos, Jumat, 01 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu legislatif baru saja berakhir. Para caleg yang sudah habis-habisan berkampanye sudah diketahui hasilnya. Mereka tidak hanya terkuras tenaga dan pikirannya, tetapi juga biaya serta mental. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat pada masa kampanye, paling tidak ada tiga golongan caleg. Pertama, caleg dengan modal kecil. Harapan lolos juga kecil seimbang dengan modal yang dikeluarkan. Apabila gagal tidak menjadi beban besar. Caleg tipe ini lebih siap kalah dibanding siap menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, caleg dengan modal sedang. Harapannya masih sebatas biasa-biasa saja. Lebih cendrung adu keberuntungan. Jika tidak lolos, tidak begitu berisiko pada kondisi mental. Modal tanggung depresinya juga tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, celeg dengan modal besar. Tidak hanya berharap besar untuk lolos, tapi harapannya sudah mengarah pada ambisi. Bagaimana jika gagal? Sudah bisa ditebak! Mereka rentan stres berat, depresi berat, bahkan berisiko mengalami psikosa (sakit mental).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para caleg gagal yang mengalami depresi berat disebabkan tidak adanya keseimbangan mental. Harapan tinggi, modal besar, begitu sadar dirinya gagal mental langsung drop. Beban mental dirasakan terlalu berat. Jika seorang caleg gagal mulai sering marah-marah, ngoceh sendiri, kemudian termenung, itu bisa jadi pertanda si caleg gagal sudah terganggu kesehatan jiwanya. Silahkan perhatikan caleg gagal di sekitar Anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja beberapa kasus, mereka mengalami sakit mental disebabkan terlilit hutang. Tidak hanya mengalami kebangkrutan modal (materi), namun juga kebangkrutan mental. Manakala modal ratusan juta hingga miliaran berbuah kekalahan harapan sirna. Menjadi anggota dewan dipandang sebagai posisi terhormat. Ketika harapan itu sirna, seakan kehormatannya juga runtuh. Di sinilah sebenarnya pentingnya belajar mentransformasi mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal sederhana yang membuat orang gampang mengalami stres dan depresi. Pertama, disebabkan salah persepesi. Harapan tak sesuai dengan kenyataan. Kedua, displacement activity, perilaku salah arah tidak sama dengan pikiran. Caleg gagal sangat rentan mengalami keduanya.&lt;br /&gt;Cara sederhana dalam menetralisir keduanya adalah membuat berbagai alternatif. Kemudian, terus mencari alasan untuk berpikir postif. Sehingga sampah-sampah pikiran tidak terus melekat pada pikiran yang lambat laun membusuk dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego memiliki peran penting dalam mengontrol, mengendalikan serta menetralisir berbagai gelombang pikiran. Para caleg gagal tidak ada salahnya mencontoh Abunawas dalam menetralisir mental ketika egonya terusik. Kelihatannya konyol, tapi paling tidak bisa menetralisir stres dan depresi berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika Abunawas mengikuti shalat jenazah dengan khusuk berada di shaf depan. Tapi ada yang janggal apa yang dilakukan oleh Abunawas. Yang semestinya shalat jenazah hanya dilakukan dengan posisi berdiri (tidak harus memakai sujud, rukuk dan seterusnya layaknya shalat lima waktu) malah Abunawas melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Abunawas ini mengundang pertanyaan bagi jamaah. ”Kenapa engkau memakai sujud dan rukuk hai Abu? kan mestinya cukup berdiri saja?” tanya seseorang di sebelahnya. Dasar Abunawas, dengan otak cerdiknya dia menjawab enteng “Orang yang mati ini banyak dosanya, sehingga harus memakai rukuk dan sujud,”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada teori psikoanalisa Sigmund Freud, dalam dinamika diri manusia memiliki Ego Devent Mekanisme. Ini sangat kuat memberikan alasan-alasan demi untuk membela egonya. Kondisi seperti ini dimiliki oleh semua manusia tanpa terkecuali. Apalagi para caleg yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori psikoanalisa, ego merupakan kesatuan inti manusia. Maka ancaman terhadap ego ini merupakan ancaman pula terhadap eksistensi manusia. Kondisi ini terjadi manakala keadaan mengancam keutuhan integritas pribadinya. Ego Devent Mekanisme ini sendiri sebenarnya tidak realistis dan mengandung unsur penipuan diri sendiri serta distorsi realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme itu sangat penting. Sebab berfungsi untuk memperlunak kegagalan, menghilangkan kecemasan, mengurangi perasaan yang menyakitkan karena pengalaman yang tidak mengenakkan. Dan juga untuk mempertahankan perasaan layak dan harga diri. Abunawas ahli dalam melakukan ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak bentuk pembelaan ego ada beberapa bentuk pembelaan ego yang sering dilakukan oleh kita, seperti Rasionalisasi. Ini adalah berusaha untuk membuktikan bahwa perbuatan yang ia lakukan yang sebenarnya kurang baik, namun dirasionalkan adanya, dapat dibenarkan dan dapat diterima adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, ketika caleg ditanya kenapa sampai gagal, caleg tersebut dengan enteng akan menjawab “Sebenarnya yang memilih saya banyak cuma kurang beruntung saja”, padahal intinya ada rasa gengsi mengakui kekalahannya. Rasional menurut dia tapi terkadang akan menjadi lelucon bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk ego devent mekanisme lainnya adalah Reaksi Formasi. Yaitu, mengalihkan kegagalannya agar bisa diterima oleh orang lain. Seperti kisah seekor ruba yang tidak bisa meraih anggur, padahal sudah berusaha keras. Akhirnya si ruba mengumumkan pada hewan-hewan lainnya ”Jangan diambil anggur itu, rasanya pahit makanya aku gak mau mengambilnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg yang gagal rentan menggunakan ego devent mekanisme model ini. Mengetahui dirinya gagal maka akan berkoar-koar ”Jadi anggota dewan gak enak, banyak kasus, untung aku gak jadi.” atau akan berkata ”Saya siap kalah demi memberi kesempatan pada yang lain aja kok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk ego devent mekanisme yang juga sering dijadikan andalan caleg gagal adalah Regresi. Bentuk pembelaan ego yang ditandai sikap kemunduran, merajuk layaknya anak kecil. Karena gagal, kecewa akhirnya pindah ke parpol lain. Sepertinya banyak dari kita yang telah belajar dari lelucon Abunawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus banyak mengoreksi diri dengan sedikit meluangkan waktu berpikir bening, jujur pada segenap keterbatasan. Bersikaplah sahaja, tidak larut dalam kebohongan-kebohongan yang sebenarnya kita sendiri yang menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kuat rasa anarki absolut pada diri kita, terlebih demi kekuasaan, jabatan, dan tidak adanya rasa qanaah. Maka akan melahirkan rasa ketakutan yang selalu menghantui diri kita. Di situlah Abunawas Sindrom akan menjadi komuditas pembenaran sampai melampaui batas sekala logika. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-3769493430689490334?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/3769493430689490334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=3769493430689490334&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3769493430689490334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3769493430689490334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/05/musim-caleg-gugur.html' title='Musim Caleg Gugur'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-3718005639200617187</id><published>2009-04-19T07:00:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T07:09:07.187-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Sastra Al-Qur'an Menata Moral Jahiliah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SeswYo9hjEI/AAAAAAAAAHk/5wU4Rjard-8/s1600-h/tututusfa3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SeswYo9hjEI/AAAAAAAAAHk/5wU4Rjard-8/s320/tututusfa3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326404184166206530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BatamPos, Minggu, 19 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa (Penulis dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali al-Qur'an diturunkan, dalam hati masyarakat Arab ketika itu ada dua perasaan yang tidak bisa ditutupi. Pertama, harus mengingkari (gengsi) kalau al-Qur'an adalah firman Allah. Kedua, mereka tidak percaya bagaimana mungkin Nabi Muhammad bisa membuat syair seindah itu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dicatat oleh sejarah beliau seorang ”ummi” yang tidak bisa membaca, dan menulis. Tapi kemudian Allah SWT menganugerahkan kepada beliau sebuah keistimewaan yang tidak diberikan kepada siapa pun, yaitu kemampuan otomatis membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan al-Qur'an bukan hanya dari keindahan ayat-ayatnya, melainkan juga makna yang teramat dalam namun gampang dicerna. Ketakjuban mereka pada al-Qur'an muncul karena adanya semacam gairah terhadap kesusastraan. Tolak ukur ilmiah sebuah syair saat itu adalah sastra. Oleh karena itu, ketika mereka menerima al-Qur'an pun senantiasa diuji dengan sastra, terutama keindahan bahasa, retorika, dan gayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat banyak ayat-ayat al-Qur'an yang mengisahkan tentang kehidupan para nabi dan rasul. Kisah-kisah tersebut terdapat muatan puisi dan prosa maha tinggi. Silahkan baca kisah nabi Adam dan Hawa. Bagaimana Adam ketika di syurga merasa kesepian. Adam memohon kepada Allah agar diberi teman. Maka, Allah ciptakan Hawa dari tulang rusuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situlah Adam harus belajar memahami hati, perasaan dan jiwa seorang wanita yang tercipta dari tulang rusuknya. Sangat sulit bagi Adam, karena harus hati-hati, apabila terlalu dikerasi akan patah, namun apabila dibiarkan akan bengkok selamanya. Sehingga kisah berikutnya sampai Adam memakan buah khuldi, dan akhirnya diturunkan ke dunia dan berlanjut pada kisah anak-anaknya. Sungguh kisah yang menakjubkan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kisah nabi Musa, Isa, Yusuf, Sulaiman, Daud, dan cerita kaum Ad dan Thamud, cerita Ashabul Kahfi, Ashabul Fil, Isra'-Mi'raj, semua itu merupakan kisah-kisah dalam bentuk prosa dan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Shahnon Ahmad (1977) dari Malaysia menunjukkan ada sebanyak 227 surat Alqur’an yang merujuk para penyair, terutama penyair jahiliyah. Dalam surat-surat Makkiyah (surat yang turun di Mekah), terutama yang pendek-pendek, struktur stilistik (gaya) dan bahasa sangat bertumpu pada struktur puisi. Kata alif, lam, mim, ya, ain, shod, menunjukkan stilistik yang sama dengan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah membawa agama Islam merupakan berkah bagi umat manusia sedunia. Pada saat itu bangsa Arab hidup dalam kehidupan jahiliah. Di situlah Rasulullah membawa misi memberantas akar kebodohan dalam masyarakat, yakni syirik kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, akhlak atau moral sama sekali tidak tertata. Mereka melakukan berbagai perbuatan keji tanpa merasa takut dan bersalah. Seperti mengubur bayi perempuan hidup-hidup, minum-minuman keras, berzina, membunuh, dan lain sebagainya sudah menjadi kebiasaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal bangsa jahiliah bukan bangsa bodoh. Bahkan, tingkat kesusastraan mereka sudah sangat tinggi. Ketika itu sastra dan syair berkembang dengan pesat di kalangan mereka. Setiap tahun diadakan festival-festival pembacaan puisi dan syair. Sehingga kekuatan sastra dalam al-Qur'an mampu menundukkan hati kaum jahiliah dan menata moral mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak riwayat diceritakan bagaimana pesona keindahan bahasa dan stilistika al-Qur'an yang mampu menggugah orang bahkan terpengaruh olehnya. Kisah masuk Islamnya pujangga al-Walid bin al-Mughirah yang diutus oleh suku Quraisy untuk berdialog dengan nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kisah terpesonanya Umar bin al-Khattab terhadap al-Qur'an hingga ia masuk Islam. Umar bin Khattab terkenal berhati baja dan kehidupannya terpola dengan arus jahiliah, harus mengendap-ngendap agar bisa mendengarkan ayat-ayat al-Qur'an yang dilantunkan putrinya. Hati Umar sangat luluh dengan keindahan bahasa dan gaya dalam al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teramat luas apabila mengkaji nilai-nilai sastra dalam al-Qur'an. Namun, intinya belajar sastra bisa dijadikan pijakan untuk mengkaji kehidupan. Allah maha tahu terhadap apa yang sampaikan melalui ayat-ayatNya dengan nilai-nilai sastra maha dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Indah, maka sudah tentu firmannya juga sangat indah. Sehingga memahami al-Qur'an yang indah disyaratkan dengan pendekatan yang mampu menguak tabir keindahannya. Dan ini sangat mungkin dilakukan dengan kajian sastra, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra memuat nilai-nilai akhlak, moral, filsafat, budaya, politik, sosial dan pendidikan. Sangat tepat kalau Sayidinah Umar Bin Khathatab berpesan “Ajarkan sastra kepada anak-anakmu agar mereka berani.” Karena sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih, motivator hidup, dan rasa cinta kepada sang pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sangat beralasan yang diterapkan di negara-negara maju, salah satu untuk membendung moralitas anak-anak muda adalah dengan sastra. Mungkin karena kekuatan sastra yang merasuk pada hati pelajar, sehingga moralitas mereka bisa tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terbukti, di negara-negara maju tidak banyak siswa sekolah yang berperilaku barbarian seperti mencorat-coret baju seragamnya setelah dinyatakan lulus. Atau, tidak ada kasus perkelahian antar pelajar, karena hampir semua siswa di sekolah sudah memiliki etika dan budi pekerti yang diserapnya dari karya-karya sastra yang dibacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini luar biasa, sastra mampu menata etika mereka. Padahal remaja yang hidup di negara-negara maju memiliki kebebasan tinggi. Ini mungkin salah satu rahasia Allah menurunkan al-Qur'an dengan nilai-nilai sastra maha dahsyat. Tak heran apabila masyarakat Arab yang dikenal jahiliah bisa ditaklukkan jiwanya dan bergetar hatinya mendengar ayat-ayat Allah. Pastinya, masyarakat jahiliah modern dewasa ini akan tertata ahlak dan moralnya jika terus menggali nilai-nilai al-Qur'an. ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-3718005639200617187?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/3718005639200617187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=3718005639200617187&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3718005639200617187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/3718005639200617187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/04/kekuatan-sastra-al-quran-menata-moral.html' title='Kekuatan Sastra Al-Qur&apos;an Menata Moral Jahiliah'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SeswYo9hjEI/AAAAAAAAAHk/5wU4Rjard-8/s72-c/tututusfa3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5704044088459261694</id><published>2009-04-07T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T01:29:05.407-07:00</updated><title type='text'>Abunawas Syndrome, Antara Refleksi Diri dan Kecemasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/Sdt2Lp2wL3I/AAAAAAAAAHU/AYtobbssX_s/s1600-h/tututkantor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/Sdt2Lp2wL3I/AAAAAAAAAHU/AYtobbssX_s/s320/tututkantor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321977327254515570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;By: Mahmud Syaltut Usfa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abunawas mengikuti shalat jenazah dia berada di shaf paling depan, dengan khusuknya Abunawas mengikutinya. Tapi ada yang janggal apa yang dilakukan oleh Abunawas. Yang semestinya shalat jenazah hanya dilakukan dengan posisi berdiri saja atau tidak usah memakai sujud, rukuk, tahayyatul akhir layaknya shalat lima waktu umumnya, eh....malah Abunawas melakukannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah disengaja atau tidak atau barangkali karena memang ketololan Abunawas. Tapi yang jelas itu mengundang pertanyaan bagi jemaah yang lain "Kenapa engkau memakai sujud dan rukuk hai Abu..? kan mestinya cukup berdiri saja..?" tanya seseorang disebelahnya. Dasar Abunawas, dengan otak cerdiknya dia menjawab enteng "Orang yang mati ini banyak memiliki dosa, sehingga harus memakai rukuk dan sujud,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abunawas yang hidup pada zaman kerajaan Harun Ar-rasyid di Baghdat memang sangat terkenal memiliki otak cerdik dan tolol tapi dengan ketololannya itulah sang raja sering dibuat bulan-bulanan olehnya. Setiap orang yang mendengar atau membaca kisah-kisah Abunawas akan dibuat tertawa. Padahal, sebenarnya kisah-kisah ketololnnya adalah merupakan kisah perjalanan ketololan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menertawai si Abunawas layaknya proyeksi menertawakan ketololan diri kita sendiri. Apalagi hidup pada zaman yang serba harus berpacu dengan cepat untuk mendapatkan posisi, jabatan, dan lain-lain. Terkadang harus ada pemaksaan-pemaksaan diri yang sebenarnya diluar kompetensi kita. Semakin banyaknya keberhasilan-keberhasilan dan semakin tingginya kedudukan kita maka akan semakin kuat terhadap munculnya rasa gengsi,takut, malu yang terkadang menjadi tidak rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada teori psikoanalisa Sigmund Freud, dimana dalam dinamika diri manusia memiliki "Ego Devent Mekanisme" yang sangat kuat untuk mampu memberikan alasan-alasan demi untuk membela "egonya". Kondisi seperti ini dimiliki oleh semua manusia tanpa terkecuali termasuk dari berbagai usia anak-anak, dewasa atau orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang paling rentan dan kerap menghantui untuk melakukan Ego Devent Mekanisme adalah dari kalangan-kalangan yang memiliki posisi, power atau jabatan. Karena mereka sangat rentan sekali untuk mendapat kritikan-kritikan bahkan ketakutan untuk dijatuhkan dari kursi empuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus memiliki senjata ampuh yaitu silat lidah dan seribu alasan layaknya Abunawas walau terkadang harus rela menjadi "lelucon publik" karena dipandangnya suatu ketololan dan sangat-sangat tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Abunawas hanyalah rakyat kecil yang tidak akan banyak memberikan pengaruh publik terhadap reputasinya walau terkadang selalau merepotkan sang raja. Berbeda apabila seorang raja yang selalu berpikir cerdik dan tolol untuk membela diri dengan argument-argument cerdiknya. Tentu akan menggoyangkan jabatan sang raja karena sudah berkurang reputasinya dimata rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teori psikoanalisa, Ego merupakan kesatuan inti manusia, maka ancaman terhadap ego ini merupakan ancaman pula terhadap eksistensi manusia. Karena itu, setiap individu perlahan-lahan telah belajar memakai berbagai Mekanisme pembelaan egonya. Apabila dialaminya suatu keadaan yang mengancam keutuhan integritas pribadinya. Mekanisme itu sangat penting sebab berfungsi untuk memperlunak kegagalan, menghilangkan kecemasan, mengurangi perasaan yang menyakitkan karena pengalaman yang tidak mengenakkan dan juga untuk mempertahankan perasaan layak dan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ego Devent Mekanisme merupakan kondisi jiwa yang normal, kecuali sudah terjadi sedemikian keras dan kebiasaan yang sudah tidak mampu untuk dikontrol. Sehingga bukan lagi membantu tetapi malah menganggu integritas pada pribadinya. Ego Devent Mekanisme ini sendiri sebenarnya tidak realistis dan mengandung unsur penipuan diri sendiri serta distorsi realitas. Karena itu ini mempunyai kelemahan dan dapat mempunyai akibat yang tidak baik. Dan sebagian Mekanisme ini bekerja dengan tidak disadarinya, sehingga memang sukar untuk dinilai dan dievaluai secara sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak bentuk pembelaan ego ada beberapa bentuk pembelaan ego yang sering dilakukan oleh kita, yaitu Rasionalisasi, adalah berusaha untuk membuktikan bahwa perbuatan yang ia lakukan yang sebenarnya kurang baik adalah dirasionalkan adanya, dapat dibenarkan dan dapat diterima adanya. Misalnya, ketika sorang murid mengajukan pertanyaan kepada gurunya,akan tetapi karena guru tersebut tidak tahu jawabannya maka dengan enteng dia menjawab "badan kurang enak" atau "pertanyaan itu terlalau mudah", padahal intinya ada rasa ketakutan, gengsi yang ditimbulkan karena tidak bisa menjawab atau barangkali takut jawabnnya salah. Contoh lagi jawaban-jawaban pembenaran lainnya seperti "Bukan korupsi, hanya uang jasa" atau "toh tidak diminta" dan sebagainya. Rasional menurut dia tapi terkadang akan menjadi lelucon bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tanda-tanda bahwa ada rasionalisasi pada pernyataan orang tersebut seperti: Mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatan atau kepercayaannya, kedua tidak sanggup mengenal hal-hal yang tetap atau bertentangan dan menjadi bingung atau malah marah bila alasannya diragukan orang. Sepertinya banyak dari kita yang telah belajar dari "lelucon" Abunawas hanya terkadang kita tidak tahu apa itu namanya, bahkan betapa kuatnya pembelaan ego kita apabila apa yang diyakininya sangat tidak rasional diterima oleh akal terlebih dari pandangan publik tetapi diri kita mengatakan "rasional dan mereka yang tolol".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita terkadang memang harus banyak belajar dari Abunawas sebagai referensi ego untuk mengoreksi diri kita. Apa yang kita pandang benar terkadang merupakan ketololan bagi orang lain. Kita sudah terlalu asyik menertawakan orang lain padahal pada hakekatnya kitalah yang semestinya terlebihdahulu harus ditertawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita harus segera banyak-banyak mengoreksi diri dengan sedikit meluangkan waktu untuk berpikir bening, jujur pada segenap keterbatasan kita, kesahajaan serta tidak larut dalam kebohongan-kebohongan yang sebenarnya kita sendiri yang menciptakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kuatnya rasa "anarki absolut" pada diri kita terlebih karena adanya kekuasaan, jabatan, dan tidak adanya rasa "Qanaah" maka akan melahirkan rasa ketakutan yang selalu menghantui diri kita, disitulah "Abunawas Syndrome" akan menjadi komuditas pembenaran bagi diri kita sampai melampaui batas sekala logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya kita harus siap menertawakan diri kita sendiri bahkan seorang pemimpin sekalipun harus siap ditertawakan anak kecil apabila memunculkan kecerdikan, lelucon atau ketololan seperti layaknya Abunawas yang siap ditertawakan siapaun juga dalam kisah-kisah leluconnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5704044088459261694?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5704044088459261694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5704044088459261694&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5704044088459261694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5704044088459261694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/04/abunawas-syndrome-antara-refleksi-diri.html' title='Abunawas Syndrome, Antara Refleksi Diri dan Kecemasan'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/Sdt2Lp2wL3I/AAAAAAAAAHU/AYtobbssX_s/s72-c/tututkantor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4523829608177619164</id><published>2009-03-14T08:09:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T08:33:54.312-07:00</updated><title type='text'>Menengok Wajah Otonomi Pendidikan Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SbvN205BtyI/AAAAAAAAAHE/0mKbym8TwsM/s1600-h/tututusfa3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SbvN205BtyI/AAAAAAAAAHE/0mKbym8TwsM/s320/tututusfa3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313066527208093474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batam Pos, Selasa, 23 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan wajah pendidikan di Indonesia secara umum dan daerah secara khusus selalu menarik. Pendidikan adalah jantung terhadap kemajuan bangsa ke depan. Yang diharapkan tentu saja perubahan. Baik perubahan sikap, perilaku, mental, serta pola pikir. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai perubahan tersebut dibutuhkan tekat kuat dari segenap elemen yang terkait dalam dunia pendidikan. Otonomi sekolah akhir-akhir ini menjadi pembicaraan luas. Karena ada harapan yang sangat prospektif apabila otonomi pendidikan betul-betul berjalan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya otonomi pendidikan diharapkan setiap sekolah mampu memberikan kualitas pada proses belajar mengajar bagi anak didik. Kesempatan ini bukan hanya sebagai tantangan, melainkan bisa menjadi pemicu (trigger) serta terbukanya kesempatan luas bagi setiap sekolah untuk terus berkompetesi. Dalam arti, terus mengembangkan potensi demi menciptakan iklim dunia pendidikan yang bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus disadari, dalam otonomi pendidikan, terbuka peluang yang cukup besar untuk membuat pendidikan di daerah menjadi lebih berkualitas. Hal ini terjadi, karena kepala daerah dewasa ini, memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kualitas sekolah di daerahnya masing-masing melalui Sistem Rekruitmen Guru, Rekruitmen Siswa, Pembinaan Profesionalisme Guru, Rekruitmen Kepala Sekolah, Penentuan Sistem Evaluasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam era otonomi berbicara dengan kualitas pendidikan dasar dan menengah tingggal bergantung bagaimana keinginan daerah. Jika kita meminjamkan terminologi School Based Manajemen, kualitas pendidikan untuk masa yang akan datang lebih bergantung pada komitmen daerah untuk merumuskan visi dan misi di daerahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, jika daerah cukup visioner, pengembangan sektor pendidikan memiliki peluang yang besar untuk dapat memenuhi standar kualitas sesuai dengan harapan steackholder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemerintah daerah memiliki political will yang kuat dan kemudian disertai dengan kebijakan yang mengkedepankan arti penting pendidikan sebagai upaya human investment di daerah. Maka, dapat dipastikan pendidikan di daerah akan memiliki praksis yang baik. Dengan demikian kualitas pendidikan akan bisa ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau mampu diterapkan dengan maksimal, kurikulum berbasis tingkat satuan pendidikan adalah angin segar dan pencerahan bagi dunia pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, penerapan KTSP memberi ruang kepada para pendidik untuk menggodok kurikulum sendiri seiring dengan otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, sesuai dengan budaya, iklim lingkungan, serta serasi dengan kondisi sosial budaya masyarakat. KTSP juga memberi ruang kepada sekolah untuk menerapkan program unggulan serta karakteristik sekolah itu sendiri. Baik keunggulan dari sisi sains, religius, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KTSP mememiliki beberapa kelebihan. Pertama: Memberi ruang atau mendorong terwujudnya kemandirian atau otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Kegagalan pendidikan yang selama ini terjadi di Indonesia salah satunya karena adanya penyeragaman kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga yang terjadi, tidak adanya mengharagai potensi lokal. Dengan kata lain kurikulum terdahulu memaksakan kualitas pendidikan yang sama antara di daerah (hinterland) dengan perkotaan. Atau dengan kata lain, terjadinya penyeragaman di berbagai daerah berbeda. Misalnya, antara masyarakat nelayan, pertanian. Sehingga, potensi di daerah tidak terserap guna memberi input bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Mendorong setiap sekolah untuk menitik beratkan pengembangan terhadap mata pelajaran unggulan yang sesuai bagi kebutuhan itu sendiri di tengah masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Mendorong para kepala sekolah, guru serta pihak manajemen sekolah untuk semakin kreatif dalam meningkatkan program-program pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Adanya kompetensi positif bagi penyelenggara pendidikan dalam memberi nilai-nilai postif.&lt;br /&gt;Kelima: Memberi peluang kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pendidikan holistik ini adalah pendidikan yang secara eksplisit ditujukan untuk mengembangkan seluruh dimensi manusia. Yaitu, aspek akademik (kognitif), emosi (afektif), sosial, spiritual, motorik, dan kreatifitas.&lt;br /&gt;Sebenarnya, konsep pendidikan ini sudah menjadi trend pembaruan sistem pendidikan yang dianggap cocok untuk abad ke 21. Tentu saja, ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan kita yang harus dijawab dengan bukti dan kerja keras untuk terus melakukan pembenahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi pendidikan di Jepang misalnya, ada tiga kalimat kunci yang sering disebut, yaitu kokoro-no-kyoiku (pendidikan untuk hati, jiwa, atau kedirian manusia), sogogakushyu (pembelajaran holistik), dan tokushyoku, koseika (keunikan masing-masing sekolah dan masing-masing individu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain yang tidak keliru kalau harus menjadi komparasi kita. Ministry of Education of British Columbia, Canada. Pada tahun 2000 juga mencanangkan tujuan pendidikan untuk mengembangkan aspek estetika dan kesenian, emosi dan sosial, intelektual, fisik dan kesehatan, serta aspek tanggung jawab sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, perubahan ini telah membawa iklim perubahan baik dari segi manajemen sekolah (otonomi penuh), maupun kurikulum dan metode pembelajaran di kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan wajah pendidikan kita, khususnya di Batam? Lagi-lagi kita harus menjawab dengan berpikir dan terus menganalisa dari kacamata logik dan objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak harus terlalu muluk-muluk melakukan revolusi pendidikan. Namun harus jujur, dalam melaksanakan perubahan memang dibutuhkan sebuah revolusi paradigma pendidikan. Karena memerlukan berbagai metode, strategi, dan teknik pembelajaran yang berbeda dengan sistem pendidikan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ringan saja, dengan masih banyaknya sekolah-sekolah yang menerapkan metode klasik. Dengan kondisi kelas yang sunyi, anak duduk dengan pasif dan hanya menyimak serta mencatat. Padahal, kalau kita mau jujur, suasana proses belajar mengajar seperti itu sangat-sangat tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Vigotsky, proses belajar yang dapat meningkatkan semangat siswa adalah dengan berdiskusi, banyak bertanya, bereksplorasi, dan bermain (fun learning). Sehingga kemampuan verbal dan motoriknya berkembang, termasuk juga kemampuan berpikir kritisnya (higher order thinking).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, inilah masalah yang sering kita hadapai ketika mengikutsertakan pelatihan para guru untuk mengubah metode pembelajaran di kelas. Yaitu berupa ketakutan dan keengganan para guru untuk memperbaiki metode pembelajaran di kelas agar sesuai dengan teori-teori yang berlaku. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4523829608177619164?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4523829608177619164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4523829608177619164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4523829608177619164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4523829608177619164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/03/menengok-wajah-otonomi-pendidikan-kita.html' title='Menengok Wajah Otonomi Pendidikan Kita'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SbvN205BtyI/AAAAAAAAAHE/0mKbym8TwsM/s72-c/tututusfa3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2396925249185993502</id><published>2009-03-14T07:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T08:01:29.217-07:00</updated><title type='text'>Paradigma Ibnu Hajar dan Ponari</title><content type='html'>Batam Pos, Jum'at 13 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Ibnu Hajar dan Ponari sama sekali tidak ada hubungan darah. Bahkan. Keduanya dipisahkan oleh tatanan sosial budaya dan waktu yang sangat jauh. Namun, mereka sama-sama mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari batu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib keduanya berubah karena paradigma terhadap batu. Ibnu hajar mendapat motivasi yang luar biasa karena melihat fenomena batu. Sedangkan Ponari, terpola sugesti mistisnya setelah mendapat batu pada pertengahan Bulan Januari 2009 yang diyakini ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita sedikit bedah kisah keduanya. Ibnu Hajar Al-’Asqalani, lahir di Mesir tahun 909 H. dan wafat di Mekkah tahun 974H. Ketika masih belajar kepada seorang guru, dia dianggap nalarnya tidak bisa mengikuti pelajaran. Maka oleh Dewan Guru dikeluarkan dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kesedihan, ketika ‘Asqalani sedang berjalan, ia melihat air yang menetes ke atas sebuah batu. Tetesan air yang sekali-sekali itu ternyata bisa membuat permukaan batu itu menjadi cekung dibuatnya. Ibnu Hajar berkata kepada dirinya sendiri “Batu saja bisa berlubang karena ditetesi air setiap hari. Berarti otak/kepala saya bisa juga kalau dimasuki ilmu setiap hari“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun segera menemui gurunya dan menjelaskan peristiwa yang baru dilihatnya itu. Singkatnya, si Guru berkenan untuk menerimanya sebagai murid. Dengan semangat itu, As Qalani belajar terus dengan sabar dan kemauan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat berkat kemauan belajarnya yang membaja ia berhasil menjadi seorang ulama besar yang amat disegani pada zamannya. Ibnu Hajar yang bermakna “batu” di depan namanya, merupakan kenang-kenangan yang diperolehnya. Dan sekarang banyak dikenal orang sebagai Imam dan Ulama’ Ahlussunnah yang mensyarahkan Shohih Bukhori dengan Kitab Fatul Bari’nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Ponari, saat ini namanya menjadi fenomena besar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Bukan sekadar fenomena mistik. Tetapi sudah merembet kepada persoalan realitas sosial masyarakat miskin, pelayanan kesehatan, rendahnya pendidikan, serta kaitan mata rantai budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa sebenarnya batu ajaib milik Ponari dukun cilik asal Megaluh Jombang sehingga menggegerkan Jawa Timur itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diberitakan di berbagai media, kisah penemuan batu sebesar kepalan tangan anak-anak berwarna coklat kemerahan itu cukup dramatis dan bernuansa mistis. Dari cerita Ponari, batu itu ditemukan secara tidak sengaja. Yakni saat hujan deras mengguyur desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana bocah-bocah seusianya, Ponari bermain-main di bawah guyuran hujan lebat yang sesekali diiringi suara geledek. Pada saat itu, lanjut Ponari, bersamaan suara petir yang menggelegar, kepalanya seperti dilempar benda keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus kemudian, Ponari merasakan hawa panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Bersamaan itu, Ponari merasakan ada batu berada di bawah kakinya. Batu tersebut mengeluarkan sinar warna merah. Karena penasaran, batu itu dibawa pulang dan diletakkan di meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ponari, batu ajaib itu ditunggu dua makhluk gaib, laki-laki dan perempuan bernama Rono dan Rani. Dua makhluk gaib itulah yang selama ini  memberikan amanat kepada Ponari untuk menolong orang sakit melalui batu yang ditemukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman keduanya, ada hal penting yang menarik dikaji. Walau sama-sama belajar dari batu. Namun, tetap ada perbedaan mencolok, yaitu antara kekuatan motivasi (Ibnu Hajar) dan kekuatan sugesti. (Ponari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar telah mendapatkan motivasi luar biasa setelah melihat fenomena batu. Motivasi merupakan energi positif yang terus bergerak dinamis dalam diri seseorang. Bukan bersifat insidential, prematur, instan, apalagi mistis. Tetapi terus berproses jangka panjang hingga menjadi kekuatan besar untuk melakukan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga hasil yang didapat akan abadi dan terus melekat sepanjang hidupnya. Dalam motivasi biasanya muncul inferiority. Yaitu menantang dirinya untuk maju, membentuk kembali, atau bahkan mengubah hidupnya. Juga disertai trigger (pemicu) yang memberikan pencerahan. Misalnya memiliki keyakinan “Kalau orang lain bisa kenapa saya tidak!.” Dan pola pikir tersebut terus terpatri dalam dirinya. Makanya motivasi tidak mudah goyah, sebab di dalamnya tidak kropos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kekuatan motivasi itu pula, bagaimana seorang Ibnu Hajar yang oleh gurunya dinilai sebagai anak yang bodoh bisa menjelma menjadi ulama besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Ibnu Hajar Al-Atsqolani adalah seorang ulama besar di abad sembilan, pakar hadits dan fikih. Pemimpin para penghafal di jamannya, ulama hebat di Mesir dan bahkan di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab karangan beliau banyak sekali, diantaranya: Kitab Tuhfatul Muhtaj al Syarhil Minhaj (10 jilid besar), sebuah kitab fiqih dalam Madzhab Syafi’i yang sampai saat ini dipakai dalam sekolah-sekolah Tinggi Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Luar biasa “si anak batu” ini !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan Ponari. Fenomena yang terjadi pada dirinya sebagai kekuatan sugesti disebabkan kepercayaan pada mistis melalui batu. Ponari begitu yakin kalau batu yang diperolehnya memiliki kesaktian. Batu telah mensugesti pola pikirnya. Hingga akhirnya kekuatan sugesti betul-betul mengalir dan masuk ke jiwa masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbondong-bondong “tersihir” cerita dari mulut ke mulut dan pemberitaan di media secara besar-besaran. Kenapa sampai begitu besar kekuatan sugesti? Analogi yang sangat sederhana, karena ketika sakit yang diharapkan hanya kesembuhan. Tak peduli apakah itu mistis, tahayul, atau hanya sugesti belaka, yang penting sembuh! Karena beberapa orang sudah membuktikan, maka yang lain pasti ikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sugesti yang terjadi pada Ponari sangat begitu rapuh. Keyakinan secara instant seperti itu tidak akan berlangsung lama. Apalagi kalau sampai batu yang dipegangya dipandang tidak manjur lagi. Maka segala kekuatan mistis yang merasuk pada dirinya akan rontok secara otomatis. Sugesti juga akan pudar seiring terkikisnya kepercayaan. Hal ini terjadi, karena sugesti Ponari tidak memiliki fondasi trigger yang kokoh layaknya motivasi Ibnu Hajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja akhir-akhir ini. Banyak pasien Ponari merasa kecewa karena airnya tidak mampu menyembuhkan penyakitnya. Akibatnya, mereka datang ke dukun lain yang diinilai memiliki batu lebih sakti lagi. Fenomena Ponari hanya akan menjadi cerita. Tidak akan meninggalkan jejak ilmiah apa-apa. Bahkan, bukan tidak mungkin pada suatu saat akan muncul cemoohan dari masyarakat yang merasa dibodohi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini masyarakat Jawa Timur dan di Indonesia umumnya sedang belajar dari batu. Entah siapa lagi yang akan mendapat ”batu ajaib”. Bisa saja saya atau Anda akan memperoleh batu bertuah. Asal kekuatan sugesti mampu menembus keyakinan kita, kenapa tidak?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berharap masyarakat dan pemeritah bisa belajar dari batu Ponari. Sehingga batu si dukun cilik tersebut tidak sekadar menjadi sugesti belaka. Tetapi juga menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik lagi. Baik perubahan pada peningkatan pendidikan, peningkatan kesehatan, serta pola pikir ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2396925249185993502?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2396925249185993502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2396925249185993502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2396925249185993502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2396925249185993502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/03/paradigma-ibnu-hajar-dan-ponari.html' title='Paradigma Ibnu Hajar dan Ponari'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4893567067036471022</id><published>2009-03-10T00:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T00:27:46.530-07:00</updated><title type='text'>Jangan Nilai Anak Hanya dari Ranking</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SbYWSuSkIEI/AAAAAAAAAG8/wtO6WuAvTeo/s1600-h/IMG_4474.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SbYWSuSkIEI/AAAAAAAAAG8/wtO6WuAvTeo/s320/IMG_4474.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311457321449431106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Batam Pos, Selasa, 13 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: mahmud syaltut usfa s.psi&lt;br /&gt;(Psikologi dan Praktis Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aduh…anak saya cuma ranking sepuluh, bingung nih. Kalau anak ibu ranking berapa? Tanya seorang ibu kepada temannya. “Wah kalau anak saya hebat, dari dulu ranking satu terus,” jawabnya dengan rasa bangga. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog seperti di atas sudah menjadi pemandangan rutin saat pembagiaan rapor seperti sekarang ini. Orangtua selalu menjadikan ranking sebagai patokan keberhasilan anak. Bahkan, cendrung menilai tingkat intelegensi anak hanya dari ranking. Lebih ironis lagi, ada orangtua yang merasa malu mengambil rapor bersama orangtua siswa lainnya. Alasannya, minder saat menyadari anaknya hanya akan mendapat ranking terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranking kadang menjadi momok yang mencemaskan orangtua. Saat pembagian rapor seharusnya anak merasa bangga dengan hasil belajarnya, bukan merasa tertekan. Akibatnya anak ada perasaan takut kalau tidak mendapat ranking satu atau masuk lima besar. Sebaiknya, orangtua menghargai dulu hasil jerih payah anak selama belajar. Apapun hasil yang diterima, itulah potensi yang harus dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua harus sangat bijak dalam hal ini. Jangan sampai membandingkan anaknya dengan anak orang lain. Akan lebih bijak apabila membandingkan anaknya dengan anak itu sendiri. Misalnya dengan mengatakan, ”nilai semester ini lebih rendah dari semester sebelumnya, coba berusaha lagi pasti bisa lebih bagus.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak akan lebih enak mendengarnya. Karena tidak ada tekanan untuk melampaui target. Minimal anak akan berpikir ”o iya...kalau semester lalu saya bisa meraih nilai bagus, kenapa sekarang tidak!”  Sangat berbeda situasi jiwa anak apabila orangtua membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain. ”Lihat tuh si Budi selalu ranking satu, kamu lima besar saja gak dapat.”. Tentu saja situasi jiwa anak akan muncul rasa cemas dan kurang percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua tentunya bisa mengukur potensi anaknya. Silakan saja memberi motivasi dengan melihat ranking. Tapi jangan sampai menjadi patokan mutlak dalam mengukur potensi intelegensi dan pribadi anak. Lebih ironis lagi, apabila orangtua memberi label ”si bodoh” kepada anaknya hanya karena anaknya tidak meraih ranking yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dari hasil survei di salah satu sekolah banyak orangtua setuju sistem non ranking. Kenapa akhirnya sekolah setuju tidak memberi ranking yang ditulis resmi di rapor? Jelas, dari 150 murid dalam satu tingkatan kelas, tentu cuma 30-50 murid yang masuk 10 besar kan? Mayoritas adalah yang di luar 10 besar itu. Benar tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi orangtua yang keliru soal ranking ini akan berdampak negatif bagi perkembangan prestasi anak. Anak menjadi stress, dikejar-kejar orangtua yang cuma berambisi menjadikan anaknya mendapat ranking. Jadi cuma mengejar nilai, kadang dengan cara yang salah: mencari bocoran bahan ujian. Mestinya, sekolah itu yang paling penting adalah mendidik anak supaya mengerti, memahami makna pelajaran, bukan tingkatan ranking yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar perbandingan, sekolah di Singapura juga mengenal ranking. Ini untuk memudahkan sistem penyaringan masuk ke jenjang sekolah berikutnya. Uniknya, makin bagus makin kecil total nilainya, mereka berhak mendapatkan sekolah lanjutannya dalam ranking yang tinggi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah di sana diberi ranking sesuai prestasi murid-muridnya. Bisa berubah setiap saat sesuai hasil ujian akhir para muridnya. Jadi murid-murid dan guru-gurunya bersaing untuk menjadi paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem mereka membuat nilai yang makin kecil justru makin baik. Tapi, kalau anak-anak Anda mendapat nilai bagus, jangan kuatir untuk melanjutkan sekolah di Singapura. Semua sekolah saling terhubung. Jadi begitu nama anak Anda nilainya bagus, otomatis sekolah yang lain tahu. Mereka berlomba-lomba menawarkan anak Anda untuk gabung di sekolahnya, misal dari SD ke SMP, SMP ke SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bersaing sesama sekolah begini dilakukan dengan fair, bukan dengan cara ‘katrol’ nilai supaya bisa membanggakan sekolahnya. Beasiswa juga diberikan kepada siswa dengan nilai bagus, tidak peduli berlatar belakang ekonomi rendah atau tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ranking memang tidak bisa dipungkiri sebagai salah satu tolak ukur prestasi siswa di kelas. Tapi, ada aspek kecerdasan anak yang perlu dipahami orangtua. Hal ini sekolah harus meramu dengan cerdas bagaimana mengoptimalkan potensi anak. Yaitu, dengan cara bagaimana membuat anak mengerti dan orangtua paham serta proses pendidikan mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi ketiga aspek ini, akan mampu menghasilkan pendidikan yang baik.Sekolah harus mengedepankan inovasi dan kreativitas dalam penyelenggaraan pendidikannya. Dalam belajar, anak tidak dibebani tetapi diajari untuk mengerti potensi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk penghargaan terhadap potensi anak didik bukanlah hanya membuat peringkat (ranking) seperti yang dikenal di sekolah-sekolah selama ini Tiap musim terima rapor, orangtua selalu bertanya anaknya juara/peringkat berapa. Setelah itu tidak jarang orangtua memberi target-target juara/peringkat yang harus diperoleh anak pada semester selanjutnya. Akan lebih baik apabila tidak ada peringkat yang dinilai secara umum dalam satu kelas, melainkan tiap anak dihargai berdasarkan hasil karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dan orangtua perlu menilai anak-anak berdasarkan delapan aspek kecerdasan yang terdiri atas cerdas matematika, cerdas cara (logis) bahasa, cerdas spasial/gambar, cerdas musikal, cerdas cinta alam, cerdas gerak atau fisik, kemampuan untuk mengerti orang lain/intrapersonal dan kecerdasan interpersonal/emosi. Tiap anak memiliki potensi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penilaian ini tiap anak dan orangtua akan mengerti kelebihan atau potensi/kecerdasan yang dimilikinya. Jelas di sini, kecerdasan anak tidak bisa dipatok dari rangking. Karena, sekalipun anak tersebut memperoleh rangking satu, tapi belum tentu memiliki potensi seperti temannya yang ranking terakhir sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, setiap penerimaan rapor akhir semester, sebenarnya anak mendapat predikat yang berbeda-beda sesuai potensinya. Seharusnya, potensi anak yang perlu diperhatikan. Sekecil apapun harus dihargai, karena potensi tetaplah potensi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat potensi dan kecenderungan anak, maka akan memudahkan orangtua memahami kelebihan anak. Dengan demikian bisa diketahui pendidikan apa yang tepat buatnya kelak. Hal itu akan dapat meminimalisir kesalahan pemilihan pendidikan lebih lanjut demi masa depan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat penerimaan rapor, orangtua harus menjadi teman yang baik dalam memberi pemahaman dan motivasi. Jangan sampai sebaliknya, anak ditatar atau bahkan dimarahi karena gagal meraih ranking sesuai harapannya. Terlebih orangtua merasa malu. Akan lebih baik apabila orangtua memberi kejutan kecil usai menerima rapor, sekalipun anaknya tidak rangking satu atau masuk lima besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa memberi penghargaan jerih payah belajar anak hanya menunggu ranking? Justru motivasi terbaik adalah ketika anak mendapat kejutan. Anak akan merasa aman karena tidak dicekoki ranking lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua harus bisa menjadi teman, guru, dan menjadi orangtua bagi anak-anaknya. Orangtua harus tahu menempatkan diri, kapan menjadi salah satu peran itu. Nah, di saat-saat usai penerimaan rapor ini anak sangat membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan ia menjadi teman bagi anak, kapan menjadi gurunya dan kapan menjadi orangtua. Jika tiga peran ini mampu dijalankan dengan baik, maka bersiaplah mendapatkan generasi masa depan yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, bagi orangtua tua yang sudah menerima hasil evaluasi belajar (rapor) anaknya perhatikan dengan seksama per-mata pelajaran. Kemudian bandingkan dengan hasil semester sebelumnya. Mungkin ada beberapa mata pelajaran yang turun atau naik. Diskusikan kepada anak dengan suasana santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesampingkan dulu mengenai posisi ranking. Selanjutnya, kalau ada nilai yang tetap atau turun coba tanyakan apa kendalanya. Apabila nilainya lebih tinggi dari semester sebelumnya beri penghargaan, sekalipun hanya berupa senyuman atau menepuk pundaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya setiap penerimaan rapor semester lakukan seperti itu, anak akan lebih leluasa dalam belajar di sekolah. Dan tidak mustahil prestasi demi prestasi akan diraih. Begitu juga potensinya akan bisa berkembang tanpa adanya tekanan atau target dari orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara seperti ini merupakan apresiasi yang bagus dalam meberi motivasi anak, ketimbang sibuk dengan mengukur ranking. Tidak ada yang salah pada anak apabila tidak meraih ranking satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang perlu diperhatikan oleh orangtua adalah pengembangan diri anak. Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai  bagian integral dari kurikulum sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling.  Berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada landasan filosofis dalam pembelajaran, yang sekarang menjadi landasan model pembelajaran tematik. Yaitu, tiga aliran filsafat: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, dan (3) humanisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada  pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Pengembangan model belajar seperti itu merupakan upaya memberdayakan potensi anak. Maka, sangat tidak adil apabila orangtua hanya melihat ranking dalam menilai prestasi belajar dan potensi anaknya. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4893567067036471022?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4893567067036471022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4893567067036471022&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4893567067036471022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4893567067036471022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/03/jangan-nilai-anak-hanya-dari-ranking.html' title='Jangan Nilai Anak Hanya dari Ranking'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SbYWSuSkIEI/AAAAAAAAAG8/wtO6WuAvTeo/s72-c/IMG_4474.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-2443202580807960939</id><published>2009-03-10T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T00:34:54.835-07:00</updated><title type='text'>Bahasa Cinta Ada di Rumah</title><content type='html'>(Menelaah Maraknya Kenakalan Remaja)&lt;br /&gt;Batam Pos Tanggal 11 Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mahmud Syaltut Usfa S.Psi&lt;br /&gt;(Psikolog dan Praktisi Pendidikan di Hang Nadim Malay School Batam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu kasus kenakalan remaja terkuak ke permukaan publik. Mulai dari aksi kebut-kebutan, pemerkosaan, aborsi, narkoba, pencurian. Sampai terang-terangan menjual diri karena alasan materi. Ada apa remaja kita ini? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan mengapa masa remaja menjadi sorotan yang tidak lekang waktu. Berbagai analisa dari berbagai ahli sudah diterapkan. Tapi, ada saja celah dan alasan remaja melakukan perbutan tidak terpuji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi sendiri memandang periode ini sebagai periode yang penuh gejolak dengan menamakan period of storm and stress. Arnett menarik tiga tantangan tipikal yang secara general biasa dihadapi oleh remaja; (1) konflik dengan orangtua, (2) perubahan mood yang cepat, dan (3) perilaku beresiko (dalam Laugesen, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa ini anak muncul gejolak dalam pencarian jati diri. Konsep diri mulai dihitung-hitung agar terserap dalam kehidupannya. Dalam masa pencarian tersebut anak butuh kompensasi. Ada keinginan yang kuat agar apa yang ada dalam dirinya mendapat pengakuan dari orangtua, teman sebaya dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehangatan cinta dari adanya perhatian dari orangtua menjadi kebutuhan mutlak. Mereka butuh bahasa cinta saat-saat mengalami gejolak. Di saat seperti itu orangtua harus memberi bahasa cinta kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya ada rasa kekhawatiran bagi orangtua di saat anaknya memasuki masa remaja.&lt;br /&gt;Namun satu sisi anak ingin bergerak dinamis, kreatif dan ekspansi serta ingin melakukan eksprimen. Menurut mereka, apabila mampu melakukan hal tersebut akan mendapat jati diri sebagai remaja. Namun sayang, rasa khawatir yang berlebihan dari orangtua dipandang oleh anak sebagai protek. Bahkan, dianggap sebagai pengekangan gerak dinamis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, anak yang berbakat di bidang musik mereka setiap hari berkumpul dengan teman-temannya mengekspresikan bakatnya. Tapi, orangtua kadang mengkhawatirkan sisi negatifnya saja. Mereka cendrung mengatakan ”Jangan main musik nanti pasti terlibat narkoba dan pergaulan bebas”. Akibatnya anak mersa terkekang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya sampaikan dengan bahasa cinta. Misalnya dengan mengatakan ”Silahkan kembangkan bakat musiknya tapi jangan ikut-ikutan menggunakan narkoba”. Yang harus diperhatikan adalah penghargaan dan perhatian atas bakat yang dimiliki anak. Apabila anak salah menangkap bahasa orangtua. Maka mereka akan menjadi bimbang, takut, dan mengalami kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya anak akan mencari kompensasi yang lain. Mereka menilai apa yang dilakukan adalah salah. Padahal satu sisi ingin menjadi remaja yang baik, dinamis, dan kreatif. Nah, dalam kondisi seperti itu remaja cendrung mencari kompensasi yang lain. Yang penting mendapat pengakuan dari masyarakat atau kelompok sebaya. Sekalipun itu harus melakukan perbuatan menyimpang.. Oleh karena itu, orangtua harus menjadi teman yang baik dalam memberi pemahaman dan motivasi melalui bahasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya kenakalan remaja sebaiknya menjadi bahan telaah bagi kalangan orangtua. Terlepasnya kontrol komunikasi keluarga bisa membuat jiwa anak merasa kosong. Remaja membutuhkan bahasa cinta yang terus ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sekadar bahasa yang diungkapkan sepotong-sepotong. Tapi bahasa cinta yang utuh, mengalir secara ihlas di setiap detak kehidupannya. Bahasa cinta itu hanya bersumber dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah bahasa yang paling universal dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anak. Sebab cinta merupakan amunisi jiwa yang sangat dahsyat. Atas nama cinta, banyak orang tua yang rela berkorban demi kemuliaan hidup anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dalam perspektif psikologi, diidentifikasikan sebagai energi kehidupan positif yang bersifat afektif (emosi). Energi cinta akan membawa seseorang pada perilaku yang positip. Karena dalam cinta terkandung unsur-unsur positip. Seperti keikhlasan, kesabaran, kasih sayang, ketabahan, kejujuran, kepercayaan dan kesunguh-sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila komunikasi orangtua dan anak penuh bahasa cinta. Keharmonisan akan terus berkembang. Sekecil apapaun konflik akan bisa diredam. Karena ketika energi cinta ini diimplemetasikan dalam mendidik anak-anak, maka orang tua harus berlaku ikhlas (lahir dan bathin), sabar dan penuh kasih sayang. Itu menjadi kunci utama ketika berkomunkasi dengan bahasa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, kasih sayang dalam kontek ini tidak berarti harus selalu memberi atau menuruti semua kehendak anak. Tetapi mempertegas sikap. Untuk memberi pelajaran pada anak, bahwa tidak setiap keinginan atau kehendak itu harus terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa cinta memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dalam membentuk pola pikir dan kepribadian. Kesejukan bahasa cinta mampu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Memelihara cinta sebagai amunisi jiwa, adalah merupakan kata kunci untuk membangun kejujuran, kepercayaan dalam mendidik anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat dengan bahasa cinta tidak akan membuat jiwa anak terluka. Justru bahasa yang bernada celaan akan membuat anak belajar memaki. Dampaknya akan runyam. Anak akan merasa sensitif, serba salah, cendrung menyalahkan orang lain. Bahkan, gampang mencelah dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga apabila bahasa yang disampaikan kepada anak ditafsirkan sebagai permusuhan, pastinya anak akan belajar berkelahi. Bahasa seperti itu tidak ubahnya mendidik anak menjadi jagoan. Akibatnya, pada jiwa anak akan tertanam sikap premanisme dan pribadi yang cendrung liar.&lt;br /&gt;Jika bahasa kepada anak cendrung dengan cemoohan, Ia akan belajar menjadi rendah diri. Rasa minder kerap melekat pada pribadi anak. Anak akan merasa kikuk melakukan berbagai aktivitas karena terus dihinggapi rasa minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih jika bahasa kepada anak penuh dengan penghinaan. Anak akan gampang untuk menyesali diri. Ini sangat fatal, karena anak sangat gampang frustasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaliknya dengan bahasa cinta dan terus mengajari anak bertoleransi. Anak akan belajar menahan diri. Emosinya tidak gampang tersulut dan akan memiliki rasa empati yang tinggi. Berilah bahasa cinta dengan kalimat-kalimat dorongan. Niscaya anak akan terus belajar menjadi percaya diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siramilah jiwa anak dengan bahasa pujian agar bisa belajar menghargai diri sendiri dan orang lain. Tumbuhkan bahasa cinta dengan keihlasan dan niali-nilai kejujuran agar anak belajar hidup adil. Dengan bahasa cinta yang terus ada di keluarga, anak akan merasa aman. Sehingga pada pribadi anak akan terbentuk rasa hormat dan menaruh kepercayaan pada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya apabila orangtua terus memberi bahasa cinta dengan kalimat-kalimat motivasi. Karena anak akan relajar menyenangi dirinya sendiri. Sangat disayangkan apabila anak merasa bosan dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak dibesarkan dengan bahasa cinta, kasih sayang dan persahabatan. Anak pasti belajar menemukan cinta dalam kehidupan. Apabila anak sudah menemukan cinta di rumah, untuk apa lagi mencari cinta di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-2443202580807960939?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/2443202580807960939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=2443202580807960939&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2443202580807960939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/2443202580807960939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/03/bahasa-cinta-ada-di-rumah.html' title='Bahasa Cinta Ada di Rumah'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1442087399074801213</id><published>2009-02-11T08:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T08:22:35.935-08:00</updated><title type='text'>Roh Budaya di Kota Alibaba Sindrom</title><content type='html'>Batam sebagai kota metropolis tidak disanksikan lagi perekembangan pembangunannya. Berbagai sarana dan prasarana penunjang kota metropolitan maju melesat mengikuti irama modernisasi. Denyut nadi perekonomiannya terus bergerak dinamis. Pembangunan Kota Batam menjelma sebagai kota impian. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya pembangunan fisik Kota Batam mengingatkan pada Kota Bagdad yang terkenal dengan kisah seribu satu malam. Saking pesatnya, sampai-sampai ada kelakar kalau kota kelahiran Alibaba tersebut dibangun atas bantuan jin. Namun sayang, pesatnya pembangunan fisik tidak diimbangi dengan kualitas pembangunan mental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindrom Alibaba ini menyebar di kota-kota besar dunia. Modernisasi global menjadi dalih utama. Ketidakseimbangan antara pembangunan fisik dan mental ini menyebabkan sendi-sendi budaya tidak terkontrol. Bahkan kropos dan lambat laun punah digeser arus budaya yang diciptakan karena tuntutan moderinasi dan westernisasi. Akibatnya, roh budaya dalam satu kota tersebut sangat kering. Menjadi kota yang kehilangan roh dan gersang jiwanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh, apabila diartikan secara sederhana ibarat sinyal televisi. Manakala tidak dihidupkan, maka sinyal akan berada di luar televisi. Sinyal masuk melalui energi cahaya yang dikendalikan oleh pemancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota yang sedang gersang rohnya ibarat televisi yang sedang dimatikan. Agar roh tersebut hadir ke jantung kota harus menghidupkan sendi-sendi budaya. Kota yang kering akan budaya sangat rentan menimbulkan gesekan-gesekan sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekecil apapun budaya yang dimiliki oleh kota tersebut harus dikendalikan, dipupuk, dan disemarakkan. Sehingga cahaya-cahaya roh terus mengalir ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ini hanya merupakan bagian kecil dan sangat penting untuk menyeimbangkan dari pesatnya pembangunan fisik kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sangat membutuhkan itu. Kota yang tak berjiwa akan membuat gersang jiwa masyarakatnya. Jika jiwa masyarakat gersang akan gampang tersulut emosi, stress, dan rentan muncul penyakit masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bekerja laksana mesin. Berangkat pagi pulang sore. Ada ruang kosong di hatinya yang terus mencari kesejukan untuk mengisinya. Budaya memiliki kekuatan besar untuk menyirami kegersangan roh dalam suatu daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam membutuhkan cahaya untuk memancarkan sendi-sendi budaya agar terus masuk ke jantung roh kota. Memberdayakan budaya daerah suatu keharusan. Tidak jadi persoalan sekalipun dimulai dari persembahan serimonial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, pagelaran serimonial baik tarian, karya sastra, kompang, sampai pakaian dll merupakan cara pengumpulan serpihan-serpihan budaya yang ada. Asal terus dikembangkan dan bukan sekadar pageleran sambil lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ jati diri budaya bisa eksis berdiri di antara budaya-budaya daerah lainnya. Gol yang diharapkan adalah membuat jiwa kota tidak terasa gersang. Aktivitas masyarakat tidak terasa penat karena hanya memikirkan materi. Melainkan ada kehidupan dalam jiwa kota melalui geliat budaya setempat. Di sinilah peran serta masyarakat dan pemerintah khususnya sangat dibutuhkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Batam sangat diuntungkan dengan keberagaman budaya daerah lain. Karena akan banyak cahaya budaya masuk ke sendi-sendi masyarakat. Sehingga budaya Melayu sebagai budaya lokal tinggal memayunginya. Tentu saja dibutuhkan power agar masyarakat Batam, khususnya generasi yang lahir di Batam merasa memiliki terhadap budaya setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mencontohkan Jepang, begitu kuatnya eksistensi budaya di masyarakat. Sehingga arus modernisasi yang masuk sangat deras bisa disaring oleh kekuatan budayanya. Hal itu terjadi karena antara pembangunan mental dan fisik berjalan sangat seimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pembangunan mental sudah ada dan tertanam sebelum teknologi di Jepang maju pesat. Kondisi seperti itu membuat kota-kota di Jepang tetap memiliki roh dan tidak gersang jiwa kotanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu berbeda dengan Batam, kota yang sengaja dibuka untuk industrialisasi. Setelah industri berkembang baru kehidupan dan struktur sosial masyarakat tumbuh. Akibatnya, untuk membangun mental dibutuhkan waktu lama dan sulit mengimbangi arus industrialisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu kecil hati. Karena eksistensi budaya di Batam sudah jelas. Selanjutnya, bagaimana terus membangun dan memberikan apresiasi ke masyarakat. Bisa melalui pegelaran seni budaya secara rutin, memasukkan ke kurikulum sekolah, mensosialisasikan agar menjadi pembiasaan di masayarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimal masyarakat tidak merasa asing dengan berbagai aneka seni budaya yang ada. Dengan cara seperti itu, tidak mustahil kegersangan roh kota bisa teratasi. Apabila cahaya roh budaya masuk ke sendi-sendi kehidupan masyarakat, maka Kota Batam tidak akan seperti televisi yang sedang dimatikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, melalui apresiasi budaya dapat memperhalus jiwa masyarakat. Mampu memberikan motivasi untuk berpikir bijak. Serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan. Juga menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai mahluk tuhan, mahluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia. Dengan budaya kita dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Bukankah kita memiliki slogan ”Batam bandar dunia madani”? Semoga. (Sudah dipublikasikan di Harian Nasional Batam Pos)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1442087399074801213?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1442087399074801213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1442087399074801213&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1442087399074801213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1442087399074801213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/02/roh-budaya-di-kota-alibaba-sindrom.html' title='Roh Budaya di Kota Alibaba Sindrom'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4860932460731295155</id><published>2009-02-11T07:57:00.001-08:00</published><updated>2009-02-11T08:02:20.122-08:00</updated><title type='text'>“Saya”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SZL1sgaas2I/AAAAAAAAAGk/jFV3xaAhoTc/s1600-h/tututusfa2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SZL1sgaas2I/AAAAAAAAAGk/jFV3xaAhoTc/s320/tututusfa2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301569856332280674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(Catatan Lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda hitung berapa kali dalam sehari menyebut nama Anda dengan kata “Saya” ketika berbicara? Sekali, dua kali, sepuluh kali, beratus-ratus kali? Atau Anda lupa karena sudah tidak terhitung lagi?. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda bisa menghitung, bisakah untuk mengurangi menyebut-nyebut kata “Saya”?. Mungkin agak susah. Tapi percaya atau tidak dari hasil penelitian, orang sangat gampang menyebut kata “Saya” dalam setiap percakapan. Dalam sehari bisa berpuluh-puluh kali, bahkan ratusan menyebut “Saya” ketika berbicara dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “Saya” selalu diidentikkan dengan keegoan seseorang. Ketika sedang berbicara dengan orang lain, dirinya selalu ingin di depan. Itupun pada saat-saat yang dianggap benar. Tapi, dalam kesalahan atau kekalahan cendrung menyembunyikan “Saya” di balik ke-egoan. Dan tentunya “Saya” juga akan terus disebut walau dalam kapasitas pembelaan diri (Ego Devent Mekanism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus sadar, salah satu kebiasaan jelek kita adalah “terlalu toleran terhadap kesalahan diri sendiri tapi terlalu berharap lebih dari orang lain”. Maaf kenapa tidak ditulis “salah satu kebiasaan saya” kok “salah satu kebiasaan kita”? Itulah gambaran betapa ego sangat reflek ketika berbicara antara ”Saya” ”Kita” ”Anda” ”Kami”. Ego bisa memilah-milah dalam menempatkan posisi agar selalu aman dari penilaian negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisakah kita mengerem sejenak dengan memberi kesempatan kepada lawan bicara? Minimal bisa menyeimbangkan antara “Saya” dengan “Anda”. Ego terlalu cerdas. Sehingga sangat sulit akal sehat mengimbanginya. Hati yang begitu lembut terlalu arif memahami ego. Sehingga kata “Saya” dipandang sebagai wujud dari aktualisasi diri yang tidak perlu dipikirkan, apalagi dibahas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling sederhana untuk mengerem laju ego adalah belajar menghitung. Iya…tak ada salahnya jika “Saya” “Kita” “Anda” mulai belajar menghitung. Berapa kali menyebut kata “Saya” dalam sehari?. Nah, coba setiap hari hitung. Selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit. Jika kata ”Saya” dipandang tidak perlu diucapkan, maka tidak usah dikeluarkan. Minimal untuk mengurangi polusi ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus lakukan itu setiap hari semampunya. Apakah bisa? Kalau tidak bisa tidak perlu dipaksakan. Biarlah ego mengalir apa adanya. Kan ada orang lain yang bisa menilai apakah kata ”Saya” yang diucapkan menunjukkan keegoan atau hanya sekadar kebiasaan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analoginya sangat sederhana, ketika kita menilai orang lain berarti diri kita juga sedang dinilai orang. Bahkan perkataan yang kita ucapkan merupakan bentuk penilaian terhadap diri sendiri. Orang lain tinggal melihat bahwa segala ucapannya menunjukkan pribadinya.&lt;br /&gt;Kuncinya terletak pada kesadaran ketika menempatkan ego dalam diri kita. Karena setiap manusia memiliki ego yang bergerak sebagai motor aktualisasi diri. Pergerakan ego sangat dinamis. Bayangkan apabila kita tidak memiliki ego, hidupnya tak bergairah tanpa motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar menghitung dengan mengurangi menyebut kata ”Saya” hanya sebagai penyeimbang saja. Karena saat berbicara ada orang lain yang perlu dipahami, posisinya sama dengan diri kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(30 Jan 2009, for my blog).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4860932460731295155?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4860932460731295155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4860932460731295155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4860932460731295155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4860932460731295155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/02/saya.html' title='“Saya”'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SZL1sgaas2I/AAAAAAAAAGk/jFV3xaAhoTc/s72-c/tututusfa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-5097440894995591724</id><published>2009-02-11T07:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T08:01:02.381-08:00</updated><title type='text'>Amplop di Majelis Taqlim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SZL02VymCTI/AAAAAAAAAGc/LmJBeMfyiCs/s1600-h/tututbajukoko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 146px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SZL02VymCTI/AAAAAAAAAGc/LmJBeMfyiCs/s320/tututbajukoko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301568925767960882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada angin apa, tiba-tiba saya dapat undangan memberi ceramah di majelis taqlim. Awalnya keberatan, karena memang tidak biasa menjadi nara sumber di majelis taqlim. Tapi setelah ketua mejelis taqlim menjeleskan formatnya, akahirnya saya bersedia. Mereka menginginkan agar saya mengurai tentang masalah psikologi yang dikaitkan dengan agama. Penyajian yang ditawarkan adalah interaktif atau ada sesi dialog. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, tentu saja sangat menarik. Karena saya memang sudah terbiasa menjadi nara sumber di radio. Atau moderator di acara seminar tentang psikologi. Atau juga sudah langganan diwawancara media saat ada kasus terkait psikologi. Jadi, gak masalah kalau formatnya interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya dimulai usai shalat maghrib sampai masuk waktu shalat isya’. Menjelang waktu maghrib tiba sudah berangkat. Setelah agak lama menunggu ketua majelis taqlim, akhirnya dia muncul juga. ”Assalamu’alikum ustadz.” sapanya dengan ramah. ”Hah....saya dipanggil ustadz?” pikirku dalam hati agak terkejut. ”O...iya pak wa’alaikumsalam.....” jawabku sambil bersalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami masuk masjid menunggu kumandang adzan. Satu persatu jamaah datang. Ruang dalam masjid dipenuhi jamaah laki-laki. Dan di teras masjid dipenuhi jamaah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya teringat akan panggilan ustadz. Daripada ditahan-tahan, saya berbisik kepada ketua majelis taqlim ”Pak...gak usah dipanggil ustadz lah...” bisikku. ”Ah...gak apa-apa, harus diamini lho ustadz, jangan ditolak panggilan itu.” jawabnya serius walau sambil senyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terdiam lagi, tapi tiba-tiba terlintas dipikiran...”Kalau ustadz berarti saya nanti dapat amplop...” pikirku agak nakal. Karena sering saya lihat, ustadz selesai memberi ceramah atau berkhutbah jum’at selalu disalami amplop oleh panitia masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, gimana kalau nanti dikasih amplop beneran ya....? kalau ditolak gak enak. Tapi kalau diterima....kan di masjid seharusnya cari amal gak usah mengharap amplop. Aduh...kenapa sih harus berpikir seperti itu? tanyaku dalam hati. ”Ah....mudah-mudahan gak ada amplop-amlopan lah.” pikirku tegas agar perasaan itu hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung adzan berkumandang, sehingga pikiran itu hilang sendirinya. Ketika tiba waktunya saya memperkenalkan diri. Selanjutnya mengurai topik yang dibahas. Alhamdulillah berjalan lancar. Jamaah sangat antusias mendengarkan dan bertanya. Sehingga sesi tanya jawab betul-betul berjalan hangat, khususnya dari ibu-ibu. Sampai-sampai waktu begitu tak terasa bergulir. Terpaksa dialog harus dihentikan karena sudah masuk waktu isya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat isya’ berjamaah, saya bersalaman dengan seluruh jamaah laki-laki. Sebelum pulang masih ke kamar kecil dulu. Busyet....lagi-lagi saya teringat amplop. Mau langsung nyelonong pulang gak mungkinlah. Setelah berbincang-bincang dengan beberapa pengurus masjid, saya pamitan. Terakhir salaman dengan ketua majelis taqlim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika salaman dia sambil berbisik ”Ustadz, ini ada amplop mohon diterima ya ustadz...” bisiknya. ”Wah...kejadian deh.” pikirku dalam hati. Akhirnya saya berbisik ke dia ”Pak, gak usah lah, saya ihlas dan senang diundang” kataku dengan suara lembut. ”Mohon diterima ustadz, ini sudah memang dianggarkan kok.” sahutnya dengan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya terima amplop tersebut dengan perasaan ihlas. Dalam perjalanan pulang, setelah agak jauh dari majelis taqlim, saya buka pelan-pelan amplop tersebut tentunya dengan perasaan ihlas juga. Alhamdulillah isinya Rp. 200.000. Lumayan untuk mampir ke warung membeli makanan kesukaan. Tapi, lagi-lagi pikiran nakalku mulai hitung-hitungan ”Coba setiap minggu dapat undangan di majelis taqlim, lumayan untuk nambah uang saku hehehe.” pikirku sambil makan sop daging sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(20 Jan 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-5097440894995591724?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/5097440894995591724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=5097440894995591724&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5097440894995591724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/5097440894995591724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/02/amplop-di-majelis-taqlim.html' title='Amplop di Majelis Taqlim'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SZL02VymCTI/AAAAAAAAAGc/LmJBeMfyiCs/s72-c/tututbajukoko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-6299605082222865249</id><published>2009-02-11T07:48:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T08:01:26.709-08:00</updated><title type='text'>Adil dalam Poligami</title><content type='html'>(Catatan lepas Mahmud Syaltut Usfa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki yang hidup dalam taraf ekonomi dan pendidikan kelas bawah nekat berpoligami. Istri pertamanya bernama Sapnah, sedang istri terbarunya bernama Hasanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak menikah lagi dengan Hasanah membuat hati Sapnah uring-uringan. Hatinya selalu terbakar dengan rasa cemburu. Setiap hari pembawaannya cemberut terus. Wajahnyapun kelihatan kusut akibat rasa cemburu bercampur tidak rela suaminya nikah lagi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapnah memang berpendidikan rendah tidak tamat SD. Tidak hanya dalam pengetahuan umum saja dia sangat minim, tapi juga dalam ilmu agama. Bisa dikatakan dia itu wanita yang oon. Walaupun bisa mengerjakan shalat tapi do’a-do’a shalat banyak yang belum hafal. Dalam mengerjakan shalatpun hanya semaunya saja kalau lagi mood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Hasanah, istri keduanya ini tergolong berpendidikan menengah. Pengetahuan agamanya juga lumayan. Shalatnya selalu dijaga. Walau tidak termasuk wanita yang alim, tapi selalu mengajak suaminya shalat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lama-lama tak kuat menahan perasaan. Akhirnya Sapnah menyampaikan uneg-unegnya pada suaminya. ”Kenapa sih abang sangat sayang sama si Hasanah?” tanyanya dengan nada ketus. ”Kan dia istri abang juga wajar kan kalau harus disayang.” jawab suaminya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sapnah masih tidak puas dan terus mencerca dengan pertanyaan nada sinis. ”Tapi abang rasa sayangnya berlebihan, apa karena si Hasanah cantik, masih muda jadi abang tidak suka lagi sama saya ya...?” katanya dengan suara yang sangat tidak enak didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit bijak, suaminya menjawab ”Bukan karena itu, yang abang suka sama Hasanah cuma satu saja, dia orangnya selalu mengajak abang shalat berjamaah.” sahutnya sambil menatap Sapnah. ”Ooo... cuma itu saja bang, kalau cuma itu saya juga bisa mengajak abang shalat berjamaah, mulai sekarang kita shalat berjamaah.” ujarnya masih dengan nada ketus.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapnah menepati janjinya. Saat waktu shalat tiba ketiganya melaksanakan shalat berjamaah. Mungkin dalam seumur hidup, ini merupakan shalat jamaah pertama bagi Sapnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya shalat begitu khusuk. Usai shalat mereka zikir. Sebagai imam si suami membacanya dengan keras. Do’a yang dibaca juga cukup keras agar diamini kedua istrinya. Tibalah si suami membaca do’a penutup ”Rabbana atina fiddunya Hasanah wafil akhirati Hasanah wakina adzabannar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar do’a seperti itu Sapnah naik darah, dengan wajah kusut ditekuk dan memerah. Langsung mendamprat dengan nada melengking. ”Abang ini betul-betul keterlaluan, sudah gak sayang lagi sama saya ya, yang dido’akan si Hasanah terus, sampai-sampai namanya disebut dua kali dalam do’a Hasanah....Hasanah....” hardiknya sambil sedikit menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suaminya sedikit bingung dan berpikir sejenak. Setelah agak tenang suaminya berkata sama Sapnah. ”Baiklah abang akan berdo’a lagi”. Ucapnya. Akhirnya do’a-nya diulang dengan suara yang keras. ”Rabbana atina fiddunya Hasanah wafil akhirati Sapnah wakina adzabannar”. Mendengar namanya disebut dalam do’a hati Sapnah langsung tenang dan berkata ”Nah gitu bang kalau berpoligami itu harus adil.” ucapnya dengan perasaan legah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(21 Jan 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-6299605082222865249?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/6299605082222865249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=6299605082222865249&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6299605082222865249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/6299605082222865249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/02/adil-dalam-poligami_11.html' title='Adil dalam Poligami'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-1198315560031715160</id><published>2009-01-14T08:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T04:53:47.525-08:00</updated><title type='text'>Sajak Sufistik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 204, 102);"&gt;”Banang Merah di Titian Hati”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Benang merah terus terburai di sepanjang lorong hati&lt;br /&gt;Tak pernah lepas terajut indah di kepakan sayap cinta&lt;br /&gt;Para bidadari berdansa menikmati fatamorgana seribu hati  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang seribu hati&lt;br /&gt;Satu persatu berpetualang melanglang jagad amora&lt;br /&gt;Sang seribu hati&lt;br /&gt;Siap menjadi pahlawan dengan terus mengepakkan sayap cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedang di sayap hatinya tak pernah lengah dari pandangan mata jiwa&lt;br /&gt;Lengah berarti hilangnya kesempatan&lt;br /&gt;Apalagi sampai tercecer di sudut akal&lt;br /&gt;Lebih sakit lagi jika terhempas di sayatan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa tak henti-hentinya mengejar seribu hati&lt;br /&gt;Padahal hanya satu yang mampu bersandar di ruangnya&lt;br /&gt;Ada ruang kosong yang terus memelas pada mata jiwa&lt;br /&gt;Bersimpuh luluh agar tak pernah ada jarak dengan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata hati begitu tajam memandang setiap jengkal kesempurnaan&lt;br /&gt;Walau terkadang kesempurnaan harus menjadi bagian kekurangan&lt;br /&gt;Cinta kadang harus kejam sebengis kematian&lt;br /&gt;Sampai mata jiwa terpejam di pelukan hati yang kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah terus terburai.....&lt;br /&gt;Mencari titik persinggahan hati....&lt;br /&gt;Melanglang jagad nurani....&lt;br /&gt;Menempuh perjalanan jiwa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus berjalan...berlari...bersaing dengan seribu hati&lt;br /&gt;Tak pernah lelah sampai sayapnya terhempas ke titian logika&lt;br /&gt;Para bidadari masih terus menikmati fatamorgana hati&lt;br /&gt;Hati yang terus menari menunggu ketegasan takdir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siap-siaplah terhempas ..............&lt;br /&gt;Karena cinta hanya ada saat kejujuran tersadar&lt;br /&gt;Berdansalah dengan seribu bidadari ketika pedang di sayap cinta menghunus titik hati&lt;br /&gt;Dan menangislah di saat benang merah harus tercecer tak mampu menyentuh hati&lt;br /&gt;Cinta akan terus ada walau tanpa harus berpetualang dengan pedang di sayapnya&lt;br /&gt;Sebab jiwa terlahir dari rajutan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 153);"&gt;“ Jarak Hati “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika waktu bergeser menuju sepertiga malam&lt;br /&gt;Hati membangunkan logika untuk berdialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa ketika sedang dalam keadaan marah harus berbicara dengan suara yang kuat atau berteriak.” tanya hati memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika terdiam sejenak, kemudian menjawab “ Karena saat seperti itu telah kehilangan kesabaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi...” sang hati balik bertanya .” Bukankah lawan bicara berada di dekatnya, mengapa harus berteriak? Apakah tidak bisa berbicara dengan halus?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika semakin terdiam, terus mencoba dengan seribu argumen.&lt;br /&gt;Namun, tak satupun jawaban menyentuh ruang sang hati.&lt;br /&gt;Terdiam lemah tak mampu bengkit dari keakuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang hati berkata ” Ketika sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara kedua hati akan menjauh walau kedua jasad begitu dekat.&lt;br /&gt;Jarak kedua hati akan menjauh sampai tak tersentuh akal.&lt;br /&gt;Untuk menggapainya harus terus berteriak...teriak....dan berteriak!&lt;br /&gt;Aneh....semakin keras berteriak, jarak hati makin terpisah.&lt;br /&gt;Dan....jarak hati makin menjauh tak mampu digapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang hati melanjutkan ” Sebaliknya, apa yang terjadi ketika sedang jatuh cinta?&lt;br /&gt;Hati begitu dekat...tak berjarak!&lt;br /&gt;Kedua hati hanya dibatasi ruang tipis laksana titian rambut dibelah tujuh.&lt;br /&gt;Suara yang halus akan terdengar indah, tanpa harus berteriak.&lt;br /&gt;Akhirnya....sepatah katapun tak perlu diucapkan.&lt;br /&gt;Sekerdip pandangan mata sudah cukup memahami pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang hati terus melanjutkan ” Ketika sedang dilanda kemarahan janganlah menciptakan jarak hati. Tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara bijaksana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai berdialog, kuhempaskan jasadku dan kusucikan jiwaku dengan air wudu’.&lt;br /&gt;Sujud shalat malam, agar hati dan logikaku terus mendekat kepada Allah.&lt;br /&gt;Hingga tak berjarak....luluh dalam dekapan istighfar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 11 Des 2008 (Telah dipublikasikan di Media Nasional Harian Batam Pos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-1198315560031715160?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/1198315560031715160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=1198315560031715160&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1198315560031715160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/1198315560031715160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/01/sajak-sufistik.html' title='Sajak Sufistik'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-4013275077036359125</id><published>2009-01-14T07:53:00.001-08:00</published><updated>2009-01-14T07:53:47.808-08:00</updated><title type='text'>Kita Sudah Jadi Raja</title><content type='html'>Raja selalu diidentikkan dengan kekuasaan otoritir, kehidupan yang serba wah, serta berlimpah harta, wanita dan kesenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tahukah kalau kita sekarang sudah menjadi raja? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sang raja ketika duduk di singgasananya selalu diapit oleh dayang-dayang yang mengipas tubuhnya sepanjang waktu agar tidak kepanasan. Tapi, sekarang kita tidak perlu itu, cukup memakai kipas angin, atau bisa memakai AC kan tinggal diremot saja, praktis bukan?!! Kalau tidak punya AC sendiri cukup nongkrong di mall dijamin kita dimanjakan dinginnya AC melebihi kipasan dayang-dayang sang raja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang raja, untuk mendapatkan hiburan harus mengundang para penari atau pelaku seni yang memberi persembahan di depan singgasananya. Ah...itu, sungguh merepotkan ! Sekarang kita bisa lebih praktis lagi. Cukup duduk atau tidur-tiduran di depan televisi, silahkan tekan remot kontrol dan tinggal pilih chanel mana yang paling disuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bepergian, sang raja harus mempersiapkan kuda dengan keretanya. Jarak dan kecepatan yang akan ditempuh juga masih sangat terbatas. Saat ini, kita bisa melakukannya lebih praktis lagi. Bisa memakai motor, mobil ber AC. Kalau jarak tempuh jauh, kita bisa menggunakan kapal atau pesawat terbang. Bahkan, kita bisa memilih untuk mendapatkan pelayanan yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkomunikasi jarak jauh, sang raja harus membuat surat khusus yang dikirim melalui petugas kerajaan. Kadang, pengirim surat harus dikawal pengaman kerajaan. Dan, untuk mendapatkan balasan dari koleganya harus menunggu waktu lama. Tapi, saat ini kita cukup tekan nomor lawan bicara melalui ponsel, Bisa SMS, MMS atau 3G. Kita tinggal menekannya kapan saja yang dimau!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, sang raja juga doyan mencari selir dan mengencani wanita-wanita pilihannya. Nah, biasanya tempat kencan yang dipilih harus ke hutan di pelosok desa yang jauh dari kerajaan. Ini, tentu saja agar tidak ketahuan rakyatnya. Kita, tidak perlu serepot itu !! Kencan dengan wanita tinggal pilih penginapan, losmen, atau hotel yang terjangkau. Dijamin dimanjakan dengan fasilitas menyenangkan, dan pastinya akan aman-aman saja !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husstt...konon juga sekarang ini banyak pejabat-pejabat yang tidak mau kalah dengan sang raja dalam hal mencari selir. Kencannya juga tidak perlu pergi jauh-jauh ke hutan. Tinggal pilih hotel berbintang yang nyaman dan aman. Yang penting, ketika muncul ke publik didampingi istri resminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak perlu iri lagi dengan sang raja, karena kita sudah menikmati fasilitas lebih dari apa yang pernah dinikmati sang raja. Selamat menjadi raja !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-4013275077036359125?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/4013275077036359125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=4013275077036359125&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4013275077036359125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/4013275077036359125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/01/kita-sudah-jadi-raja_14.html' title='Kita Sudah Jadi Raja'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7098668720229365080</id><published>2009-01-14T07:43:00.000-08:00</published><updated>2009-04-10T21:16:05.780-07:00</updated><title type='text'>Si Ande-Ande Lumut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SW4IckFX2kI/AAAAAAAAAGM/nkdsYuDM_Nw/s1600-h/Tutut.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 117px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SW4IckFX2kI/AAAAAAAAAGM/nkdsYuDM_Nw/s320/Tutut.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291175899022481986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Belajar Harga Diri dari Andi-Ande-Ande Lumut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ande-Ande Lumut sudah melegenda. Dia adalah raja tampan, kaya dan sedang membutuhkan permaisuri. Maka diumumkan kepada khalayak ramai. Langsung, wanita-wanita cantik dari penjuru negeri datang mengadu nasib. Mereka berdandan cantik agar hati Ande-Ande Lumut kepincut. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betapa bahagianya apabila dipersunting Ande-Ande Lumut”. Begitu pikiran yang diimpikan para wanita kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu datang ke singgasananya. Wanita-wanita yang merasa memiliki wajah dan body pas-pasan sebaiknya tahu diri untuk tidak nekat ikut “audisi”. Pasti akan tersingkir karena saingannya berat. Seleksi berjalan sangat ketat. Kira-kira tidak jauh beda dengan audisi Indonesia Idol atau Kontes Dangdut KDI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik kisah sukses kontestan ada cerita unik dan menarik. Ada tiga gadis-gadis cantik yang berangkat dari pelosok desa untuk ikut seleksi.  Tapi, gadis yang satu sangat lugu. Tidak pandai bersolek dan kelihatan sangat ”ndeso” alias kampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan kedua temannya, gadis lugu itu gak masuk perhitungan. ”Ah...gak gaul banget, mana mungkin sang raja mau, gak level dong..” begitu pikir kedua gadis tersebut. Mereka berangkat dengan sejuta harapan, yakin lolos seleksi. Bahkan, bukan mustahil keduanya bakal dipersunting Ande-Ande Lumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang ditempuh sangat jauh menuju kerajaan. Make up di wajah kedua gadis itu harus terus dipoles karena luntur oleh keringat. Berbeda dengan gadis satunya, tidak ambil pusing dengan keringat di wajahnya. Karena memang tanpa polesan make up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sial, perjalanan mereka harus terkendala. Karena harus menyeberang sungai yang airnya deras. Ketika mau menyeberang sungai mereka harus berhadapan dengan kepiting raksasa (yuyu kangkang) penunggu sungai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kepiting, tolong seberangkan aku agar cepat sampai menemui Ande-Ande Lumut.” pinta salah seorang gadis tersebut. ”Berenang saja...” sahut si kepiting sambil senyum-senyum. ”Mana mungkin, kan aku sudah dandan cantik gini.” sahut kedua gadis itu hampir bersamaan. ”Baik...” sahut si kepiting sambil melanjutkan negosiasi. ”Aku mau mengantarkan kalian, asal saya boleh mencium pipi kalian bertiga.” pintanya. Mereka bertiga berpikir sejenak, dan akhirnya sepakat. ”Baik gak apa-apa kan cuma dicium kepiting aja.” pikirnya enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kepiting mulai menyeberangkan satu gadis terlebih dahulu. Sementara dua gadis lainnya masih menunggu. Saat menunggu itu, gadis lugu yang tak pandai bersolek pikirannya mulai berontak. “Ih....aku gak mau dicium si kepiting, lebih baik berenang daripada menyerahkan pipiku untuk dicium.” pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gadis tersebut punya akal. Dia mencari kotoran sapi di sekitar pinggir sungai. Dan mengoleskan kotoran sapi itu ke seluruh wajahnya. Ketika gilirannya, si kepiting menyeberangkan gadis tersebut. Begitu sampai di pinggir sungai, si kepiting tidak mau menciumnya. “Sudah kamu pergi saja, aku gak mau menciummu karena bau dan wajahmu jelek.” ujar si kepiting dengan nada ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai diantar, gadis lugu tersebut mencuci wajahnya sampai bersih. Kecantikan alaminya terpancar. Kulitnya yang putih dan halus tampak bercahaya. Kemudian ketiganya melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, ketiga gadis tersebut sampai di kerajaan. Setelah melalui antrian panjang peserta, akhirnya sampai juga pada gilirannya. Audisi berlangsung sangat ketat. Semua wawancara dilakukan sendiri oleh Ande-Ande Lumut. Tidak ada komentator layaknya Simon Powel, Paula Abdul dan Randy Jackson dalam America Idol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak ada cerewetnya komentar seperti Ivan Gunawan (Mamamia Indosiar) yang berkaitan dengan mode pakaian. Atau kritikan pedas Beny Simanjuntak dan Ikke Nurjanah yang berkaitan dengan penampilan dan kualitas vokalnya. Semua keputusan layak atau tidaknya berada pada mulut Ande-Ande Lumut. Penentuan pemenang kontestan juga tidak berdasarkan hasil SMS dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu ketiganya diaudisi oleh sang raja. Mulai dari riwayat hidup, keluarga, sampai perjalanan akhirnya bisa sampai ke kerajaan. Ande-Ande Lumut penasaran bagaimana bisa ke kerajaan dan menyeberangi sungai yang airnya deras. Mereka menceritakan pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Ande terpesona juga dengan kecantikan gadis-gadis tersebut. Cuma sayang sekali, Andi memutuskan dari ketiganya hanya satu si gadis lugu yang lolos audisi untuk jadi istrinya. ”Hah...gak salah tuh...!! ” tukas keduanya dengan nada heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apakah baginda gak salah pilih...?” tanya mereka lagi penasaran. ”Oo...tidak, ini sudah keputusan yang paling tepat...!! ” tegas sang raja. ”Kenapa baginda lebih memilih gadis lugu ini?” tanya mereka lagi. Sang raja dengan tanang menjawab alasannya. ”Karena kalian sudah dicium kepiting, sedangkan temanmu tidak ternoda oleh ciuman kepiting.” jawabnya bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kedua gadis tersebut sangat terperanjat. ”Maaf baginda, kan cuma dicium kepiting, apa pengaruhnya? tidak ada yang ternoda? kami masih perawan....kalau gak percaya kami siap diaudisi keperawanan kok.” jawab keduanya senada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum baginda menjelaskan lagi. ”Kalian harus belajar dengan harga diri dan kehormatan wanita. Bukankah seharusnya kalian bisa menjaganya walaupun hanya satu colekan dari yang bukan haknya. Yang memiliki hak untuk menyentuhmu adalah suamimu. Bukan laki-laki lain, bukan pacar, atau mahluk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kalian relakan harga diri dan kehormatanmu runtuh hanya sebuah ambisi. Jagalah kemuliaan dirimu sebagai wanita. Hati-hati dalam  melangkah.” urainya dengan bijak. Selanjutnya sang raja memutuskan bahwa yang berhak menjadi istrinya adalah gadis yang dipandang lugu, ndeso. Dia sebenarnya gadis yang mulia, karena sanggup menjaga harga diri dan kemuliaan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah...di zaman sekarang ini rasanya susah mencari gadis seperti itu. Sudah banyak terjadi gadis-gadis yang gonta-ganti pacar. Baru pecaran sehari saja sudah main pegang-pegangan. Berciuman, pelukan, bahkan cek in di hotel sudah biasa. Padahal, belum tentu akan menjadi suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, betapa banyak kasus hamil di luar nikah. Tapi anehnya, hal itu dipandang wajar-wajar saja. Setiap ganti pacar selalu melakukan seperti itu lagi. Kasihan suaminya nanti karena sudah dapat bekas orang lain. Bahkan, ada pandangan salah kaprah di zaman sekarang ini kalau remaja masih perawan gak gaul. Aduh biung....berarti suaminya kelak hanya dapat barang sisa dong...!! Tapi, anehnya si laki-laki juga menganggap hal itu wajar-wajar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sih, setiap orang memiliki masa lalu. Biarlah berlalu seperti apa dulunya, keperawanan gak perlu diperiksa segala. Apalagi sampai menanyakan sudah pernah dicium cowok atau belum? Ih...norak sih kalau sampai gitu. Bukankah saat pacaran pegang-pegangan, peluk-pelukan dan ciuman sudah biasa? Lantas kenapa harus dipersoalkan?!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman sekarang ini mana ada cewek yang masih suci dari sentuhan laki-laki...? Kecuali yang memang gak pernah pacaran? Iya gak? (Maaf itu pandangan orang secara umum lho, bukan bermaksud merendahkan kaum hawa). Coba deh...bandingkan dengan kisah Ande-Ande Lumut. Wow....bagaimana si gadis lugu mempertahankan kehormatan dan harga dirinya sampai melulur wajah cantiknya dengan kotoran sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagaimana juga sikap Ande-Ande Lumut yang begitu respek memperhatikan kehormatan kaum wanita. Ada gak ya cewek sekarang yang berani mengatakan tidak demi menjaga kemuliaannya? Atau, apa ada cowok yang seselektif Ande-Ande Lumut dalam mencari istri? Wow....susah juga tuh !! Pasti ada, hanya bergantung dari kejujurannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi pergaulan sekarang ini memang terkadang harus memaksa para gadis-gadis rela memenuhi permintaan cowok idamannya. Begitu juga si cowok, sepertinya harus rela mendapat istri yang pernah dipegang-pegang atau dielus-elus mantan cowoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi model pacaran anak sekarang sudah begitu bebas. Komitmennya begitu tinggi dan sangat jauh. Baru pacaran saja sudah totalitas layaknya suami istri dalam menjalani kehidupan. Konon, banyak gadis-gadis yang tidak bisa menolak permintaan pacaranya untuk berhubungan fisik, alasannya takut diputus. Alasan lainnya, karena ketika pacaran ingin merasakan kenikmatan-kenikmatan dalam memadu kasih. Ingin merasakan romantisme, kehangatan dengan kekasih. Dan hal tersebut dipandang wajar karena arus informasi yang biasa diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng harga diri, kehormatan dan menjaga kemuliaan memang menjadi hal utama. Fondasi agama yang teguh dan kokoh bisa menjadi filter dalam menjaganya. Kisah Ande-Ande Lumut memberi apresiasi bagi kaum laki-laki dan perempuan. Bukan sebagai bentuk diskriminasi, melainkan suatu komitmen dalam mengangkat harkat, martabat, kemuliaaan dan harga diri seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Tulisan ini hanya sebuah ilustrasi yang dibuat secara ringan dan sedikit bumbu humor dengan tidak mengurangi inti dari dongeng Ande-Ande Lumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7098668720229365080?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7098668720229365080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7098668720229365080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7098668720229365080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7098668720229365080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2009/01/belajar-harga-diri-dari-dongeng-andi_272.html' title='Si Ande-Ande Lumut'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SW4IckFX2kI/AAAAAAAAAGM/nkdsYuDM_Nw/s72-c/Tutut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7917723891429979595</id><published>2008-10-05T00:36:00.000-07:00</published><updated>2009-01-14T07:56:04.275-08:00</updated><title type='text'>Sains dalam Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SW4KzUVUD0I/AAAAAAAAAGU/4Eu8E92a74s/s1600-h/tutut+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SW4KzUVUD0I/AAAAAAAAAGU/4Eu8E92a74s/s320/tutut+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291178488954621762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sebagai contoh ayat di bawah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Langit yang mengembang (Expanding Universe)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Gunung yang Bergerak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” [QS 27:88]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;14 abad lampau seluruh manusia menyangka gunung itu diam tidak bergerak. Namun dalam Al Qur’an disebutkan gunung itu bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/gunungbergerak2.jpg" tip="Gambar Gerakan Gunung / Benua"&gt;&lt;img alt="Gambar Gerakan Gunung / Benua" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/gunungbergerak2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (Al Qur’an, 15:22)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ramalan Kemenangan Romawi atas Persia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;(Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(153, 51, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Diselamatkannya Jasad Fir’aun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu” [QS 10:92]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/ramses.jpg" tip="ramses.jpg"&gt;&lt;img alt="ramses.jpg" src="http://syiarislam.files.wordpress.com/2007/11/ramses.jpg" align="right" hspace="9" vspace="9" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Maurice Bucaille dulunya adalah peneliti mumi Fir’aun di Mesir. Pada mumi Ramses II dia menemukan keganjilan, yaitu kandungan garam yang sangat tinggi pada tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dia baru kemudian menemukan jawabannya di Al-Quran, ternyata Ramses II ini adalah Firaun yang dulu ditenggelamkan oleh Allah swt ketika sedang mengejar Nabi Musa as.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Injil &amp;amp; Taurat hanya menyebutkan bahwa Ramses II tenggelam; tetapi hanya Al-Quran yang kemudian menyatakan bahwa mayatnya diselamatkan oleh Allah swt, sehingga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Perhatikan bahwa Nabi Muhammad saw hidup 3000 tahun setelah kejadian tersebut, dan tidak ada cara informasi tersebut (selamatnya mayat Ramses II) dapat ditemukan beliau (karena di Injil &amp;amp; Taurat pun tidak disebut). &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  lang="SV" &gt;Makam Fir’aun, Piramid, yang tertimbun tanah baru ditemukan oleh arkeolog Giovanni Battista Belzoni tahun 1817.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Namun Al-Quran bisa menyebutkannya karena memang firman Allah swt (bukan buatan Nabi Muhammad saw).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(153, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Segala Sesuatu diciptakan Berpasang-pasangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Al Qur’an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” [Yaa Siin 36:36]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara rambang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui letupan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Harun Yaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Mukjizat Al Qur’an, Prof. Dr. Quraisy Syihab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dr. Maurice Bucaille    &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/725717282904687020-7917723891429979595?l=tutut-bawean.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/feeds/7917723891429979595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=725717282904687020&amp;postID=7917723891429979595&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7917723891429979595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/725717282904687020/posts/default/7917723891429979595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tutut-bawean.blogspot.com/2008/10/sains-dalam-al-quran_05.html' title='Sains dalam Al-Qur&apos;an'/><author><name>tututusfa</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SN0De70308I/AAAAAAAAABA/1jbsyB0jG00/S220/tututbajukoko.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_MZMC7ckjYhA/SW4KzUVUD0I/AAAAAAAAAGU/4Eu8E92a74s/s72-c/tutut+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-725717282904687020.post-7915200440585411350</id><published>2008-10-05T00:24:00.000-07:00</published><updated>2009-01-12T06:37:18.893-08:00</updated><title type='text'>Keajaiban Angka 19 di Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Pada&lt;br /&gt;surat ke-74 (Al Mudatsir) ayat : 30-31, yang artinya sbb :  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';" &gt;“Yang atasnya ada sembilanbelas. …….., dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu (angka 19) melainkan untuk menjadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya, dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir berkata: Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai perumpamaan?”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;&lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;&lt;b style="color: black; background-color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Keajaiban&lt;/b&gt; angka 19 di dalam kitab AlQur’an ini pertama kali ditemukan seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa. Hasil penemuannya ini didemonstrasikan ketika diselenggarakan Pameran Islam Sedunia di London pada tahun 1976 . Berikut cuplikan dari sebagian penemuannya tersebut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;“Bismillaahirrahmaanirraahiim” (dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) sebagai pembuka setiap&lt;br /&gt;surat dalam Al Qur’an ternyata terdiri dari 19 huruf (atau 19 X 1 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Bacaan ‘Basmalah’ terdiri dari kelompok kata : Ismi – Allah – Arrahman – Arrahim. Jumlah dari masing-masing kata tersebut dalam Quran ternyata selalu merupakan kelipatan angka 19.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;table style="width: 74%; text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" class="MsoNormalTable" border="1" cellpadding="0" cellspacing="1" width="74%"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Kata dalam Al Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Jumlah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Kelipatan 19&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Ismi&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;19 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;19 X 1&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;2.698&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;19 X 142&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Arrahman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;57&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;19 X 3&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Arrahim&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;114 &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0.75pt; width: 25%;color:transparent;" width="25%"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;19 X 6&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt; Apabila faktor pengalinya dijumlahkan hasilnya juga merupakan kelipatan angka 19 , yaitu 1 + 142 + 3 + 6 = 152 (atau 19 X 8).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Jumlah total keseluruhan surat-surat dalam Quran sebanyak 114&lt;br /&gt;surat (atau 19 X 6 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Bacaan ‘Basmalah’ dalam Quran ditemukan sebanyak 114 buah (atau 19 X 6 ), dengan perincian sbb: Sebanyak 113 buah ditemukan sebagai pembuka surat-surat kecuali surat ke-9 (At Taubah), sedangkan sebuah lagi ditemukan di&lt;br /&gt;surat ke-27 ayat : 30. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Dari point 4 di atas, ditemukan hubungan yang menarik antara surat ke-9 dan ke-27. Surat ke-27 ternyata merupakan surat yang ke-19 jika dihitung dari surat ke-9. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;============ surat ke : 9, 10, 11, 12, ………………., 25, 26, 27&lt;br /&gt;======= urutan&lt;br /&gt;surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt; &lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt; ke-27 ayat : 30 tempat ditemukannya bacaan ‘Basmalah’. Jika nomor&lt;br /&gt;surat (27) dan nomor ayatnya (30) dijumlahkan , yaitu 27 + 30 = 57.  Hasilnya merupakan kelipatan angka 19(atau 19 X 3 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Dari point 6, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari&lt;br /&gt;surat ke-9 s/d ke-27, (9+10+11+12+…+24+25+26+27) maka hasilnya adalah 342 (atau 19 X 18 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ) dan 76 huruf (atau 19 X 4 ) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kata (atau 19 X 2 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kata (atau 19 X 3 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kata (atau 19 X 1 ), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19X1). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Wahyu yang pertamakali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112, Al Ikhlas) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 X 1 ) dan 304 huruf (atau 19 X 16 ). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/ dihitung mundur dari belakang Quran. =========== surat ke : 114, 113, 112, 111, ………………., 98, 97, 96&lt;br /&gt;======= urutan surat ke : 1, 2, 3, 4, ………………., 17, 18, 19. &lt;p&gt;Bukti-bukti di atas menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya : “Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang”.&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Dari point 13, apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari&lt;br /&gt;surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+111+…+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada&lt;br /&gt;Surat ke-18 (Al Kahfi) ayat : 19 (atau 19 X 1 ). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Penulis juga menemukan bukti bahwa surat-surat yang memiliki 8 (delapan) ayat dan 11 (sebelas) ayat ditemukan yang paling banyak dalam Quran, yakni masing-masing terdiri dari 5 (lima) buah&lt;br /&gt;surat. Disusul kemudian surat-surat yang memiliki 3 (tiga), 19 (sembilan belas), 29 (dua puluh sembilan), 30 (tiga puluh), dan 52 (lima puluh dua) ayat, yang masing-masing terdiri dari 3 (tiga) buah&lt;br /&gt;surat. Apabila dijumlahkan ayat-ayat tersebut sesuai dengan kelompoknya maka hasilnya merupakan kelipatan angka 19, yaitu sbb := surat ke: 94, 95, 98, 99, 102 masing-masing terdiri dari: 8 ayat&lt;br /&gt;= surat ke: 62, 63, 93, 100, 101 masing-masing terdiri dari: 11 ayat&lt;br /&gt;Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 8+11=19, (atau 19 X 1 ) &lt;p&gt;== surat ke : 103, 108, 110 masing-masing terdiri dari: 3 ayat&lt;br /&gt;== surat ke : 82, 87, 96 masing-masing terdiri dari: 19 ayat&lt;br /&gt;== surat ke : 48, 57, 81 masing-masing terdiri dari: 29 ayat&lt;br /&gt;== surat ke : 32, 67, 89 masing-masing terdiri dari: 30 ayat&lt;br /&gt;== surat ke : 14, 68, 69 masing-masing terdiri dari: 52 ayat&lt;br /&gt;Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3+19+29+30+52=133, (atau 19X7).&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:'Trebuchet MS';font-size:100%;"  &gt;Quran merupakan satu-satunya kitab suci di dunia ini yang memiliki tanda-tanda khusus (initials) berupa huruf-huruf (code letters) atau sebagaimana disebut dalam bahasa Arab “Muqatta-‘aat” yang artinya “kata singkatan”. Di dalam Quran terdapat sebanyak 29 (dua puluh sembilan) surat-surat yang diawali dengan 14 (empat belas) macam kombinasi dari 14 (empat belas) huruf-huruf “Muqatta-‘aat”. 14 huruf-huruf itu adalah : alif, lam, mim, ra’, kaf, ha’, yaa’, ain, shad, tha’, shin, qaf, nun, dan kha’. 14
