Rabu, 01 Oktober 2008

Motivasi Diri

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow / Abraham Maslow - Ilmu Ekonomi

Menurut Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi.


Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.

Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :

1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.

4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.


TEORI KEBUTUHAN MASLOW DALAM APLIKASI PENDIDIKAN

Pemikiran Maslow tentang Teori Hierarki Kebutuhan Individu sudah dikenal luas, namun aplikasinya untuk kepentingan pendidikan siswa di sekolah tampaknya belum mendapat perhatian penuh. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah seyogyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya.

Berikut ini ringkasan tentang beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan di sekolah dalam mengaplikasikan teori kebutuhan Maslow.

1. Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis:

* Menyediakan program makan siang yang murah atau bahkan gratis.

* Menyediakan ruangan kelas dengan kapasitas yang memadai dan temperatur yang tepat.

* Menyediakan kamar mandi/toilet dalam jumlah yang seimbang.

* Menyediakan ruangan dan lahan untuk istirahat bagi siswa yang representatif.

2. Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman:

* Sikap guru: menyenangkan, mampu menunjukkan penerimaan terhadap siswanya, dan tidak menunjukkan ancaman atau bersifat menghakimi.

* Adanya ekspektasi yang konsisten.

* Mengendalikan perilaku siswa di kelas/sekolah dengan menerapkan sistem pendisiplinan siswa secara adil.

* Lebih banyak memberikan penguatan perilaku (reinforcement) melalui pujian/ ganjaran atas segala perilaku positif siswa dari pada pemberian hukuman atas perilaku negatif siswa.

3. Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan:

a. Hubungan Guru dengan Siswa:

* Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian : empatik, peduli dan intereres terhadap siswa, sabar, adil, terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik.

* Guru dapat menerapkan pembelajaran individua dan dapat memahami siswanya (kebutuhan, potensi, minat, karakteristik kepribadian dan latar belakangnya).

* Guru lebih banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif dari pada yang negatif.

* Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran, pendapat dan keputusan setiap siswanya.

* Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya.

b. Hubungan Siswa dengan Siswa:

* Sekolah mengembangkan situasi yang memungkinkan terciptanya kerja sama mutualistik dan saling percaya di antara siswa.

* Sekolah dapat menyelenggarakan class meeting, melalui berbagai forum, seperti olah raga atau kesenian.

* Sekolah mengembangkan diskusi kelas yang tidak hanya untuk kepentingan pembelajaran.

* Sekolah mengembangkan tutor sebaya.

* Sekolah mengembangkan bentuk-bentuk ekstra kurikuler yang beragam.

4. Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri:

a. Mengembangkan Harga Diri Siswa

* Mengembangkan pengetahuan baru berdasarkan latar pengetahuan yang dimiliki siswanya (scaffolding).

* Mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

* Memfokuskan pada kekuatan dan aset yang dimiliki setiap siswa.

* Mengembangkan strategi pembelajaran yang bervariasi.

* Selalu siap memberikan bantuan apabila para siswa mengalami kesulitan.

* Melibatkan seluruh siswa di kelas untuk berpartisipai dan bertanggung jawab.

* Ketika harus mendisiplinkan siswa, sedapat mengkin dilakukan secara pribadi, tidak di depan umum.

b. Penghargaan dari pihak lain

* Mengembangkan iklim kelas dan pembelajaran kooperatif dimana setiap siswa dapat saling menghormati dan mempercayai, tidak saling mencemoohkan.

* Mengembangkan program “star of the week”.

* Mengembangkan program penghargaan atas pekerjaan, usaha dan prestasi yang diperoleh siswa.

* Mengembangkan kurikulum yang dapat mengantarkan setiap sisiwa untuk memiliki sikap empatik dan menjadi pendengar yang baik.

* Berusaha melibatkan para siswa dalam setiap pengambilan keputusan yang terkait dengan kepentingan para siswa itu sendiri.

c. Pengetahuan dan Pemahaman

* Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengeksplorasi bidang-bidang yang ingin diketahuinya.

* Menyediakan pembelajaran yang memberikan tantangan intelektual melalui pendekatan discovery-inquiry.

* Menyediakan topik-topik pembelajaran dengan sudut pandang yang beragam.

* Menyediakan kesempatan kepada para siswa untuk berfikir filosofis dan berdiskusi.

d. Estetik

* Menata ruangan kelas secara rapi dan menarik.

* Menempelkan hal-hal yang menarik dalam dinding ruangan, termasuk di dalamnya memampangkan karya-karya seni siswa yang dianggap menarik.

* Ruangan dicat dengan warna-warna yang menyenangkan.

* Memelihara sarana dan pra sarana yang ada di sekeliling sekolah.

* Ruangan yang bersih dan wangi.

* Tersedia taman kelas dan sekolah yang tertata indah.

5. Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri

* Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan yang terbaiknya.

* Memberikan kekebasan kepada siswa untuk menggali dan menjelajah kemampuan dan potensi yang dimilikinya.

* Menciptakan pembelajaran yang bermakna dikaitkan dengan kehidupan nyata.

* Perencanaan dan proses pembelajaran yang melibatkan aktivitas meta kognitif siswa.

* Melibatkan siswa dalam proyek atau kegiatan “self expressive” dan kreatif.

RANGKAIAN TEORI MOTIVASI

1. Teori Kebutuhan dengan asumsi: semua orang sama, semua situasi sama, dan selalu ada "satu cara terbaik"

1.1. Teori Hierarkhi Kebutuhan Maslow - Manusia Piramida

Abraham H. Maslow mendaftarkan 5 (lima) jenis kebutuhan manusia dari yang terendah hingga yang tertinggi:

1. Kebutuhan fisiologis 2. Kebutuhan akan rasa aman 3. Kebutuhan sosial 4. Kebutuhan status 5. Aktualisasi diri

1.2. Teori ERG Clayton Alderfer - Manusia Tiga Tingkat

Teori ini membagi kebutuhan hanya menjadi 3 (tiga) tingkat :

1. Kebutuhan Existence kebutuhan fisiologis dan rasa aman (dua tingkat pertama Maslow) .

2. Kebutuhan Relatedness kebutuhan sosial dan struktur sosial (tingkat 3 Maslow) .

3. Kebutuhan Growth kebutuhan pengembangan diri (tingkat 4 dan 5 Maslow).


2. Teori Perilaku Manusia Tikus

Teori ini mengamati pelbagai perilaku orang yang memang diasumsikan bisa diukur :

1. Jika seseorang memperoleh apa yang diinginkan, maka "penghargaan positif meningkatkan kinerja" (R+).

2. Jika seseorang menghindari apa yang tidak diinginkan, maka "penghargaan negatif meningkatkan kinerja" (R ).

3. Jika seseorang memperoleh apa yang tidak diinginkan, maka "hukuman menurunkan kinerja" (P+).

4. Jika seseorang tidak memperoleh apa yang diinginkan, maka "ancaman pemecatan menurunkan kinerja" (P )

2.1. Teori Efek Thorndike Manusia Pencari Kesenangan

Teori ini menyatakan bahwa jika yang dilakukan seseorang menyenangkan, ia akan lebih sering melakukannya; jika perilakunya buruk, ia pasti tidak akan mengulanginya. Jadi perilaku akan semakin melekat pada diri seseorang apabila:

1. Kesenangan atau kepedihan muncul seketika akibat suatu perilaku.
2. Kesenangan atau kepedihan tersebut terjadi berulang ulang.
3. Kesenangan atau kepedihan tersebut benar-benar dirasakan oleh orang tersebut.

2.2. Teori Analisis Transaksional Eric Berne Manusia Bermental Transaksi

Teori ini menyatakan bahwa salah satu motivator paling mendasar dan paling kuat bagi manusia adalah dihargai secara positif; menerima pengakuan pribadi dari orang lain.

Seseorang membutuhkan "rangsangan" dari orang lain agar merasa puas secara emosional dan psikologis.

Jika rangsangan positif tidak diberikan, mereka yang haus akan rangsangan ini akan semakin sulit diatur dan mengganggu hanya untuk mencari perhatian. Bahkan rangsangan negatif lebih baik dari pada diabaikan atau tidak menerima rangsangan sama sekali.

2.3. Teori Tujuan Manusia Bermental Sepak Bola

Teori ini menyatakan bahwa mencapai tujuan adalah sebuah motivator. Hampir setiap orang menyukai kepuasan kerja karena mencapai sebuah tujuan spesifik.

Saat seseorang menentukan tujuan yang jelas, kinerja biasanya meningkat sebab:

• Ia akan berorientasi pada hal hal yang diperlukan • Ia akan berusaha keras mencapai tujuan tersebut • Tugas tugas sebisa mungkin akan diselesaikan • Semua jalan untuk mencapai tujuan pasti ditempuh

Bawahan harus menyetujui dan menerima tujuan itu. Bila mereka berpikir sebuah tujuan terlalu sulit atau tidak penting, ia tidak akan ter-motivasi untuk mencapainya.

2.4. Teori Kelompok Manusia Sosial

Teori ini menyatakan bahwa suatu kelompok kerja cenderung menerapkan norma norma produksi mereka sendiri, dan memastikan anggota baru mereka untuk mengikuti aturan yang dibuat kelompok ter-sebut.

Untuk melakukan hal ini, kelompok biasanya memakai beragam mekanisme sosial agar anggota baru tidak berproduksi secara berlebihan atau kurang.

2.5. Teori Dua Faktor Manusia Berkembang

Teori ini menyatakan bahwa "kepuasan" dan "ketidakpuasan" adalah dua vektor yang berbeda. Seseorang dapat menghindari ketidakpuasan, tetapi hal ini belum tentu memberi kepuasan.

Pemuas : Pekerjaan menarik, Pekerjaan menantang, Kesempatan berprestasi, Penghargaan, Promosi jabatan.

Faktor Darurat: Gaji, Pengawasan, Kondisi kerja, Keamanan kerja, Status.

3. Teori Proses dengan asumsi:

• Perilaku ditentukan oleh pelbagai macam factor • Setiap orang memutuskan sendiri perilaku mereka dalam organisasi • Setiap orang memiliki jenis kebutuhan, keinginan, dan tujuan yang berbeda beda dengan orang lain •

Setiap orang memilih rencana perilaku berdasarkan persepsi (harapan) seberapa jauh perilaku tersebut akan mencapai hasil yang diharapkan

3.1. Model Teori Lawler Manusia Pengharap

Teori ini menyatakan. bahwa bawahan harus diarahkan pada peng-hargaan di masa yang akan datang, dari pada belajar dari masa lalu.

Bila mereka melihat kemungkinan adanya penghargaan berdasarkan usaha mereka itu, mereka akan semakin bekerja keras, kinerja meningkat dan penghargaan pun diberikan. Akibatnya, hal ini memberi kepuasan yang meningkatkan usaha.

4. Teori Kecenderungan dengan asumsi:

• Setiap orang berbeda • Kepribadian berdampak pada motivasi • Setiap orang memiliki kebutuhannya sendiri sendiri

4.1. Teori Tiga Kebutuhan McClelland - Manusia Prestasi

Teori ini menyatakan bahwa bawahan menginginkan 3 (tiga) hal dari pekerjaannya:

• Prestasi (need of achievement) - n-Ach • Kekuasaan (need of power) - n-Power • Perhatian (need of affection) - n-Aff

4.2. Teori Percaya Diri Manusia Yang Membatasi Diri

Teori ini menyatakan bahwa bawahan hanya dapat berhasil mencapai target yang mereka yakini dapat mereka capai.

4.3. Teori Keadilan J. Stacy Adam Manusia Adil

Teori ini menyatakan bahwa ketika kita membandingkan dengan orang lain dan kita merasa lebih buruk. Kita melihat situasi kita sebagai kurang adil. Bukan hanya merasa frustrasi, motivasi pun terpengaruh. Ada dua kemungkinan tanggapan:

• Mengurangi usaha sehingga penghargaan tampak adil (menurunkan motivasi) • Berusaha meningkatkan penghargaan/pendapatan (meningkat-kan motivasi)

Bila itu tidak mungkin, kita menghapus kekecewaan dengan meng-undurkan diri dari organisasi tsb.

4.4. Teori Valensi Manusia Penjudi

Teori ini menyatakan bahwa manusia cenderung membuat pilihan dan mengambil resiko yang tersedia. Ia akan memilih perilaku yang akan memberinya hasil terbaik sesuai dengan apa yang diinginkan. Teori ini memungkinkan seseorang membuat keputusan secara sadar. Ada 3 (tiga) elemen penting:

• Hasil akibat apa yang mungkin timbul dari suatu perilaku • Valensi seberapa baik atau menarikkan hasil tersebut? • Harapan jika saya lakukan hal ini, akankah saya memperoleh hasil itu?

4.5. Teori X dan Y Donald McGregor – Manusia Baik dan Jahat

Teori ini menyatakan bahwa cara pandang seorang pemimpin akan mempengaruhi caranya memotivasi bawahan.


TEORI X – pemimpin menganggap bawahan :

• Membenci pekerjaannya • Membenci tanggung jawab • Tidak terlalu berambisi • Tidak mempunyai gagasan • Tidak mampu menyelesaikan masalah • Hanya memikirkan uang • Perlu dikendalikan secara ketat • Pemalas dan tidak dapat dipercaya

sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi dengan cara cara berikut:

 Mengatakan dengan jelas apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana melakukannya  Melakukan pengawasan secara ketat  Membuat semua keputusan seorang diri  Tidak menghendaki adanya partisipasi  Penghargaan hanya dalam bentuk gaji  Mengharapkan kontribusi minimum

TEORI Y pemimpin menganggap bawahan:

• Menikmati pekerjaannya • Bersedia memberi kontribusi • Bersedia menerima tanggung jawab • Dapat membuat keputusan bagi diri sendiri • Mampu menanggulangi masalah masalah • Mampu membuat rencana rencana jangka panjang dan mencapainya

sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi dengan cara cara berikut:

 Memberi tanggung jawab  Memberi kesempatan untuk membuat keputusan atas pekerjaan  Memberi mereka kesempatan memberikan saran-saran dan menjalankannya  Memberi penghargaan dengan cara lain, bukan hanya dengan uang
Selanjutnya......

Logika Mahmud Syaltut Usfa

"Perempuanku"

Tulisan ini sama sekali tidak mengisahkan perjalanan hati atau jiwa dengan seorang perempuan yang penuh dengan dinamika dan romantisme. Bukan kisah cinta laksana Romeo dan Yuliet atau kisah tragedi Sam Pek Ing Tai.

Tulisan ringkas ini merupakan perjalanan roh mencari singgah sana. Untuk berteduh dari segala kepenatan pikiran, seluk beluk kisah nasib selama menjadi orang Batam.


Batam tidak hanya gersang akibat gundulnya hutan. Karena banyak masuk ke dalam perut para pebisnis dan orang-orang ambisius dalam mengejar target hidup saja.

Batam dengan keberhasilan sebagai kota metropolis, betul-betul menyulap menjadi kota laksana tempat tinggal Ali Baba di negei seribu satu malam.

Hanya sayang, bangunan megah dan gemerlap justru menjadikan pembangunan rohani Batam semakin tertinggal jauh dibanding dengan pembangunan fisik.

Batam sudah menjelma menjadi kota yang "tidak memiliki jiwa". Bahkan mencuci barang najis dengan najis lainnya sudah jalan lumrah, alias "mensucikan uang dengan jalan apapun" termasuk harus menanggalkan harga diri.

Pegangan roh suci sebagai sandaran sisi kodrati sudah berubah menjadi "hamba perut". Yang penting urusan perut selesai habis perkara! Terkadang harga diri harus terkisis habis tidak menjadi persoalan, yang penting kepentingan perut teratasi.

Pemberi dengan penerima sama saja. Sudah tidak ada perbedaan karena batas konsekwensi logika dengan budi hampir tidak ada batas walau seutas laksana titian rambut dibelah tujuh.

Hati sudah begitu menjadi gersang, jiwa sudah begitu tidak ada peggangan, sementara seonggok badan hanya berkutat pada putaran hidup formalitas saja.

Ratusan jiwa seperti melayang mencari jati diri dan eksistensinya. Mereka butuhkan penyejuk dari sentuhan hati dan nurani dari intuitif "Perempuan".

Tapi lagi-lagi sungguh malang nasib jiwa karena harus tetap melayang karena "Perempuanku" juga teramat sibuk dengan arus permainan zaman.

"Perempuanku" sudah semakin asyik mengejar dan menuntut persamaan gender yang tidak pernah berujung. "Perempuanku" sudah semakin asyik terlena dengan permainan ambisi.

Karena tidak mau kalah dengan rivalnya kaum adam yang sudah lama menekuni permainan logika di batas ambang akal yang salah kaprah.

Ratusan nurani semakin merasakan gersang dan teramat rapuh dihembus angin berbagai kepentingan permaianan hidup. Tetapi lagi-lagi jiwa harus sabar karena "Perempuanku" juga terlalu sibuk ikut bermain sehinngga jiwanya juga ikut sibuk mencari eksistensi.

"Perempuanku" adalah nurani yang seharusnya mampu membawa keteduhan hati serta mampu membawa pulang roh Batam untuk mendekap jiwa orang Batam yang semakin merindukan dekapan. ___________________________________________________________________________

Akhir Sebuah Pesta Demokrasi

Permasalahan bukan kesulitan hidup, melainkan kenyataan hidup yang harus dihadapi. Karena dalam kehidupan pasti ada persoalan, dan tugas kita adalah menghadapi persoalan tersebut dengan jiwa besar. S

ama halnya dengan perhelatan akbar, demokrasi tingkat daerah atau yang lebih kita kenal dengan pilkada juga baru saja usai.

Perolehan masing-masing kandidat juga sudah ditentukan. Pasangan Drs. Ismeth Abdullah dan H. Muhammad Sani meraih kemenangan mutlak diantara dua pasangan lainnya.

Dari awal perjalanan pilkada sangat banyak tantangan dan rintangan yang harus dilalui. Bahkan terkadang masyarakat menjadi was-was menjelang pelaksanaan pencoblosan.

Karena berkaca dari beberapa daerah lain di Indonesia pilkada sering diwarnai dengan berbagai karawanan konflik.

Tatapi, masyarakat Kepri sudah menunjukkan kecerdasan serta kedewasaan dalam berdemokrasi.

Hari pencoblosan berlangsung lancar, sukses, dan betul-betul aman. Namun, masyarakat belum bisa bernafas legah, hasil penghitungan suara tidak berjalan mulus.

Ada beberapa kelompok massa yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan pilkada. Akhirnya, berbagai demo tidak bisa dihindari lagi.

Mereka bersikukuh kalau harus dilaksanakan pilkada susulan. Pasalnya, menurut mereka sangat banyak masyarakat yang tidak memiliki kartu pemilih, sehingga mereka tidak bisa menyalurkan hak politknya.

Selama tiga hari demo tersebut berjalan, namun, muaranya berakhir dengan tenang. Persoalan yang saat itu muncul dalam wacana politik pilkada adalah kekhawatiran atas gagalnya penyelenggaraan pilkada langsung untuk bulan Juni 2005.

Mengikuti Ray Rangkuti dalam tulisannya di Koran Tempo, 6 April 2005, setidaknya ada dua kendala besar yang siap mengganjal pelaksanaan pilkada Juni 2005, yaitu kendala subtantif dan kendala teknis.

Pertama, kendala subtantif. Kendala subtantif utama adalah perangkat peraturan pelaksanaan pemilihan yang belum sepenuhnya tersedia. Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap salah satu pasal dalam UU No32/2004 mengubah subtansi pilkada.

Perubahan itu berupa hilangnya wewenang DPRD dalam pilkada dan diperkenankannya partai politik tanpa kursi di DPRD mencalonkan calon pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Perubahan ini membawa dampak bagi PP No.6/2005 dan SK KPUD yang berkenaan dengan tata pendaftaran pasangan calon. Jika tidak segera direvisi, maka PP N06/2005 ini tidak dapat diberlakukan karena legitimasinya lemah.

Kedua, kendala teknis. Ada banyak kendala teknis pilkada Juni nanti. Yang utama adalah masalah dana. UU No. 32/2004 mengatakan bahwa pendanaan pilkada yang dilaksanakan tahun 2005 dibebankan pada APBN dan APBD.

Estimasi kebutuhan dana Pilkada 2005 mencapai Rp 1,255 triliun. Itu belum termasuk dana khusus untuk daerah pemekaran yang mencapai Rp 116,428 miliar.

Selain itu, pemerintah pusat sendiri juga masih menyerap dana sebesar Rp 185,269 miliar untuk kegiatan dukungan fasilitasi pilkada. Dari semua kebutuhan itu, dana pilkada yang harus ditanggungkan pada APBN diperkirakan mencapai Rp 929,568 miliar.

Namun, menjelang Juni 2005, mayoritas daerah belum mengantungi dana. Janji pemerintah mengucurkan Rp 400 juta pun tak kunjung tersalurkan ke rekening KPUD-KPUD di daerah.

Juga di sebagian daerah, dana APBD belum sampai ke KPUD. Padahal KPUD adalah penyelenggara sah pilkada menurut undang-undang.

Dengan mepetnya waktu persiapan pilkada, belum tersedianya dana akan mengakibatkan pembelanjaan logistik tidak berjalan. Padahal dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mencetak kartu pemilih, formulir, surat suara, dan pembentukan KPPS, PPS, dan PPK.

Sebagai pengandaian saja, untuk mencetak dan mendistribusikan surat suara, normalnya dibutuhkan waktu 30 hari. Waktu 30 hari itu sudah dihitung di luar waktu pelaksanaan tender.

Maka, jika dana tidak segera cair, pelaksanaan pilkada akan sangat terganggu, bahkan terancam batal. Kondisi ini terutama membayangi daerah-daerah miskin yang APBD-nya rendah.

Tapi, lagi-lagi kita harus bersyukur karena pilkada Provinsi Kepri berjalan dengan aman dan damai tanpa diwarnai tindakan anarkis. Semoga Gubernur terpilih mampu bekerja dengan maksimal sesuai dengan harapan rakyat. ___________________________________________________________________________

Hemat Energi Proses Pembelajaran Mental

Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi yang dikeluarkan pada hari Minggu (10/7) lalu sangat menarik dikaji.

Menariknya, karena sudah seharusnya bangsa Indonesia ini melakukan pengehematan energi. Pemerintah harus mengajarkan rakyat untuk merasa prihatin dengan kondisi bangsa ini.

Terutama harus dimulai dari kalangan atas atau kantor instansi pemerintah. Terkadang, banyak ditemukan penggunaan energi di beberaia instansi pemerintah yang terlalu berlebihan. Listrik hidup siang malam, Air Conditioner (AC) juga digunakan secara berlebihan.

Begitu juga dengan penggunaan lampu jalan yang menonjolkan sisi kemegahaan namun kurang memiliki makna efektif.

Dengan adanya inpres tersebut tentu mempunyai konsekuensi positif dan negatifnya. Namun, bagaimana lebih lanjut dari inpres tersebut, akan dirinci masing-masing instansi yang diinstruksikan Presiden.

Makna urgensinya adalah bagaimana menanamkan mental kepada jajaran pemerintahan, pengusaha, serta masyarakat Indonesia secara luas.

Pembentukan mental memang harus tertanam sedari dini. Bahkan dalam telaah psikologis, sebaiknya mental dan krpibadian harus dibentuk di saat usia Balita. Untuk soal yang satu ini bangsa Indonesia memang harus mundur laksana anak Balita.

Janganlah mencoba tuk berlari, merangkak saja masih tertaih-tatih. Rasa keprihatinan yang terbina saat ini akan mampu membentuk mental prihatin terhadap generasi berikutnya.

Tetapi yang perlu diperhatikan rasa keprihatinan secara berlebihan juga bisa mempengaruhi sisi mental ke arah perkembangan kurang baik.

Dikuatirkan, apabila gerakan hemat energi tidak diimbangi dengan sistem pengawasan serta tolak ukur. Dampak bagi perkembangan mental justru dikuatirkan mengarah kepada dimensi pembatasan dan bahkan pengekangan.

Karena dengan adanya tolak ukur, maka masyarakat bisa merasakan kompensasi langsung yang dirasakan dari adanya penghematan ini.

Inti dari inpres adalah mengambil langkah penghematan energi di lingkungan instansi masing-masing atau di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Hal itu khususnya berkaitan dengan penggunaan penerangan, alat pendingin ruangan, peralatan dan perlengkapan gedung dan kantor, termasuk penggunaan kendaraan dinas.

Gubernur, bupati, dan wali kota diinstruksikan pula untuk menyosialisasikan inpres tersebut kepada masyarakat. Dalam beberapa hari ini, inspres tersebut memang berjalan efektif. Karena salah satu tujuannya adalah agar para pejabat tak gerah.

Karena itu alat pengatur suhu udara (AC) tak dimanfaatkan secara full. Selain itu, iring-iringan mobil presiden juga dikurangi agar dapat menghemat BBM. Begitu juga siaran televisi dihentikan sampai pukul 01.00 WIB serta mall-mall harus ditutup sejam dari biasanya.

Sungguh merupakan langkah bijak dari pemerintah, karena selama ini para elit banyak memberikan pelajaran mental tidak terpuji kepada rakyat. Misalnya saja, bagaimana pejabat dengan mudahnya mencuri uang rakyat, lamahnya supremasi hukum, kesewenang-wenangan, dan sebagainya.

Hemat eneri merupakan sikap pemerintah dalam memberi teladan kepada masyarakat. Tetapi, langkah tersebut bisa menjadi bomerang apabila ternyata sikap pemerintah masih egois menuntut kesejahteraan lebih di saat masyarakat tolelir bersikap prihatin.

Makna dari pehematan bukan merupakan bentuk pengekangan. Kunci utama adalah bagaimana agar pemerintah mampu membangun fondasi mental dengan melihat realitas kondisi bangsa saat ini. Apabila masyarakat masih disilaukan oleh berbagai tontonan kesemuan.

Maka sangat mustahil kesadaran masyarakat mampu terbuka. Kalau sudah demikian, inpres hemat energi hanya menjadi justifikasi dan gerakan serimonial saja. Kiranya saat ini merupkan waktu tepat untuk mengasah para elit dan seluruh anak bangsa agar menata mental dengan merasa prihatin. ________________________________________________________________________

Ijazah Palsu Sang Pejabat

Maraknya para pejabat menggunakan ijazah palsu untuk kepentingan suatu jabatan tertentu menarik untuk dikaji secara prikologis. Kita terkadang merasa terheran-heran.

Ketika seseorang yang kebetulan kita kenal dan sebelumnya tidak memiliki gelar apa-apa tiba-tiba sudah menyandang gelar setingkat Magister atau Doktor bahkan profesor.

Lebih heran lagi jika hal itu terjadi pada individu yang tinggal di kota dimana tidak ada Universitas resmi yang menyelenggarakan program setingkat S2 (magister) atau S3 (doktor).

Komentar yang keluar dari sebagian orang adalah: kapan kuliahnya? Kok gampang amat dapat gelar doktor? Tesisnya tentang apa ya? Kok bisa dia dapat gelar itu padahal dia kan cuma tamatan SMU?

arus diakui kalau di sebagian masyarakat Indonesia yang cenderung masih memiliki pola pikir feodalistik, gelar (degree) merupakan suatu kebanggaan luarbiasa dan sekaligus lambang status sosial pemiliknya di dalam masyarakat.

Apalagi hal itu dilakukan untuk kepentingan meraih jabatan tertentu. Secara psikologis ada gangguan keperibadian tertentu shingga orang bersangkutan sehingga tidak merasakan ada kesalahan melakukan prilaku tersebut.

Salah satu bentuk gangguan kepribadian adalah Gangguan Kepribadian Narsisistik atau Narcissistic Personality Disorder.

Gangguan kepribadian ini ditandai dengan ciri-ciri berupa perasaan superior bahwa dirinya adalah paling penting, paling mampu, paling unik, sangat eksesif untuk dikagumi dan disanjung, kurang memiliki empathy, angkuh dan selalu merasa bahwa dirinya layak untuk diperlakukan berbeda dengan orang lain (DSM-IV).

Perasaan-perasaan tersebut mendorong mereka untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan dengan cara apapun juga.

Ciri-ciri orang tersebut merasa dirinya paling hebat, padahal sebenarnya tidak sebanding dengan potensinya. Bahkan tipe pribadi sperti ini dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepintaran, kecantikan atau cinta sejati (is preoccupied with fantasies of unlimited success, power, briliance, beauty, or ideal love).

Kemudian adanya juga kpribadiannya masih didominasi rasa fantasi. Sehingga menagnggap kalau kepandaiannya atau meraiah jabatan tidak lengkap kalau tidak diimbangi dengan memiliki gelar. Masak pejabat tidak memiliki gelar sarjana?

Mungkin mereka menganggap bahwa kesuksesan yang telah mereka capai (cth: punya jabatan) belum cukup jika tidak diikuti dengan gelar akademik yang seringkali dianggap sebagai simbol "kepintaran" seseorang.

Sayangnya untuk mencapai hal ini mereka seringkali tidak memiliki modal dasar yang cukup karena adanya berbagai keterbatasan seperti tidak punya latarbelakang pendidikan yang sesuai, tidak memiliki kemampuan intelektual yang bagus atau tidak memiliki waktu untuk sekolah lagi.

Hal ini membuat mereka memilih jalan pintas dengan cara membeli gelar sehingga terlihat bahwa dirinya telah memiliki kesuksesan dan kepintaran (kenyataannya hal tersebut hanyalah fantasi karena gelar seharusnya diimbangi dengan ilmu yang dimiliki).

sangat bisa dibayangkan kalau beberapa pejabat kita memiliki ijazah palsu. Betapa mirisnya kita kalau ternyata pejabat yang kita hormtai dan diharapkan membangun daerah ini justru orang-orang yang memiliki mental rusak. __________________________________________________________________________

Belajar dari Mitos Sisipus

Sejenak kalau kita renungkan, rasanya tidak henti-hentinya berbagai cobaan, ujian, atau mungkin juga peringatan menerpa negeri kita ini. Belum lagi usai tragedi Aceh dari ganasnya tsunami, bueung lapar dan gizi buruk, kini kelangkaan BBM dan melemahnya nilai rupiah terjadi lagi.

Tak bisa dipungkiri, kini sebagian masyarakat kita merasa was-was kalau-kalau berbagai barang kebutuhan pokok akan melonjak naik.

Berbagai elemen masyarakat sudah melakukan aksi demo menentang rencana pemerintah menaikkan BBM.

Tapi biasanya demo hanya tingga demo, pemerintah tak akan bergeming untuk terus menikkan harga BBM dengan alasan meyelamatkan kondisi ekonomi bangsa.

Sebab, nilai subsidi untuk BBM dirasakan dangat besar, sehingga salah satu solusi harga BBM harus dinaikkan. "Rakyat sudah susah, malah dibebani lagi" kalimat itu seolah sudah menjadi klise di pendengaran kita.

Tetapi, suara hati rakyat tidak bisa dipandang klise begitu saja. Kondisi bangsa yang bertubi-tubi dirundung duka tetap menjadi teka-teki, sebagai ujian, cobaan, atau peringatan? Haruskah kita bertanya kepada "rumput yang bergoyang" seperti syair lagu Ebiet G Ade?

Albert Camus juga pernah menulis suatu esai besar berjudul Mitos Sisipus, yang mengatakan bahwa manusia itu seperti sisipus. Sisipus itu dikutuk dewa-dewa untuk mengangkat batu dari bawah ke puncak gunung.

Sampai di atas, dia jatuh lagi. Dia turun untuk mengangkut lagi, dan begitu seumur hidupnya.

Tapi dalam esai itu disebut juga bahwa lama-kelamaan ada pertautan antara sisipus dan batu. Lama-kelamaan, dia merasakan bahwa dia harus menguasai hukuman ini dan menjadi di atas hukuman ini.

Dia mempertahankan penderitaan itu dengan gagah berani sampai melakukan protes pada dewa-dewa. Jadi di situ ada dua sikap yang diambil, yang satu negatif dengan cara bunuh diri, yang lainnya adalah afirmatif, yaitu hidup berharga meskipun kita di dalam hukuman.

Tidak harus menyempitkan pola pemikiran ke arah sana, karena hati nurani dan logika kita masih sanggup menganalisa dengan bijak.

Terutama terkait dalam menentukan sikap, minimal melakukan instrospkesi. Di samping itu harus terus mengembangkan pola pemikiran positif dan mengesampingkan berbagai sikap apriori.

Saat ini percayakan saja kepada langkah pemerintah, karena tidak mungkin pemimpin kita akan membuat rakyat Indonesia menderita. Hanya yang pasti, sangat besar harapan kita agar pemerintah juga memberikan harapan guna memberi pencerahaan terhadap kondisi hati yang gundah.

Kalau dalam filsafat Eropa, sikap afirmatif adalah gema dari pandangan Nietzsche mengenai amor fati, atau cintailah nasibmu. Ada kegagahan di situ. Cuma problemnya adalah, memang bukan satu-satunya alternatif ketika orang memerlukan harapan.

Alternatif lain adalah menjadi budak, melihat kesengsaraan orang mati, orang sakit, orang yang sudah tua, dan akhirnya mengatakan bahwa hidup adalah samsara dan dia mencoba membebaskan diri dari keinginan, karena keinginan pada hakikatnya adalah awal dari penderitaan.

Mungkin saat ini kita harus pandai-pandai meredam berbagai keinginan. Sadarlah terhadap kondisi bangsa saat ini dengan sedikit saja mengencangkan ikat pinggang untuk hidup prihatin.

Kita cukup berbicara kebutuhan dan tahan dulu berbicara keinginan.Sebab, terkadang memenuhi keinginan saja begitu susahnya dan harus berjibaku. _________________________________________________________________________

Belajar dari Fenomena

Ketika takdir berbicara, maka tak satupun yang mampu mencegahnya. Kekuatan manusia hanya diujung kuku dan sangat-sangat tak berdaya. Rentetan musibah yang menimpa negeri kita hendaknya dijadikan evaluasi diri agar ada hikmah yang bisa diambil.

Tanpa mampu memberikan evaluasi, maka kita tetap saja akan menjadi negeri yang tidak mau belajar.

Bukankah kita diciptakan untuk mempelajari dari segenap fenomena yang ada di sekitar kita. Apapun bentuknya musibah, itu mendakan dan menuntun agar kita membaca. Baik dari hal-hal yang terkecil maupun sebesar apapun bentuknya.

Walaupun kita patut turut berduka cita atas musibah yang telah menimpa saudara-saudara kita. Namun demikian, kita juga harus sadar bahwa mereka merupakan penuntun mata hati kita agar belajar terhadap fenomena.

Para korban merupakan orang-orang yang diangkat derajat dan kemuliaannya agar kita mampu membersihkan segala kekotoran yang masih melekat.

Musibah hanya merupakan istilah dari kacamat logika kita karena tidak mampu membaca rencana Tuhan. Kita adalah orang-orang yang masih diberi kesempatan memebersihkan segala kotoran. Apabila tidak segera berupaya membersihkan, sungguh kita termasuk golongan yang merugi.

Sejenak kalau kita introspeksi terhadap berbagai kepongahan bangsa ini, di mana segala bentuk maksiat terus saja mewarnai fenomena bangsa ini. Kebenaran sudah tidak dihiraukan lagi, karena banyak di antara kita yang mengaku dan merasa benar.

Segala bentuk tuntunan sudah dijadikan tontonan. Egoisme dengan mengatasnamakan kebenaran terus berpacu, sehingga kehinaan sudah terbungkus oleh kemuliaan yang lahir dari persepsinya sendiri.

Zaman sudah begitu terbalik, mereka berbicara mengatasnamakan perdamaian, tetapi justru terus berupaya menciptakan perang. Persoalan besar telah dikecilkan, bahkan berupaya untuk ditenggelamkan agar tidak ada jejak.

Namun sebaliknya, beberapa persoalan kecil yang seharusnya berdiri dalam eksistensinya malah dibesar-besarkan. Tak jarang, sesuatu yang kecil dihembuskan menjadi besar, menggelembung dan diledakkan sebagai rangakain dari rekayasa kepentingannya.

Bacalah! Bacalah segala fenomena, agar bangsa ini mampu meletakkan kemuliaan di balik rentetan musibah. Silahkan kemukakan segala bentuk analisa terhadap munculnya musibah yang menimpa negeri ini.

Namun tanpa mau belajar dengan terus membaca fenomena, tetap saja musibah akan berlalu tanpa bisa mencerdaskan nurani kita. ____________________________________________________________________________

Budaya Latah

Latah, biasanya identik dengan dengan respon sepontan ketika mendapatkan stimulus mengejutkan. Perilaku latah ini beberapa tahun belakangan ini memang sangat populer.

Bahkan kerap dijadikan lelocon karena orang yang latah kepar menunjukkan respon prilaku sangat lucu dan konyol. Kita tentu menenal nama mpok Ati karena prilaku latahnya memang membuat orang yang melihatnya harus tertawa terpingkal-pingkal.

Bahkan dengan kelatahan ini, Mpok Atik mampu menjadikan lahan komersial yang menghasilkan dan mengalirkan job manggungnya. Baik di pentas terbuka maupun di beberapa stasiun televisi.

Tidak hanya mpok Ati, beberap selebriti lainnya juga harus ikut-ikutan latah karena dipandang mampu mendatangkan "rezeki" sebagai daya tariknya.

Kelatahan ini tidak saja dimiliki oleh orang atau kalangan selebriti saja. Bangsa kita sudah lama disebut-sebut sebagai bangsa yang cendrung latah. Ketika ada peristiwa kecelakaan kapal, maka pemerintah ramai-ramai meningkatkan pelayanan dan tindakan penertiban serta pengecekan dengan ketat.

Begitu juga saat terjadi kelecelakaan kereta api, pemerintah juga terkesan terburu-buru melakukan tindakan secara tegas. Sama halnya ketika beberapa daerah di Indonesi terjadi polio, lagi-lagi pemerintah juga melakukan sikap latahnya.

Kelatahan pemerintah dan tentunya para orang-orang kita terakhir ditunjukkan saat terjadi kecelakaan Mandala Airline di Medan.

Sikap latah ini juga harus ditunjukkan. Saat ini beberapa maskapai penerbangan di Indonesia temasuk Garuda Airlines akan menukar beberapa pesawatnya dengan pesawat baru. Begitu juga mengenai keberadaan beberapa bandara di Indoneseia juga dilakukan analisa kelayakan.

Walupun sebenarnya bandara Polonia Medan dinilai layak, tetapi masih berisiko tinggi. Dan pemerintah sudah menyadarinya serta berupaya untuk memindahkan, namun terbentur dengan persoalan dana.

Kelatahan yang satu ini sama sekali tidak membuat masyarakat tertawa karean bersifat menghibur. Latah yang satu ini sangat-sangat tidak patut dicontoh dan dipelihara. Kalau memang sudah ada indikasi akan merugikan dan berdampak negatif, kenapa harus menunggu terjadi musibah? Bukankah melakukan tindak preventif lebih baik daripada harus memperbaiki. ____________________________________________________________________________

Kecil Selalu Jadi Korban

Bangsa ini memang harus terus prihatian melihat gelagat para orang "gedean" atau pejabat yang masih dukuk di tahta tertinggi kekuasaannya. Kaum kecil masih harus tertindas manakala si boss harus terjebak dan tersudut. Pelarian tanggungjawab sering ditampakkan oleh para pejabat yang mencoba lari dari masalah. Lihat saja contoh nyata yang terjadi akhir-akhir ini.

Manaka pemerintah menemukan modus penyelundupan BBM lepas pantai melalui pipa. Sungguh menjadi pemandangan ironis, sebab yang digelandang ke pengadilan dan harus menerima sangsi pemecatan justru para bahahan. Sementara itu, para pimpinannya hanya berkoar-koar dan sibuk membela diri.

Dalam logika sederhana saja, mana mungkin karyawan bahahan memiliki keberanian melakukan penyelundupan dengan modus oprandi yang begitu "canggih dan kotor". Sampai-sampai Presiden SBY harus bergeleng-geleng kepala karena merasa heran melihat ulah "pencuri" kelas kakap tersebut.

Begitu buruk mental para pejabat yang sengaja menjerumuskan bangsa ini dengan mengambil keuntungan pribadinya saja. Sedangkan nilai pertanggungjawaban harus terpental hanya dengan sebait kalimat nyentrik saja.

Kalimat bernada pembelaan diri dengan tidak saja menjerumuskan para karyawan bahahan, melainkan juga menimbun rakyat dengan berlapis penderitaan.

Kalimat-kalimat bernada akan mengundurkan diri dan sejensinya tak ubahnya hanyalah berupa kepicikan yang tetap tidak bernilai tanggungjawab sejati.

Sebagai seorang pemimpin, siapaun yang telah menyuburkan jalan penyelundup harus duhukum setimpal. Tanpa mendapat "restu" dari pemimpin, mana mungkin penyelundupan mampu berjalan mulus.

Sungguh teramat licin argumentasi dan berbagai taknik kejahatan yang dilakukan, selicin minyak yang menempel di kelopak matanya. Tetapi sayang sekali, mata hati terus ditutup karena merasa nikmat mandi kecing minyak.

Tidak rumit dalam mendongkel rapuhnya eksistensi mental bangsa ini, apabila para penegak hukum berani bersikap tegas menghukum para atasan yang telah bermain.

Bawahan memang kerap dijadikan tumbal mengingat posisinya sangat lemah manakala berhadapan dengan penegakan hukum.

Mental para pemimpin kita memang sulit menghadapi transformasi mental sebagai wujud dari tanggungjawabnya. Atau jangan-jangan pertanggungjawaban sudah dinilai tidak memiliki harga lagi.

Manakala nurani sudah terbendung oleh nilai-nilai ingin dihormati, maka untuk mempertahankan kehormatan terkadang memang harus ada tumbal. Biasanya, yang kecil merupakan sasaran empuk untuk dijadikan tumbal dalam mempertahankan keserakahan. ___________________________________________________________________________

Budaya Korupsi

Korupsi di Indonesia sudah begitu menggorogoti di setiap lini, rasanya di setiap jengkal kesempatan selalu tidak disia-siakan. Sampai-sampai banyak yang tidak mampu membedakan antara kurupsi dengan tidak.

Walaupun juga sengaja memblurkan dengan berbagai kalimat pembelaan, misalnya mengatakan, ini hanya uang administrasi dan sebagainya. Ada saja sejuta alasan untuk melegalkan korupsi. Segalan bentuk yang berbau duit juga menjadi incaran dan sasaran empuk untuk melahirkan kurupsi baru.

Sekalipun tidak bisa dibenarkan, banyak yang menilai kalau korupsi di Indonesia sudah merupakan budaya. Kita mungkin bisa membenarkan Bung Hatta, katanya korupsi telah menjadi budaya bangsa ini.

Karena itu, wajar jika kian hari kian banyak pelakunya. Namanya saja sebuah kultur, masuk akal jika betapa sulitnya memberantas penyakit yang amat menyengsarakan ini.

Coba saja bayangkan, departemen yang seharusnya bersih dari berbagai tindak korupsi malah ikut-ikutan menggerogoti uang negara.

Sebut saja kasus dugaan korupsi dana abadi umat yang menyeret mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar. Kita tidak pernah bisa memahami seorang menteri agama bisa amat melantur dan memalukan memakai uang yang bukan miliknya.

Lho, bukankah depertemen agama seharusnya memberi contoh yang baik sebagai benteng moralitas bangsa? Korupsi memang bisa dilakoni oleh siapa saja dan tidak memandang dari agama manapun. Benteng agama, tingkat pendidikan dan intelektual yang tinggi, bisa tidak berarti apa-apa.

Seolah semuanya sudah mabuk duit, dan silai oleh kemilau hedonisme. Orang-orang yang dipandang sucipun juga sangat rawan melakukan tindak kriminal ini. Siapa yang tidak tergoda dengan uang milyaran rupiah dengan hanya "bim salabim".

Contoh lainnya, dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum yang menyeret sang ketuanya, Nazaruddin Sjamsuddin.

Dugaan yang sama dan sangat memalukan, kini tengah dibidikkan ke Mahkamah Agung (MA). Pengacara pengusaha Probosutedjo menyebut Ketua MA Bagir Manan diplot menerima suap Rp5 miliar.

Kita psti tahu dan sangat mengenal nama Said Agil, Nazaruddin, Bagir Manan adalah orang-orang intelektual, yakni para guru besar. Namun sayang, prilaku mereka tidak jauh beda dengan maling ayam, bahkan lebih hina lagi karena mereka sudah mencuri uang rakyat milyaran rupiah.

Pada awal pemerintahannya, SBY-JK menabuh genderang perang terhadap para korupstor. Satu persatu mereka sudah diproses dan diseret ke pengadilan.

Walau belum memperoleh hasil yang memuaskan, namun kita harus tetap optimis dan mendukung sepenuhnya terhadap langkah pemerintah.

Semoga korupsi bukan bagian lagi dari hudaya kita, sangat malu rasanya kita hidup di dalam negara besar yang memiliki nilai-nilai budaya luhur, kini harus luntur dengan gelar budaya korupsi. ____________________________________________________________________________

Hedonis, Mistik dan Pornografi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta tayangan-tayangan pornografi, pornoaksi dan mistik segera dihentikan karena tidak mendidik dan merusak akhlak bangsa, apalagi saat ini adalah bulan suci Ramadhan. Apabila diamati, paling tidak ada tiga hal yang sedang menghinggapi kognisi masyarakat Indonesia.

Pertama, gaya hidup hedonisme yang banyak mengantarkan pemikiran, sikap, dan prilaku masyarakat kepada kenikmatan duniawi. Celakanya, demi untuk memperoleh semuanya harus rela menempuh jalan singkat dan singkat. Kedua, Mistik yang akhir-akhir ini bentul-betul menggerogoti masyarakat kita.

Apalagi setiap hari hampir seluruh menayangkan film atau sinetron yang berbau mistik. Sedangkan yang ketiga adalah pornografi, setipa hari banyak sudah berbagai kasus kriminal yang disebabkan oleh pengaruh pornografi. Bahkan, banyak orang yang ingin mendapatkan kepopuleran harus rela melakukan aksi porno atau erotis.

Ketiganya sebenarnya sangat terkait erat dan saling mempengaruhi satu sama lain. Sikap hidup hedonisme membuat sesorang harus rela melakukan berbagai ritual mistik.

Berbagai jalan untuk mendapatkan harta melimpah membuat dirinya harus mengikuti berbagai permainan mistik.

Berbagai kasus saat ini bermunculan, bagaimana sesorang yang ingin mendapatkan pesugihan harus rela melakukan perintah sang dukun. Gaya hidup hedonis juga kerap menyeret seseorang untuk melakukan aksi erotis.

Seolah cara-cara berporno ria merupakan sasaran empuk untuk mendongkrak popularitas dan dengan demikian duit akan mengalir dengan sendirinya. Ketiganya benar-benar sudah bersenyawa dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Rupanya industri media dan hiburan terutama stasiun TV dan rumah produksi tidak mau sisa-sia memanfaatkan kecendurngan dan polah hidup masyarakat saat ini. Kini, tayangan-tayangan televisi sudah didominasi oleh hal-hal yang berbau ketiganya.

Asalasannya karena masyarakat menyukai, tentu sangat beralasan, tetapi kita juga harus menganalisa sumber dari kecendrungan tersebut. Jangan-jangan media yang sudah membentuk mesyarakat ke arah sana. Sehingga kognisi masyarakat Indonesi benar-benar telah dijubeli oleh pola hidup ketiganya.

Ketua MUI Amidhan kepada pers dalam Tausiyah Ramadhan di Jakarta, Jumat. Amidhan mengatakan TV memiliki peran yang luar biasa yang menggantikan peran ulama, guru dan orang tua karena itu pengelola stasiun TV seharusnya bijak, jangan sampai tayangannya berpengaruh buruk pada mentalitas dan moral anak-anak dan remaja.

Kebebasan berekspresi dalam bidang seni memang tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat dan ajaran agama.

Pemerintah dan parlemen, bertanggung jawab agar RUU Pornografi dan Pornoaksi segera disahkan menjadi UU sehingga masalah tersebut dapat ditangani dengan hukum yang jelas dan tegas. ____________________________________________________________________________

Untung Masih Punya Peringkat

Perang terhadap korupsi dikumandangkan secara besar-besaran oleh setiap presiden. Bahkan, pemberantasan korupsi sudah menjadi janji rutin bagi calon presiden dalam setiap kampanyenya. Apalagi sang peresiden yang naik tahta tersebut di era reformasi, seolah korupsi menjadi musuh utama yang akan dihunusnya.

Tetapi kenyataannya, seolah pedang yang akan menghunus korupsi sangat-sangat teramat tumpul. Korupsi di Indonsesia tidak banyak mengalami perbaikan, jalan di tempat, bahkan kondisinya malah makin parah.

Sangat mengejutkan, Transparency International, lembaga dunia yang menaruh perhatian serius terhadap korupsi, mengeluarkan indeks persepsi korupsi untuk 2005. Dalam IPK terbaru yang diumumkan di Jakarta, Selasa (18/10), peringkat Indonesia mandek.

Indonesia berada pada peringkat keenam negara terkorup di dunia bersama Ethiopia, Kamerun, dan Azerbaijan dengan IPK 2,2. Di ASEAN, Indonesia hanya lebih baik daripada Myanmar dan kalah bila dibanding dengan Kamboja, Laos, dan Vietnam, tiga negara yang selama ini dianggap amburadul.

IPK Indonesia bukannya tidak membaik. Dari angka 1,9 pada 2003, naik menjadi 2,0 pada 2004, dan tahun ini naik lagi menjadi 2,2. Bagaimanapun juga, perbaikan ini harus diapresiasi. Namun bila dibandingkan dengan China dan Vietnam, misalnya, perubahan di Indonesia kalah cepat.

Pertanyaannya, kenapa negara yang sebelumnya berada lebih buruk dibanding Indoensia malah lebih cepat melakukan perbaikan dalam memberantas korupsi?

Haruskah kita berkata dengan kalimat "untung kita masih punya peringkat" kalau tidak, entah akan menjadi apa korupsi di Indonesia ini. Ada barometernya saja masih saja tetap mandek dan tidak bergerak ke arah perubahan, bagaimana lagi kalau tidak ada barometer. ____________________________________________________________________________

Bacalah!

Al-Qur'an merupakan kitab yang diturunkan dengan segenap kesempurnaan yang terkandung di dalamnya. Kandungan dalam ayat-ayat suci Al-qur'an terbentang makna yang teramat dalam. Bukan sekedar kisah-kisah para nabi, atau seribu kisah relegius yang patut direnungkan. Melainkan, juga terbentang nilai-nilai intelektual dan ilmiah apabila dikaji dengan cermat dan mendalam.

Teramat banyak ayat-ayat yang memiliki esensi pengetahuan ilmiah, tentu saja untuk memperolehnya memerlukan kajian-kajian dari ilmu pengetahuan lain. Seperti harus memadukan dengan ilmu nahwu dan sharaf, serta dengan berbagai dispilin ilmu lainnya.

Berpijak dari seribu makna dalam Al-qur'an tersebut menegaskan bahwa kitab suci umat Islam tersebut tidak sekedar mampu dimaknakan secara kontekstual saja. Melainkan harus dengan mengkaji secara cermat agar mampu menggali makna yang terkandung di dalamnya.

Makna fungsional hendaknya menjadi target utama dari peringatan Nuzulul Qur'an. Intinya, ada pembelajaran jangka panjang yang harus dicermati. Karena aplikasi dari kajian-kajian al-qur'an akan mampu memberikan perubahan pada tatanan iman, mental serta prilaku kita menuju ketaqwaan kepada Allah sang pencipta.

Batam sebagai kawasan yang semakin menapak kepada moderenisasi yang cendrung menganut kepada loberalisasi. Harus dibendung dengan kekuatan nilai-nilai religius agar rasa keimanan serta mental masyarakat tidak terjebak kepada dekadensi moral.

Peringatan Nuzulul Qur'an bukan sekadar kegiatan religius yang bersifat formalitas tahunan, melainkan mengingatkan kita agar mampu membaca sebagaimana yang diturunkan dalam ayat pertama.

Iqra' artinya bacalah! kita memang harus tetap dan selalu membaca berbagai fenomena. Baik fenomena yang terjadi pada diri kita, terjadi kepada orang lain, serta terjadi kepada alam. Sudah begitu banyak contoh-contoh kongkrit yang Allah turunkan, baik itu namanya musibah, cobaan, bahkan peringatan. Disinilah dibutuhkan kepekaan kita dalam membaca fenomena terhadap apa yang Allah berikan.

Kita sebagai manusia harus mampu membaca ayat-ayat Allah atas segala kebesarannya agar menjadi petunjuk kepada kita. Terkadang hati kita teramat buta, tuli dengan segala atribut kesombongan kita.

Dengan memperingati Nuzulul Qur'an maka hati kita diharapkan terbuka membaca segala fenomena yang telah diturunkan kepada kita. Kita teramata kecil di hadapan Allah, dan Al-qur'an sebagai wahyu Allah memiliki kekuatan besar untuk membentuk pribadi islami.

Dengan kekuatan membaca maka niscaya Allah membuka hati kita dari segala kebutaan, ketulian akibat tertutupnya mata hati kita. ___________________________________________________________________________

* Isi Seluruh Tulisan Murni Hasil Analisa Mahmud Syaltut Usfa Terhadap Fenomena Bangsa, Dan Sudah Dipublikasikan di Harian Media Kepri
Selanjutnya......

Jumat, 26 September 2008

Teori Segitiga Cinta

Kemarin ada seorang sahabat yang bertanya kepadaku,”Bang, cinta itu apa sih?”. Pertanyan ini juga pernah mengusik benakku di waktu ABG dulu karena jawaban atas pertanyaan ini sangat beragam. Begitu banyaknya teori tentang cinta ini, sampai setiap ABG punya teori masing-masing tentang apa yang disebut cinta.


Dari sedemikan banyaknya teori tentang cinta, aku tertarik pada salah satu teori cinta yg dibuat oleh Om Sternbert,yg berprofesi sebagai seorang psikolog ini, berpendapat bahwa cinta itu bisa disusun dari salah satu atau gabungan dari 3 komponen berikut ini:

  1. Intimacy
  2. Passion
  3. Commitment

Berdasarkan satu atau kombinasi dari komponen-komponen tersebut, cinta kemudian bisa dibagi-bagi lagi menjadi seperti yg tampak pada gambar di samping ini sehinga terbentuklah beberapa tipe cinta seperti berikut:

  1. Liking/Friendship
  2. Infatuated Love
  3. Empty Love
  4. Romantic Love
  5. Companionate Love
  6. Fatuous Love
  7. Consummate Love


Liking/Friendship, adalah salah satu jenis cinta yg sering disebut ABG dengan sebutan “seperti adik/kakak” . Cinta tipe ini biasa dikenal juga sebagai rasa sayang yg dimiliki oleh dua orang sahabat

Infatuated Love, dikenal juga dengan nama cinta monyet. Seorang yg mengalami cinta jenis ini akan merasa makan tak enak tidur tak nyenyak padahal dia mungkin baru saja mengenal sang pujaan hati yang si pelaku sendiri bahkan seringkali tidak tahu mengapa dia bisa begitu.

Emptly Love, adalah tipe cinta yg banyak dimiliki oleh pasangan-pasangan jaman jebot dulu, yg mana banyak orang yg menikah tanpa ada intimacy dan passion. Mereka hanya menikah karena sudah seharusnya menikah dan dijodohkan. Walaupun tak ada intimacy dan passion, namun pasangan-pasangan jebot itu ternyata mampu bertahan puluhan tahun (bahkan sampai masing2 meninggal) karena mereka memiliki commitment.

Romantic Love, memiliki 2 komponen yaitu intimacy dan passion. Pasangan dengan tipe cinta ini sudah selangkah lebih maju daripada cinta monyet. Mereka tak hanya punya passion yg membuat makan tak enak tidur tak nyenyak. Mereka juga sudah bisa saling mengerti satu sama lain, bagai dua sahabat namun sudah dilengkapi dengan passion. Yg belum dimiliki oleh pasangan dengan cinta tipe ini adalah commitment sehingga mereka belum berani terikat satu sama lain. Jika yg dinilai adalah komitmen jangka panjang, maka pasangan-pasangan yg sudah pacaran bertahun-tahun namun belum juga berani menikah adalah pasangan-pasangan yg memiliki cinta dengan tipe ini. Tentu saja ada berbagai alasan yg bisa mereka kemukakan seperti misalnya ingin sekolah dulu, ingin berkarir dulu dan lain-lainnya. Namun sebetulnya bisa dilihat bahwa yg belum dimiliki adalah commitment, yaitu kesediaan untuk benar-benar terikat satu dengan yg lain.

Compationate Love, adalah salah satu jenis cinta juga yang bisa membawa sepasang manusia untuk memutuskan menikah. Pasangan ini, baik dua-duanya atau salah satunya, tak mengalami makan tak enak dan tidur tak nyenyak. Dia merasa hubungan hanya seperti dua orang sahabat atau kakak-adik saja. Namun sedikit melangka lebih jauh, mereka berani memutuskan untuk menikah dan hidup bersama. Cinta jenis ini sering juga dimiliki oleh dua orang sahabat yg kemudian meng-upgrade cinta-nya dari tipe friendship menjadi compationate love.

Fatuous love, adalah jenis cinta yg merupakan gabungan dari passion dan commitment. Aku dulu sering heran mengapa dua sejoli yg selalu tidak cocok, berkelahi dan cek-cok setiap hari namun tetap mempertahankan hubungannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka mempunyai cinta jenis ini.

Consummate Love, adalah cinta yg paling lengkap yg memiliki semua komponen-komponen cinta di atas. Pasangan ini adalah pasangan yg tetap mesra dan tetap merasakan nikmatnya bercinta walaupun setelah menikah bertahun-tahu. Mereka tetap merasakan bahwa tidak ada lagi orang yg bisa membuatnya bahagia kecuali pasangannya. Cinta ini dalah tipe cinta yg ideal menurut Sternberg namun juga butuh usaha untuk menjaganya. Sebagian pasangan mengalami kelunturan pada komponen passion sehingga cinta mereka berubah dari consummate love menjadi compationate love.

Demikianlah kiranya teori segitiga cinta menurut Om Sternberg yg semoga bisa menjelaskan cinta jenis apa yg kita miliki pada pasangan kita masing-masing. Nah, bagaimana dengan anda? Cinta jenis apa yg anda miliki sekarang?


Selanjutnya......

Konsultasi Psikologi


BICARALAH YANG MENARIK UNTUK ANDA CERITAKAN,SAYA AKAN BERUSAHA MEMAHAMI APA YANG ANDA RASAKAN

Diasuh langsung oleh: Mahmud Syaltut Usfa S,Psi

Konsultasi via email: t5okta@yahoo.com

BINGUNG ANTARA TEMAN DAN PACAR

Begini nih...aku kan sudah lama banget akrab sama cowok ..pokoknya kemana-mana aku selalu sama dia, habis anaknya itu pegertian dan dewasa banget, banyak guyon dan saya menyukai kepandaiannya..wah..dia itu is my hero.

Tapi aku hingga saat ini masih serba nanggung aku lagi pacaran sama dia atau tidak, dibilang pacaran kayaknya belum..kalau dibilang bukan pacar tapi kok seperti pacaran.


Kalau saya perhatiin rata-rata temen-temenku sama pacarnya kan pegang-pegangan segala bahkan terlihat mesra banget....kalau aku sih...memang sesekali ya..gimana ya...sering juga saya bermanja-manja dengan dia, tapi hanya sebatas itu aja.

Apakah kriteria orang pacaran itu harus mesra atau pakai pegang-pegangan segala...?


terus terang aku sekarang lagi bingung harus gimana ya...aku akui aku senang dan sayang banget sama dia...

Aku cemburu banget loh kalau dia lagi ngobrol atau lagi jalan sama cewek lain, tapi dia sih biasa kelihatannya aja.


Nah giamana sih setatus aku sama dia dan gimana supaya aku benar-benar pacaran sama dia...aku gak tahu caranya....?????

INA

Ina yang baik

Jadi Ina sekarang lagi bingung Ina lagi pacaran sama dia atau tidak..? padahal sudah akrab banget.

Begini Ina...sebetulnya jawabannya itu ada pada hati Ina dan teman cowok Ina sendiri sekalipun sudah sering berdua. Bahkan, teman-teman Ina menganggap lagi pacaran tapi hal itu bergantung komitmen anda berdua.

Kalau belum adanya komitmen maka seterusnya akan ngambang bahkan bisa juga menimbulan kebosanan, kebencian akibat kecemburuan yang selalu timbul karena komitmennya belum ada.


Sedikit saya singung pendapat Robert Stenbert dalam Triangguality Theory of Love bahwa cinta itu ada yag hanya sebatas companionate love dan juga ada yang sampai pada romantic love.

Companionate of love hanya sebatas pada cinta persahabat atau rasa mawaddah saja tanpa adanya tindak lanjut pada romantisme dan itu cendrung dipertahankan.

Akan tetapi ada yang sampai atau menginginkan pada romantic love karena dirasakan ada kecocokan dan takut kehilangan atau dimiliki orang lain .


Adapun komponen-komponen romantic love yaitu : intimacy, yaitu merupakan kedekatan dari adanya rasa senang dengan pasangannya, enak diajak sharing, bertanggung jawab pengertian dan kecocokan-kecocokan lainnya.

Yang kedua Passionate merupakan tahapan yang sudah mengarah pada munculnya kenikmatan-kenikmatan romanris pada fisik atau badaniah.

Seperti merasakan kenikmatan akan belaian, pelukan dan kenikmatan romantic lainnya artinya pada saat ini sudah menjurus kearah romantis atau asmara.


Adapun yang ketiga adalah Commitment merupak penegasan bahwa mereka sudah ada kesepakatan akan menjalin ikatan asmara atau pacaran yang nantinya menjurus pada ikatan masa depan hingga ke perkawinan.

Nah Ina sekarang sudah pada tahapan yang mana...? kalau Ina ingin menjalin atau meneruskan pada romantic love berarti harus ada komitmen sama dia.

Sebab kalau tidak ada komitmen yang pasti maka Ina tidak ada kepastian dan selalu menunggu.


Oleh karenanya apabila sudah dirasakan pas cepatlah membicarakan dengan teman Ina bahwa Ina ingin menjalin hubungan serius, carilah saat yang tepat untuk berkomunikasi.

Sebab bisa saja temen cowok Ina juga menunggu-nunggu waktu yang tepat, nah kalau tidak ada yang memulai akan bergantung dan hambar terus.

Bahkan bisa saja teman Ina akan menjalin hubungan yang serius atau pacaran dengan gadis lain dan itu dirasakannya sesuatu yang wajar karena sama Ina hanya sebatas sahabat saja.


Jadi orang pacaran atau tidak bukan ditentukan dari pegang-pegangan atau peluk-pelukan saja tapi yang terpenting adalah membangun komitmen.

Banyak loh dari mereka yang berbuat romantis seperti itu tapi bukan pacaran iya kan..? sebab komitmen itu merupakan tanggung jawab berdua dan rasa saling menjaga, percaya dan tidak menghianati ketulusan cinta.


Semoga Ina sukses dan ada keberanian untuk mengungkapkan komitmen dari ketulusan cinta Ina pada si dia.
__________________________________________________________________________

Sulitnya untuk Mengatakan Tidak

Sebelumnya saya perkenalkan kalau saat ini maish duduk di bangku SMA di Batam. Senang sekali saat ini bisa menyempatkan diri menulis untuk curhat langsung ke Rubrik ini.

Begini nih, dalam pergaulan kan ada saja masalah yang terkadang membuat sebel dan terkadang harus meregangkan persahabatan.

Padahal masalahnya sangat sepele, karena saya terlalu gampang mengatakan "iya" kalau diajak teman jalan-jalan. Padahal awalnya saya hanya menjawab "iya" karena sekadar saja dan tidak begitu serius.


Memang saya termasuk anak yang sungkan atau tidak enak mengatakan tidak sekalipun hati saya sebenarnya merasa tidak ada niat. Tetapi bukan berarti saya suka berbohong loh, melainkan bermaksuk ingin menolak secara halus saja.

Tetapi terkadang sama teman diartikan serius seolah saya telah membuat janji. Menurut saya sih antara berjanji dengan hanya mengiyakan berbeda. Kalau berjanji selalu saya tepati, kan kita tahu siapa sih yang suka dibohongi. Memang boleh gak sih mengatakan "iya" tetapi dengan maksuk menolak secara halus.

Harus diakui kalau dalam diri saya rasanya sangat berat untuk mengatakan "tidak" apalagi kalau hanya masalah ringan.

Artinya, awalnya saya memandang kalau pasti mampu mengerjakan pekerjaan yang ditawarkan. Namun kok terkadang ada saja masalah sehingga tidak bisa dikerjakan sesuai dengan rencana.


Mungkinkah saya ini termasuk anak yang gampang janji? Rasanya sangat sulit untuk mengatakan "tidak" dan biasanya tetap saya peksakan agar bisa menepati janji. Hanya yang membuat merasa sebel, kadang teman-teman mengartikan lain seolah saya telah ingkar janji.

Lantas siapa yang tidak jengkel kalau dipandang sebagai anak yang suka ingkar janji, apalagi saya seorang cewek. Please bagaimana agar masalah ini tidak terus terjadi berulang-ulang. Terima kasih atas segala perhatian dan sarannya yang selalu menenangkan perasaan.

Afni, Tiban

Terima kasih juga atas segala kepercayaan dan perhatian untuk menyempatkan menulis langsung di rubrik Curhatku ini. Dengan berbicara atau menulis segala isi hati yang mengendap.

Maka rasa kepercayaan juga akan semakin tercipta dengan erat. Sampaikan yang menarik untuk Anda curahkan di hari ini, kami akan memahami apa yang Anda rasakan.


Afni yang baik, memang menurut Anda mungkin awal persoalannya adalah sangat-sangat sepele dan tidak ada artinya. Tetapi menurut orang lain tentu sangat berbeda menyikapinya, bahkan akan begitu sangat berarti. Apalagi sudah berkaitan dengan janji, wah biasanya kalau tidak ditepati sangat jengkel lho.

Pasti Anda juga pernah merasakan bagaimana jengkelnya kalau teman tidak menepati janji kan? Walaupun menurut Anda dengan hanya sekadar mengatakan "iya" bukan berarti membuat suatu janji. Saya bisa memahami dan merasakan apa yang dimaksud Anda.

Saat ini Anda harus belajar untuk mengatakan "tidak" sekalipun menurut Anda merasa mampu melaksanakan. Kecuali Anda benar-benar memiliki waktu dan pasti bisa menepati janji.

Tidak ada salahnya dengan terus terang mengatakan "tidak" agar tidak ada beban. Apalagi Anda mengiyakan hanya karena alasan sungkan dan berat untuk mengatakan "tidak".


Jangan katakan "Iya" kalau sebenarnya hati Anda ingin mengatakan "Tidak" dan Anda harus belajar dari saat ini.

Atau dengan belajar mejawab "belum ada waktu" "lain waktu saja" "hari ini tidak bisa" serta berbagai kalimat yang bernada menolak lainnya. Jangan dipaksakan mengatak "Iya" di saat hati Anda sebenarnya ingin mengatakan "Tidak".


Justru Anda akan semakin sungkan dan terbebani dengan janji Anda tersebut. Apapun bentuknya, kata "Iya" berarti sudah menjukkan setuju dan berati sudah bermakna janji.

Sedangkan janji harus ditepati. Tuh, berat kan hanya gara-gara mengatakan "Iya" malah persoalannya menjadi runyam.


Berbeda kalau Anda mengatakan "Tidak" maka saat itu pula Anda tidak ada beban sama sekali. Kalau memang hati Anda harus mengatakan "tidak" lantas untuk apa memaksakan dengan mengatakan "Iya"? Jangan sampai niat baik Anda malah berubah menjadi prasangka buruk.

Padahal masalahnya sangat-sangat sepele hanya karena Anda tidak berani untuk mengatakan "Tidak".

Kata "Tidak" bisa menciptakan rasa kepercayaan, dan untuk apa mengatakan "Iya" kalau di kemudian akan melahirkan ketidakpercayaan, padahal menurut Anda adalah sepele. Ok, selamat belajar mengatakan "Tidak" dan jangan dipaksakan untuk selalu mengatakan "Iya". ____________________________________________________________________________


Ortu tak Merestui Hubungan Kami

Maaf sebelumnya apabila tulisan saya kurang jelas, tapi pada intinya saya lagi bingung menentukan langkah kami.

Coba saja bayangkan, hubungan kamu sudah berjalan sekitar empat tahun. Kami sudah melalui suka dan duka. Cowok aku juga begitu serius untuk melanjutkan hubungan sampai ke pernikahan.


Namun, jalan kami justru ditentang oleh ortu. Kami sudah memberi pemahaman, tetapi mereka tetap saja bersikukuh dengan tegas tidak merestui dan menyuruh kami putus. Jujur saja, hampir kamu memutuskan untuk kawin lari jauh dengan ortu.

Tapi kami masih mikir dan kasihan sama ortu, hanya sayangnya ortu tidak bisa memahami perasaan kami. Haruskah kami nekad ngajak lari saja dengan pacar? Terima kasih atas perhatiannya.

Anggun, Tanjungpinang

Hallo Anggun, masih bisa tenang kan menghadapi masalah Anda? Yakinkah, dengan bersikap tenang dan meredam rasa emosi pasti akan didapat jalan keluar yang terbaik. Saya sangat memahami perasaan Anggun.

Mencari solusi memang dibutuhkan kejernihan pikiran dan mengendaptkan perasaan. Apabila terus berkecamuk emosi, niscaya tidak mendapatkan solusi yang paling tepat. Baik menurut Anda saat ini, namun belum tentu akan melahirkan kebaikan saat menjalaninya.

Masalah yang Anda hadapi bukan persoalan benar dan salah. Menurut Ortu, dia yang benar dan Anda salah telah menentang ortu. Sebaliknya, menurut Anda ortu terlalu egois karena tidak memahami perasaan Anda.

Anggun yang lagi gundah, mulailah fenomena dengan jalan kebaikan. Sebab apabila Anda memulai dengan fenomena yang kurang terpuji, makan seterusnya Anda akan terus bermasalah. Lebih baik saat ini berpahit-pahit dulu untuk berupaya menjelaskan kepada ortu.

Masak sih ortu tidak sedikitpun untuk membuka perasaannya walau hanya sedikit? Bersikaplah sedikti lunak dalam menjelaskan masalah hubungan Anda kepada ortu.

Pelajarilah apa yang membuat ortu tidak mersetui hubungan kalian, setelah itu tunjukkanlah bahwa penilaian ortu tidak benar.


Namun, apabila Anda tidak bisa menunjukkan sikap yang baik, malah bersikap memberontak, maka ortu akan makin tidak suka terhadap hubungan kalian. Percalah, kebaikan pasti mampu mengalahkan segala prasangka jelek.

Tapi dengan catatan, cobalah instrospeksi sejenak sebelum melakukan tindakan yang merugikan diri Anda dan ortu. Kecuali Anda merasa sanggup menghadapi segala resiko, tentu itu adalah hak Anda.

Namun akan lebih baik apabila hubungan kalian kedepan tidak menelah resiko besar dan merusak hubungan keluaraga. Menyadarkan pandangan ortu bisa dilakukan dengan cara menciptakan kesadaran terhadap diri sendiri.

Dengan bersikap emosional seperti itu, sama halnya semakin menutup perasaan ortu dalam memahami perasaan Anda.

Bukalah perasaan Anda dengan selebar-lebarnya dengan cara memahami perasaan ortu, setelah itu baru ungkap segala perasaan Anda kepada mereka. Memang sangat dibutuhkan waktu, dan itu lebih baik daripada harus membuka luka baru akan hubungan kalian dengan ortu sendiri. __________________________________________________________________________


Berbohong Kepada Pacar untuk Menjaga Hubungan

Halo apa kabar? senang loh bisa curhat lewat rubrik ini. Mulanya sih masih ragu-ragu, tetapi akhirnya aku beranikan untuk menulis dan mengirim langsung curhat ini. Begini nih, selama ini aku sudah dekat sama cowok lain sekolah.

Karena baru saja jadian, terpaksa aku kadang berbohong dikit. Tetapi tidak sampai parah atai ngibulin dia. Paling bohongnya cuma bersifat menghibur dia saja. Kan kalau aku terlalu jujur nanti kesannya lugu banget atau culun.

Artinya, bohonhnya agar dia tambah sayang dan yakin saja kalau aku benar-benar sayang dan suka sama dia.

Niat aku berbohong juga nantinya akan aku jelaskan mengenai yang sebanarnya tentang diri saya dan keluargaku. Apakah boleh berbohong kecil-kecilan seperti itu? Sebab dalam pikiran saya saat ini menilai wajar-wajar saja kan untuk kebaikan kami juga.


Saya memang masih harus sering jaga imej sama cowok aku, nanti kalau sudah sangat dekat kan tidak harus jaga imej lagi. Sebenarnya saya melakukan ini tidak terkait sama sekali dengan kurangnya memiliki rasa percaya diri segala.

Kalau soal itu masih jauh dari perasaan saya, tetapi jaga imej ini dilakukan demi eratnya hubungan kami agar tumbuh rasa saling memiliki saja.

Maklum lah kan baru jadian, jadi paling tidak harus bersikap manis di hadapan dia agar kelihatan keren dan tidak mengecewakan dia.


Tetapi saya juga gak ingin kebiasaan jaga imej terus-terusan terjadi. Pada saatnya pasti akan hilang dengan sendirinya.

Karena ini hanya permulaan saja, sebab baru jadian. Saya juga gak ingin proses cinta kami berjalan hanya karena perasaan dari luar saja. Ingin hubungan kami berjalan langgeng dan sama-sama saling memahami satu sama lain.


Nah, bagaimana dengan kebiasaan saya ini? Apakah masih sebatas kewajaran atau seharsunya bagaimana agar hubungan kami bisa terbuka dan saling menerima apa adanya? Ok, terima kasih atas segala jawaban, semoga Media Kepri makin suskse.

Erni, Tiban

Terima kasih balik Erni, Alhamdulillah sehat walafiat dan tentunya berkat doa para pembaca juga. Kami juga merasa senang mendapat kepercayaan dari para pembaca, apalagi Erni sudah menyempatkan mengirim curhat.

Erni yang baik, memang wajar kalau saat-saat memasuki tahap awal pacaran masih harus menjaga imej. Biasanya dilakukan agar kelihatan sempurna dan baik di hadapan pacar, sehingga terkadang harus bersikap manis.

Tetapi kenapa harus berbohong? Yanga namanya berbohong tetap sama saja, baik kecil maupun besar pasti berdampak kurang baik. Apalagi berbohong sudah dibentuk pada saat-saat yang seharusnya menciptakan salin percaya.

Kenapa tidak dibangun saling percaya dengan bersikap jujur saja? Perlu Erni ketahui, bahwa kalau kita berbohong berarti juga harus mempersiapkan jawaban berbohong pula. Tidak mungkin kan kalau Anda berbohong harus dijawab dengan kejujuran, itu sama saja membuka kebohongan yang telah Anda buat sendiri.

Artinya, semakin Anda berbohong, maka Anda juga harus makin mempersiapkan jawaban berbohong pula. Seterusnya akan seperti itu, sehingga kebohongan-kebohongan yang Anda aggap kecil akan makin membesar.

Erni tahu kan, kalau saat-saat pacaran terkesan semuanya tampak indah dan pacar juga tampak sempurna. Jadi, tidak harus berbohong pun sebenarnya tidak apa-apa karena perasaan sempurna sudah muncul.

Nah, alangkah baiknya kalau berbagai ilusi kesempurnaan itu dimanfaatkan untuk saling memahami kelebihan dan kekurangan.

Sayang sekali Erni juga tidak menjelaskan berbohong yang dilakukan sebatas apa? Kalau hanya sebatas bermaksud menyenangkan boleh-boleh saja.

Misalnya, si cowok membelikan sesuatu tetapi Erni kurang suka warnanya, agar tidak menyinggung perasaan dia terpaksa harus berbohong dan mengatakan suka.


Berbohong boleh-boleh saja, tetapi itu pun harus disertai evaluasi. Karena kalau hanya mengatakan suka tanpa disertai evaluasi nanti dikira Anda benar-benar suka, akhirnya terus dibelikan warna seperti itu.

Dampaknya akan muncul di saat hubungan Anda sudah semakin terbentuk. Dan dia pasti akan merasa kecewa karena merasa dibohongi walupun pada dasarnya niat Anda ingin menyenangkan perasaan cowoknya.

Erni yang baik, mulai saat ini dan mumpung masih dalam taraf hubungan dasar maka bangunlah hubungan Anda dengan nilai-nilai kejujuran. Tidak ada salahnya untuk menjaga imej tetapi tetap harus bersandar pada kejujuran agar hubungan Anda ke depan terbentuk dari rasa saling menerima dan memahami secara tulus. Ok, sukses ya buat hubungan kalian. ____________________________________________________________________________

Merasa Diri Tidak Sempurna

Saya sangat tertarik menyimak rubrik konsultasi psikologi ini. Oleh karena itu membuat saya ingin bertanya, tentu saja berkaitan dengan pengalaman pribadi.

Terus terang terkadang saya berpikir kenapa dalam kehidupan saya tidak sempurna dibandingkan dengan orang lain. Bukan berarti tidak sadar kalau setiap orang pasti memiliki kesempurnaan. Hanya saja setelah dicar-cari kok malah banyak kekurangannya.

Mungkin itu hanya perasaan saya saja, atau mungkin juga setiap orang juga mengalami hal serupa. Tapi yang pasti kenapa ya kok perasaan seperti itu kerap muncul dalam diri saya. Tolong beri pandangan agar saya bisa mengevaluasi.

Intan, Batam

Hai Intan, apa kabar nih? Terima kasih sebelumnya yang telah memberi keprcayaan kepada kami. Saya bisa memahami perasaan Anda karena perasaan seperti iut juga selalu menghinggapi orang lain.

Jadi, bukan Anda sendiri yang mengalaminya. Kesempurnaan itu hanyalah kata-kata namun tidak berwujud serta cukup dikatakan sepintas saja.

Misalnya, saat Anda merasa kagum terhadap sesuatu dan Anda menganggap itu sudah sempurna, cukup katakan saat itu saja "wah ini bener-bener sempurna" setelah itu jangan dipikirkan apalagi sampai berlama-lama.


Karena kalau terus dipikirkan malah kesempurnaan yang sebelumnya Anda rasakan akan hilang dan berganti dengan kekurangan-kekurangan.

Apalagi jika Anda sampai mencari-cari kesempurnaan, padahal Anda sendiri sadar kalau tidak ada orang yang sempurna.


Sebab, pada hakekatnya orang yang mencari-cari kesempurnaan sama halnya mencari-cari kekurangan. Semakin detail Anda mencari kesempurnaan, maka akan semakin detail pula menemukan kekurangan-kekurangan.

Makanya kesempurnaan itu tidak harus dicarai-cari karena Anda tidak mungkin menemukan, kecuali Anda ingin menemukan kekurangan, iya kan? Orang yang merasa sempurna apabila menyadari kelebihan-kelebihannya serta memahami akan kekurangan-kekurangannya, dan semua itu berjalan saling melengkapi.

Daripada mencari kesempurnaan lebih arif jika berpikir optimis, bahwa dalam diri kita ada potensi. Potensi tersebut berkembang untuk menutupi kekurangan dalam diri kita.

Kekurangan juga bermakna sebagai pelengkap agar kelebihan bisa berada dan membantu kekurangan kita. Tanpa merasakan ada kekurangan mana mungkin bisa merasakan kelebihan.


Hal terbaik yang Anda lakukan saat merasakan kesempurnaan datang pada diri Anda adalah menikmatinya dan tidak perlu mencari-cari terus letak kesempurnaan tersebut.

Kesempurnaan terus berjalan seiringan dengan perasaan, sedangkan perasaan setiap saat bisa berubah.


Manakala perasaan berubah, maka perasaan merasa sempurna juga turut berubah. Semoga Anda sering merasakan kesempurnaan sata perasaan tersebut ada dalam diri Anda.
Selanjutnya......

Curhat Teman Gaul

Me & Zakiyah, Cik bangun tidur kok diajak foto...zakiyah zakiyah....





Pacar Tak Setia

"Hati Bagai Diiris-iris Sembilu"

Membahas tentang cinta memang tiada kering-keringnya, kata orang cerita cinta gak akan garing sampai akhir dunia.

Pada remaja, diharapkan mereka mulai mengenali cinta melalui hubungan yang mengandung komponen keintiman.

Mulai dari tahap perkenalan, lalu menjadi teman akrab, lalu sahabat. Pada tahap persahabatan, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis kelamin, diharapkan berkembang perasaan hangat, kedekatan dan emosi-emosi lain yang lebih kaya.

Dalam hubungan antar jenis, persahabatan dapat berkembang dengan komitmen pacaran. Pada tahap pacaran ini keintiman dapat muncul komponen gairah dengan proporsi yang relatif rendah.

Pada pasangan yang telah dewasa, bila faktor-faktor emosional dan sosial telah dinilai siap, maka hubungan itu dapat dilanjutkan dengan membuat komitmen perkawinan. Dalam perkawinan, diharapkan ketiga komponen ini tetap hadir dan sama kuatnya.

Pada budaya tertentu, komitmen dianggap sebagai kekutan utama dalam perkawinan. Karena itu banyak perkawinan (dalam budaya tersebut) yang hanya dilandasi oleh komitmen masing-masing pihak pada lembaga perkawinan itu sendiri.

Perkawinan dipandang sebagai keharusan budaya dan agama untuk melanjutkan keturunan, atau karena usia, atau untuk meningkatkan status, atau sebab-sebab lain.

Perkawinan seperti ini akan terasa kering karena baik suami maupun istri hanya menjalankan kewajibannya saja.

Huh...jadi seru nih ceritanya kalau sudah membahas masalah komitmen apalagi sampai ke soal pernikahan segala.

Memang...pada prinsipnya kita pacaran untuk pernikahan. Emang siapa sih yang ingin putus atau hubungannya kandas dengan orang yang sangat dicintai????

Ingingnya sih hubungannya lancar tanpa hambatan dan mulussss banget kayak jalan tol, iya gak? Tapi yang namanya cinta...itu kan urusan hati, dan namanya hati susah ditebak tidak bisa diperhitungkan secara pasti kayak matematika.

Ada rasa bosan, jenuh, sebel, gak kuat menghadapi tantangan, tergoda dengan yang lain...atau memang sengaja menghianati.

Huh...jadi merinding kalau ngomongin tentang penghianatan cinta. Habis....namanya saja "menghianati" berarti pula telah menyakiti dan mendzalimi hati seseorang...Ih...dosa lho nyakitin hati orang, apalagi yang disakiti adalah kekasihnya.

Coba aja bayangkan...sudah rela berkorban...eh...tau-tahu malah dihianati dan jalan sama yang lain. Aduh...rasanya hati ini bagaikan diiris sembilu seribu kali.

Lukanya hati tak sama dengan lukanya kulit...seumur hidup akan terus dikenang dan setiap dikenang pasti terasa teramat sakit.

"Sakit rasanya kalau teringat hati ini dihianati...gak habis pikir...kurang gimana lagi saya sama dia, perhatian...kasih sayang...semua diberikan...bahkan maaf...rasanya tubuh ini rela diserahkan demi cinta, eh....tiba-tiba...dia menghianati cinta dan jalan dengan cewek lain...,"

cerita Ratna dengan suara terbata-bata mengenang cowok yang telah menghianati cintanya, sambil melanjutkan..."Cowok memang egois...maunya untung terus...," cetusnya sambil sedikit menetesken air mata.

Tapi ada juga lho cowok yang dihianati cewek? "Iya sih...tapi cowok aku itu tega betul di depan mata menghianati...," jawabnya sembari mengusap tetes air matanya.

Emang alasannya apa? "Dia bilanga entengnya aja...katanya sudah tidak cocok lagi, seharusnya kan bisa diperbaiki, bukan meninggalkan begitu saja...," ujarnya sedikit sewot.

Hairani, sahabat Ratna mencoba menenangkan..."Gimana ya Rat...aku bisa memahami perasaan kamu..tapi menurut aku...pasti nanti ada balasan setimpal atas perbuatan dia, yang penting kamu sabar aja, kalau memang jodoh pasti kembali lagi..," mendengar penjelasan Hairani, secara sepontan Ratna menimpali..

"Udah ah....jangan bicarakan kembali segala, mengenang aja aku dah muak banget..," Mendengar jawaban tersebut, Tim Youth Sharing mencoba mengalihkan kepada pembicaraan yang sifatnya umum. Bagaimana sih pengertian komitmen dalam pacaran?

Mendengar pertanyaan ini, ekspresi wajah Ratna sedikit ceria dan sambil melirik Hairani langsung berkomentar.."Komitmen itu harus terpatri dari dalam hati...harus ihlas, menerima, tanggung jawab, dan siap menghadapi suka dan duka, tanpa komitmen cinta tidak akan berjalan tegak serta tidak terarah, dengan komitmen maka cinta bisa berjalan lurus," jawabnya sambil terseyum.

"Wah...kamu mahir banget Rat..," celetuk Hairani.."Menurut aku sendiri sih..komitmen itu sama saja artinya dengan kesepakatan untuk saling setia..apabila tidak setia berarti sudah mengingkari komitmen," sambungnya.

Tapi komitmen bukan berarti ke arah pernikahan segala kan? "Bisa juga ke situ...bergantung komitmennya sih," ujar mahasiswi semester pertama ini.

Masa-masa pacaran memang harus belajar banyak untuk memahami perasaan serta menjaga hati pasangan. Percuma mengumbar kata-kata manis, namun tidak teguh mempertahankan komitmen. Kesetiaan terkait erat dengan menjaga hati dan perasaan.

Tidak setia sama halnya sudah mempermainkan hati. Padahal dengan bersikap tidak setia sunggh berarti pula telah menyakiti hati orang yang telah menyintai dan dicintainya.

Apalah artinya menjalalin cinta dengan penuh kebahagiaan dengan yang lain, tetapi di sisi lain telah menyakiti hati orang yang telah memberikan cinta dan kasih sayang dengan tulus.

"Bener sekali...itu namanya menari-nari di atas luka orang lain..hubungannya akan terasa hambar walaupun terus bersama," seloroh Hairani menutup pembicaraan.

_________________________________________________________________________________________________
Iin & Githa

Remaja Doyan Dugem

Dugem, Apa Perlu? "Ih... Gak Lah...."

Dugem sepertinya hanya merupakan gaya hidup instan yang cuma menawarkan kesenangan semu. Belum lagi, aneka 'jebakan' yang ada di sana bisa terbilang banyak.

Pernah denger istilah dugem, kan? Saat ini, memang tak sedikit anak muda yang keranjingan dugem (dunia gemerlap malam) atau istilah lainnya dulalip (dunia kelap kelip malam).

Dugem atau dulalip adalah kebiasaan sebagian anak muda perkotaan yang gemar mengikuti berbagai tren gaya hidup yang lagi hot.

Entah sejak kapan istilah dugem atau dulalip mulai populer di kancah gaul anak-anak muda kota besar. Tapi kayaknya, bagi mereka, dugem merupakan alternatif untuk mengisi waktu di akhir pekan.

Biasanya sih, mereka itu nongkrong di kafe, dengerin musik di pub, nyanyi di rumah karaoke, joget di diskotek atau jalan-jalan keliling kota lalu nongkrong di tempat tertentu hingga menjelang pagi.

Kalau diamati, penampilan anak-anak yang suka dugem juga sangat khas. Mereka itu suka dandan modis, gemar begadang, punya bahasa pergaulan sendiri.

Dan tidak keberatan merogoh koceknya (hingga berapa pun) demi membayar cover charge (tarif masuk) dan makanan yang mereka nikmati di tempat clubbing (begitu mereka menyebut aktivitas kumpul-kumpul di tempat hiburan malam).

Kalau ditanya alasan mereka dugem, jawabannya macem-macem. Ada yang beralasan untuk melepas stres, ada pula yang ingin mencari kesenangan atau refreshing di akhir pekan.

Tak sedikit pula yang dugem dengan alasan untuk melepaskan tekanan atau kepenatan di rumah. Malah, ada juga yang dugem lantaran mengaku sudah hobi berat.

Selamat siang adek-adek? siang suara serempak anak-anak pelajar salah satu SMP N di Batam menjawab antusias pertanyaan Tim Youth Sharing Media Kepri. Suasana jadi akrab dan Heboh dengan pertanyaan berikutnya tentang Dunia Gemerlap.

Siapa nih yang suka DUGEM?? Pada awalnya....kelihatan mereka terbengong dan terdiam sejenak, serta ada juga sebagian yang nyeletuk.

"hi gak lah itukan bahaya pergaulan bebas banget, bisa-bisa kita hamil di luar nikah" celetuk cewek-cewek manis yang masih ABG ini.

Dara Prastiwandira, cewek imut yang berusia 14 tahun ini mencertikan "ih dugem itu bahaya banget buat kita, emang sih dugem untuk mencari hiburan dan banyak teman tetapi kalau kita terjeremus alias tidak bisa mengontrol diri... wah bisa-bisa kalau cewek larinya ke seks bebas dan narkoba. Ih no Way deh".

Memang sih dunia malam itu jadi punya banyak teman, tetapi resikonya kalau saya biarin saja punya teman sedikit.

Kalau hati kita gak kuat bisa lho ikutan-ikutan teman biar gaul. Pernah sih saya diajak tetapi tetapi gak lah, takut. Serentak teman-teman dara seperti Nora, Prima, Novi dan ria berkoor "hi... pengalaman ni ye....". Dara manis jadi sewot ih gal la yau, malu-maluin tuh.

Lain lagi menurut Yusika, "saya gak pernah dugem dengan nada malu-malu, karena dilarang mama" lha memangnya kalo mama ngizinin apa Yusika mau dugem? "ih gak lah dosa lagi, pokoknya mamaku protek banget deh," ujarnya dengan suara manja. Suasana tampak akrab antara pelajar dengan tim Youth Sharing MK dalam ngobrol tentang dugem.

Lain lagi dengan komentar Budi Prasetyo, Mahasiswa semester 3 jurusan Elektro di Salah satu perguruan Tinggi di Batam mengaku awalnya dugem karena diajak teman-teman yang ngerayain ulang tahun. Dugem itu ya pergi ke diskotek atau tempat hiburan malam lainnya. ''Dugem di malam minggu?

Wah, kayaknya asyik banget deh. Kita bisa kumpul bareng, dengerin musik fave sambil berdisko. Pikiran penat langsung ilang''.

Tapi, kalau kita sudah ketagihan bisa-bisa arahnya ke narkoba lho, karena dengerin musik disana pasti udah ngedrag.

Di matanya, dugem nggak ada manfaatnya. ''Siapa bilang ngedugem itu asyik dan dapat menghilangkan stres. Yang ada gue malah tambah stres, hidup kita jadi rumit dan nggak karuan. Udah gitu, ngabis-ngabisin duit lagi''.

Budi cerita, tak sedikit temen-temennya yang keseringan dugem malah jadi orang stres beneran. Betapa tidak, banyak temennya yang suka dugem, terjerumus narkoba. Duit mereka habis, harta benda orangtuanya juga habis dijual hanya untuk hura-hura dan beli narkoba.


Pokoknya ngedugem itu malah menimbulkan banyak masalah, nggak usah deh ikut-ikutan,'' katanya menghimbau. Maklum Budi ini sudah dewasa, jadi bisa dikit-dikit ngingetin gito loh.

Berbeda dengan Yani, Mahasisiwi di Perguruan Tinggi negeri Batam, lebih suka mencari tempat makan atau nonton ke bioskop ketimbang ngeluyur ke diskotek atau kafe. ''Gue sebenarnya nggak demen dugem, tapi nggak ada salahnya kan gue sekali-kali keluar malam rame-rame sama temen-temen.

Paling-paling cari tempat makan yang enak-enak atau pergi nonton,'' katanya. Ia berpendapat, kebiasaan dugem ke diskotek terjadi karena salah gaul.

''Ketimbang dugem ke diskotek mendingan juga dengerin musik atau nonton teve di rumah, ih Dugem Gak lah'' tambah cewek yang biasa dipanggil Yani ini. Rasanya membicarakan masalah dugem dengan para remaja ini gak ada habisnya, dan benar-benar enjoy.

_______________________________________________________________________________________________
Azizah

Mungkinkah Hati Ini Manyatu Lagi dengan Mantan Pacar???

"Dia Mampu Mengisi Kekosongan Hatiku"

Jika teman-teman muda sedang mencintai seseorang, kamu harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika kamu mengharap kebahagiaan,kamu bukan mencintai....melainkan memanfaatkan.

Makanya...kalau sedang pacaran jangan totalitas alias terburu-buru menganggap sudah menjadi milikya.

Bukan apa-apa sih...yang namanya janur kuning belum melengkung di depan rumahmu, berarti masih menjadi milik orang banyak, iya gak?

Maksudnya, belum tentu menjadi jodoh kamu dan orang lain masih memiliki kesempatan untuk menjadi pendamping hidupnya.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang tak berguna itu........

Bagaimana aku akan berkata " SELAMAT TINGGAL ".... kepada seseorang yang tidak pernah aku miliki ???????

Kenapa tetes air mata jatuh demi seseorang yang tidak pernah menjadi kepunyaanku ????? Kenapa aku merindukan seseorang yang tidak pernah bersamaku ????

Sangat sulit bagi dua orang yang mencintai satu sama lain ketika mereka tinggal dalam dua dunia yang berbeda.......... Tapi ketika kedua dunia ini melebur dan menjadi satu, itulah yang disebut KEAJAIBAN !!!!!

Jangan mencintai seseorang seperti bunga karena bunga mati kala musim berganti, Cintailah mereka seperti angin, sebab angin bertiup selamanya........

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca itu sehingga kamu akan menjadi utuh kembali......

Aduh...kata-katanya romantis banget, tapi bagaimana rasanya saat hubungan kamu putus dengan pacar yang sangat dicintainya, namun masih ada harapan untuk kembali.

"Cinta bisa saja terjadi....bener lho, saya sangat percaya sama kekuatan cinta, bahkan walaupun sudah berpisah kalau memang ada sisa-sisa cinta malah bisa nyambung lagi dan ada jodoh," komentar Hindun dengan nada serius.

Emang pengalaman ya? "Emm....." pelajar kelas II SMA ini sambil berpikir dengan diikuti senyum manisnya..."Gimana ya...pengalaman itu sudah lama, tapi sampai sekarang masih melekat dan kami sudah berkomunikasi lagi dan sepertinya ada tanda-tanda akan kembali..," selorohnya dengan mimik wajah manja.

Kok optimis banget, kalau sampai bertepuk sebelah tang gimana? "Yang namanya pernah pacaran selama dua tahun...pendekatannya juga gak kayak pada awal pacaran lagi, ya...jika ditolak harus diterima dengan pasrah," jawabnya dengan ekspresi wajah sedikit cuek.

Kenapa sih kok masih mengharap mantan pacar kembali? "Sulit untuk dijelaskan, dan yang pasti dia mampu mengisi kekosongan hati....dan gak ada yang mampu mengganti kekosongan hati ini," jawabnya dengan penuh perasaan.

Tidak kalah seru dengan cerita Bambang, namun cowok teman sekelas Hindun ini punya cerita menarik mengenai pengalaman om nya. Katanya...semenjak SMA om nya sudah pacaran dengan cewek yang juga adik kelasnya.

Hubungan keduanya sudah terjalin sangta erat dan memang tidak bisa dipsahkan lagi. Tapi....ketika hubungan mereka sudah makin serius, malah orangtua ceweknya tidak menyetujui, dan hubungan mereka juga kandas. "Terus gimana seterusnya..."tanya Hindun penasaran.

"Om saya akhirnya menikah dengan cewek lain sampai punya anak dan pacar om saya juga sudah menikah dengan seorang dokter dan juga dikaruniai anak.." belum selesai bercerita...Hindun lagi-lagi memotong dengan pertanyaan..

"Keduanya masih tinggal dalam satu kota gak?" Bambang langsung menjawab sambil menatap Hindun.."Tidak...malah si cewek ada di Jawa dan om saya menetap di Batam," jelasnya.

"Terus...," tanya Hindun lagi makin penasaran.."Entah gimana persisnya ceritanya...yang pasti saat anaknya masing-masing berusia sekitar tiga tahun terdengar kalau hubungan dengan suaminya sedang mengalami keretakan, dan saat itu om saya juga sudah bercerai, anehnya lagi...keduanya sempat bertemu saat pulang kampung dan sudah tersebar gosip kalau mereka sudah pacaran lagi, ternyata gosip itu bener-bener terjadi...om saya sempat ketemu dan akhirnya dibicarakan antar keluarga...,"

Belum selesai ngomong lagi-lagi Hindun memotong pembicaraan dengan melontarkan pertanyaan.."Keluarga si cewek akhirnya setuju atau marah? tanyanya.

"Setahu saya lancar-lancar aja..kan saat itu pembicaraan antar orangtua, jadi aku gak tau persisnya kayak apa, tapi yang pasti kamu percaya gak...tak lama kemudian om menikahinya sampai sekarang.

"Wah seru dan romantis banget pengalaman om kamu...bener-bener cinta sejati ya..."Timpal Hindun mengomentari, dengan menambahkan, memang harus jujur...apalagi aku seorang cewek, kalau sudah mendapatkan cowok yang pas, dewasa, baik benget, mengayomi...rasanya gak rela kalau harus berpisah..

"Jujur aja...walaupun aku sekarang sudah menjalin dengan cowok lain, tetapi masih terasa hampa dan masih saja berkeinginan kembali dengan mantanku, gimana ya....kayaknya hubunganku dengan cowok yang sekarang hanya mengisi kekosongan situasi, tapi tak mampu mengisi kekosongan hati, rasanya....hati dan jiwa ini masih milik cowokku yang pertama," tegas Hindun dengan sedikit meneteskan air mata.

________________________________________________________________________________________________
Mimi

Mencari Cinta Sejati

"Alah...Banyak Gombalnya"

Teman-teman muda pasti sepakat, cinta merupakan hal yang sangat subyektif, satu orang dengan orang lainnya akan memaknai secara berbeda. Namun dari semua itu pasti ada tanda-tanda bersemainya cinta di ufuk hati.

Maka tak salah kalau ada yang berpandangan, manakala cinta bersemi di hati maka jiwa kita akan mengembang dan mampu menciptakan kalimat-kalimat indah laksana sang penyair.

Kalimat "I Love You" adalah ungkapan yang paling klise dan sangat sederhana. Namun, apabila disampaikan dengan kejujuran serta keluar dari dasar kalbu, pasti mampu menggetarkan hati sang pujaan Anda.

Atau ungkapan cinta yang cukup terkenal dalam bahasa Arab "Enti Ewwelu Mantsbutu Fii Qalbii, Annadartu Tarafrafa Qalbii. Kira-kira artinya begini "Engkaulah yang pertama melekat di hatiku, apabila engkau memandang maka bergetarlah hatiku".

Sejuta ungkapan cinta kepada sang kekasih sangat beragam, yang intinya berisi pemujaan dan kekaguman. Seolah, apabila cinta sudah terpaut, maka segala isi hati rela dipersembahkan. Jangankan hanya harta, kalau perlu nyawa juga ihlas dokorbankan.

Wah...kalau ngomongin cinta rasanya tidak ada keringnya. Apalagi ketika cinta mulai bersemi, sejuta ide dan kalimat romnatis selau muncul di balik meranumnya jiwa.

Bahkan, jiwa akan berkembang sebagai pembela laksana sang pahlawan di medan perang. Siapaun saingan akan disikut demi keinginan hati menorobos si jantung hati.

Tapi nih, di balik keagungan cinta juga ada kekerdilian cinta. Sebelum pacaran segala pencitraan diri ditampilkan begitu sempurna, tetapi setelah didapat malah enggan dipelihara. Seribu ungkapan cinta yang didendangkan satu-persatu layu berjatuhan, dan cinta sejati hanya sebatas ungkapan belaka.

Lebih gak enaknya lagi, penghianatan cinta, perselingkuhan kerap mewarnai hubungan cinta. Akhirnya...hati menjadi galau, kering, kosong, dan lidah terpaksa berucap.."Ternyata cinta sejati hanya sebatas diujung lidah".

"Saya masih yakin kok cinta sejati itu ada, hanya emosi dan nafsu yang mengotorinya," ungkap Yana dengan suara datar. Pelajar SMA di Batam ini lebih jauh mengutarakan pengalamannya...

"Cinta memang tidak bisa secara totalitas, apalagi terhadap pacar...mana ada yang bener-bener rela berkorban, ah...omong kosong...ujung-ujungnya tetap aja gombal..,"celotehnya dengan nada sedikit emosi.

"Saat-saat berpacaran tidak bisa dipandang sebagai cinta sejati sekalipun dia merayu...paling rayuannya gombal, cinta sejati itu harus dibuktikan dan bukan sekadar diungkapkan, iya kan Yan," selorohnya sambil memandang Yana.

Cinta kasih yang sudah mampu melalui proses sampai ke titik cinta persahabatan dipandang sebagi cinta sejati. Sebab, cinta seorang kekasih selalu dihiasi bunga-bunga nafsu. Sedangkan cinta persahabatan diselimuti budi.

Nah, pacar yang mampu menjadi sahabat pasti bisa menjaga kemualiaan cinta karena dipagari budi pekeri.

"Tapi..kayaknya susah juga ya pada masa pacaran gini sampai ke arah situ segala," ujar Yana menimpali. "Tapi Yan..."lagi-lagi Mimi tidak sabar ingin ngomong.."Ada lho pacar yang bener-bener setia dan bahkan sekalipun putus tetap saja memberi perhatian..," argumennya.

"Ih...jangan salah dulu, kesetiaan belum bisa dipandang sebagai cinta sejati, mungkin saja karena ada niat untuk kembali, kayak mantan pacarku....setelah putus malah baiknya minta ampun deh..," celotehnya sedikit sewot.

Tapi...kalian sudah menunjukkan cinta sejati gak? "Pasti dong...," ucap Yana, Mimi dan teman-temannya hampir bersamaan.

Buktinya apa? "Perhatian...komitmen...sayang...dan rela menyerahkan hati ini seutuhnya..," seloroh Uun yang dari tadi lebih banyak mendengarkan obrolan kami.

Cewek berkulti putuh dan berambut sebahu ini malah berseloroh..."Cowok yang banyak gombalnya he..he...di balik cintanya terkadang banyak maunya...," belum usai ngomong, Yana langsung menimpali.."Ah gak juga...masalah itu sama saja, cewek juga banyak maunya lho, pokoknya cinta sejati susah deh dicari," komentarnya sambil mengernyitkan dahinya.

______________________________________________________________________________________________
Foto Dokumen

Merasa Gede Rasa Kerap Hadir

"Apalagi Saat Dilirik Cowok Cakep...."

Pernah merasa GR kan? Ah...itu hanya permaian perasaan kok!! Memang sih, perasaan sangat berpengaruh terhadap sikap serta perilaku kita, saat perasaan lagi mood rasanya badan ini bawaannya enjoy banget. Perasaan juga mampu mempengaruhi pola pikir, begitu juga sebaliknya.

Begitu juga kalau teman-teman muda suka gede rasa alias GR, itu juga dipengaruhi perasaan lho. Wah terkadang...saking GR nya saat berjalan di tempat umum sampai-sampai merasa kayak peragawati atau peragawan aja, maklum merasa diperhatikan orang banyak.

Misalnya...karena sedang memakai pakaian baru, seakan orang di sekitar memperhatikan penampilan kita, padahal tidak seperti itu. Atau saat bercermin...rasanya wajah kita tampak manis...cantik...cakep...pokoknya kayak gitu deh...pasti perasaan kita bawaannya diperhatikan orang terus.

Begitulah kalau perasaan sudah bermain, hanya gak enaknya apabila perasaan kita lagi gak ngah benget...ih...bawaannya salah melulu alisa curiga, orang melihat saja sudah tersinggung. Yah...begitulah perasaan...terkadang begitu enaknya mempermainkan badan kita, iya gak..?!!

Apapun kelainan yang dipunyai oleh seseorang, pada dasarnya mereka adalah sama seperti kebanyakan orang. Di dalam tubuh mereka terdapat proses kimia yang sewaktu waktu dapat menjadi tidak seimbang sehingga perilaku mereka berubah.

Neuro-transmittal mereka menjadi tidak seimbang sehingga membuat mereka menjadi tidak dapat mengendalikan diri, terobsesi, depresi, maniak dan labil.

Seperti kebanyakan orang mereka dapat pula mengembangkan pola pikir/ persepsi yang dapat bermanfaat ataupun merugikan mereka sendiri. Untuk dapat membaca pola pikir seseorang, kita tidak selalu memerlukan bahasa verbal.

Ada yang namanya bahasa perilaku. Tanpa disadari lingkungan sekitar kita dapat membentuk pola pikir negatif yang dapat merusak diri sendiri.

Wah...jadi serius begini ceritanya. Tapi yang pasti teman-teman muda punya pengalaman menarik terkai dengan perasaan GR kan? Sama seperti yang diutarakan oleh teman-teman pelajar salah satu SMA di Batam ini.

Rossy, begitu cewek bertubuh semampai ini ingin ditulis namanya. Perasaan GR sering muncul saat pertama masuk sekolah saat ada kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya.

Maklum, cewek yang satu ini tidak hanya bertubuh seksi tetapi wajahnya juga imut banget. "Merasa GR itu wajar...apalagi cewek...kan sudah menjadi kebiasaan kalau cowok gak bisa melihat cewek seksi.. iya gak teman-teman," selorohnya membuka pembicaraan sambil memandang teman-temannya yang memang lagi kumpul-kumpul. K

ok dikait-kaitkan dengan kebiasaan cowok segala? "Iya lah....ulah cowok yang sering menggoda itu bisa mempengaruhi perasaan juga lho, saat digoda kan pasti rada-rada gimana gitu lho...tapi gak mau dinampak-namapakin kan malu...makanya harus sedikit jaim (jaga imej) agar gak kelihatan norak," kelakar cewek berdarah Aceh ini.

"Alah...ketahuan ya...ternyata cewek memang pinter menyembunyikan perasaan ya...," celetuk Ferdy sambil menepuk pundak Rossy. Dengan senyum-senyum Rossy menundukkan kepalanya sampai wajah cantiknya sedikit tertutupi rambut panjangnya yang tertiup angin...

"Tapi aku pernah merasa GR saat di mall...kiranya sepertinya cowok itu memperhatikan aku...dan aku biasa lah...pura-pura cuek tapi sambil melirik-lirik gitu lho...eh...gak taunya cowok itu malah mendekati pacarnya yang ada di belakangku...huh...malu rasanya," celotehnya dengan suara genitnya.

Senada dengan Intan, temen akrab Rossy ini juga memiliki pengalaman sama. Pernah merasa GR saat jalan-jalan bersama keluarganya. Saat itu rekreasi di salah satu tempat wisata di Bogor. "Emang kamu merasa GR dengan cowok juga In..," tanya Rossy.

"Beda dengan pengalamanmu...cowok itu memang bener-bener kenalan sama aku, lumayan juga sih cowoknya...tapi gak enaknya ujung-ujungnya dia bilang katanya ingin kenal sama aku karena teringat sama anaknya yang masih TK...," ujarnya sambil tertawa ringan.

"Kenapa gak kamu terusin...," seloroh Rossy sambil memukul lengan Intan.."Hus...entar aku dikira merebut suami orang lagi," jawab Intan sedikit ketus.

Perasaan GR itu wajar-wajar aja, tapi yang terpenting pengendaliannya agar tidak sampai kebablasan. Sebab, apabila tidak terkendali malah akan membuat salah tingkah sendiri, bahkan berubah jadi mempermalukan diri sendiri.

"Bener bang...,"celetuk Rossy kepada Tim Youth Sharing , sambil melanjutkan..."GR itu menurut aku dipengaruhi oleh penampilan, karena marasa perfect atau semacamnya maka diperhatikan orang melulu, atau juga dipengaruhi respon, misalnya sering digoda cowok, juga bisa disebabkan hanya minta diperhatikan orang saja, padahal orang lain tidak begitu memperhatikan kita," kata Rossy memberi pendapat. ____________________________________________________________________________

* Semua tulisan hasil liputan (ditulis) oleh: Mahmud Syaltut Usfa (Sudah dipublikasikan di Koran Media Kepri)

Tunggu Curhat Selanjutnya dari Teman-teman
Selanjutnya......