Kamis, 03 Juni 2010

Syair Sufistik - Mahmud Syaltut Usfa

Beratnya Mengikat Nafsu

Ikatlah segala nafas di tubuhku
Agar nafsu tak mampu menuntun langkahku
Dosa-dosa ini terlalu liar berjalan
Segenap penjuru mata tubuhku telah dibutakan

Haruskah tubuh lemahku diipanggang di neraka?

Langkah ini sudah begitu penat
Mengambara di ruang relegi
Tanpa tahu nasib badan ketika bersaksi kelak

Seluruh langkahku akan berkata lugu
Roh hanya tertegun menanti keadilan
Hanya ada dua kata
Ke surga atau neraka

Begitu kerdilkah tuhan menakar nasib abadi hambanya?

Aku hanya tahu tuhan itu baik sama kita
Aku hanya mendengar tuhan itu maha pengasih dan penyayang
Aku hanya dapat merasakan tuhan itu adil dan bijaksana

Wahai para malaikat malam
Ikutlah sejenak menyelam di qalbuku
Agar bisa merasakan beratnya menjaga nafsu

Kabarkan ke seluruh penghuni langit
Aku tak mampu lagi mengegnggam wahyu sang rasul
Jika pintu surga dan neraka hanya hitam putih

Aku tak peduli lagi apakah surga dan neraka itu ada
Sebaiknya mata batin kubutakan saja
Agar di setiap sujudku tak mengharapkannya

Jika terbesit rasa pengharapan,
Itulah manusia
Merasa malu menginjak pintu surga
Tapi pengecut melangkah ke neraka

Tidak ada komentar: