Jumat, 02 April 2010

Sajak Sufistik Mahmud Syaltut Usfa

Pelayanku

Jiwa yang hakiki, keluarlah sejenak dari tubuh tuanmu
Lihatlah tarian kemunafikan
Menjijikkan bukan…?
Di situlah selama ini engkau melayaninya


Aku Ingin

Aku ingin menatap-Mu tanpa kata
Ketika perut hening tanpa nafsu
Ketika semua mata terpejam tanpa rasa
Ketika roh terangkat tanpa keluh kesah


Tiada Umpama

Asmaul husnah menjalar setiap detik di nafasku
Kupegang erat agar tak jatuh dari kebodohanku
Lidahku lelah hingga berjalan membungkuk
Tak sanggup membaca perumpamaan
Kubiarkan mengembara
Karena aku sudah menyatukannya dengan hati


Wahai Nafsu


Wahai nafsu, penjarakan segala kebaikanku
Saat ini engkau telah memiliki hatiku


Selalu Ada


Setiap amarah datang, kesabaranku selalu menyambutnya
Setiap kesabaran goyah, keihlasanku selalu memapahnya
Setiap kehinaan menghampiri, kemuliaanku selalu datang tersenyum
Setiap kesedihan datang, kebahagiaan selalu mendekapku





Tidak ada komentar: